Ketapang Trip 2010
Angin sore berhembus lembut dan matahari masih memberi sinarnya di sisa hari. Suara canda beberapa anak kecil yang bermain di pelabuhan seakan mengubur suara-suara bising kendaraan beroda empat yang dinaikkan ke atas feri tujuan Teluk Batang. usaha pencarian petugas loket hanya berbuah ruangan kosong yang ditambahi tulisan, Loket Tutup.
Kami memang terlambat dan pilihan terakhir menuju Ketapang adalah dengan menggunakan kapal kelotok. KM Melano Khatulistiwa memang masih menunggu penumpang. Beberapa pekerjanya terlihat sibuk menaikkan satu persatu sepeda motor ke atas kelotok. Penjaja makanan juga masih menggelar dagangannya, ditambah lagi dengan seorang pengamen wanita yang menjual suara di dalam KM Melano Khatulistiwa. Entah lagu apa yang dia nyanyikan. Yang pasti konser tunggalnya sore ini berhasil mempesona seorang anak kecil yang selalu memeluk erat sang ibu setiap kali pengamen itu menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Tenang arus Kapuas mengalir, sunset yang di tunggu-tunggu juga telah hadir. Bukit Ambawang yang seperempat tubuhnya pernah kami daki membagi pesonanya seakan ingin mengundang kami untuk mendakinya lagi. Empat ekor ikan kembung goreng, dua telur asin, empat bungkus nasi putih, paceri nenas, dan sambal yang dibeli dari rumah makan Lestari milik Ibu Syawal adalah menu kami malam ini. Sebenarnya Eko melarang kami makan sebelum pukul 19.00. Tentu saja amarannya kami langgar. Perut saya, Indra Ae’ dan Q-Noi tidak pernah terlatih mengikuti jam makan yang dianut Eko.
Bintang begitu indah dilihat dari sini. Tak ada satupun dari mereka yang enggan atau malu memamerkan sinarnya. Sedangkan di sisi kiri dan kanan kami hanya tersaji hutan bakau terbungkus gelap. Dari jauh terlihat lampu-lampu dari sampan atau kapal motor para pencari ikan. Eko dan Q-Noi tertidur lelap diantara tubuh-tubuh lelah penumpang KM Melano Khatulistiwa yang lain. Indra Ae’ terlibat dialog santai dengan seseorang penumpang yang hingga kini tidak saya ketahui namanya. Sedangkan saya…membuat tulisan ini sambil menghisap rokok dan menggenggam handphone yang dari tadi tidak ada sinyalnya.
Pelabuhan Teluk Batang kami jejaki pada pukul 04.00 pagi. Perlahan kami meninggalkan pelabuhan dan meluncur santai di awal fajar. Jalan Teluk Batang ternyata tidak seluruhnya mulus. Sekarang kami harus berhadapan dengan jalan tanah yang rusak parah dan piting yang menghisap rupiah demi rupiah benar-benar membuat saya dongkol. Kenapa kami harus membayar untuk berjalan di atas jalan yang rusak?
Tugu Ale-ale menjadi sasaran lensa pocket saya saat kami berada di tengah Kota Ketapang. Hingga kini telah ada enam Tugu Ale-ale yang saya abadikan. Di setiap perempatan, Tugu Ale-ale memang selalu ada. Hal ini sempat membuat saya berpikir, apakah kami berjalan di jalan yang sama? Dan saya yakin pikiran saya akan sama dengan orang-orang yang baru pertama kali datang ke Ketapang. Indra Ae’ mengusulkan untuk istirahat sejenak di sebuah warung kopi di Jalan Merdeka.
Tito P Indrawan, staf Yayasan Palung juga akhirnya bergabung dan mengajak kami ke kantornya. Orang yang di tempatkan di Program Perlindungan Satwa dan Habitat ini juga banyak bercerita tentang beberapa lokasi yang dapat kami gunakan untuk memotret burung. Di kantor Yayasan Palung juga kami bertemu dengan Dedeng, salah satu fotografer asal Ketapang yang namanya tercantum di daftar Ketapang Fotografer Community.
Kabupaten Ketapang memiliki pantai yang memanjang dari selatan ke utara dan sebagian pantai, yang merupakan muara sungai, berupa rawa – rawa terbentang mulai dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya Karimata, Sedangkan daerah hulu umumnya berupa daratan yang berbukit – bukit dan diantaranya masih merupakan hutan. Ditambah lagi dengan pantai-pantai yang pada umumnya berlumpur, sehingga menjadi tempat persinggahan untuk burung lokal dan burung migran.
Di ruangannya, Yudo Sudarto, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga menyambut positif agenda Photography Trip Pengamatan Burung yang kami usung. Agenda yang bertujuan mensukseskan Tahun Kunjungan Wisata Kalimantan Barat 2010 ini akan sangat baik digelar mengingat Ketapang memiliki kawasan-kawasan dimana terdapat banyak jenis burung endemik.
HUTAN KOTA
Berjarak sekitar 2 Km dari pusat kota Ketapang, Lufti Faurusal Hasan dan seorang rekannya membawa kami ke hutan kota. Ada beberapa jenis tanaman hutan yang dilindungi disini seperti, mensira, bungor, ubah, pangal dan melinsum. Kami juga bertemu dengan orangutan. Kami sepakat memberinya nama Putri, karena orangutan tersebut berjenis kelamin betina. Putri sangat jinak sehingga memudahkan kami memotretnya.
