Bookmark and Share

Persipon Menang Telak

Pontianak BOP. Jumat (06/11) Genap Pertandingan ke-4, Persipon kembali menjadi tuan rumah. Tim tamu yaitu Pesik Kuningan akhir nya harus mengakui keunggulan dari “Elang Khatulistiwa”(Persipon). Bertempat di Stadion Kebun Sajoek pertandingan dimulai pada pukul 15.00 WIB.

Babak Pertama tempo permainan berlangsung cepat,kedua kesebelasan saling mengadu kemampuan untuk menciptakan angka, baru berselang menit ke-3, Abdul Latief pemain asal Pesik dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Kartu kuning ke dua diberikan kepada Jurson Dero juga  berasal tim yang sama.Awal dari kemenangan Persipon bermula dari tendangan bebas, oleh Panji Hidayat bernomor punggung 5. Gol pertama untuk Persipon pada menit ke-36.skor ini masih berlangsung hingga turun minum.

Baru memasuki menit ke-54 pertandingan babak kedua melalui kaki muhaimin  bernomor punggung 25, kembali menambah angka menjadi 2-0 untuk Persipon. Skor ini tetap dipertahankan oleh tim tuan rumah hingga permainan usai.Kemenangan sempurna bagi tim “Elang Khatulistiwa”(M. Zeinur)

foto cholid nugraha.jpg_1.JPG

Merebut bola dari kaki lawan oleh pemain Persipon (foto : Cholid Nugraha, 2009)

foto_cholid_nugraha_II.jpg.jpg

Aksi Para Pemain di lapangan. (Foto : Cholid Nugraha, 2009)

foto_indra_ae_2.jpg.jpg

Gol Pertama untuk Persipon (Foto : Indra Ae', 2009)

foto_ilham_candra_3.jpg

Supporter sebagai energi penyemangat bagi tim "Elang Khatulistiwa" (Foto : Ilham Chandra, 2009)

foto_indra_ae_2.jpg

Sutarmidji, SH, M.Hum.(Walikota Pontianak) turun kelapangan untuk menenangkan euphoria supporter (Foto : Indra Ae', 2009)

Foto_Cholid_Nugraha_3.jpg.JPG

Total 8 kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit selama pertandingan antara Persipon vs Pesik Kuningan. (Foto : Cholid Nugraha, 2009)

foto_indra_ae3.jpg

Muhaimin mencetak gol kedua sekaligus kemenangan bagi Persipon (Foto :Indra Ae', 2009)

PERSIPON DAHSYAT

Selasa (03/11) Giliran PSB Bogor yang dijamu di lapangan Kebon Sajoek, Pontianak. Pertandingan yang sejak awal  lebih didominasi oleh tuan rumah, akhirnya membuahkan kemenangan untuk Persipon dengan skor 2-1 atas BSP Bogor.

Babak pertama, kesebelasan BSP Bogor yang dipimpin oleh Hendra Febrian sebagai kapten, berhasil menyarangkan gol ke gawang Persipon lewat kaki Solihin Irfan. Pemain bernomor punggung 14 ini mencatat gol pertama untuk BSP Bogor di menit 37.

Kedudukan berubah saat Gito Prasetyo menyumbangkan dua gol berturut-turut di menit 73 dan 94 yang sekaligus menentukan kemenangan untuk Elang Khatulistiwa. (mumu/03/11)

IMG_7014.JPG

Tetap setia memberikan dukungan dan semangat kepada tim kesayangan. (Foto : Indra Ae')

persipon3november2009ilhamII.jpg

Aksi penyelamatan oleh penjaga gawang BSP Bogor. (Foto : Ilham Chandra)

persipon3november2009ilhamIII.jpg

Sejak awal pertandingan, permainan lebih di dominasi oleh tim tuan rumah. (Foto : Ilham Chandra)

IMG_7009.JPG

Gol pertama untuk PSB Bogor oleh Solihin Irfan. (foto : Indra Ae')

