Bookmark and Share

Bupati Ke Terentang

Sejak menjadi Bupati baru pada hari jum’at tanggal 19 Februari 2010, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendra melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Terentang, tepatnya di Desa Teluk Bayur dan Desa Teluk Empening. Pada saat kedatangannya Bapak Bupati beserta para kepala SKPD Kabupaten Kubu Raya disambut meriah dengan kesenian Hadrah untuk langsung menuju ketempat yang telah disediakan. DKdatangan Bapak Bupati beserta rombongan merupakan kunjungan kerjanya yang bertujuan untuk dapat berdialog dan bertatap muka secara langsung dengan aparat kecamatan, aparat pemerintah desa, para tokoh masyarakat, unsur organisasi kemasyarakatan dan beserta unsur lapisan masyarakat lainnya.

(photo: Firdaus)

Selain dapat berdialog langsung, masyarakat merasa senang karena dapat berjamaah untuk sholat jum’at dengan Bupati Kubu Raya dimasjid Nurul Yaqin Desa Teluk Bayur, dalam dialognya mengatakan diTerentang mempunyai bayak lahan yang potensi untuk pengembangan pertanian dan juga perkebunan agar kedepan Terentang memiliki nilai jual maka masyarakat harus dapat menggali potensi yang telah ada dan dapat ikut serta dalam melaksanakan pembangunan dan mengawal progam kebijakan pembangunan. Bapak Camat Terentang Rasudi dan juga sekaligus pemimpin dialog memberikan kesempatan kepada aparat pemerintah desa dan juga para tokoh masyarakat bertanya langsung kepada Bupati. Karena keterbatasan waktu hanya beberapa pertanyaan dan usulan yang dapat disampaikan oleh masyarakat salah satunya adalah mengusulkan Asintan ( Alat Mesin Pertanian). Seusai berdialog, Pak Muda Mahendra diminta untuk berfoto bersama dengan aparat pemerintah desa dan para unsur masyarakat.

(photo: Firdaus)

(Photo: Firdaus)

Dalam kunjungan kerjanya Bpk. Bupati Muda juga meninjau langsung sebagian kecil kawasan yang diusulkan untuk menjadi percetakan sawah yaitu di Dusun Kelola Jaya Desa Teluk Empening.(firdaus/22|2|2010)

Aksi Solidaritas Wartawan

Pontianak Bop.(20/02) Para Wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Pewarta Indonesia Anti Kekerasan (SPIAK), turun kejalan untuk melakukan aksi protes atas kekerasan yang menimpa teman seprofesi mereka yaitu wartawan dari Harian Tribun Pontianak, Pionerson dan wartawan dari TvOne, Martono. Kedua wartawan tersebut dipukul saat melakukan tugas peliputan razia kartu identitas kependudukan pada malam Imlek.
Aksi damai ini di mulai dari Tugu Digulis, para wartawan sempat berorasi mengecam kekerasan terhadap wartawan. Mereka mendesak aparat kepolisian dan penegak hukum memproses pelaku pemukulan terhadap wartawan Tribun Pontianak dan kameramen TV One tersebut.
Wartawan juga sempat menuju Polda kalbar untuk menemui Kepala Kepolisian Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Erwin TPL Tobing dan meminta agar diusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang menimpa wartawan yang sampai sekarang belum terselesaikan. Di depan Polda Kalbar wartawan juga melakukan aksi pengumpulan Press Card dan alat-alat liputan sebagai aksi menolak kekerasan terhadap wartawan.(Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

Pontianak Jelang Imlek

Pontianak BoP.Toko yang berada di Jalan Gajah Mada No. 27 ini tidak hanya dibuka menjelang Imlek saja. Karena toko ini tidak hanya menjual barang-barang keperluan imlek, tapi juga kebutuhan sembahyang sehari-hari. Toko ini sudah dibuka selama 10 tahun. Barang-barang yang paling diminati dalam ritual sembahyang antara lain seperti, lilin, dupa, stanggi, sintia, kimhwe, dan lain sebagainya.
Barang-barang yang dipasok datangnya lewat dari Malaysia dan Jakarta. Tren hiasan untuk tahun ini sudah pasti selain nanas, ada juga lentera. Di tahun ini, lentera lampu, dan hiasan barongsai yang ukurannya lebih kecil dan unik. Selain itu, hiasan yang mengandung unsur Shio Macan juga ada, tapi stoknya sudah habis terjual.

