Bookmark and Share

Pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip Menjadi Pangdam XII Tanjungpura

Jum’at (02/07) dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis MH beserta istri, unsur Muspida, Pejabat TNI, veteran dan seluruh Pangdam, upacara pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip menjadi Pangdam XII Tanjungpura berlangsung di depan Gedung Markas Komando Resort Militer (Makorem) 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak.

Setelah pelantikan usai digelar, acara kembali dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis seratus bola untuk pembinaan sepak bola KSAD Cup 2010. Berikutnya, para undangan upacara menyaksikan peletakan batu pertama di pembangunan gedung Markas Komando Daerah Militer (MAKODAM) yang letaknya tepat di belakang Gedung Makorem. (mumu/02/07)

resize06.jpg

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI George Toisutta bertindak sebagai pemimpin upacara. Foto : Q-Noi

resize_02.jpg

Komandan upacara, Danrem 121/ABW Kolonel Inf. Toto Rinanto Sudjiman. Foto : Q-Noi

resize04.jpg

Mayjen TNI Moeldoko S.IP dilantik sebagai PANGDAM XII Tanjungpura. Foto : Q-Noi

resize_01.jpg

Kesatuan Ajudan Jenderal XII Tanjungpura. Foto : Q-Noi

resize07.jpg

Rencana pembangunan Makodam XII. Foto : Q-Noi

resize08.jpg

Peletakan baru pertama pembangunan gedung MAKODAM XII Tanjungpura oleh KSAD Jendral TNI George Toisutta. Foto : Sy. Afdhal Ghalib.

Terus Diburu, Satu Demi Satu Orangutan Tewas

INDUK orangutan tengah asyik menggendong sang anak ketika sebuah peluru tiba-tiba menyasar tubuhnya. Ia tak dapat mengelak. Orangutan sub-spesies Pongo pygmaeus pygmaeus pun tewas akibat ulah tiga pemburu dari Dusun Ukit-Ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).
Mengenaskan. Si induk primata ini tewas saat menggendong bayi yang masih berusia sekitar dua bulanan. Saat meregang nyawa, induk tersangkut di cabang pohon. Anaknya dilempar ke bawah dan terjerembab di tebing Sungai Jelia‘ yang berbatu. Beruntung, sang bayi orangutan masih dapat diselamatkan oleh pemburu lain.
Kini, bayi orangutan itu sudah berada di kediaman David Kiat (47), pemburu penyelamat itu, di Dusun Ukit-Ukit dalam keadaan memprihatinkan. Tangan kanannya terluka gores cukup parah. Di bagian paha hingga kaki kiri juga penuh luka. Ia hanya bisa meringis laiknya bayi manusia yang sedang menderita kesakitan.

Orangutan_new1.jpg

David Kiat (47) berhasil menemukan anak orangutan di tubir jurang dan membawanya pulang. (foto : Andi Fachrizal)

Dalam suatu kesempatan berbincang, Jumat (11/6/2010) petang, David mengaku hanya berusaha menyelamatkan bayi orangutan itu. “Begitu mendengar informasi orangutan yang ditembak itu punya anak, saya langsung ke lokasi dan mencari anaknya. Sehari semalam saya baru bisa temukan di tubir jurang.”
Dia membawa dan memberikan pertolongan dengan obat kampung serta minuman susu sapi kental manis. “Rencananya saya pelihara sampai bisa cari makan sendiri. Kalau pemerintah atau LSM mau ambil, silakan. Biaya pemeliharaannya sangat tinggi,” ujar dia.

