Bookmark and Share

Tim Kruiz 1 Juarai Lomba Sampan Bidar (LSB) di Sambas

SAMBAS.BoP. Tim Kruiz 1 pendayung Istana Alwatzkhubillah Sambas Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas berhasil keluar sebagai juara pertama pada Lomba Sampan Bidar (LSB) se Kabupaten Sambas dalam rangka memeriahkan HUT Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas dari Singkawang ke Sambas ke-10 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Sambas yang berlangsung Minggu (9/8) pagi. Kegiatan lomba yang diikuti 17 Club Sampan Bidar dilaksanakan disirkuit Muare Ulakan Warter Front City Sambas ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid didampingi Ketua Umum Pengcab PODSI Kabupaten Sambas bersama Unsur yang mewakili Muspida serta beberapa Pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.

suasana pembukaan yang dibuka oleh bupati sambas (photo: suriawan, sambas , 2009)

Perlombaan yang dilaksanakan pada babak awal dengan sistim setengah kompetisi tersebut berlangsung meriah dan dipenuhi ribuan penonton dikiri-kanan sungai mengelu-elukan tim andalan mereka masing-masing, tampil sebagai Juara Pertama Tim Kruiz 1, Kedua Tim Arjuna 1 Desa Semberang, dan Ketiga Tim Kiber 1 Desa Dagang Timur, sedangkan Tim Todak 1 dan Todak 2 Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas masing-masing memperoleh Juara 4 dan 5, sementara pendatang baru Tim Dayung Sekretariat Daerah Kab.Sambas yang dipimpin Drs.Sunaryo berhasil sebagai juara ke 6.

Keenam Tim yang telah menjuarai LSB ini dinyatakan telah lolos seleksi, menurut Drs. H. Dailami, M.Si. Ketua Pelaksana Lomba akan diutus mewakili Kabupaten Sambas mengikuti Kejuaraan Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) yang menurut informasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sambas direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2009 mendatang. Lebih lanjut Dailami menyebutkan dalam laporannya 11 Tim lainnya yang belum beruntung masuk 6 besar tetap bisa mengikuti kejuaran LAMS atas nama klub masing-masing sebagai penantang tentunya dengan biaya masing-masing klub.

Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid, dalam sambutan peresmian Lomba Sampan Bidar menyatakan, olahraga sebagai instrumen pembangunan dan pembentukan karakter bangsa menduduki posisi sangat penting di Negara kita tercinta ini, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan dari semua pihak guna tercapainya tujuan pembangunan manusia seutuhnya. Olahraga menjadi alat untuk membentuk watak dan karakter yang sangat efektif untuk siap hidup dan bersaing dalam abad global sekarang ini. Olahraga juga merupakan bagian dari sistem pendidikan yang memberikan peluang berkembangnya Emotional Quotient (EQ) yang telah diyakini mempunyai pengaruh yang besar kepada keberhasilan seseorang, termasuk olahraga Lomba Sampan Bidar yang kita laksanakan pada hari ini. “Lomba Sampan Bidar termasuk sebagai salah satu Cabang Olahraga Dayung walaupun sifatnya masih tradisional namun sangat merakyat dibarbagai jenjang, mulai dari tingkat Desa, Kab/Kota, Propinsi, Nasional, Regional dan sampai ketingkat Internasional, bahkan menurut Bupati melalui event-evnt semacam ini telah banyak dilahirkan atlit-atlit handal dan berperestasi dicabang olahraga dayung, selain itu melalui event lomba sampan bidar akan dapat menjadi daya ungkit pengembangan kegiatan Pariwisata dan Budaya daerah”, tutur Bupati Sambas.