nabila_1_copy.jpg

Hiasan barongsai yang berukuran kecil dan unik. Foto : Nabila

nabila_3_copy.jpg

Lilin salah satu barang keperluan sembahyang yang diminati. Foto : Nabila

nabila_7_copy.jpg

Barang-barang yang dipasok datangnya lewat dari Malaysia dan Jakarta. Foto : Nabila

<

nabila_4_copy.jpg

Kimhwe, penghias dinding yang turut memeriahkan suasana rumah di saat imlek. Foto : Nabila

Barang-barang yang distok mulai dari bulan November. Untuk hiasan barongsai, sudah ada dari bulan Desember 2009. Penjualannya dari Januari hingga sekarang sudah mencapai 500 buah.
Untuk tahun ini, hiasan yang paling diminati yaitu Lentera dan Nanas. Sasaran penjualan pernak-pernik imlek ini selain masyarakat yang merayakan imlek, juga dari vihara kelenteng, dan yayasan. Ciri khas imlek tidak hanya lentera, nanas, atau pun barongsai, tak ketinggalan juga pohon sakura. Untuk penjualan pohon sakura, di toko ini sudah habis terjual.
Angpao juga tak ketinggalan memeriahkan imlek. Menurut tradisinya, hanya orang yang sudah menikah saja yang boleh memberi angpao. Untuk 10 bungkus angpao, dibandrol seharga Rp.1500.00
Dengan adanya Visit Kalbar 2010, sangat memberikan dampak positif bagi penjual barang-barang pendukung imlek. Perekonomian menjelang imlek meningkat drastis. Tak hanya dirasakan oleh pedagang pernak-pernik, tapi juga dialami oleh pedagang buah jeruk bali dan kue keranjang. Peningkatan penjualan menjelang hari imlek juga dirasakan oleh Pedagang jeruk bali yang terletak di Jl. Gajah Mada yang bernama Susanto. Penjualan jeruk bali diadakan sekali dalam setahun. Adanya tempelan merah pada kulit jeruk bali dianggap membawa rejeki. Jeruk-jeruk bali berbagai ukuran ini didatangkan langsung dari Tebas, Sambas. Penjualan jeruk bali dalam paket sepasang, untuk ukuran yang paling kecil dibandrol dengan harga berkisar Rp.75.000.00 dan untuk ukuran yang besar dengan harga mencapai Rp 300.000.
Demi memenuhi kebutuhan pasar, Susanto sudah 4 kali menyetok jeruk-jeruk tersebut. Yang membeli jeruk bali ini tidak hanya dari masayarakat Pontianak, tetapi juga ada yang dari Tayan, Sintang juga Jakarta. (Abeth/11/02)

abeth_1_copy.jpg

Memenuhi kebutuhan pasar menjelang imlek. Foto : Abeth

nabila_10_copy.jpg

Jeruk bali khusus didatangkan dari Sambas. Adanya tanda merah yang dipasang di setiap jeruk melambangkan kemujuran. Foto : Nabila

nabila_2_copy.jpg

Tahun Baru China merupakan hari raya yang paling penting dalam masyarakat China. Perayaan Tahun Baru China juga dikenal sebagai Chūnjié (Festival Musim Semi / Spring Festival), Nónglì Xīnnián (Tahun Baru), atau Guònián atau sin tjia. Foto : Nabila

nabila_5_copy.jpg

Perayaan Imlek yang dirayakan oleh berbagai bangsa (China, Jepang, Korea, Vietnam, dan lainnya) selama berabad-abad menyediakan makna spiritual yang amat kaya, bahkan mampu berperan dalam menyatukan mereka dalam semangat hidup yang sama. Foto : Nabila

nabila_8_copy.jpg

Kue keranjang juga dikenal cukup awet, sehingga, dapat disajikan kapan saja. Bahkan, setelah Imlek pun juga masih dapat disajikan. Foto : Nabila