Orangutannew_2.jpg

Untuk kepentingan konsumsi, perburuan orangutan masih lazim dilakukan oleh kelompok masyarakat yang gemar mengkonsumsi daging orangutan. (Foto : Andi Fachrizal)

David menjelaskan, pada 4 Juni lalu, dia bersama lima orang rekannya, masing-masing Zakariah, Fendi, Kaping, Jubang, dan Stave hendak berburu ke Sungai Jelia’. Ketika tiba di lokasi, mereka membagi diri dalam dua kelompok. “Saya bertiga dengan Zakariah dan Fendi. Sedangkan Kaping sekelompok dengan Jubang dan Stave.”
David telah mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menembak orangutan. Namun peringatan itu tidak diindahkan. Mereka tetap menembaki hingga mati. Perburuan seperti ini lazim dilakukan warga untuk kepentingan konsumsi. Masih ada kelompok masyarakat yang gemar mengonsumsi daging orangutan.

Orangutannew_3.jpg

Betung Kerihun dan Danau Sentarum adalah dua taman nasional yang merupakan kantong habitat utama orangutan sub-jenis pongo pygmaues pygmaeus. (Foto : Andi Fachrizal)

Koordinator Spesies WWF Indonesia Program Kalbar, Albertus Tjiu mengatakan, peristiwa yang terjadi di Sungai Jelia’ merupakan pelajaran berharga bagi semua pihak betapa terancamnya satwa dilindungi itu. “Sub-jenis Pongo pygmaeus pygmaeus ini paling terancam di Kalbar dan hanya tersisa 14 persen dari total keseluruhan di Pulau Kalimantan,” katanya Sabtu (12/6/2010).
Albert mengatakan, kantong habitat utama orangutan jenis ini ada di dua taman nasional di Kapuas Hulu, yakni Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. “Kampanye lingkungan hidup guna membangun kesadaran masyarakat telah dilaksanakan oleh WWF ID sejak tiga tahun lalu. Kita libatkan Balai KSDA, jajaran kepolisian, TNI, kecamatan, dan aparat desa,” jelasnya. (Andi Fachrizal)

Pulau Karimata dan Kekayaan Lautnya

Warga Desa Padang, kepulauan Karimata menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Kekayaan sumber daya alam hayati di kawasan ini dapat dilihat dari hamparan terumbu karangnya yang membentang luas.  ikan Kerapuk adalah salah satu dari sekian banyak jenis ikan yang dijual nelayan Desa Padang hingga ke Belitung.
Proses penangkapan ikan pun masih menggunakan alat tradisional. Bubuh misalnya. Alat yang dipakai nelayan Desa Padang ini terbuat dari rotan yang dibentuk seperti kubus, diikat dengan menggunakan tali plastik dan setiap sisinya ditutupi kawat. (mumu/20/06)

new3.jpg

Dermaga Desa Padang, Kepulauan Karimata. (Foto : Ian Imaru)

new4.jpg

Desa Padang merupakan desa besar yang terletak di sebelah timur Pulau Karimata. (Foto : Ian Imaru)

new1.jpg

Dalam sehari, Ugay yang dibantu beberapa anak buahnya, dapat menyelesaikan sekitar sepuluh buah bubuh. (Foto : Ian Imaru)

new2.jpg

Penyelam menggunakan selang dari kompresor untuk menurunkan bubuh ke dalam laut. (Foto : Ian Imaru)

Duan Wu Jie di Sungai Kapuas

Pontianak Bop. Rabu (16/6) warga Tionghoa di Pontianak merayakan Hari Raya Duan Wu Jie, dengan mandi massal di Sungai Kapuas. Mandi massal ini di mulai dari pukul 12.00 hingga pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh kaum tua dan muda. Sebagian dari mereka ada yang mandi di tangga gertak (jembatan panjang yang terbuat dari papan kayu) dan ada pula yang menggunakan perahu untuk pergi ke tengah sungai dan kemudian mandi disana.

Hari Raya Duan Wu Jie oleh warga Tionghoa lebih dikenal dengan Hari Raya Wu Shi Shu. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, dengan mandi pada hari Wu Shi Shui, dapat menghilangkan segala kesialan dan membuang penyakit yang ada di dalam tubuh.
” Tradisi ini diwariskan dari nenek moyang kami yang setiap tahunnya dilaksanakan pada tanggal 5, bulan 5 tahun imlek,” ujar Apeng warga Jalan Tanjungpura.