IMG_7056.JPG

Gol balasan dari Gito Prasetyo untuk Persipon. (Foto : Indra Ae')

IMG_7089.JPG

Lapangan Kebon Sajoek kembali menjadi saksi kemenangan Persipon sore ini. (Foto : Indra Ae')

persipon3november2009ilham.jpg

"Elang Khatulistiwa" akan kembali berlaga di Lapangan Kebon Sajoek pada tanggal 6 November mendatang. (Foto : Ilham Chandra)

Persipon VS Jakarta Timur FC

Pertandingan antara kesebelasan Persipon (Persatuan Sepak Bola Pontianak) melawan Jakarta Timur FC yang di gelar di Stadion Kebon Sajoek Pontianak, sabtu pada pertandingan Liga Indonesia divisi satu. Pertandingan yang sempat diguyur hujan gerimis berlangsung alot, pertandingan tersebut berhasil dimenangkan oleh persipon dengan skor 2-1. Di tonton oleh ribuan pendukung Persipon yang di sebut Elang Khatulistiwa, sempat bersitegang antar suporter dan polisi yang mengamankan pertadingan, menurut ketua Tim suporter Elang Khatulistiwa Satria Mulyadi, siap menenangkan para suporter yang bersikap anarkis “mungkin mereka berbuat begitu karena semangat yang mengebu-gebu” jelas nya. Pada babak pertama pada menit ke 21, Persipon mencetak gol pertama melalui tendangan pinalti Gito Prasetyo yang bernomor punggung 10, pada babak kedua menit ke 49,Jakarta timur Fc berhasil menyamai kedudukan lewat tendangan Imat Rohimat bernomor punggung 12, pada menit 79 Persipon kembali unggul, lewat tendangan penalti Panji Hidayat bernomor punggung 5 dan berhasil menambah skor untuk timnya menjadi 2-1. Hingga pertadingan usai kesebelasan Jakarta Timur FC tidak mampu menambah angka dan mereka harus mengakui kemenangan kesebelasan Elang Khatulistiwa. Pada bertandingan berikutnya Persipon akan kembali bertadingan pada tanggal 3 dan 6 November 2009 nanti. (Trianto/31/10)

Usaha menciptakan gol pemain Persipon di depan gawang lawan (Foto : Indra Ae')

Penyelamatan yang dilakukan oleh penjaga gawang Jakarta Timur FC. (Foto : Indra Ae')

Protes para pemain Persipon kepada wasit yang dinilai tidak adil. (Foto : Indra Ae')

Gol pertama Persipon diciptakan oleh Gito Prasetyo setelah Jakarta Timur FC dihadiahi hukuman penalti. (Foto : mumu)

Babak kedua, Imat Rohimat dari Jakarta Timur FC menyamai kedudukan pada menit ke 49. (Foto : mumu)

Dukungan dari suporter tidak bisa dianggap kecil dalam kemenangan Persipon kali ini. (Foto : Tri Anto)

Tanggal 3 dan 6 November 2009 Persipon akan kembali berlaga di Stadion Kebon Sajoek, Pontianak. (Foto : Tri Anto)

Festival Layangan Memeriahkan HUT Kota Pontianak

Pontianak Bop,Sabtu (24/10) Festival layangan yang diselenggarakan dlm rangka memeriahkan hari jadi Kota Pontianak yang ke 238 ini baru diadakan tahun ini dan diikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari 50 peserta layangan berkategori eksebisi serta 35 peserta berkategori layangan tradisonal. Tidak hanya peserta dari Kalimantan Barat saja yang turt berpartisipasi melainkan ada 8 peserta yang berasal dari negara Brunei maupun Malaysia. Panitia hanya melombakan layangan dengan kategori layangan tradisonal saja. Adapun penilaian dari perlombaan tersebut antara lain: keindahan bentuk dari layangan itu sendiri, kreativitas, tingkat kesulitan dalam hal pembuatan layangan dan tingkat keserasian antara pemain layangan dengan layangannya.