Ketua Pelaksana Lomba Sampan Bidar menyerahkan hadiah kepada para pemenang (photo: suriawan, sambas , 2009)

Selaku Ketua Pelaksana lomba, Drs.H.Dailami,M.Si yang juga Ketua Umum Pengcab PODSI Sambas mengharapkan, Lomba Sampan Bidar yang merupakan Budaya Sejarah dan sudah menjadi tradisi di Sambas patut dikembangkan sebagai pondasi sekaligus prestasi dalam Olahraga Air didaerah ini, LSB merupakan permainan rakyat yang berasaskan Adat dan Budaya sangat perlu kita lestarikan dan pertahankan bahkan kita tingkatkan diwaktu-waktu mendatang. Pada perlombaan tahun ini panitia menyediakan kepada Enam Tim Pemenang masing-masing Piala Tetap, Piagam Penghargaan dari Bupati Sambas, dan Uang Pembinaan secara total sebesar Rp.14 Juta dengan kisaran antara Rp.1 sampai Rp.4 Juta untuk setiap tingkatan juara. Selain itu Bupati Sambas juga memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp.150.000,- setiap tim kepada 11 Tim yang ikut berlomba namun belum berhasil masuk dalam 6 besar.(Iwan,Fakhrozi,09/08/09).

Tim Dayung Istana Sambas Masih Berjaya Di Sarawak Regatta Kuching-Sarawak

Sarawak. BoP. Benar-benar tidak memperdulikan berbagai isu dan permasalahan disekelilingnya, para atlit dayung Istana Sambas 1 dan Istana Sambas 2 Kalbar mencurahkan focus perhatiannya pada pertandingan kategori SARAWAK REGATTA yang diperebutkannya di Sirkuit Tebingan Water Front City Kucing-Sarawak tgl 1-2 Agustus 2009 lalu. Dengan berbekal semangat dan mental tanding serta semangat dan mental juara yang tetap berkobar sejak meninggalkan Sambas-Kalimantan Barat Indonesia, yang menghantarkan Tim Dayung Istana Sambas 1 dan Istana Sambas 2 berhasil meraih Juara 1 dan Juara 3 Kategori Pendayung 15 Perahu Kenyalang Pelancong Terbuka dan Juara 1 dan Juara 3 Kategori Pendayung 20 Perahu Kenyalang Antar Bangsa serta keluar sebagai Juara 1 dan Juara 2 Kategori Pendayung 20 Perahu Kenyalang Antar Bangsa Final setelah menyisihkan lawan Tim Tangguh dari Negaranya sendiri yaitu Tim Lams Pertamina dan Lams Ketapang sebagai Juara 2 dan Juara 4 diajang lomba sampan bidar SARAWAK REGATTA Lewat keberhasilan ini, membuat nama Indonesia dikompetisi “Sarawak Regatta 2009” kembali berkibar seperti Tahun-tahun lalu (2006-2008).

Tim Dayung Istana Sambas sesaat setelah masuk Finish

"Tim Dayung Istana Sambas sesaat setelah masuk Finish" (Photo : Fakhrozi, Sarawak 2009)

Sementara di perlombaan-perlombaan local lainnya Tim Istana Sambas dengan Perahu Kuda Hitam (JANG Kampung Semarang) juga menyandang gelar Juara 1 Bidar Pendayung 30 Saringan B, Juara 1 Bidar Pendayung 20 Saringan B, Juara 1 Pendayung Balok 7 Saringan A, Juara 1 Pendayung Balok 7 Saringan B, dan Juara 1 Bidar Pendayung 20 Antar Agensi. Selain perolehan juara tersebut masih terdapat lagi 4 Kejuaraan yang di sandang oleh Tim Istana Sambas yaitu sebagai Juara 2 Pendayung Balok 7 Final, Juara 1 Bidar 30 Pendayung Perhotelan Terbuka, Juara 1 Bidar Pendayung 20 Final dan bahkan Finish di barisan terdepan Pada Kelas Bergengsi Bidar 30 Pendayung Raja Sungai yang di saksikan oleh lebih 50.000 penonton yang berada di sekitar Tebingan Kuching.