Di negara lain, Duan Wu Jie atau Wu Shi Shu ini dijadikan festival yang sangat meriah dengan diadakannya perlombaan perahu naga. Meski dalam keadaan cuaca yang mendung dan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya warga Tionghoa Pontianak tetap menjalankan tradisi ini. (tri anto/16/6)

foto_1.jpg

Dengan menggunakan sampan, warga mandi di tengah Sungai Kapuas. (foto : Tri Anto)

foto_2.jpg

Wu Shi Shui merupakan tradisi turun temurun yang jatuh setiap tanggal 5, bulan 5, tahun imlek. (foto : Tri Anto)

foto_3.jpg

Diyakini dapat membuang nasib buruk dan penyakit di dalam tubuh. (foto : Tri Anto)

foto_4.jpg

Tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. (foto : Tri Anto)

foto_5.jpg

Wu Shi Shui tahun ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 16, bulan Juni, tahun 2010. (Foto : Tri Anto)

Demam Piala Dunia

Pagelaran Piala Dunia yang telah lama ditunggu-tunggu oleh berjuta manusia di planet ini akhirnya datang juga. Afrika Selatan akan menyita seluruh perhatian dunia dengan adanya event besar ini.
Tidak berbeda dengan situasi di kota-kota lain di Indonesia, Jum’at (11/6) malam, warga Pontianak gencar menyesaki warung kopi atau cafe yang menyediakan fasilitas nonton bareng piala dunia. Bahkan saat pertandingan Afrika Selatan melawan Meksiko disiarkan, sebuah tempat cuci mobil di Jalan HM. Soewignyo disulap menjadi lokasi nonton bareng yang otomatis menyedot perhatian banyak warga.
Jalan Gajah Mada menjadi kawasan yang paling ramai dikunjungi warga untuk menyaksikan pertandingan Afrika Selatan kontra Meksiko. Fasilitas seperti televisi dan proyektor yang menggunakan layar besar memang telah dipersiapkan oleh pemilik warung kopi atau cafe yang tentu saja dapat mengundang banyak pelanggan. (mumu/11/06)

resize_1.jpg

Agenda sepak bola terbesar ini menjadi acara yang paling banyak di tonton oleh semua orang di dunia. (Foto : Tri Anto)

resize_2.jpg

Piala Dunia 2010 adalah piala dunia yang pertama kalinya digelar di Benua Afrika. (Foto : Tri Anto)

resize_3.jpg

Sorak sorai para penonton saat Afrika Selatan berhasil menjebol gawang Meksiko. (Foto : Tri Anto)

resize_4.jpg

Tempat-tempat hang out yang ditambahi fasilitas nonton bareng, diprediksi akan terus dibanjiri pengunjung hingga akhir piala dunia. (Foto : Tri Anto)

Pekan Gawai Dayak 2010

Pontianak Bop.(20/5)  Pekan Gawai Dayak 2010 ke-25 kembali diselenggarakan. Acara ini merupakan event tahunan yang  dipusatkan di Rumah Adat Betang hingga 24 Mei nanti.