Pak Norman salah satu peserta yang berasal dari Johor, Malaysia ini berpendapat “saya datang kesini karena undangan pak walikota, dan even ini sangat bagus terutama salah satunya bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pontianak” (eko suryanto daulay, 2009).

dikarenakan cuaca tidak mendukung, layangan tersebut diturunkan (Photo : Eko Suryanto Daulay)

orang tua rela menggendong anaknya untuk menyaksikan festival layangan (Photo : Eko Suryanto Daulay)

peserta yang sedang berusaha memainkan layangannya (Photo : Eko Suryanto Daulay)

Layangan Merak milik Andre yang berasal dari Pontianak Timur ini mendapatkan juara pertama (Photo : Eko Suryanto Daulay)

Lomba Sampan Hias Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak Ke-238

Pontianak BoP, Masih dalam rangka memperingati hari jadi Kota Pontianak ke 238, sabtu malam (24/10) bertempat di Waterfront Taman Alun-alun Kapuas diadakan lomba perahu hias. Jumlah peserta terdaftar dalam perlombaan ini  sebanyak 64 kelompok namun dalam pelaksanaannya diikuti hanya 23 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Pontianak. Perlombaan perahu hias ini menurut Syf. Nurani selaku juri lomba, hal ini  bertujuan untuk mengangkat kembali sejarah kebudayaan lancang kuning yang dibawa pertama kali oleh sultan Abdurrahman, disamping mengangkat wisata air yang ada di Kota Pontianak.  Lebih lanjut menurut Ali (40) salah seorang peserta lomba, kegiatan ini memberikan nilai positif untuk mengenalkan sampan sebagai alat transportasi tradisional. Lomba yang dilaksanakan baru pertama kali di Kota Pontianak berhasil menyedot ribuan pengunjung yang sangat antusias untuk menonton meskipun hujan sempat mengguyur Kota Pontianak. Penilaian yang dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari Dinas sosial, Dinas Pariwisata dan Majelis Adat Budaya  Melayu (MABM) akhirnya mengantarkan Tim Keraton menjadi juara pertama yang menampilakan sampan Lancang Kuning beserta prajurit, diikuti oleh Tim Beting Permai sebagai juara dua dan  Tim Tanjung Permai sebagai juara tiga.  Banyaknya pengunjung membuat Maman Bangsawan selaku panitia pelaksana berharap kedepannya banyak warga turut serta dalam perlombaan ini (Sabda,25/10).

aksi peserta lomba perahu hias (photo : sabda)

antusias penonton menyaksikan lomba perahu hias (photo : sabda)

keindahan menjadi aspek pertama yang ditunjukan peserta lomba (photo : ian imaru)

salah satu penampilan peserta lomba menggunakan pakaian telok belangak (photo : sabda)

tugu katulistiwa tidak luput menjadi konsep mengikuti lomba perahu hias (photo : ian imaru)

Peserta lomba sedang menunggu hasil lomba di Waterfront taman Alun-Alun Kapuas (photo : Sabda)

Lomba Syair dan Berbalas Pantun

Masih dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Pontianak yang ke 238, Rabu (21/10) Lomba Syair dan Berbalas Pantun digelar di Gedung Pontianak Convention Centre, Jalan Sultan Syarif  Abdurrachman, Pontanak.

