Bookmark and Share

Nusa Tenggara Timur Trip

March 28, 2012 | Oleh : | Kategori : Gaya  

KUPANG

Kupang berada di Pulau Timor. Nama Kupang sendiri diambil dari nama seorang Raja. Nai Kopan adalah raja yang memerintah Kupang sebelum Portugis tiba di Nusa Tenggara Timur. (Mumu/28/03/12)

 

patung_komodo_di_jalan_A_Yani__Strat_A___Kupang.JPG

Patung Komodo di Jalan A.Yani (Strat A), Kupang. (Foto : Mumu)

 

Taman_Nostalgia__jalan_El_Tari__Kupang.JPG

Taman Nostalgia, Jalan El Tari, Kupang. (Foto : Mumu)

 

 

Gong_Perdamaian__Kupang.jpg

Gong Perdamaian Nusantara. 8 Februari 2011 diresmikan Oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di Taman Nostalgia, Jalan El Tari ini dianggap sebagai simbol pemersatu masyarakat Kupang yang terdiri dari berbagai etnis dan agama. Di Gong tersebut terdapat 33 logo provinsi se-Indonesia. (Foto : Mumu)

 

Kelurahan_Nun_Baun_Sabu.jpg

Kelurahan Nun Baun Sabu, Kupang. (Foto : Mumu)

 

Kelurahan_Nunhila.jpg

Kelurahan Nunhila, Kupang. (Foto : Mumu)

 

Monumen_Pahlawan_Sonbait__Jalan_Raya_Tompelo__Kupang.jpg

Monumen Pahlawan Sonbai. Sobe Sonbai III adalah Raja Timor yang berjuang melawan Belanda. Monumen Pahlawan ini berada di Jalan Urip Sumoharjo - Soekarno, Kupang. (Foto : Mumu)

 

LEMBATA

Saya berbaur dengan penumpang di dalam Ferry Jurusan Kupang – Lewoleba. Di sini saya menyewa matras untuk tidur. Posisi untuk beristirahat yang dipilih juga tidak terlalu jauh dari letak televisi. 12 jam berada di laut lepas tentu saja hiburan saya hanya televisi dan lagu-lagu Mp3 dari telfon genggam saya.

Pukul 5 pagi. Hanya rokok dan kopi susu hangat yang menemani setelah baterai dari telfon genggam saya benar-benar “tewas”. Matahari belum menunjukkan wujud. Tapi sinarnya sedikit demi sedikit menyapu lautan.Saya harus berdesak-desakan dengan penumpang lain untuk menyaksikan aksi ikan lumba-lumba yang berenang dan melompat di sisi kiri ferry. Saya tidak yakin dengan jumlah mereka. Cepat dan sulit ditebak kapan mereka melompat ke atas permukaan air, membuat saya kesulitan mengabadikan salah satu jenis ikan penghuni Laut Sawu tersebut.

 

Pelabuhan_Lewoleba__Kab._Lembata__1_.jpg

Lembata adalah sebuah kabupaten di Flores Timur. Pada zaman pemerintahan Belanda, Pulau ini dulu dikenal dengan nama Pulau Lomblen. Kabupaten Lembata berdiri sejak tahun 1999 dan ibu kotanya Lewoleba. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Lewoleba__Kab._Lembata__2_.jpg

Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Waijarang__Kabupaten_Lembata.jpg

Pantai Waijarang, Lembata. (Foto : Mumu)

 

Panen_Rumput_laut__Kec._Wangatoa__Lewoleba__Kab._Lembata.jpg

Panen rumput laut di Kecamatan Wangatoa. Panen seperti ini dilakukan sebulan sekali. Setelah dikeringkan, rumput laut lalu disetor ke penampung. (Foto : Mumu)

 

Tiba di pelabuhan Ferry Waijarang, di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, pejalanan saya teruskan ke pelabuhan kapal motor Lewoleba di Kota Lewoleba. Kali ini tujuan saya adalah Kecamatan Waiwerang yang terletak di Pulau Adonara bagian timur. Jarak yang ditempuh hanya menghabiskan waktu lebih kurang 1 hingga 1,5 jam.

 

Lewoleba_waiwerang.jpg

Kapal motor adalah salah satu media transportasi yang paling sering digunakan masyarakat yang bepergian menuju Pulau Adonara dan Larantuka. (Foto : Mumu)

 

ADONARA.

