Bookmark and Share

Ketangguhan Kamera Digital Pocket pada Situasi Ekstrim

March 13, 2009 | Oleh : | Kategori : Segelas Kopi  

segelas_kopi_gbr.jpg

Suatu malam di rumah ianimaru (foto oleh, afdhal; komik oleh, Dian Prawira)

Dalam suatu malam yang kelam. Beberapa dari anggota Borneo Photography berkumpul di rumah ianimaru sang webmaster untuk membicarakan masalah web, dan hunting ke depan. Setelah topik web selesai, bang ae’ yang hadir di sana pun mulai angkat bicara. Agenda ke depan rencananya akan diadakan hunting ke afghanistan dan afrika. Karena apa, karena di sana tantangannya dan yang akan dikomunikasikan lewat bahasa gambar lebih bermakna. Melihat hasil upload foto oleh mumu yang menampilkan tema foto makro seekor ngengat hanya dengan kamera digital pocket, kami pun berencana mengambil tema foto makro dengan pocket. Sehingga dalam pembukaan pendaftaran hunting bersama nanti, peserta hunting diwajibkan menggunakan kamera digital pocket, dilarang menggunakan kamera DSLR. Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi penggemar foto makro. Sebab, dalam hunting tersebut cukup memacu adrenalin yang berlebih. Betapa tidak, dalam hunting makro tersebut peserta tentu harus mengambil objek dalam jarak yang sangat dekat. Contohnya jika ke afghanistan, maka foto rudal sebelum meledak harus diambil makro dalam jarak yang sangat dekat. Saat orang-orang berlarian menghindari rudal tersebut, sang fotografer dituntut untuk mengambil gambar ke objek. Foto tidak boleh shake, jadi mengambilnya harus tenang dan santai. Begitu pula dengan hunting di afrika. Foto yang diambil adalah foto binatang liar seperti singa, dan cheetah. Tuntutan bagi fotofgrafer adalah mengambil foto makro gigi taring singa pada waktu sedang kelaparan. Sama hal nya dengan foto cheetah, fotografer dituntut mengambil foto makro taring cheetah saat sedang berlari.

Nilai tertinggi bukan berdasarkan hasil foto yang cerah, detail dan ketajaman foto, namun berdasarkan kondisi fotografer. Apakah masih selamat, berikut dengan foto serta kameranya. Itulah ketangguhan dari fotografer kamera pocket yang diuji saat kondisi ekstrim. Tanpa menggunakan lensa tele. Tapi dengan kamera pocket untuk mengambil foto makro. Mendengar hal tersebut kami hanya bisa mencibir dan garuk-garuk kepala. Ini orang kayaknya terlalu mengantuk sehingga “ngeracau tak tentu rudu”. Itulah bual-bualan dari orang-orang BOP yang sedang dilanda ngantuk dan mumet, ditambah koneksi internet kala itu yang super lelet. Afdhal dengan kesibukannya menelpon seseorang berlama-lama; mumu dengan liputan tempenya; eru dan saya (D!@N) yang kelaparan; megy, tomy dan handoko yang mau sekolah esok hari; kinoy, eko, ianimaru, dan anton yang makin mengantuk, menutup cerita bualan orang-orang BOP. Saya harap pembaca jangan terlalu serius menanggapi bacaan ini. Namanya juga bualan. Malam tetaplah malam, dingin menyelimuti jalan tebu malam itu, larut tak dapat ditepis, detik jam tak mau berhenti, mata tak mau kompromi, dan perut seperti sedang demontrasi, bang ae’ menutup pertemuan malam itu dengan, “salam BOP”, “Jepret!!!!!!”

(D!@N)

Tinggalkan komentar

12 Responses to “Ketangguhan Kamera Digital Pocket pada Situasi Ekstrim”

  1. ianimaru on March 13th, 2009 3:19 pm

    kakakkaakak ….asli ngakak bacenye nih

    [Balas Komentar]

  2. felliandre_m on March 13th, 2009 7:44 pm

    perak…ancor lebor..klo saye ikut maken parah la mbual e tu

    [Balas Komentar]

  3. yaya on March 13th, 2009 9:06 pm

    ngesak eh bacenye………

    [Balas Komentar]

  4. akira 19 on March 14th, 2009 7:56 am

    gileee………!!!!!
    khayalan tingkat tinggi!!!!
    huakakakakakak……………..

    [Balas Komentar]

  5. tommy on March 14th, 2009 10:58 am

    mntp abg” niy….
    smpai skit prut ktwa niy….
    gra” bc itu….
    hahahahaha

    [Balas Komentar]

  6. meggi on March 15th, 2009 10:47 am

    hahai..
    perdalam ilmu kekebalan tubuh dulu tu bang..
    biar sukses..hahaha…

    [Balas Komentar]

  7. mumu on March 16th, 2009 9:15 pm

    setelah mbaca semua crita diatas,
    dgn ini saya mengikrarkan nama baru saya di
    Borneo Photography.org…
    saudara2 ku yg tidak sedarah
    tapi akrab bgt kaya udah tinggal serumah, nama baru saya…………………….
    MUMU “POCKET MONSTER”
    Hihihihihi…
    salut sama yg punya ide cerita,
    salut sama yg masukin ni cerita kesini
    salut deh pokoknya,
    balek ah!
    warnet sini Loadingnye lemottttttttt

    [Balas Komentar]

  8. win on March 17th, 2009 9:17 am

    Kalau cuma soal hunting rudal, taring singa atau yang lainya dengan kamera pocket itu sih urusan kecil, cuma saran nih, sebelum hunting berguru dulu dengan ponaryo astaman…. eh salah…. ponari biar para hunternya kebal (kalau kamera pocket sih dah kebal dari pabriknya).
    Yang paling penting………..ayo kita buktikan bahwa itu bisa kita lakukan!!!!!

    [Balas Komentar]

  9. D!@N on March 17th, 2009 10:43 pm

    Jangan serius benar gak wak. Name gak ngomong merampot….

    [Balas Komentar]

  10. izam on March 20th, 2009 8:55 pm

    mantap !!!
    melawan kemapanan pakem fotografi!!!

    [Balas Komentar]

  11. irayati on October 14th, 2010 10:39 am

    hahaa… asyik bacanya. nice “shot” for a simple joke!! :)

    [Balas Komentar]

  12. Irsyad Fahmi Khalili on May 30th, 2011 11:45 pm

    wakakakaka… ngakak bacanya :D
    penuh hiburan…

    hunting lover :D

    [Balas Komentar]