Melalui lomba syair dan pantun diharapkan dapat melestarikan budaya Melayu Kota Pontianak. Selain lomba, salah satu cara yang sangat mungkin dilakukan adalah membangun pendidikan formal maupun non formal seni dan budaya untuk siswa-siswi di sekolah. (mumu/22/10)

Peserta lomba syair, Reci dari SMA Negeri 1 Pontianak. (Foto : Q-Noi)

Diiringi musik khas Melayu. (Foto : mumu)

Waktu yang semakin larut, akhirnya juri memutuskan untuk menunda hasil perlombaan (foto : Q-Noi)

Kualitas suara, artikulasi, intonasi, penjiwaan isi syair, busana dan tata tertib adalah kriteria yang harus dimiliki pemenang lomba syair. (Foto : Ianimaru)

Peserta lomba berbalas pantun hanya diikuti oleh SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 3 Pontianak. (Foto : Q-Noi)

Syair dan berbalas pantun juga menjadi suguhan di acara Festival Bumi Khatulistiwa yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 November 2009. (Foto : Tri Anto)

BUJANG DARE PONTIANAK 2009

Pontianak BoP. Senin (19/10) Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Pontianak yang ke 238, pemilihan Bujang Dare Pontianak digelar di Gedung Pontianak Convention Centre di Jalan Sultan Syarif Abdurachman.

Peserta terdiri dari 17 Bujang dan 23 Dare. Kriteria pemilihan meliputi etika, kepribadian, bahasa Inggris, pengetahuan umum, pariwisata dan budaya. “Bujang Dare yang terpilih tahun ini harus mampu mempromosikan budaya dan objek-objek pariwisata yang ada di Kota Pontianak,” ujar Ir. Sunarto selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Pontianak. (mumu/20/10)

Diiringi Lagu "Awal Mule Kote Pontianak" ciptaan Sabaruddin (foto : Ianimaru)

Penyerahan mahkota kepada Rina Kurnia Bakti yang terpilih sebagai Dare Pontianak 2009 (Foto : Ianimaru)

Syarif Alwi Almutahar juara I Bujang Pontianak, juara II jatuh pada Firmansyah, Frans Ajie M.A juara III, Dance Frans unggul di kategori Fotogenic. Rina Kurnia Bakti juara I Dare Pontianak, Rizka A. Edmanda sebagai juara II, juara ke III Dare berhasil dipangku oleh Ira Citra Dewi dan fotogenic Dare disandang oleh Siti Dexara Hachika (Foto : Ianimaru)

Salah satu peserta sedang memperkenalkan diri (Foto : Q-Noi)

Penampilan secara keseluruhan, make up dan penguasaan panggung modal utama peserta untuk mencuri perhatian juri. (Foto : Q-Noi)

Suasana Gedung Pontianak Convention Centre saat Pemilihan Bujang Dare Pontianak 2009 sedang berlangsung. (Foto : Sabda Agung)

Bujang Dare Pontianak tahun 2008 yang turut tampil (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Sanggar Seni Akutansi menampilkan tarian sesembahan untuk menyambut para tamu. (Foto : Cholid Nugraha)

Mengemban tanggung jawab mempromosikan budaya dan objek-objek pariwisata yang ada di Kota Pontianak. (Foto : Cholid Nugraha)

Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana Alam

BoP Pontianak. Jumat (16/10) beberapa komunitas seni menyelenggarakan acara yang bertajuk Malam Solidaritas Peduli Gempa Padang di Gedung Teater Taman Budaya, Jalan Ahmad Yani, Pontianak. Acara ini bertujuan untuk menggalang dana bagi korban gempa bumi di Padang, Sumatera Barat dan korban puting beliung di Pontianak.
Terdapat 4 posko yang akan menjadi penyalur dana yaitu Sumatera Bangkit (bertempat di Bundaran Digulis), Forum Masyarakat Teater, sumbangan dari sanggar-sanggar sekolah. dan KBM STAIN.
“Acara yang diselanggarakan ini guna menggugah Pemerintah terhadap bencana-bencana yang sudah terjadi di berbagai daerah,” ujar Anton ketua panitia.
Bagi masyarakat yang ingin membantu saudara-sudara kita yang tertimpa musibah bisa menghubungi nomor Anton di 081345953037. (Eko Suryanto Daulay/16/10)

Taman_Budaya_Pontianak_3_thumb.JPG

Penampilan teater yang menggambarkan kehidupan masyarakat paska gempa. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Taman_Budaya_Pontianak_3_thumb.JPG

