Bookmark and Share

Sintang Lautan Jilbab

September 5, 2009 | Oleh : | Kategori : Photo dan Berita  

jilbabku_10.JPGSintang Peringati Hari Jilbab Internasional
Sore itu tanggal 4 september 2009 kota Sintang, Kalimantan Barat dipenuhi oleh wanita-wanita muslimah berjilbab. Mereka hadir bukan hanya karena memperingati bulan suci ramadhan namun untuk memperingati pula hari jilbab internasional atau yang lebih dikenal dengan “International Hijab Solidarity”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Islam (IMI) Akademi Keperawatan Sintang ini berisi antara lain Sholat ashar berjamaah, Pawai Orasi di sepanjang jalan lintas melawi, Tausiyah,
Buka puasa, dan ditutup dengan sholat magrib berjamaah.
Menurut Suci Puji Ramdani yang dipercaya sebagai ketua panitia kegiatan Peringatan Hari Jilbab Internasional ini, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengajak teman-teman dan saudara-saudara muslimah agar menggunakan jilbab, dan menggalang persatuan remaja-remaja muslim yang ada di sintang.
“Allah sudah menerangkan dalam surat Al Ahzab ayat ke 59, yang mana Allah memberikan perintah untuk wanita memakai jilbab agar jilbab itu bisa digunakan sebagai pelindung kemudian pembeda antara mana wanita yang muslimah dan mana yang bukan.
Dari segi positifnya dimana kita mensosialisasikan jilbab kepada saudari-saudari kita kemudian untuk memperingati hari jilbab internasional yang telah diperjuangkan oleh saudara-saudara kita yang ada di perancis, inggris” tutur suci ketika ditanya mengenai arti jilbab.
Acara ini dihadiri kurang lebih 700 orang peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Sintang. Turut hadir pula dalam acara ini Sekda Kab. Sintang yang sekaligus melepas Pawai dan Orasi.
Dalam pawai orasi tersebut tampak pula di barisan depan seorang wanita berjilbab dan bercadar yang ditarik dengan rantai oleh seorang lelaki, menurut suci hal itu menyimbolkan ketidakberdayaan seorang pelajar yang belajar di suatu negara yang mana di negara tersebut melarang adanya penggunaan simbol-simbol keagamaan sehingga diadakanlah suatu konferensi yang diadakan di London sehingga tercetuslah bahwa tanggal 4 september sebagai hari jilbab internasional.

jilbabku_11.JPG

Sore itu tanggal 4 september 2009 kota Sintang, Kalimantan Barat dipenuhi oleh wanita-wanita muslimah berjilbab. Mereka hadir bukan hanya karena memperingati bulan suci ramadhan namun untuk memperingati pula hari jilbab internasional atau yang lebih dikenal dengan “International Hijab Solidarity”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Islam (IMI) Akademi Keperawatan Sintang ini berisi antara lain Sholat ashar berjamaah, Pawai Orasi di sepanjang jalan lintas melawi, Tausiyah, Buka puasa, dan ditutup dengan sholat magrib berjamaah.

jilbabku_9.JPG

Panitia kegiatan tengah memeriksa jumlah peserta (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_1.jpg

Barisan Jilbab (Foto: Dian Prawira)

Menurut Suci Puji Ramdani yang dipercaya sebagai ketua panitia kegiatan Peringatan Hari Jilbab Internasional ini, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengajak teman-teman dan saudara-saudara muslimah agar menggunakan jilbab, dan menggalang persatuan remaja-remaja muslim yang ada di sintang.

jilbabku_10.JPG

Kiri: Jilbab itu... (Foto: Iip Yulfahmi); Kanan: Bukan Topeng Dosa (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_2.jpg

Tak Akan Luntur dan Hancur Meski digempur (Foto: Iip Yulfahmi)

“Allah sudah menerangkan dalam surat Al Ahzab ayat ke 59, yang mana Allah memberikan perintah untuk wanita memakai jilbab agar jilbab itu bisa digunakan sebagai pelindung kemudian pembeda antara mana wanita yang muslimah dan mana yang bukan. Dari segi positifnya dimana kita mensosialisasikan jilbab kepada saudari-saudari kita kemudian untuk memperingati hari jilbab internasional yang telah diperjuangkan oleh saudara-saudara kita yang ada di perancis, inggris” tutur suci ketika ditanya mengenai arti jilbab.

jilbabku_3.jpg

Lautan Jilbab (Foto: Iip Yulfahmi)

jilbabku_8.JPG

Jilbab-jilbab putih (Foto: Dian Prawira)

Acara ini dihadiri kurang lebih 700 orang peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Sintang. Turut hadir pula dalam acara ini Sekda Kab. Sintang yang sekaligus melepas Pawai dan Orasi.

jilbabku_12.JPG

Mengapa (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_7.JPG

Di Sini Aku Menjadi Saksi (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_6.jpg

Yang Terbelenggu--Sebuah Aksi yang menyimbolkan ketidakberdayaan seorang pelajar yang belajar di suatu negara yang mana di negara tersebut melarang adanya penggunaan simbol-simbol keagamaan (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_4.jpg

Peserta Aksi Teatrikal Yang Ditarik Sepanjang Jalan Lintas Melawi (Foto: Iip Yulfahmi)

Dalam pawai orasi tersebut tampak pula di barisan depan seorang wanita berjilbab dan bercadar yang ditarik dengan rantai oleh seorang lelaki, menurut Suci hal itu menyimbolkan ketidakberdayaan seorang pelajar yang belajar di suatu negara yang mana di negara tersebut melarang adanya penggunaan simbol-simbol keagamaan sehingga diadakanlah suatu konferensi yang diadakan di London sehingga tercetuslah bahwa tanggal 4 september sebagai hari jilbab internasional, sebab tidak ada satupun perusahaan, instansi, baik swasta maupun negeri yang berhak melarang seorang muslimah untuk tetap mengenakan jilbabnya.

(D!@N,04/09/2009)

Tinggalkan komentar

4 Responses to “Sintang Lautan Jilbab”

  1. anton on September 5th, 2009 11:09 am

    om dia ud pulang….mantab om..

    [Balas Komentar]

  2. D!@N on September 5th, 2009 6:32 pm

    matur tengkyu

    [Balas Komentar]

  3. ae on September 5th, 2009 10:52 pm

    mantap e…
    dian…
    kpn datang nih…

    [Balas Komentar]

  4. mumu on September 6th, 2009 12:51 am

    welcome home bro…minta blangkon laaaa

    [Balas Komentar]