PANTAI AIR MATI
Seperti yang telah direncanakan, setelah dari hutan kota dan istirahat makan siang, ditemani oleh Tito P Indrawan dan Dedeng, kami berangkat ke Pantai Air Mati. Di pantai yang berjarak 15 Km dari pusat Kota Ketapang ini, jenis burung seperti Kedidi, Dara Laut dan Gajahan banyak ditemui di sekitar pantai. Meski sore itu mendung, kami cukup puas menikmati pesona Pantai Air Mati yang berada di Desa Sungai Awan.
DESA SUNGAI PELANG
Desa Sungai Pelang adalah sebuah kawasan pertanian yang terletak di kecamatan Matan Hilir Selatan. Pada hari ketiga, saya, Indra Ae’, Q-Noi dan Eko sengaja bangun pagi dan pergi ke Desa Sungai Pelang setelah sebelumnya dikabari oleh Dedeng, kawasan ini tempat yang tepat untuk membuat karya landscape.
PANTAI CELINCING
Pantai ini terletak di Desa Suka Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Berjarak kurang lebih 10 Km dari Kota Ketapang, selain potensi wisata pantai, Celincing juga berpotensi besar menjadi objek wisata mancing dan pengamatan burung.
Kabupaten Ketapang merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat yang terletak di antara garis 0º 19’00” – 3º 05’ 00” Lintang Selatan dan 108º 42’ 00” – 111º 16’ 00” Bujur Timur. Ketapang memiliki pantai yang memanjang dari Selatan ke Utara. Ditambah lagi Ketapang memiliki banyak jenis burung endemik. Dua potensi ini tentu sangat berdampak positif bagi perkembangan di sektor pariwisata. Dalam rangka mensukseskan Visit Kal-Bar 2010, Photography Trip Pengawasan Burung yang nantinya akan digelar tentunya akan menjadi media promosi pariwisata di Kabupaten Ketapang. (mumu/26/01)









dukung Visit Kalbar 2010!! ^^
[Balas Komentar]
salah satu nya…”ayo ke Ketapang”
[Balas Komentar]
visit to KAL-BAR 2010
[Balas Komentar]
Ketapang kurindu. Ale-ale nya yang jika dimasak dengan kerangnya menambah gairah untuk menyantapnya, pedak gembungnya, serta keindahan-keindahan yang memanjakan mata di sana.
Artikel di atas kata-katanya sungguh indah tertata rapi. Salut untuk mumu.
[Balas Komentar]
aku brencana ke ketapang lwt tl batang pke mtor………
baru pertama x nih nanti…
gambaran jalannya gmana ya? trus piting tuh gmnaa??
[Balas Komentar]
Borneo Photography Reply:
March 1st, 2010 at 1:23 pm
lepas dari jalan pelabuhan teluk batang, jalan mulai rusak, mungkin adalah sekitar 8 Km. Piting (masyarakat yang minta uang) masih ada, lumayan banyak kadang bisa sampai 10 titik. rata2 mereka minta sama pengendara motor rp 1000. pandai2 aja ngatasinnya. jalan yang lain udah bagus sampai ketapang, yang pasti gak separah teluk batang.
[Balas Komentar]
buat teman2 yang pingin ke ketapang….silahakan aja..potensi di sini banyak sekali..nah..jangan lupa singgah ke kantor Yayasan Palung..mudah2an bisa membantu anda mendapatkan informasi nya..& thanks to teman2 mata hati lensa yang udah publikasikan potensi2 di ketapang…
SALAM LESTARI…
[Balas Komentar]
yup thanks infonya..
saya baru aja dr ketapang… mitting masih adalah di bberapa titik..
kota ktpang udh bnyk kmajuan…
bbrpa tempat sy fto sperti tj.blandang, hotel aston, tugu ale2 dll..
sayang skali gk smpat ke hutan kota, saya bngung ltaknya dimna… dicari2 gk dapat.. ^_^ mklum pertamax nya ke ketapang…
next saya akan ksana lagi..
[Balas Komentar]
Borneo Photography Reply:
March 13th, 2010 at 1:02 pm
wah salut buat anda, walaupun baru pertama kali ke ketapang, mungkin jika ke ketapang lagi ada baiknya menghubungi teman2 fotografer di ketapang, jadi bisa dapat spot foto yang bagus.
[Balas Komentar]
good bird
[Balas Komentar]
yup . . .
mungkin bisa juga di ulas mengenai..
spot fto yg bagus itu gmna n lokasi2 yang indah di kota ktp dll.
kapan2 sy ke ktp lagi..
maaf saya sih bukan photografer
tp suka aja foto2.. walau cuma pke kamera HP..
[Balas Komentar]
Su”nan kata”x bgus,Q Suka.dktpaNg da KRbAtQ(toli)dr demAk ja_teng..(turi rejo),Dy br doMisili dktpAng,tp gk taU ktpAngx mNa??,he”,yg pSti d’ktpaNg da bpkx å£ìåQ ma aDe’x jg,salam wat mReka sMwa,sMoga jd orNg yg suKses,Q Sayang å£ìåQ.,stlh bCa artikel d’atas jD pNgen pRgI k,ktpaNg…dr suNny d’saNgatTa kuTai_timur.kaltim
[Balas Komentar]
Ketapang ale-ale,,,,,sungai Pawan
[Balas Komentar]