Kue Keranjang Raksasa

Singkawang, BoP. (6/2) Ada sesuatu yang spesial dalam rangka menyambut imlek kali ini, yaitu dengan hadirnya kue keranjang raksasa yang dibuat di Stadion Kridasana dan di targetkan akan masuk rekor Museum Rekor Indonsia (MURI). Tinggi kue keranjang ini adalah 1 meter dengan diameter 2,88 meter dan berat 8,7 ton.(Andri Adi,9/2/2010)

Photo: Andri Adi, Singkawang, 2010

Photo: Andri Adi, Singkawang, 2010

Photo: Andri Adi, Singkawang, 2010

Pemijahan Ikan Lele

Sambas, BoP. Saka Bahari Sambas melakukan kegiatan gabungan dengan SMP 3 Sambas dalam rangka pemijahan ikan lele di Madak, Sei. Kajang, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas pada 30 Januari yang lalu. Para peserta kegiatan menempuh perjalanan ke tempat pemijahan menggunakan sepeda dengan jarak yang ditempuh 28 km yang memakan waktu 3 jam lebih. Pemijihan dilakukan dengan tujuan mengawinkan ikan lele dengan cara disuntik. Alat dan bahan yang dipakai untuk memijahkan ikan lele adalah suntikan, ovavrim obat perangsang ikan dan aquabides.(kathian,5/2/2010)

Perjalanan menuju ke tempat pemijahan ikan lele (photo: Kathian, Sambas, 2010)

Pemijahan dilakukan agar mendapatkan lele yang banyak (photo: Kathian, Sambas, 2010)

Rektor Untan Di Demo Silih Berganti

Pontianak (24/01). Masih hangat dalam benak kita, Universitas yang digadang-gadang sebagai tempat untuk mengenyam pendidikan berubah menjadi tepat untuk berdemo, bayangkan dalam kurun kurang dari satu minggu rektor untan di demo dua kali. Hal ini tidak lepas dari kontroversi pengangkatan dekan fakultas FKIK UNTAN. Aksi demo rabu 20 januari yang diawali oleh mahasiswa kedokteran Untan kemudian berlanjut sabtu 23 januari oleh mahasiswa MIPA Untan. Konflik internal yang hingga saat ini masih bergulir menjadi bola panas, disaat mahasiswa kedokteran menolak pengangkatan dekan yang berasal diluar dari kalangan dokter, menjulur ke wilayah MIPA tentang kejelasan Dekan FMIPA UNTAN dimana rektor mengeluarkan SK No. 147 terhadap pembatalan SK. 79/H22/KP/2010. Dilematika hingga berita ini diturunkan masih belum ada kejelasannya.

DSC_0380_copy.jpg

Pelantikan/ Serah terima jabatan yang dilakukan oleh rektor Universitas Tanjungpura sebagai awal mula dilematika FKIK dan MIPA bergulir (Photo : sabda)

DSC_0393_copy.jpg

Keinginan mahasiswa kedokteran FKIK agar fakultasnya dipimpin oleh seorang dokter (Photo : Sabda )

DSC_0370_copy.jpg

Pihak pengajar FKIK mengajukan keberatan terhadap pelantikan dekan yang didukung oleh mahasiswa (Photo : Sabda )

DSC_0375_copy.jpg

Demo yang diwarnai dengan insiden pecahnya salah satu pintu rektorat Universitas Tanjungpura memakan korban pihak keamanan kampus yang harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut (photo : Sabda )

DSC_0391_copy.jpg

Rektor bersedia menemui pendemo sesaat setelah pelantikan berlangsung, dala pertemuan ini dihadiri pihak rektorat, dokter pengajar serta mahasiswa (photo : Sabda )

DSC_0406_copy.jpg

pertemuan selama kurang lebih satu jam tidak menghasilkan apa-apa sehingga para pengajar mahasiswa kedokteran mengambil inisiatif untuk tidak membimbing mahasiswa dalam batas waktu yang tidak ditentukan ( Photo : Sabda )

