Serbuan Parcel Menjelang Lebaran
September 11, 2009 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita
Entah bagaimana sejarahnya parcel menjadi salah satu produk yang banyak di jumpai menjelang hari raya. Parcel biasa di berikan sebagai tanda pelengkap ucapan selamat kepada keluarga, sahabat atau rekan kerja. Ada hukum yang tak tertulis, jika si A memberikan parcel kepada si B, maka si B juga harus membalasnya dengen memberikan parcel juga. Ada yang memnerikan parcel sebagai sarana untuk mencari muka atau perhatian kepada penguasa. Dengan harapan, si pemberi akan selalu di ingat.
Mendekati hari raya seperti sekarang ini, mulai bermunculan pedagang-pedagang parcel. “Dalam sehari penjualan parcel belum bisa diprediksi bisa laku berapa. Tetapi parcel cenderung laris di 10 hari menjelang hari raya,” jelas Dewi salah satu pedagang parcel di Jalan Gajah Mada yang telah 20 tahun menjual parcel.
Tidak hanya makanan yang dapat dijadikan isi parcel. Dinner set dan alat minum lengkap juga bisa dijadikan isi parcel. “Selain itu, kami juga selalu berinovasi dalam hal bentuk dan aksesoris parcel. Tahun ini kami menggunakan keranjang kecil yang di dalamnya ada boneka mini seperti ini,” ujar Dewi seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah salah satu parcel.
Karena isi parcel yang berbeda-beda, pengerjaan parcel di bagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 3 orang yang khusus membuat parcel berisikan berbagai bahan makanan seperti biskuit, permen, cokelat dan sirup. Kelompok yang kedua terdiri dari 3 orang juga yang mengisi parcel dengan dinner set atau peralatan minum lengkap (teko, gelas dan tatakannya). Dewi juga mengatakan persiapan untuk membuat parcel telah di lakukan 2 minggu sebelum bulan puasa.
Ada rupa, ada harga. Kira-kira seperti itulah kalimat yang dapat menggambarkan harga parcel. Ada parcel yang di patok dengan harga Rp 150.000 dan ada juga parcel yang di beri harga Rp 950.000
Agak sedikit dengan berbeda dengan Akwang, pedagang parcel yang juga menggelar dagangannya di Jalan Gajah Mada mengatakan, harga parcel yang di jualnya berkisar dari harga Rp 135.000 hingga Rp 800.000
“Kami tidak bisa membuat parcel dalam jumlah yang banyak. Tergantung pesanan aja,” ujar Akwang yang mengaku menjual parcel dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. (mumu/9/9/09)








Konon katanya dikalangan pejabat teras parcel bisa bermakna banyak dan dipenuhi dengan berbagai kepentingan.
[Balas Komentar]