Tim Kruiz 1 Juarai Lomba Sampan Bidar (LSB) di Sambas
August 11, 2009 | Oleh : Suriawan | Kategori : Photo dan Berita
SAMBAS.BoP. Tim Kruiz 1 pendayung Istana Alwatzkhubillah Sambas Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas berhasil keluar sebagai juara pertama pada Lomba Sampan Bidar (LSB) se Kabupaten Sambas dalam rangka memeriahkan HUT Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas dari Singkawang ke Sambas ke-10 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Sambas yang berlangsung Minggu (9/8) pagi. Kegiatan lomba yang diikuti 17 Club Sampan Bidar dilaksanakan disirkuit Muare Ulakan Warter Front City Sambas ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid didampingi Ketua Umum Pengcab PODSI Kabupaten Sambas bersama Unsur yang mewakili Muspida serta beberapa Pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.

suasana pembukaan yang dibuka oleh bupati sambas (photo: suriawan, sambas , 2009)
Perlombaan yang dilaksanakan pada babak awal dengan sistim setengah kompetisi tersebut berlangsung meriah dan dipenuhi ribuan penonton dikiri-kanan sungai mengelu-elukan tim andalan mereka masing-masing, tampil sebagai Juara Pertama Tim Kruiz 1, Kedua Tim Arjuna 1 Desa Semberang, dan Ketiga Tim Kiber 1 Desa Dagang Timur, sedangkan Tim Todak 1 dan Todak 2 Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas masing-masing memperoleh Juara 4 dan 5, sementara pendatang baru Tim Dayung Sekretariat Daerah Kab.Sambas yang dipimpin Drs.Sunaryo berhasil sebagai juara ke 6.
Keenam Tim yang telah menjuarai LSB ini dinyatakan telah lolos seleksi, menurut Drs. H. Dailami, M.Si. Ketua Pelaksana Lomba akan diutus mewakili Kabupaten Sambas mengikuti Kejuaraan Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) yang menurut informasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sambas direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2009 mendatang. Lebih lanjut Dailami menyebutkan dalam laporannya 11 Tim lainnya yang belum beruntung masuk 6 besar tetap bisa mengikuti kejuaran LAMS atas nama klub masing-masing sebagai penantang tentunya dengan biaya masing-masing klub.
Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid, dalam sambutan peresmian Lomba Sampan Bidar menyatakan, olahraga sebagai instrumen pembangunan dan pembentukan karakter bangsa menduduki posisi sangat penting di Negara kita tercinta ini, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan dari semua pihak guna tercapainya tujuan pembangunan manusia seutuhnya. Olahraga menjadi alat untuk membentuk watak dan karakter yang sangat efektif untuk siap hidup dan bersaing dalam abad global sekarang ini. Olahraga juga merupakan bagian dari sistem pendidikan yang memberikan peluang berkembangnya Emotional Quotient (EQ) yang telah diyakini mempunyai pengaruh yang besar kepada keberhasilan seseorang, termasuk olahraga Lomba Sampan Bidar yang kita laksanakan pada hari ini. “Lomba Sampan Bidar termasuk sebagai salah satu Cabang Olahraga Dayung walaupun sifatnya masih tradisional namun sangat merakyat dibarbagai jenjang, mulai dari tingkat Desa, Kab/Kota, Propinsi, Nasional, Regional dan sampai ketingkat Internasional, bahkan menurut Bupati melalui event-evnt semacam ini telah banyak dilahirkan atlit-atlit handal dan berperestasi dicabang olahraga dayung, selain itu melalui event lomba sampan bidar akan dapat menjadi daya ungkit pengembangan kegiatan Pariwisata dan Budaya daerah”, tutur Bupati Sambas.

Ketua Pelaksana Lomba Sampan Bidar menyerahkan hadiah kepada para pemenang (photo: suriawan, sambas , 2009)
Selaku Ketua Pelaksana lomba, Drs.H.Dailami,M.Si yang juga Ketua Umum Pengcab PODSI Sambas mengharapkan, Lomba Sampan Bidar yang merupakan Budaya Sejarah dan sudah menjadi tradisi di Sambas patut dikembangkan sebagai pondasi sekaligus prestasi dalam Olahraga Air didaerah ini, LSB merupakan permainan rakyat yang berasaskan Adat dan Budaya sangat perlu kita lestarikan dan pertahankan bahkan kita tingkatkan diwaktu-waktu mendatang. Pada perlombaan tahun ini panitia menyediakan kepada Enam Tim Pemenang masing-masing Piala Tetap, Piagam Penghargaan dari Bupati Sambas, dan Uang Pembinaan secara total sebesar Rp.14 Juta dengan kisaran antara Rp.1 sampai Rp.4 Juta untuk setiap tingkatan juara. Selain itu Bupati Sambas juga memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp.150.000,- setiap tim kepada 11 Tim yang ikut berlomba namun belum berhasil masuk dalam 6 besar.(Iwan,Fakhrozi,09/08/09).



tst ajak lah!
[Balas Komentar]
hidup lumbak perahu kitte
[Balas Komentar]
Mun bisse fasilitas dayung ditambah…Khususnya ntok kayak dan Kano…& atletnye haruss terseleksi….
[Balas Komentar]