Pekan Gawai Dayak kali ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat  yang juga dihadiri Kapolda Kalbar brigjen Erwin TPL Tobing, Dewan Adat Dayak, pejabat-pejabat pemerintahan Kalimantan Barat  dan delegasi dari Serawak .
Seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan Parade Budaya dengan menggunakan baju khas daerah seperti baju adat Dayak, Cina dan Melayu. Parade menggunakan mobil hias yang diikuti berbagai sanggar. Melewati Jalan A Yani, Tanjungpura, Gajah Mada dan kembali lagi ke Rumah Adat Bentang melewati Jalan Sutoyo.
Berbagai acara dan lomba dilaksanakan  dalam Pekan Gawai Dayak kali ini seperti, pemilihan putra dan putri gawai, lomba menyanyikan lagu-lagu Dayak lomba permainan rakyat,  menyumpit,  lomba busana adat Dayak,  memahat patung, melukis perisai dan banyak lagi acara yang di adakan.
Sekitar lokasi Rumah Adat Betang,  kita juga dapat membeli berbagai cinderamata seperti pakaian dan berbagai kerajinan tangan khas Kalimantan Barat.  Selain itu juga terdapat stan kuliner dan stan sanggar-sanggar  kesenian. Menurut Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Thadeus Yus
“Gawai Dayak Merupakan acara adat masyarakat Dayak untuk menyambut pesta panen padi dan sebagai ucapkan rasa syukur kepada sang maha Pencipta  sekaligus untuk mempererat hubungan persaudaraan dan solidaritas. Subsuku Dayak itu sangatlah banyak, namun tidak semuanya hadir disebabkan beberapa daerah tidak ikut dalam pekan gawai kali ini. Semoga tahun-tahun berikutnya semua dapat dihadirkan disini,” paparnya.(tri/20/05)

pemotongan_bambu__oleh_Gubernur_Kalbar_saat_pembukaan_pekan_Gawai_ke_25.foto_tri.JPG

Pemotongan bambu oleh Gubernur Kalbar saat pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-25.(foto : Tri)

Tari_penyambutan_kedatangan__Gubernur_kalbar_dan_rombongan.jpg

Tari penyambutan datangnya Gubernur Kalbar dan rombongan. (Foto : tri)

Taria_selamat_datang__untuk_menyambut__tamu_tamu_dan_undangan_yang_hadir_pada_pekan_gawai_dayak.foto_tri.JPG

Tarian selamat datang untuk menyambut tamu-tamu dan undangan yang hadir pada pembukaan Pekan Gawai Dayak. (foto : tri)

Turis_asing_juga__hadir_untuk_menyaksikan_pembukaan_pekan_gawai_dayak_ke_25.foto_tri.JPG

Turis asing juga hadir untuk menyaksikan dan mengabadikan momen pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-25. (foto : tri)

putra_dan_putri_gawai_dayak__2010__bersama_udangan_yang_hadir_pada_pekan_gwai_dayak_menyantap__hidangan_di_rumah_bentang_..jpg

Putra dan putri Gawai Dayak 2010. (foto :tri)

Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi

Pontianak BoP. Minggu (09/05) lomba gambar “Peta” untuk anak diselenggarakan di Fakultas Pertanian Unversitas Tanjungpura. Peserta dari lomba gambar yang mengangkat tema “Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi” ini merupakan agenda tetap Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). Dibagi menjadi dua kelompok umur, yaitu kelomok SD (umur 12 tahun) dan kelompok SMP (umur 13-14).
Sasaran pelaksanaan lomba gambar adalah seluruh anak (dibawah umur 15 tahun) di Indonesia tanpa terkecuali, baik di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan seterusnya. Baik yang berada di bangku sekolah maupun yang tidak sekolah.
Agenda yang diselenggarakan dua tahun sekali ini pertama kali dilangsungkan pada tahun 2003. Pada tahun 2011 mendatang, akan diselenggarakan pada bulan Mei di Paris, Perancis. (mumu/09/05)

resize_1.jpg

Lomba menggambar “PETA” untuk anak bertujuan memberikan gambaran sejak dini tentang peta bagi anak-anak sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air, meningkatkan pengetahuan, ide dan kreatifitas anak-anak tentang peta dan meningkatkan daya saing anak. (foto : mumu)

resize_2.jpg

Dewan juri. (ka-ki) Saut Miduk (IKJ), Yanuar Ahadin (seniman Kalimantan Barat) dan Dr. Sri Handoyo M. App, Sc. (foto : mumu)