Adonara adalah pulau yang saya kunjungi setelah Kota Kupang dan Kabupaten Lembata. Pulau ini masuk dalam wilayah di Kabupaten Flores Timur. Selain Waiwerang Kota, di Pulau Adonara ada beberapa desa yang juga saya datangi seperti Lamahala, Boleng, Terong, dan Waiburak.

Waiwerang Kota merupakan kelurahan yang berada di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan kapal motor dari Lewoleba, lebih kurang menghabiskan waktu 1 hingga 1,5 jam.

Pelabuhan_Waiwerang.jpg

Pelabuhan Waiwerang, Pulau Adonara, Flores Timur. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_waiwerang_2.jpg

Di pelabuhan ini, masyarakat menggunakan kapal motor untuk menyebrang ke Lembata, Larantuka, dan Pulau Solor. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Waiwerang_3.jpg

Suasana Pelabuhan Waiwerang di sore hari. (Foto : Mumu)

 

Pertokoan_di_Pusat_Kec._Waiwerang.jpg

Pertokoan di pusat Waiwerang. (Foto : Mumu)

 

Tugu_Waiwerang__Jalan_Kebun_Raya__Waiwerang.jpg

Tugu Waiwerang. Berada di Jalan Kebun Raya. (Foto : Mumu)

 

Gunung_Ila_Boleng_diambil_dari_Lapangan_Waiwerang.jpg

Lapangan Waiwerang dengan latar belakang Gunung Ila Boleng. (Foto : Mumu)

 

Pasar_Inpres_waiwerang_1.jpg

Pasar Inpres Waiwerang. Ikan laut segar berbagai jenis dan ukuran dapat dengan mudah didapatkan di pasar ini. (Foto : Mumu)

 

Pasar_Inpres_Waiwerang_3.jpg

Pasar inpres Waiwerang hanya dipadati pada hari Senin dan Kamis. Sedangkan di hari lain, pasar ini sepi aktivitas jual beli. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Ina_Burak__Desa_Lewokeleng__Pulau_Adonara__Kab._Flores_Timur__NTT_.jpg

Pantai Ina Burak. Dalam Bahasa Indonesia, berarti Nona Putih. Pantai ini terletak di Desa Lewokeleng. Berjarak lebih kurang 20 menit dari pusat Waiwerang. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Ina_Burak__Desa_Lewokeleng__Pulau_Adonara__Kab._Flores_Timur__NTT__2.jpg

Pada hari libur, Pantai Ina Burak menjadi pilihan masyarakat untuk berekreasi. Foto ini diambil pada hari Natal, 25 Desember 2011. (Foto : Mumu)

 

DESA  LAMAHALA

Salah satu desa terpadat di Adonara Timur.  Masyarakat Desa Lamahala sepenuhnya memeluk agama Islam. Di desa ini dikenal dengan adanya Suku Bela Telo. Dalam Bahasa Indonesia berarti Tiga Suku Besar. Tiga suku besar itu adalah Suku Atapukan, yang mengurus masalah adat, Suku Selolong yang mengatur pemerintahan, dan terakhir ada Suku Malakalo yang bertanggung jawab di sektor pertahanan dan keamanan.

 

Desa_Lamahala.jpg

Desa Lamahala. Dulu bernama Lamhala. Pada zaman penjajahan Belanda, diganti menjadi Lamahala agar lebih mudah diucapkan oleh tentara Belanda pada saat itu. (Foto : Mumu)

 

Bale_Adat_Lamahala_3.jpg

Bale Adat. Digunakan masyarakat Lamahala untuk bermusyawarah segala hal yang berkenaan dengan adat. (Foto : Mumu)

 

Bale_Adat_Lamahala_2.jpg

Simbol kepala kerbau. Kerbau dianggap satu-satunya hewan yang layak dikurbankan dalam kegiatan adat di Bale Adat Lamahala. (Foto : Mumu)

 

Makam_pahlawan_Ratu_Loly__Desa_Lamahala.jpg

Makam Pahlawan Ratu Loly. Ratu Loly adalah tokoh yang berjuang melawan penjajahan Portugis dan Belanda. (Foto : Mumu)

 

Meriam_peninggalan_Portugis_di_Lopo__Desa_Lamahala.JPG

Meriam peninggalan tentara Portugis di rumah kediaman Ratu Loly. (Foto : Mumu)