DSC_0144_copy.jpg

SK rektor no. 147 menjadi awal pemicu dosen serta mahasiswa MIPA turun aksi (Photo : Sabda )

DSC_0152_copy.jpg

Kejelasan dan transparansi mengenai pengangkatan dan pemberhetian dekan FMIPA UNTAN menjadi point utama pertemuan antara pihak Dosen, Mahasiswa, dan Rektor (Photo : Sabda)

DSC_0153_copy.jpg

Mahasiswa menganggap rektor Plin-plan dalam mengambil keputusan dan kebijakan (Photo : Sabda )

Karet, Tumpuan Hidup Petani Daerah Terentang

(Bop, Terentang) Umumnya pada saat ini  masyarakat Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya, Tani merupakan salah satu perkerjaan pokok mereka salah satunya adalah petani karet. Bapak Suwarto merupakan salah satu warga yang dari usia muda hingga sekarang ini dalam usianya 57 tahun petani karet yang telaten. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap pagi-pagi sekali Bapak Suwarto ini udah turun untuk menyadap karetnya yang seluas + 1/5 Ha dan dapat menghasilkan hanya 4-5 kg/Hari menurutnya itu jumlah yang sedikit karena karet yang disadap usianya lumayan tua, selain itu tanaman karet beliau merupakan karet lokal. Untuk mendapatkan air getah yang agak banyak Bapak Suwarto harus turun subuh menggunakan obor tuturnya, dengan luas tersebut beliau menghabiskan waktu hampir 4 jam. Lempengan getah yang dihasilkan dijual diwarung-warung terdekat dengan harga satuan saat ini  berkisar antara Rp. 10.000 – Rp. 11.000 dan kulatnya berkisar antara Rp.7500-Rp. 8000 menurut beliau harga itu sesuai dengan harga makanan pokok.

100_7831.jpg

karet menjadi komoditi utama untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari sebagian masyarakat Terentang (Photo : Firdaus )

100_7923.jpg

Bpk. Suwarto menggantungkan hidup dari karet agar dapur tetap mengebul (Photo : Firdaus )

100_7925.jpg

Karet mentah yang diproduksi dari tanaman Karet diperoleh dengan cara menoreh batang (Photo : Firdaus )

100_7926.jpg

Agar hasil diperoleh maksimal biasanya petani sudah turun kekawasan saat dini hari (Photo : firdaus )

Terentang Terisolir Jalur Darat

Terentang, BoP. Sejak berdirinya pada tahun 1962 hingga sekarang untuk akses menuju kota dari Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Khususnya Desa Sungai Dungun, Desa Terentang Hulu dan Desa Betuah hanya bisa ditempuh melalui jalur Air (Sungai) sehingga urusan yang berhubungan dengan Kecamatan sulit untuk dilaksanakan seperti pendataan dan hal-hal lainnya. Jarak tempuh Kecamatan ini menuju kota memakan waktu lama, dengan menggunakan motor klotok berkisar empat jam dari Desa Sungai Dungun. Masyarakat juga menggunakan jalur sungai ini untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka diantaranya belanja, berobat, dan lain sebagainya.

Perjalanan di jalur sungai Terentang (photo: Epo)

Jalur sungai ini menjadi satu-satunya jalur bagi masyarakat untuk akses ke kota (photo: Epo)

Suasana di jalur air Terengtang (photo: Epo)

Pontianak 22 Desember 2009

Pontianak.Bop. Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, lembaga Kemuslimatan Se-LDK kota Pontianak dan Jarmusda melakukan membagian bunga dan Aksi damai di bundaran Tugu Digulis. Dalam aksinya para kaum hawa ini meneriakan, ucapan terimakasih kepada ibu dan mengajak semua wanita untuk menjadi generasi ibu yang bermoral, menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan terhadap kaum ibu, para calon ibu, dan mengajak semua komponen untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan ibu.  Menurut Imas Rasyana sebagai Agitator dalam aksi ini” undang-undang terhadap perlindungan wanita masih kurang dan nasib wanita Indonesia masih kurang di perhatikan oleh pemerintah, terlihat kasus trafficking, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dan penidasan terhadap wanita semangkin meningkat , seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut “ ujarnya. Aksi ini berahir pada pukul 17.21 dan rombongan berkumpul didepan Mesjid Al-Muhtadin, Komplek UNTAN dan di tutup dengan doa.