resize_3.jpg

Gambar harus bisa menyampaikan pesan dari tema, kreatifitas dan teknik menggambar secara umum adalah tiga hal yang menjadi penilaian dari dewan juri. (foto : mumu)

resize_4.jpg

Pemutaran film tentang peta oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). (foto : mumu)

resize_5.jpg

Para pemenang dari kelompok SD. Alyurosa Taqwariva dari SD Al-Azhar (Juara Harapan I), Asfia Radhya Rahima dari SD Bawamai (Juara Harapan II), Veren dari SD Karya Yosef (Juara I), Karen dari SD Karya Yosef (Juara II) dan Bryan Jevoncia dari SD Suster (Juara III). (foto : mumu)

resize_6.jpg

Para pemenang dari kelompok SMP. Ellen Claresta dari SMP Karya Yosef (Juara Harapan I), Hovela dari SMP Santo Petrus (Juara Harapan II), Ninne Nabila Aztari dari SMP Al-Azhar (Juara I), Chairunnisa Anindita Putri dari SMP Negeri 3 Pontianak (Juara II) dan Reinaldo Maulim dari SMP Tunas Bangsa (Juara III). (foto : mumu)

Aksi Damai di Hari Buruh

Pontianak Bop.(1/5) Hari buruh sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Mei, diperingati dengan aksi damai oleh massa yang tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja, aksi ini dimulai pada pukul 09.30 wib.

_MG_9237.JPG

Massa tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja. Foto : Tri Anto

_MG_9243.JPG

Menginginkan kesejahteraan bagi parah buruh dan rakyat kecil. Foto oleh Tri Anto

Aksi yang diawali dengan long march dari Tugu Digulis. Dalam aksinya,  mereka menginginkan kesejahteraan bagi parah buruh dan rakyat kecil. Selain itu juga dalam aksi ini mereka meminta di bubarkannya Satpol PP yang dianggap telah melakukan penindasan terhadap kaum kecil, yaitu penggusuran paksa pedagang .Menurut salah seorang yang ikut dalam aksi ini ” salah satu penyebab, terjadinya kesenjangan yang dirasakan buruh, kaum tani, masyarakat adat, kaum nelayan dan rakyat pekerja Indonesia, merupakan dampak sistem kapitalis, lewat perusahaan-perusaan, dengan upah yang rendah, jam kerja tinggi, tidak ada izin cuti sakit, wajib kerja pada hari-hari besar, tidak di bayarnya uang lembur dan yang paling parah lagi yaitu PHK masal.

Selain kapitalis pemeritah juga kurang memperhatikan nasib buruh. Selain itu permerintah yang kurang respon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan peribadi dari jabatan mereka. Terlihat suburnya korupsi yang terjadi di Indonesia baik itu yang dilakukan eksekutif, legeslatif dan juga yudikatif,” paparnya.

_MG_9276.JPG

Permerintah dinilai kurang merespon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan pribadi dari jabatan mereka. Foto oleh Tri Anto

_MG_9279.JPG

Aksi teatrikal yang mengangkat tema rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar di negeri ini. Foto oleh Tri Anto

Tidak hanya melakukan orasi, massa juga melakukan aksi teatrikal yang mengangkat tema, rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar dinegeri ini.Salah seorang koordinator aksi, Syaiful Bahari mengatakan, ” Kekayaan yang melipah di negeri ini yang seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia, tapi kenyataannya kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya masih di bawah rata-rata disebabkan upah minimum yang masih di bawah standar yang menyebabkan buruknya pendapata para buruh.”
Setelah puas melakukan orasinya di bundaran Tugu Digulis, mereka menuju gedung DPRD Provinsi Kalbar untuk menemui anggota dewan. melewati Jalan Ahmad Yani, mereka singgah di depan gedung kantor Gubernur Kalbar dan juga sempat melakukan orasi. Setelah sampai di gedung DPRD Provinsi Kalbar, massa langsung berorasi kembali. Awalnya tidak ada satupun anggota dewan yang terlihat. Beberapa menit kemudian datang perwakilan anggota dewan yang menemui massa. Sedangkan anggota dewan yang lain libur. Satu persatu wakil dari setiap masa meyampaikan orasinya dan juga pernyataan sikap bersama. ” Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik.”(2/05/Tri Anto)