 

Rumah_Lopo__lango_Bela.jpg

Rumah kediaman Pahlawan Ratu Loly di Lopo, Lamahala. Rumah ini disebut sebagai rumah adat bagi klan Atamua dan Atasoge. (Foto : Mumu)

 

Muhammad_Azhari_Atapukang.jpg

Muhammad Azhari Atapukan. Seniman gambus asal Desa lamahala. Musik Gambus banyak mengandung lirik kepahlawanan, cerita rakyat dan sejarah. Liriknya menggunakan Bahasa Lamaholot. Memiliki banyak kemiripan dengan musik gambus yang berada di Pulau Solor. Dimainkan pada acara-acara adat dan pesta pernikahan. (Foto : Mumu)

 

Pengrajin_kain_tenun_ikat_Desa_Lamahala.jpg

Ibu Aminah. Salah satu pengrajin kain tenun ikat di Desa Lamahala. (Foto : Mumu)

 

 

DESA  BOLENG

 

Desa_Boleng_.jpg

Desa Boleng berada di Kecamatan Ila Boleng. (Foto : Mumu)

 

Gotong_Masyarakat_Desa_Boleng_2.JPG

Kaum Ibu di Desa Boleng. (Foto : Mumu)

 

Gotong_Royong_masyarakat_Desa_Boleng.jpg

Bergotong -royong mendirikan tenda yang akan digunakan untuk syukuran kepulangan jemaah haji asal Desa Boleng. (Foto : Mumu)

 

DESA WAIBURAK

Desa_Waiburak.jpg

Desa Waiburak ini berada dekat dengan pusat Waiwerang Kota. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Desa_Waiburak_2.jpg

Pantai Desa Waiburak. (Foto : Mumu)

 

Pembuatan_kapal_ikan_secara_tradisional_di_Desa_Waiburak.jpg

Pembuatan kapal ikan secara tradisional di Desa Waiburak. (Foto : Mumu)

 

DESA TERONG 

bale_adat_desa_terong.jpg

Bale Adat Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

meriam_desa_terong.jpg

Meriam peninggalan Jepang di Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Dua__Desa_Trong.jpg

Pantai Dua, Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Desa_Trong.jpg

Pelabuhan Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

LARANTUKA

Larantuka adalah Ibu Kota Kabupaten Flores Timur.  Menggunakan kapal motor dari Waiwerang memakan waktu lebih kurang 1 jam untuk tiba di Larantuka.

Pelabuhan_Larantuka.jpg

Pelabuhan Larantuka. (Foto : Mumu)

 

Pertokoan_Larantuka.jpg

Kawasan Pertokoan Larantuka. (Foto : Mumu)

 

Monumen_Tugu_Pahlawan_Nasional__Herman_Joseph_Fernandes__Tangan_kirinya_mengangkat_Alex_Rumambi_.jpg

Monumen Tugu Pahlawan Nasional Herman Joseph Fernandes. Tangan kirinya mengangkat Alex Rumambi. (Foto : Mumu)

 

Dari Larantuka,  kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Alor. Perjalanan dengan menggunakan Kapal Sirimau memakan waktu hingga  7  jam.

 

ALOR

 

Kab._Alor._Foto_diambil_dari_kawasan_Kopidil__Kebun_Kopi___Kec._Teluk_Mutiara__Kab._Alor.jpg

Adalah Kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana Kalabahi adalah Ibu Kotanya. Sektor pertanian, kelautan dan perikanan merupakan sektor utama masyarakat Alor. (Foto : Mumu)

 

Kota_Kalabahi__Kab._Alor_1.jpg

Perjalanan menuju Kalabahi dapat menggunakan jalur udara melalui Bandara Mali. Sedangkan dari Larantuka dapat menempuh jalur laut. (Foto : Mumu)

 

Tugu_Selamat_Datang__Kec._Nirwala__Kab._Alor.jpg

Tugu Selamat Datang di Kecamatan Nirwala. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Kalabahi__Kab._Alor.jpg

Pelabuhan Kalabahi. (Foto : Mumu)

 

Teluk_Mutiara__Kec._Teluk_Mutiara__Kab._Alor.jpg

Teluk Mutiara. Berada di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Selat_Ombay__Kalabahi___Kab._Alor.jpg

Selat Ombay. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Moimol__Kec._Kabola__Kab._Alor.JPG