Tim Dayung Istana Sambas membawa pulang Trophy yang mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah Internasional

"Tim Dayung Istana Sambas membawa pulang Trophy yang mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah Internasional" (Photo : Fakhrozi, Sarawak 2009)

Dari hasil selama 3 hari berlomba di kejuaraan SARAWAK REGATTA pada tanggal 31 Juli dan 1,2 Agustus Tim Dayung Istana Sambas secara keseluruhan memperoleh 16 kali Juara, meliputi 12 kali Juara 1, 2 kali Juara 2, dan 2 kali Juara 3. ini merupakan suatu perestasi yang luar biasa dan belum pernah di sandang oleh Tim Dayung Istana Sambas yang sejak Tahun 2006-2008 lalu selalu berpartisipasi pada kejuaraan ini. Tahun 2009 ini Para Pendayung menerima Trophy, Sijil juga membawa pulang Uang Tunai sejumlah RM 46.250 (Fakhrozi/04/08/09)

Foto Bersama Tim Dayung Istana Sambas dan Tim Dayung Kuda Hitam JANG serta Official kedua Tim

"Foto Bersama Tim Dayung Istana Sambas dan Tim Dayung Kuda Hitam JANG serta Official kedua Tim" (Photo : Fakhrozi, Sarawak 200)

Press Turtle Trip Paloh Bersama WWF

Paloh.BoP. Rabu, 29 Juli 2009, pukul 20.15 malam, rombongan peserta Press trip Turtle berangkat dari kantor WWF Pontianak, perjalanan yang ditempuh sekitar delapan jam ini di ikuti 13 wartawan dalam rombongan relawan dari WWF untuk mengunjungi habitat penyu di Pantai Temajok, suatu tempat habitat penyu yang mulai terganggu oleh aktivitas manusia.

persiapan saat akan berangkat menuju pulau Temajok dari desa Setinggak (photo: Tri, pontianak, 2009)

Perjalanan dimulai dari kecamatan Camar Bulan di Pulau Temajok yang menjadi tempat pemukiman masyarakat, disana para wartawan sempat bermalam bersama relawan WWF, disana wartawan melakukan wawancara terhadap masyarakat sekitar dan juga mewawancarai sekretaris desa, warga desa berpendapat habitat penyu memang menurun bahkan di daerah sekitar pantai desa sangat jarang sekali ditemukan penyu lagi, hilangnya habitat penyu di sekitar pantai Desa Camar Bulan disebabkan masyarakat mengunakan jalan pantai untuk menuju kota karena tidak adanya akses jalan selain pantai dan jalur laut, memang tidak dapat dipungkiri adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja untuk mencuri telur penyu.
Siang harinya tim wartawan dan WWF kemudian sempat ke Malaysia, menuju sebuah desa di kawasan Sematan, dengan nama Teluk Melano, yang terletak di perbatasan antara Pulau Temajok dan Malaysia, disana wartawan singgah di sebuah rumah penduduk yang rupanya masih keturunan warga Indonesia walaupun sekarang telah menjadi warga negara Malaysia, bahasa indonesia yang mereka gunakan masih baik, bahkan mereka menggunakan bahasa sambas.

para wartawan saat diperbatasan (photo: Tri, Teluk Melano, 2009)

Sore hari tim wartawan dan WWF meninggalkan desa Camar Bulan menuju pantai untuk bermalam disana melihat penyu-punyu yang bertelur. Sekitar pukul 21.45, Rombongan wartawan mengemasi persiapan untuk turun ke pantai meyelusuri jejak penyu. Relawan WWF menginformasikan bawah mereka melihat seekor penyu, para wartawan bergegas berangkat menuju lokasi yang berjarak 3 kilometer, tapi sayangnya penyu tidak jadi untuk bertelur mungkin karena aktifitas dan sinar disekitarnya membuatnya batal untuk bertelur, akhirnya kami menemukan seekor penyu yang sedang bertelur walaupun proses bertelurnya tidak sempat kami lihat.

persiapan saat akan berangkat (photo: Tri, pontianak, 2009)

Pukul 08.00 pagi tim wartawan dan WWF pulang kembali kekantor WWF di Paloh dengan mengunakan kapal nelayan, dalam perjalan pulang tim WWF mengajak untuk singgah di penangkarang atau penetasan telur penyu yang berada di pantai selimpai yang kelola oleh KSDA. Di sana terdapat empat bak semen untuk tempat tukik atau anak penyu yang baru menetas. Menurut Drh.Suprapti dari tim Monitoring WWF penanggakaran penyu yang dikelola oleh KSDA, “tukik atau bayi penyu harus langsung dilepaskan kepantai, jangan terlalu lama berada di dalam bak penampungan, karena jika terlalu lama melakukan penyimpanan di dalam bak penampungan dapat menghilangkan naluri alami, untuk mereka bertahan hidup di alam”, ujarnya.