Dana yang terkumpul dari penjualan tiket pengunjung akan disumbangkan kepada korban gempa di Sumatera Barat dan korban angin puting beliung di Pontianak. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Taman_Budaya_Pontianak_3_thumb.JPG

Aksi Komunitas Kebun Kopi. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Taman_Budaya_Pontianak_3_thumb.JPG

Suguhan tari Sanggar Kitanantya yang diiringi Nada Serumpun. (Foto : Cholid Nugraha)

Taman_Budaya_Pontianak_3_thumb.JPG

Persembahan monolog dari Hanung. (Foto : Cholid Nugraha)

Taman_Budaya_Pontianak_3_thumb.JPG

Tari Padang yang disajikan oleh Komunitas Sarang Semut. (Foto : Cholid Nugraha)

Galungan di Pontianak

Pontianak BoP. Rabu (14/10) Umat Hindu memperingati hari kemenangan Dharme (kebaikan) atas Adharme (kedzaliman). Hari kemenangan ini lebih kita kenal dengan Hari Galungan.

Hujan gerimis yang menghiasi Pontianak tidak menyurutkan niat umat Hindu untuk beribadah di Pura Giripati Mulawarman, Jalan Adisucipto Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Seorang Panindita memimpin doa yang khusu’ di dengarkan oleh umat yang sejak pukul 18.00 WIB telah memadati pendopo. Beberapa umat yang baru datang segera menyucikan diri dengan air Tirta Pelukatan. Dengan membawa sesajen berbagai rupa, tak lupa mereka juga membakar dupa saat akan memasuki Pura yang telah berdiri sejak tahun 1970 ini. Rahajeng Nyangre Rahina Galungan. (mumu/15/10)

Sebelum memasuki Pura. umat Hindu terlebih dahulu menyucikan diri dengan air Tirta Pelukatan. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Hari Galungan diperingati 210 hari sekali pada hari Rabu Kliwon Wuku Dangulan (Foto : Q-Noi)

Ir. Putu Dupa Bandem adalah Panindita yang kali ini memimpin umat Hindu memperingati Hari Galungan. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Sesajen adalah simbol panghargaan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kehidupan, rezeki, jodoh dan lain sebagainya. (Foto : Mumu)

Hari Galungan kali ini bersamaan pada hari ulang tahun Pura Giripati Mulawarman yang berdiri dan diresmikan pada tahun 1970. Direhab pada tahun 2001 dan selesai rehab tahun 2004. (Foto : Tri Anto)

Tari Rejang Dewa. Tarian yang hanya ditampilkan dalam kegiatan keagamaan. Dibawakan oleh anak-anak perempuan yang belum dewasa (belum mengalami menstruasi) (Foto : Q-Noi)

Puting Beliung Terjang Rumah Warga

Warung gorengan A Bun yang roboh di terpa hujan lebat. (Photo Q-Noi)

Pontianak BoP. Selasa (13/10) sebuah warung tempat A Bun berjualan gorengan, di Jalan Pangeran Natakusuma roboh setelah diterpa hujan lebat yang disertasi angin puting beliung. Beruntung pada saat itu warung telah kosong. Hal yang sama juga dialami oleh Pak Adi. Kios bensin milik warga Gang Bambu ini jatuh hingga terbalik.

Rumah Sofianus Abun di gang Sekolah. Saat hujan lebat, rumah yang sedang dibangun oleh beberapa tukang ini roboh karena hujan lebat.foto Q-Noi

Rumah kediaman Ibu Nyatemi gang Siliwangi. foto Q-Noi

Salah satu bangunan yang roboh di Jalan Pangeran natakusuma. Tidak ada korban dalam musibah ini

Berjarak lebih kurang 7 meter dari kios bensin Pak Adi, seng-seng dari atap rumah kediaman Pak Poniman lepas dan melayang hingga ke ujung Gang Bambu. “Waktu itu saya baru bangun tidur dan ingin minum. Saat itu memang telah hujan dan saya belum tahu kalau atap seng saya banyak yang lepas. Saya hanya mencari cara untuk menyelamatkan keluarga saya. Beberapa tetangga membantu saya mengumpulkan seng yang terlempar,” ujar Pak Poniman. Beberapa sanak keluarganya juga berdatangan ingin melihat keadaan Pak Poniman sekeluarga. Pak Poniman juga meminta bantuan dari Pak RT untuk mendata rumah warga yang ditimpa musibah yang sama.

