Susur Sungai Pedalaman Sambas
June 20, 2009 | Oleh : mumu | Kategori : Segelas Kopi
Photo oleh : Mumu
Text oleh : Mumu
Sambas. BoP. KM Todak Dinas Perikanan dan Kelautan Sambas yang ditumpangi oleh Borneo Photography, teman-teman Pramuka Saka Bahari, dan turut serta Drs, Dailami Msi, (Kadis Perikanan dan Kelautan sekaligus Pembina Pramuka Saka Bahari Sambas) merapat tepat di depan sebuah rumah. “Ini rumah kepala desa,” ujar Suriawan.
Sayangnya kepala desa yang sangat ingin kami temui sedang tidak ada di rumah. Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling Desa Semanga’ sekalian hunting. Sayang rasanya momen-momen bagus ini kami abaikan.
Sungguh merupakan sebuah pengalaman yang menakjubkan berada di desa ini. Suasana desa yang sangat tenang dan bersahaja yang kami rasakan secara instan memancing mata hati dan mata lensa kami untuk segera beroperasi. Disambut pemandangan Sungai Besar Sambas, ladang, aktifitas penduduk bercocok tanam, membelah kayu bakar, senyum ramah dan lembut tutur sapa warga membuat kami ingin rasanya tinggal di desa yang berpopulusi 3000 jiwa dari 800 kepala keluarga ini.
Kepala desa akhirnya dapat kami temui setelah lebih kurang satu setengah jam kami berkeliling di Desa Semanga’.Bapak Arifuddin mempersilahkan kami masuk dan spontan saja ruang tamu telah sesak dipadati anak-anak Borneo Photography. Tentu saja Gunung Senujoh menjadi topik utama. Pesona, misteri, dan potensi wisata yang terdapat di dalamnya mengelitik rasa kami untuk mengkaji lebih dalam. Gunung Senujoh dikelilingi oleh tiga desa utama seperti, Perigilimus, Semanga’ dan Senujoh. Menurut kepala desa, gunung yang sejak dulu berstatus hutan lindung ini bebas dari aktifitas eksploitasi hutan. “Karena bebas dari eksploitasi hutan, kualitas air di Gunung Senujoh sangat baik. Sekitar jam 5-6 pagi sering terdengar suara lempiau, monyet, burung ruai dan rangkong,” terang kepala desa yang memang telah beberapa kali ke gunung tersebut. Karena berpotensi menjadi objek wisata, Bapak Arifuddin bercerita bahwa dulu pernah dilakukan musyawarah dengan beberapa desa di sekitar gunung. Sayangnya, wacana untuk membuat Gunung Senujoh menjadi objek wisata terbentur beberapa kendala seperti, akses yang hanya menggunakan transportasi laut, ditambah lagi dengan pembangunan villa atau penginapan yang tentunya akan merusak lingkungan kawasan tersebut.
sebuah speedboat melintasi kawasan gunung senujoh
Titik koordinat Gunung Senujoh dari Kecamatan Sejangkung berada di Longitude 109 derajat 26’ 37.62” E dan Latitude 1 derajat 25’ 25.18” N ini sungguh memikat mata siapapun yang memandangnya. Bukan sesuatu yang tidak mungkin jika terus ditindak lanjuti secara konsisten oleh pihak-pihak terkait dan peduli, Gunung Senujoh tentunya akan memberikan efek yang sangat positif bagi warga sekitar. Mengingat Sambas berada di dekat perbatasan, bukankah itu satu hal yang bias kita manfaatkan? “Jika Gunung Senujoh benar-benar menjadi objek wisata, maka sangat perlu kita menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya yang ada disini,” harap Bapak Arifuddin. Memang benar apa yang dikatakan oleh Ayah dari Rofifah (16), Aulia Rahmi (8) dan Geza Syafira (2,5) ini. Kami dari Borneo Photography juga mengharapakan hal yang sama dengan Bapak Arifuddin. Konon ceritanya, di Gunung Senujoh terdapat sebuah batu tulis peninggalan Belanda, dan masih banyak legenda-legenda lain yang hingga saat ini masih menjadi misteri. Menarik jika kawasan Gunung Senujoh dijadikan objek wisata alam dan desa-desa yang berada di sekelilingnya dijadikan kampung wisata budaya.
Perjalanan kami menyusuri sungai dari Muara Ulakan menuju Gunung Senujoh disuguhi pemandangan hilir mudik arus lalu lintas sungai yang padat. Hilir mudik kapal motor yang mengantar anak-anak sekolah, ibu-ibu yang ingin pergi berbelanja, rumah lanting dan beragam aktifitas penduduk perkampungan di sepanjang sungai. Sungguh menarik karena penuh akan struktur sosial, dan budaya yang khas karena belum tentu dapat kita temui di daerah-daerah yang lain di Indonesia. Harapan kami kawasan Gunung Senujoh juga menjadi proiritas utama bagi pemerintah setempat khususnya di bidang pariwisata. (mumu pocketmonster/17/06/09)
Salah satu kegiatan warga Desa Semanga



ANDREEEEE!!!! THANXXXXX
[Balas Komentar]
ande anjang Reply:
June 21st, 2009 at 9:38 am
sama2 brada mumu
[Balas Komentar]
kayaknye perlu kite adekan agiklah
ekspedisi “Susur Sungai Pedalaman Sambas” yang ke 2
biar yang laen bise merasekan indah dan pesona didaerah tersebut…
acam mane..