_MG_9301.JPG

Berorasi di Gedung DPRD Provinsi Kalbar. Foto oleh Tri anto

_MG_9309.JPG

Pernyataan sikap bersama. " Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik. Foto oleh Tri Anto

Olympiade OlahRaga Siswa Tingkat Kecamatan Se-Terentang

Terentang (BOP). Untuk menghadapi Olympiade Olah Raga Siswa ( OOS ) tingkat Kabupaten Kubu Raya. Terentang,  turut serta  mempersiapkan Atletnya dengan mengadakan Olympiade OlahRaga Siswa tingkat kecamatan se-Kecamatan Terentang yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 20 maret  2010 yang diadakan di Desa Sungai Dungun Kecamatan Terentang Kab. Kubu Raya. Acara yang berlangsung meriahini juga dihadiri masyarakat diluar desa Sui. Dungung serta   Kepala Desa Sekecamatan Terentang.    Dalam laporannya Bapak Edy Fahrizal Spd selaku ketua BAPOPSI dan juga merangkap sebagai KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Terentang, Tujuan ini diadakan untuk mencari Bibit-bibit Atlet OOS untuk diberangkatkan di tingkat Kabupaten Kubu Raya pada April 2010 mendatang, Beliau berharap Atlet Terentang mampu mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu seperti; volly Ball Putri yang meraih medali emas, Volly Ball Putra meraih medali perak, Atletik Putra/Putri meraih medali mas, Tenis Meja Putra juara II dan Putri Juara I, Catur Putri Juara Pertama Ranang Putri medali mas Putra medali perak, dan yang lolos ketingkat Nasional seperti Volly Putri 2 orang atletik Putri 1 orang (Firdaus).

102_1105.jpg

Olympiade Olah Raga Siswa di ikuti oleh 20 SD Se-Kecamatan Terentang dengan 402 Atlet dan 101 Official (Photo : Firdaus )

102_1110.jpg

Olympiade olah raga Siswa mempertandingkan 9 cabang perlombaan diantaranya Tenis Meja Putra/Putri, Sepak Bola Mini Putra, Volly Ball Putra/Putri, Sepak Takrau Putra, Catur Putra/Putri, Bulu Tangkis Putra/Putri, Atletik Putra Putri, Renang Putra/Putri, Bridge (Photo : Firdaus )

102_1123.jpg

Turut hadir kepala Desa diseluruh Kecamatan Terentang serta undangan (Photo Firdaus)

102_1132.jpg

Bapak Camat Terentang Rasudi S.Sos meberikan kata sambutan sekaligus membuka OOS Se-Kecamatan Terentang (Photo : Firdaus )

102_1139.jpg

Diharapkan muncul bibit - bibit atlet baru yag dimiliki kecamatan Terentang agar dapat lebih di perhitungkan (Photo : Firdaus)

102_1184.jpg

Penyelenggaraan OOS kali ini menghadirkan beberapa kesenian yang ada didesa antara lain Kuda Lumping, Tari Jonggan, Tari Cindai dan Tari Patung (photo : Firdaus)

102_1173.jpg

Atusiasme warga menambah semarak acara pembukaan OSS se-kecamatan Terentang (Photo : Firdaus )

102_1161.jpg

olimpiade ini tidak hanya olah raga namun kesenian turut serta antara lain yaitu Nyanyi Solo Putra/Putri, Puisi Putra/ Putri dan Keterampilan Kria ( Gabungan ) Putra (Photo : Firdaus )

102_1159.jpg

Ragam budaya Hadir di pembukaan OSS Se-kecamatan Terentang (Photo : Firdaus)