Pak Poniman saat menceritakan musibah yang menimpa dia dan keluarganya.Foto mumu

Negeri 11 yang kehilangan beberapa atap sengnya. (Photo Q-Noi)

Pemilik warnet dibantu seorang tukang membetulkan atap. (Photo q-noi)

Masih di Jalan Pangeran Natakusuma, hujan lebat yang disertai angin kencang juga membuat atap seng warung nasi milik Pak Eddy lepas. Pemilik warnet yang kebetulan menggelar usahanya tepat di sebelah warung nasi pak Eddy terlihat sibuk menyatukan kembali beberapa atapnya yang lepas. (mumu/13/10)

Keadaan Warung nasi Pak Eddy setelah diterpa hujan lebat. (Photo Q-Noi)

DUTA LINGKUNGAN HIDUP 2009 PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Jumat (11/10) malam grand final pemilihan duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat tahun 2009 berlangsung dengan glamor. Asal para duta lingkungan hidup tidak melupakan misi yang diemban.

DSC_0041__10_resize.jpg

Suasana malam grand final duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat 2009 (Foto : Q-Noi)

Pemilihan duta lingkungan hidup dianggap perlu diselenggarakan. Karena para duta yang terpilih nanti, akan mensosialisasikan program-program lingkungan hidup kepada masyarakat luas.

IMG_2925resize.jpg

Para finalis duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan barat 2009. Selama empat hari masa karantina, mereka dibekali pengetahuan tentang lingkungan, etika, pengembangan diri dan tata cara berpenampilan yang baik. (foto : Cholid Nugraha)

Kriteria penjurian meliputi kemampuan bahasa Inggris, psiko tes, etika dan pengembangan diri. Pemilihan duta lingkungan hidup yang diikuti oleh peserta dari seluruh daerah di Kalimantan Barat ini diwajibkan menempuh masa karantina yang digelar selama empat hari. Terhitung dari tanggal enam hingga sembilan Oktober. Para finalis dibekali pengetahuan lingkungan, etika, pengembangan diri dan tata cara berpenampilan yang baik.

IMG_2828resize.jpg

Sanggar Borneo Terigas turut meramaikan acara dengan menampilkan tarian Paca' Bakibao yang mengisahkan gadis-gadis dayak bermain kain di sela-sela mencuci pakaian atau mandi di sungai. (Foto : Cholid Nugraha)


IMG_3041resize.jpg

"Alam adalah anugerah. Cintailah alam ini, maka alam akan memberikan pula cintanya untuk kita," himbau Paramitha Rusady yang menjadi bintang tamu di malam grand final pemilihan duta lingkungan hidup 2009 Provinsi Kalimantan Barat (Foto : Cholid Nugraha)

Legina Lestari, Spd resmi dikukuhkan sebagai duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat tahun 2009 setelah berhasil menyisihkan finalis lainnya. Acara yang dihelat di salah satu hotel di Jalan Imam Bonjol ini dikemas dengan sangat glamour.

DSC_3866resizeeko.jpg

Legina Lestari, Spd duta lingkungan hidup 2009 provinsi Kalimantan barat (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Semoga hal-hal positif yang disampaikan di acara ini benar-benar dapat memberikan dampak baik yang dapat kita rasakan bersama. Sebagai wujud rasa syukur kepada pencipta, sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk dihuni demi keberlangsungan semua makhluk hidup. (mumu/10/10)

« Previous PageNext Page »