anak penyu saat berada di penangkaran (photo: Tri, Selimpai, 2009)

Tim Dayung Sambas Raih Kemenangan Di Hari Pertama Sarawak Regatta

suasana saat lomba dimulai (photo: fakhrozi daeriza, sarawak, malaysia, 2009)

Sarawak. BoP. Kemenangan berhasil didapat para Pendayung Sambas selasa kemarin (27/7). Kemenangan tersebut diraih dengan hasil yang sangat membanggakan, turun dengan 2 Tim dan 3 gelar juara di raih sekaligus. Juara 1 di kelas 30 Pengayuh Lelaki antar Negeri mendapatkan Trophy, Piagam dan Uang Tunai, Juara 1 di kelas 30 Pengayuh Lelaki Antar Agensi mendapatkan Trophy, Piagam dan Uang Tunai serta Juara 3 di kelas 30 Pengayuh Lelaki Antar Kampung mendapatkan Trophy, Piagam dan Uang Tunai.  Diharapkan kemenangan ini menjadi awal untuk meraih juara demi juara lagi untuk tanggal 31 juli – 2 Agustus nanti.(Fakhrozi/29/07/09)

tim dayung foto bersama setelah acara lomba selesai (photo: fakhrozi daeriza, sarawak, malaysia, 2009)

Bukan Akhir Cerita, sebuah karya Novelis asal Pontianak

Perasaan itu bentukan kejujuran bukan pilihan..
Ketika kita mencintai,sebenarnya kita belajar
Untuk jujur, bukan untuk memilih..

Pernahkah kamu membayangkan kembali ditemui cinta dimasa lalu justru pada saat yang tidak tepat?, Pada saat kamu sudah membuat hati baru untuk orang lain?, Pada saat hidupmu sendiri sedang dimainkan takdir? Kadang-kadang kita menemukan kembali keping masa lalu saat yang tidak terduga. Saat susah, senang, cinta ditemui dimana saja. Jee seorang gadis sedang mengalaminya, dihadapkan dengan keadaan dimana dia harus memilih. Siapakah yang akan dipilih olehnya?

launching novel "Bukan Akhir Cerita" (photo: Eko dan Qnoy, Pontianak, 2009)

Bukan Akhir Cerita, merupakan sebuah novel representatif untuk dibaca oleh semua kalangan. Adalah seorang Chintya Ranjani, lulusan sarjana teknik menulis novel ini. Ide awal dari penulisan setelah mendengarkan salah satu band indie Pontianak. Dengan bakat menulis yang telah digelutinya sejak kelas 3 SMP, akhirnya inilah novel pertamanya yang berhasil dibukukan. “Proses penulisan serta produksi hampir 6 bulan, sempat nganggur sih, tapi akhirnya selesai juga novel, buat temen-temen dibeli yah novelnya”, ujarnya sebelum peluncuran novel tersebut disalah satu cafe hotel di kawasan jalan Gajah Mada, Pontianak pada tanggal 25 Juli 2009 kemarin. (Zeinur M/26/07/09)

Tim Dayung Sambas Siap Berlomba di Sarawak Regatta

Sambas. BoP. Jum’at (24/07) sekitar pukul 19.00 WIB sejumlah 68 orang Atlit Dayung, Pelatih, Official dan Pendamping, dengan menggunakan Bus AMB, Tim Dayung Sambas meninggalkan Istana Sambas menuju Kuching-Sarawak dalam rangka mengikuti Lomba Sampan Bidar Sarawak Regatta 2009. Tiga Tim Dayung yang direkrut Pihak Istana Sambas terdiri dari Tim KRUIZ, Tim ARJUNA dan Tim TODAK akan berlomba membawa nama ISTANA SAMBAS guna mempertahankan gelar juara yang sudah tiga tahun (2006-2008) yang selalu mereka raih.