102_1152.jpg

Regenerasi sangat perlu dilakukan serta mendapat dukungan dari berbagai pihak agar terus bisa berprestasi (Photo : Firdaus )

Penutupan MTQ Kendawangan

Kendawangan BoP. Setelah dari tanggal 6-9 Maret 2010 para Khafilah-Khafilah bertanding di MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Ketapang di Kecamatan Kendawangan, malam ini (10/3) menjadi puncak acara MTQ XXIII. Pukul 19.30 Halaman SMAN 1 Kendawangan sudah dipenuhi pengunjung, undangan, dan khafilah-khafilah untuk mendengar keputusan dewan hakim MTQ XXIII. Tak lama berselang, Bupati Ketapang berserta Istri datang dan disambut dengan tari-tarian sebelum naik ke panggung MTQ.

Tari-tarian menyambut kedatangan Bupati Ketapang (photo: Ande)

Camat Kendawangan, Herwansayah S.Sos, M.Si, membuka kata sambutannya. Beliau mengatakan bahwa pelaksanaan MTQ XXIII Kendawangan kali ini berjalan sukses, hal ini bisa dilihat dari tersedianya tempat penginapan bagi para khafilah, konsumsi yang cukup, sarana transportasi untuk mengantar para khafilah ke tempat perlombaan, kerja panitia yang baik, dan yang terpenting adalah dewan hakim MTQ yang telah menilai para khafilah sehingga nantinya di dapat hasil/pemenang yang terbaik dari MTQ kali ini.

Hal yang senada juga disampaikan oleh ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, Habib Hazan. Beliau bangga dengan peningkatan yang ada di MTQ kali ini, baik dari jumlah peserta, nilai prestasi, hadiah, dan kualitas bacaan dari Qori-Qoriah yang juga nantinya menjadi modal Kabupaten Ketapang untuk mengikuti MTQ Tingkat Propinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Landak.

Acara berlanjut ke bagian yang paling di tunggu-tunggu para khafilah, pengunjung, dan para undangan yaitu pengumuman pemenang masing-masing cabang yang diperlombakan (Cabang Hifzil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khattil Qur’an, dan Cabang Tilawah Al-Qur’an) dan tentunya juara umum MTQ kali ini. Satu persatu pemenang dari masing-masing cabang disebutkan oleh Koordinator Dewan Hakim MTQ, Drs. H. M. Mansyur, M.Si, dan sorak-sorai gembira pun terdengar dari pemenang serta kecamatan pemenang masing-masing cabang. Acara pembacaan pemenang ini sempat terhenti karena listrik padam namun tak berlangsung lama karena berhasil diantisipasi dengan menggunakan genset. Puncaknya pengumuman juara umum MTQ kali ini yang berhasil direbut oleh Kecamatan Benua Kayong. Luapan gembira dan syukur dipanjatkan dari para Khafilah dan Official Kecamatan Benua Kayong. Penampilan Qori dan Qoriah terbaik cabang Tilawatil Qur’an golongan dewasa, Dedi Susanto dan Normah Umar yang juga mengisi acara penutupan MTQ ini memang menunjukkan mereka layak menjadi yang terbaik.

Dedi Susanto, dari Kecamatan Delta Pawan, mendapat predikat Qori terbaik Tilawatil Qur’andengan nilai 96,75 (photo: Ande)
Qoriah terbaik Tilawatil Qur’an, Normah Umar, dari Muara Pawan dengan skor 95 (photo: Ande)
Kata sambutan dari Bupati Ketapang sekaligus menutup MTQ kali ini (photo: Ande)

Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S,Pd. MH, dalam pidato penutupan MTQ, menyambut gembira hasil MTQ kali ini, beliau mengingkatkan para khafilah untuk mengamalkan apa yang mereka dapatkan. Beliau juga mengatakan bahwa perjuangan mereka masih panjang karena prestasi yang mereka dapatkan kali ini juga harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengikuti MTQ tingkat propinsi nanti. MTQ XXIII di Kendawangan ini resmi ditutup dengan membunyikan sirine yang diiringi dengan dimatikannya lampu Panggung MTQ, pesta kembang api, dan pembagian hadiah.