[Balas Komentar]
Fakhrozi Reply:
June 22nd, 2009 at 12:36 am
perlu persiapan yg matang byar semua berjalan lancar…..
ak ikuuuuutttt…..
[Balas Komentar]
susur sungai yang ke 2, bagusnye di sungai sambas bagian yang lain seperti dari sambas ke muare pemangkat, moment nye pon tak kalah bagus seperti di sebatok ade kapal karam, pelabuhan pemangkat, tj. batu dilihat dari muare, pelabuhan sintete dll… cam mane ?!?…atur jak lah kate ozy tu…
[Balas Komentar]
ande anjang Reply:
June 22nd, 2009 at 1:33 pm
hehehehehhehehehehehehe jangan lupa bawa pancing..
[Balas Komentar]
Eko Suryanto DAULAY Reply:
June 22nd, 2009 at 5:15 pm
ok….bang suryawan,,,,,
aku dukung………….?
ayo…kita jadikan “susur sungai sambas bagian ke II”
bagi member BoP…..wajib ikut semua,
Minggu depan cocok neh bragkt….
[Balas Komentar]
sowan Reply:
June 24th, 2009 at 2:42 pm
asLI_asLi bg suriawan..heheh
mending nyusureg sui smbas bagian laing.
kmeg cerat nyusureg parit lintang..
sly dolog maseh kecig tGl disie//
acam mane…
[Balas Komentar]
wah tawaran yang menarik tuh..
kapan bang ?
mao lah… saye tunggu info selengkapnye ye…
[Balas Komentar]
aok bang bole tu…..kpan ne rencanenye???
[Balas Komentar]
tunggulah dolok… sabar be.. sabar.. kite lagi carek hari baek, tanggal baek dan bulan baek
[Balas Komentar]
Fakhrozi Reply:
June 24th, 2009 at 12:35 am
akakakakakaka
hari baex,,tanggal baex,,,n bulan baex????
kyx mao nikah jax om…. bhuakakakakakakakakaka
atur jax lah….
low bisa sepulang kita dri kuching om….
jd jdwal padat….ndk lah nganggur” jax d rmh…..
sekalian byar bisa ngedesak papa byr cpt beli 50d….(jgn ksi tw sape” ye….byar lah member BoP jax yg tw) huahahahahahahahahahahahahahahaha
[Balas Komentar]
ande anjang Reply:
June 24th, 2009 at 1:20 am
hiyaaaaaaaaa bapak u OL nanti tu, kasi tau jag bang
[Balas Komentar]
Fakhrozi Reply:
June 25th, 2009 at 3:00 am
hussssssssss…..
diem” lah bang….jgn terlalu d publikasikan donk….
kn hnya mamber yg tw…..akakakakakakakakakakakakaka
suriawan Reply:
June 25th, 2009 at 8:00 am
betul zy… sepulang dari kuching oke juga tuh…. sekalian nyambut puase di sambas
[Balas Komentar]
Fakhrozi Reply:
June 25th, 2009 at 12:40 pm
ha mantap tu…..
kasi tw lah k papa….
akakakakakakakakakakakaka
Eko Suryanto DAULAY Reply:
June 25th, 2009 at 2:39 pm
eheheee…iye mcam mao kawin ja ne….
tp asli lah,,,kami mnunggu twaran nya
heee
[Balas Komentar]
ande anjang Reply:
June 24th, 2009 at 1:24 am
bang titp salam buat retno ye bang, yang bidan tu, asli dah dah lama tag ketemu kawan tu, eh ketemu pas balek susur sungai kemaren, kawan menggile waktu di kegiatan kampus tu..gile budak itu tu
[Balas Komentar]
suriawan Reply:
June 24th, 2009 at 7:42 am
pantas die ade cerite ke saye, bang ade kawan abang yg ikut semari kawan saye waktu dikampus. waktu di kampus paling nakal biak iye… ye… iiiii… ketauan…
[Balas Komentar]
ande anjang Reply:
June 24th, 2009 at 8:30 am
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa wakakakakakakakakakakakakakakakakakakakaka..pssssssttttttttt jangan kenceng2 la
Eko Suryanto DAULAY Reply:
June 25th, 2009 at 2:38 pm
lq jd curhat2an pula neh…………..wkwkwkwkwk
gunung ini memang keren abis
baru mendengar cerita tentang gunung ini kaki saya sudah gatel mau mendaki nya.
tapi setelah saya daki, beghhhhhhhhhhhhhhhh
keren abis ni gunung, jadi pengen daki lagi,
[Balas Komentar]
salam kenal
wah….asik nih jalan-jalan menyusuri sungai..kapan ya aku bisa..
dari photonya, sungguh tempat yang indah
mampir ya ke blogku di http://www.namakuaan.blogspot.com
ditunggu
[Balas Komentar]
gua suka gya lho, maseh banyak t4 qte yang bagus-bagus y
[Balas Komentar]