Rombongan berangkat dari Halaman Istana Keraton Sambas (photo: fakhrozi daeriza, Sambas, 2009)

Para Pendayung dan Official tim sampai di border Entikong-Kuching jam 07.00 wib (photo: fakhrozi daeriza, Sambas, 2009)

Rumah Pak Haji Hatta menjadi penginapan para pendayung selama berada di Malaysia (photo: fakhrozi daeriza, Sambas, 2009)

Rombongan atlet dayung yang dipimpin langsung oleh H. Daeng Farhan, dimotivasi agar dalam menghadapi Event Sarawak Regatta Tahun 2009 kali ini harus betul-betul siap fisik dan mental, tetap disiplin, dan selalu jaga kebersamaan dan kekompakan. H. Daeng Farhan beserta para atlet juga berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sambas selalu memberikan dukungan dan do’a agar para atlet bisa meraih kemenangan seperti tahun yang lalu.(fakhrozi/26/07/09)

Persiapan Tim Dayung Istana Sambas Menuju Sarawak Regatta 2009

Sambas, BoP. Tak terasa sudah 5 minggu para pendayung Team Istana Sambas berlatih dragon boat di Muare Ulakan Sambas. Tinggal beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 24 Juli 2009, pendayung yang terdiri dari 45 laki-laki dan 5 pendayung wanita akan menuju Kuching (Malaysia) guna mengikuti aerawak Regatta 2009 yang akan dihelat tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 2009 mendatang.
Team yang dilatih oleh Wan Abdurahman merupakan team gabungan yang ada di Kabupaten Sambas seperti Tim Kruiz dan Arjuna yang merupakan kandidat juara 1 dan 2 dalam Lomba Dayung HUT Propinsi Kalbar tahun 2009 serta team TODAK yang juara 1 in memorial Pangeran Ratu tahun 2008. Selain ke 3 tim tadi, juga bergabung tim-tim lainnya seperti tim Mawar Merah, Pajar Timur, tim Pemda dan Alabama.
Dengan berlatih sejauh 8 km setiap hari, diharapkan team ini akan kembali mengukir prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya. ”Kami latihan sprint, dan latihan fisik untuk kembali mendulang prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya”, ujar Syawaludin salah seorang pendayung. Lebih lanjut Zulfandri yang juga pendayung menyampaikan, bahwa latihan dimulai jam 4 sore hingga jam 5.30.

para pedayung yang tergabung dalam tim istana Sambas (photo: suriawan, sambas, 2009)

para pedayung berlatih sprint (photo: suriawan, sambas, 2009)

Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini terdapat 5 pendayung wanita yang turut ikut serta. Hal ini dikarenakan adanya dalam pertandingan di Sarawak Regatta khususnya kategori antarbangsa, dimana pendayung yang ikut dalam satu perahu terdiri dari 15 laki-laki dan 5 wanita.
Pada lomba kali ini, Tim Istana Sambas akan mengikuti dua kategori untuk ivent internasional yaitu kategori pelancongan dan kategori antarbangsa. Untuk kategori tersebut diikuti oleh negara-negara undangan seperti Tim nasional Brunai, Hongkong, Qatar, Singapura, Inggris, Indonesia, Malaysia, dll. Sedangkan team dari Indonesia diwakili dari Propinsi Kaltim, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sambas.
Tak dapat dipungkiri, dari tahun 2006 hingga 2008 team Istana Sambas sudah banyak menorehkan prestasi di ajang internasional ini seperti Juara 1 antarbangsa tahun 2006, Juara 1 pelancong dan antarbangsa tahun 2007, serta juara 2 dan 3 antarbangsa dan juara 1 VIP khusus di tahun 2008. Diharapkan dengan dukungan doa dari masyarakat Sambas, semoga tahun ini kembali berprestasi.

Wakil Bupati Sambas Buka Turnament Futsal 2009

Sambas. BoP. Dalam rangka memperingati HUT Pemindahan Ibukota Kab.Sambas ke-10 dan HUT Kemerdekaan RI ke-64 Pengurus Bidang Futsal Pengcab PSSI Kab.Sambas menyelenggarakan turnament futsal antar Pelajar, Club dan Instansi seKab.Sambas tahun 2009 dengan tujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara insan olahraga yang ada di Kab.Sambas.