_MG_4529_copy.jpg

Sebelum turun kejalan para kaum hawa berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dari agritator agar berjalan kondusif (photo : ilham candra )

_MG_4528_copy.jpg

semangat perjuangan kaum hawa patut diteladani (photo : ilham C.)

_MG_4523_copy.jpg

pembagian bunga juga dibagikan sebagai simbol peringatan hari Ibu (Photo : Ilham C. )

_MG_4521_copy.jpg

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga ) menjadi fokus aksi damai peringatan hari ibu ( Photo : Ilham C. )

_MG_4526_copy.jpg

Setelah selesai peserta aksi kembali ke mesjid Muhtadin Untan dan diakhiri dengan doa bersama (Photo : Ilham C. )

Seminar Multi Pihak Untuk Penyelamatan Orang Hutan

Pontianak, WWF  gelar seminar bertajuk “Menuju Sinergi Para Pihak Dalam Penyelamatan Orangutan” Senin ( 21/12)  di Pontianak. Seminar yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil survei orangutan yang telah diadakan sebelumnya serta mencapai komitmen pihak-pihak terkait dalam upaya konservasi satwa endemik ini .  Menurut Koordinator spesies WWF-Indonesia, Chairul Saleh, terdapat dua sub spesies orangutan di Kalimantan Barat yaitu Pongo pygmaeus wurmbii dan Pongo pygmaeus pygmaeus dan hasil studi menambahkan bahwa dari kedua spesies  hidup di luar kawasan lindung.   Dr. Ir. Harry Santoso lebih lanjut menyatakan bahwa habitat populasi orangutan memiliki sejumlah fungsi ekologis penting, antara lain pencegahan erosi, pengatur tata guna air, penyangga kehidupan sosial ekonomi masyarakat, serta sumber plasma nutfah penting. Salah satu alternatif untuk mengatasi ancaman tersebut adalah dengan membuat koridor satwa yang menghubungkan dua populasi orangutan yang terdapat di blok hutan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Untuk mendukung alternatif tersebut serta memperoleh gambaran yang jelas WWF-Indonesia bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun melakukan survei sebaran habitat dan populasi orangutan  di sekitar taman nasional tahun 2004-2006. Di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, WWF-Indonesia bekerjasama dengan pihak taman nasional dan masyarakat  pada bulan maret 2009.  “Data yang diperoleh dari hasil survei menunjukan populasi orangutan yang terdapat di wilayah koridor satwa diperkirakan berjumlah 581 individu,” terang Albertus Tjiu, Koordinator Konservasi Spesies WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat. Seminar yang diadakan diharapkan dapat membantu mensosialisasikan konsep koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, menciptakan kesepahaman mengenai pentingnya konservasi orangutan, menciptakan pola penataan ruang serta membantu mendiseminasikan best management practice dalam mengatur konflik manusia- orangutan di area perkebunan kelapa sawit. (Sabda Agung/21/12)

DSC_0586.JPG

Pesan penyelamatan orangutan agar tetap terjamin kelangsungan hidup satwa endemik ini (photo : sabda )

DSC_0638.JPG

Orangutan menjadi bagian sejumlah fungsi ekologis (photo : Mumu )

DSC_0576.JPG

Para pemateri sedang menyampaikan pandangan terhadap peranan berbagai pihak terhadap penyelamatan orangutan (photo : Sabda )

DSC_0594.JPG

Penyampaian materi penyelamatan orangutan terhadap audience agar berbagai pihak ikut turut serta berpartisipasi (photo : Sabda )

DSC_0595.JPG

Orangutan untuk Kalimantan Barat menjadi hewan perioritas penanganannya di kawasan Taman Nasional (Photo : Sabda )