Pantai Moimol, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Alor_Kecil__Kec._Alor_Barat_Laut__Kab.jpg

Pantai Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Lapangan_Terbang_Mali__Kel._Mali__Kec._Mali__Kab._Alor.jpg

Bandara Udara Mali, Kelurahan Mali, Kecamatan Mali, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Desa_Ampera__Kec._Alor_Barat_Laut__Kab._Alor.jpg

Desa Ampera, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

PULAU SOLOR 

 

Pulau_Solor.jpg

Pulau Solor terletak di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Berhadapan langsung dengan Pulau Adonara. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT._3.jpg

Masyarakat Solor Menjual hasil buminya ke Waiwerang, Adonara. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT._2.jpg

Desa Lamakera, Kecamatan Solor Timur. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT.jpg

Mayoritas beragama Islam. Selain Lamalera, Desa Lamakera juga terkenal dengan perburuan ikan paus. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT._4.jpg

Pantai Desa lamakera. (Foto : Mumu)

 

Desa_Labelen__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT.jpg

Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur. (Foto : Mumu)

 

Makam_Sultan_Boli_Mala_Kalu__Desa_Labelen__Kec._Solor_Timur__NTT.jpg

Makam Sultan Boli Mala Kalu, Desa Labelen, Kecamatan SolorTimur. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Desa_Labelen__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT.jpg

Pantai Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur. (Foto : Mumu)

 

DESA MENANGA

 

Bale_Desa_Menanga.JPG

Bale Desa Menanga. Tempat tuan tanah menyampaikan informasi ke masyarakat desa. (Foto : Mumu)

 

Desa_Menanga.jpg

Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Koker_Desa_Menanga__.jpg

Koker. Digunakan oleh tuan tanah untuk mengumpulkan pembesar-pembesar di Desa Menanga. Duduk bersama-sama bermusyawarah. (Foto : Mumu)

 

Makam_Sultan_Syachbudin_Bin_Ali_Bin_Salman_Al_Farisi__Desa_Menanga_.jpg

Makam Sultan Syachbudin Bin Ali Bin Salman Al Farisi di Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Makam_Sultan__tepi_jalan_Desa_Menanga__pagar_kawat.jpg

Hingga kini, tidak diketahui siapa Sultan yang dikuburkan disini. Makamnya berada di tepi jalan Desa Menanga. Bagian tengah kuburan ditumbuhi pohon asam. (Foto : Mumu)

 

mancing_ikan_di_pelabuhan_Desa_Menang.jpg

Sore hari menjadi saat yang tepat bagi anak-anak Desa Menanga untuk memancing. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Desa_Menanga.jpg

Pelabuhan Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Situs_sejarah_Desa_Menanga_1.jpg

Situs sejarah di Desa Menanga. Tempat ini adalah cikal bakal penyebaran agama Islam dan berdirinya kesultanan di Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

DESA LOHAYONG

 

Desa_Lohayong__Kec.jpg

Salah satu desa yang berada di Pulau Solor. Letaknya berdekatan dengan Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Pasar_Botang__Desa_Lohayong.jpg

Pasar Botang, Desa Lohayong. (Foto : Mumu)

 

Benteng_Lohayong_2.jpg

Benteng Lohayong. Dibangun pada abad 15, tahun 1559 oleh Portugis. Namanya berubah menjadi Fort Of Heinrich pada zaman penjajahan Belanda. Setelah kemerdekaan, namanya berganti lagi menjadi Benteng Lohayong. (Foto : Mumu)

 

batu_ular__benteng_lohayong.jpg

Dinamakan Batu Ular karena terdapat motif seperti ular di permukaan batu. Batu ini terletak di belakang Benteng Lohayong. (Foto : Mumu)

 

 

Tinggalkan komentar

4 Responses to “Nusa Tenggara Timur Trip”

  1. poerwanto on November 21st, 2013 9:18 am

    Trim infonya, semakin banyak informasi yang kuperoleh semoga menjadi amal ibadah anda

    [Balas Komentar]

  2. mumu on November 23rd, 2013 9:03 pm

    Sama2 Pak…Amien

    [Balas Komentar]

  3. SetyoBk on March 19th, 2014 5:10 pm

    Bagusbureferensi,mkshbgtmasmumu

    [Balas Komentar]

    mumu Reply:

    Sama2 Mas

    [Balas Komentar]