Kembang Api menambah semarak malam penutupan MTQ (photo: Ande)
Benua Kayong (kemeja corak insang biru) menjadi juara umum MTQ di Kendawangan.(Photo: Ande)
Senyum bahagia mewarnai para juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori (photo: Ande)

Pembukaan MTQ Kendawangan

Kendawangan, BoP. (6/3) Halaman SMAN 1 Kendawangan sekitar pukul 07.30 WIB mulai ramai oleh para pengunjung, para undangan, dan Kafilah-kafilah peserta MTQ dari 19 kecamatan sebanyak 339 orang yang terdiri dari 277 orang peserta dan 62 official dalam rangka kegiatan Pembukaan Pameran MTQ dan Pembukaan Pawai Ta’aruf MTQ XXIII tingkat Kabupaten Ketapang. Acara dibuka dengan sambutan Camat Kendawangan, Herwansyah dan dilanjutkan kata sambutan oleh Bupati Ketapang yang diwakili Sekda Ketapang, Drs. H. Bachtiar yang sekaligus membuka Pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta’aruf MTQ kali ini.

Kafilah-kafilah mulai berdatangan untuk menghadiri pembukaan pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta'aruf (photo: Ande)

Camat Kendawangan, Herwansyah memberikan kata sambutan (photo: Ande)

Sekda Ketapang, Drs. H. Bachtiar mewakili Bupati Kepatang yang berhalangan hadir untuk membuka pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta'aruf (Photo: Ande)

Pameran MTQ yang juga bertempat di halaman SMAN 1 Kendawangan ini diisi oleh PKK, Bank, Perusahaan Perkebunan, dan Perusahaan Pertambangan yang ada di Kendawangan. Setidaknya ada 11 stand yang terisi dalam MTQ di Kendawangan ini.

Sementara itu, Sekitar 19 kendaraan Pawai Ta’aruf yang membawa Kafilah-kafilah dari masing-masing kecamatan mulai beranjak dari halaman SMAN 1 Kendawangan diiringi tabuhan gendang hadrah menelusuri jalur Kantor Camat, Pasar Kendawangan, Pelabuhan Kendawangan Banjarsari, Masjid Hilaludin, SMKN 1 Kendawangan dan kembali finish di halaman SMAN 1 Kendawangan pada sekitar pukul 9.30 WIB yang menandakan selesainya acara Pembukaan Pameran dan Pawai Ta’aruf MTQ.

Sang Jawara MTQ XXII yang lalu menjadi tuang rumah MTQ kali ini (photo: Ande)

Pada malam harinya acara pembukaan MTQ yang dibuka secara resmi oleh Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S,Pd. MH. berlangsung cukup meriah yang diisi dengan penampilan tari, pesta kembang api, dan permainan gendang hadrah begitu pula dengan ramainya penonton yang memadati halaman SMAN1 Kendawangan. MTQ yang dihelat di Kecamatan pemenang MTQ XXII yang lalu ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 10 Maret 2010. Adapun cabang-cabang yang dipertandingkan antara lain; Cabang Hifzil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khattil Qur’an, dan Cabang Tilawah Al-Qur’an.

Bupati Ketapang, H. Morkes Effnedi, S,Pd. MH, hadir membuka MTQ XXIII di Kendawangan (photo: Ande)

Penampilan kesenian oleh masyarakat Kendawangan (photo: Ande)

Tarian-tarian menambah ramai suasana pembukaan MTQ (photo: Ande)

Penampilan tari dari siswi SMA menjadi puncak acara Pembukaan MTQ (photo: Ande)

« Previous PageNext Page »