Aksi Gila Di Atas Jembatan Kapuas I

Pontianak, BOP (09/12). Kota Pontianak dihebohkan dengan seorang pria kurang waras yang nekat naik ke atas Jembatan Kapuas I. Pria ini naik ke atas dengan cara memanjat tiang jembatan. Hampir sekitar 5 jam pria yang bertubuh kurus ini berada di atas Jembatan Kapuas I, dari jam 12.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. “Pria ini sering mondar-mandir di bawah Jembatan Kapuas I. Terkadang dia juga buang air besar disana”, ungkap seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya. Polisi baru menerima laporan kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Polisi dibantu warga pun berusaha untuk membujuk pria ini agar mau turun. Akibat perbuatan orang gila ini menyebabkan kemacetan sepanjang  Jalan Tanjungpura, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pahlawan. Seorang warga naik ke atas jembatan tol dan berusaha mengajak pria kurang waras ini untuk turun. Warga yang naik ke atas juga membawa makanan untuknya. Setelah beberapa lama bernegosiasi, datanglah mobil pemadam kebakaran Panca Bhakti Pontianak. Dengan bantuan mobil pemadam kebakaran, akhirnya pria kurang waras ini dapat diturunkan dari atas jembatan. Polisi dengan sigap membawanya ke pos polisi terdekat untuk diamankan. Orang gila ini kemudian dibawa ke Polsek Pontianak Selatan, untuk selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial. Sekitar jam 19.30 WIB kemacetan pun baru dapat diatasi. (Cholid Nugraha/2009)

Pria kurang waras duduk diatas jembatan tol kapuas tanpa mengiraukan warga yang menonton di bawah-1.JPG

Pria kurang waras duduk diatas Jembatan Kapuas I tanpa mengiraukan warga yang menonton di bawah (Foto: Cholid Nugraha)

Pria kurang waras duduk diatas jembatan tol kapuas tanpa mengiraukan warga yang menonton di bawah-2.JPG

Hampir sekitar 5 jam pria kurang waras ini berada di atas Jembatan Kapuas I (Foto: Cholid Nugraha)

warga di sekitar pinggiran sungai kapuas yang ikut menyaksikan-3.JPG

warga di sekitar pinggiran Sungai Kapuas yang ikut menyaksikan (Foto: Cholid Nugraha)

warga berusaha untuk membujuk pria kurang waras untuk segera turun ke bawah-4.JPG

warga berusaha untuk membujuk pria kurang waras untuk segera turun ke bawah (Foto: Cholid Nugraha)

Proses penurunan dengan bantuan mobil pemadam kebakaran-5.JPG

Proses penurunan dengan bantuan mobil pemadam kebakaran (Foto: Cholid Nugraha)

Proses penurunan dengan bantuan mobil pemadam kebakaran-8.JPG

Petugas berusaha keras untuk menurun kan pria kurang waras ini

olid-9.JPG

Berkat negoisasi dari warga dan petugas, pria kurang waras ini dapat di turunkan dengan selamat (Foto: Cholid Nugraha)

Aksi orang waras ini membuat kemacetan sepanjang jembatan kapuas I-11.JPG

Aksi orang waras ini membuat kemacetan sepanjang Jembatan Kapuas I (Foto: Cholid Nugraha)

Aksi orang waras ini membuat kemacetan sepanjang jembatan kapuas I-12.JPG

Kemacetan akibat dari aksi orang waras ini sampai sepanjang ratusan meter dari Jembatan Kapuas I (Foto: Cholid Nugraha)

seorang polisi berusaha untuk mengatasi kemacetan-14.JPG

Polisi berusaha keras untuk mengatasi kemacetan (Foto: Cholid Nugraha)

Pengendara yang terjebak macet  berbalik arah mencari alternatif jalan lain untuk mencapai tempat tujuannya-15.JPG

Pengendara yang terjebak macet berbalik arah mencari alternatif jalan lain untuk mencapai tempat tujuannya (Foto: Cholid Nugraha)

Setelah berhasil dibawa turun, polisi mengamankan pria kurang waras ini di pos polisi terdekat.-16.JPG

Setelah berhasil dibawa turun, polisi mengamankan pria kurang waras ini di pos polisi terdekat. (Foto: Cholid Nugraha)

« Previous PageNext Page »