Menurut ketua bidang futsal Pencab PSSI Kab.sambas Drs.Sunaryo, turnament futsal yang berlangsung dari tanggal 15 Juli- 15 Agustus 2009 di laksanakan di lapangan futsal Center Sport Sambas, diikuti 22 Tim Futsal dari Dinas Instansi dan 32 klub Futsal serta beberapa Tim Futsal Pelajar yang ada di Kabupaten Sambas yang di mulai pada malam hari ini akan memperebutkan total hadiah sejumlah 15 juta, trophy dan Piagam.

Sambutan Wakil Bupati dan Ketua Umum Komite Olahraga Kabupaten Sambas saat pembukaan Turnament (photo: fakhrozi daeriza,sambas,2009)

laporan ketua bidang futsal saat pembukaan dan undangan yang hadir (photo: fakhrozi daeriza,sambas,2009)

Ketua umum Komite Olahraga Kab.Sambas Drs.Tufitriyandi,MM dalam sambutannya telah memotivasi dan menyemangati para atlet yang mengikuti turnament tersebut mengatakan bahwa futsal sambas telah memperlihatkan trik-trik dalam setiap event guna mengikuti event tingkat Provinsi maupun Nasional.

Sementara Wakil Bupati Sambas dr.Hj. Juliarti Djuhardi Alwi,MPh saat membuka turnament futsal Rabu malam (15/7) menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet futsal dan mengingatkan kembali pada semua yang hadir, ” sudah sepuluh tahun kita membangun daerah tercinta ini dan kita akan terus membangun, tentunya dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan untuk meningkatkan kualitas SDM antara lain melalui kegiatan olahraga termasuk futsal” Ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Sambas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, penyelenggara olahraga, terutama pada pihak yang telah membangun lapangan futsal di Kabupaten Sambas sehingga para generasi muda daerah ini dapat mengarahkan dan menyalurkan bakatnya pada kegiatan olahraga yang diminati, dan dengan karakter orang sambas yang santun diharapkan pelaksanaan turnament ini dapat berjalan dengan aman dan damai.

Penyerahan Bola dari Wakil Bupati Sambas kepada Wasit Futsal sebagai tanda dimulainya Turnament (Photo: fakhrozi daeriza,sambas)

Wasit dan Atlet Futsal Putri dan Putra Sambas-Singkawang (photo: fakhrozi daeriza, sambas, 2009)

Saat pembukaan juga d lakukan pertandingan persahabatan futsal Putri antara Pelajar SMA vs Pelajar SMK Sambas dan pertandingan persahabatan antara Tim Futsal Kota Singkawang vs Tim Futsal All Star Sambas.(Fakhrozi,15/07/09)

HUT ke-10 Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas

Sambas.BoP. Dengan suasana yang sederhana dan hikmat jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas bersama unsur masyarakat bertempat di Balairungsari, Kediaman Bupati sambas telah di laksanakan acara syukuran Peringatan Hari Ulang Tahun Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas dari Singkawang ke Sambas ke-10 tahun 2009 tepat tanggal 15 Juli 2009, kegiatan yang dirangkai dengan syukuran telah sukses dan amannya pelaksanaan Pemilihan Umum Legistatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009 di Kab.Sambas.

HUT ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kab.Sambas (photo_fakhrozi daeriza,sambas,2009).JPG

ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kabupaten Sambas (photo: fakhrozi daeriza,sambas,2009)

Acara yang pagi harinya diawali dengan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan Kabupaten Sambas yang dipimpin langsung oleh Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid dan dilanjutkan dengan Syukuran yang mengangkat tema ”Dengan Semangat HUT Pemindahan Ibukota Kab.Sambas ke-10 Kita Lanjutkan Pembangunan Menuju Masyarakat Sambas yang Mandiri,Berprestasi,Madani dan Sejahtera”, yang dihadiri selain Muspida Kab.Sambas beserta seluruh Pejabat Pemerintah Daerah,juga hadir Wakil Walikota Singkawang H.Edy R.Yacoub dan Pejabat yang mewakili Bupati Bengkayang. Acara yang diselingi dengan penampilan Tari Jepin oleh Polisi Wanita Polres Sambas berlangsung meriah.

HUT Sambutan Bupati Sambas dan Asisten II Setda Prov.Kal-Bar(photo_fakhrozi daeriza,sambas,2009).jpg

Sambutan Bupati Sambas dan Asisten II Setda Provinsi Kal-Bar(photo: fakhrozi daeriza,sambas,2009)

Sementara Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Asisten II Drs.H.Maryadi,Msi dalam sambutannya menyampaikan selamat merayakan Hari Ulang Tahun Pemindahan Ibukota Kabupaten Sambas, dan acara ini tidak hanya dilaksanakan secara serimonial setiap tahun, akan tetapi jadi suatu momentum evaluasi pelaksanaan Pemerintaha yang telah dilaksanakan.

Ditegaskannya, jika Pusat mengevaluasi berbagai daerah pemekaran hanya ada dua pilihan yaitu pertama bagi Daerah yang dinilai berhasil mensejahterakan masyarakatnya maka akan terus berjalan sebagaimana semestinya, sedangkan kedua bagi Daerah yang dinilai belum atau tidak bisa mensejahterakan masyarakatnya siap saja untuk digabungkan kembali pada Kabupaten atau Kota Induknya.

Bupati Sambas, menyambut baik dan berterima kasih kepada Tokoh Masyarakat baik yang dari golongan tua maupun muda yang telah memberikan pesan dan kesan serta evaluasi dan saran terhadap Pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan selama 10 tahun terakhir.

Baik Bupati maupun yang mewakili masyarakat menyampaikan telah banyak kemajuan di Kabupaten Sambas tetapi sungguh masih banyak lagi yang perlu di benahi dan ditingkatkan. Oleh karena itu perlu kebersamaan, bahu-membahu antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan Kabupaten Sambas kedepan. (Fakhrozi/15/07/09)

Cegah Masuknya H1N1, KKP Pontianak Periksa Awak Kapal

Petugas KKP Pontianak saat berada di ruang kapal (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Pontianak, BoP. Semenjak merebaknya wabah flu babi (H1N1) yang telah menjadi pandemi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pontianak berupaya mencegah masuknya flu tersebut salah satunya melalui jalan laut ke Pontianak khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya, dengan melakukan pembagian Health Alert Card (HAC) dan pemeriksaan suhu tubuh awak kapal yang baru tiba dari luar negeri. Senin (14/07), KKP Induk Pontianak melakukan pemeriksaan sebuah kapal yang baru tiba dari singapura, kapal yang berlabuh ditengah sungai kapuas tersebut memiliki setidaknya 14 orang awak kapal yang diperiksa suhu tubuhnya dalam kegiatan ini dan tidak ditemukan awak yang terindikasi terjangkit virus H1N1 tersebut. (ande anjang/14/07/09)

Petugas KKP Pontianak memeriksa suhu tubuh kapten kapal (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Petugas KKP Pontianak memeriksa suhu tubuh salah satu awak kapal (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Solidaritas Mahasiswa Pontianak Untuk Konflik Di Xinjiang

Demo Xin Jiang 3.jpg

para mahasiswa yang berunjuk rasa (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Pontianak, BoP. Kurang lebih sekitar 50 orang mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam organisasi islam yang berada di kota pontianak seperti KAMMI, FSLDK, Forpis Al Mizan, LDK Fikri, dan LDSI At Tabrani, melakukan aksi damai di Bundaran Tugu Digulis untuk memprotes konflik etnis antara suku Uighur dan Han yang terjadi di Urumqi, Xinjiang, China.

Demo Xin Jiang 2.jpg

poster berisikan kecaman dari para demonstran (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Demo Xin Jiang 1.jpg

poster salah satu demonstran yang berisi pelanggaran HAM terhadap suku Uighur (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Mereka berorasi dengan membawa spanduk-spanduk yang berisi kecaman terhadap konflik etnis di Xinjiang tersebut yang berisi diskriminasi sosial dan pengekangan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap suku Uighur. Aksi yang dimulai sekitar pukul 4 sore tersebut berlangsung damai hingga jam 5 sore dan para demonstran pun membubarkan diri dengan tertib. (andeanjang/13/07/09)

« Previous PageNext Page »