Panjat Dinding Putri PORPROV Kalbar
July 28, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak BoP. Rabu (28/7), di halaman Gedung Olah Raga Pangsuma tengah berlangsung pertandingan cabang olahraga panjat dinding perorangan putri. Cabang olahraga pada event Pekan Olahraga Propinsi ini diikuti oleh Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Landak, kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kota Singkawang dan Kabupaten Pontianak.
Kamis (29/7) akan dilanjutkan dengan final nomor Boulder (jalur pendek), final Lead (rintisan) dan kualifikasi Speed(kecepatan). (mumu/28/7)
Perolehan Medali Sementara
BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRI PERORANGAN
Natalia (Kab.Bengkayang), medali emas.
Desi Tonita (Kab. Sambas), medali perak.
Eka (Kota Pontianak), medali perunggu.
BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRA BEREGU
Adhari, M. Tabi’in dan Andy Anwar (Kab. Sambas), medali emas.
Rahmad, Hendra Cipta dan Sazha Ade Norman (Kota Singkawang), medali perak.
Putra Hakiki, Julianto dan Feliks (Kota Pontianak), medali perunggu.
LEAD (RINTISAN) PUTRI BEREGU
Leliyah, Reza dan Diana (Kota Pontianak), medali emas.
Sri W. Wulandari, Lilis Setiawati dan Diana (Kab. Kapuas Hulu), medali perak.
Theresia Noberta, Ria Septiana dan Ernawati (Kab. Pontianak), medali perunggu.
BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRA PERORANGAN
Martholomeus (Kab. Kapuas Hulu), medali emas.
Angga (Kab. Pontianak), medali perak.
M.Tabi’in (Kab. Sambas), medali perunggu.
LEAD (RINTISAN) PUTRA BEREGU
Rifin, Ijul dan Taufik (Kab. Ketapang), medali emas.
Rahmad, Hendra dan Sazha (Kota Singkawang), medali perak.
P.Hakiki, Julianto dan Feliks (Kota Pontianak), medali perunggu.
LEAD (RINTISAN) PUTRI PERORANGAN
Vina Triyana (Kota Singklawang), medali emas.
Lilis Setiawati (Kab. Kapuas Hulu), medali perak.
Theresia Noberta (Kab. Pontianak), medali perunggu.

Kesuburannya tumbuh di banyak di daerah di Indonesia dikarenakan dinding panjat banyak didirikan di lingkungan kampus atau sekolah. (foto : mumu)

Meski dinilai lebih mudah jika dibandingkan dengan panjat tebing alam, setiap atlet dituntut untuk siap mental dan fisik. (foto : mumu)
Diskusi Santai Bersama Oscar Motuloh dan Risman Marah
July 26, 2010 | Oleh : Qnoy | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak, BOP. Sharing Santai dan Diskusi tentang fotografi kembali diadakan oleh School Of Rock Photography, bertempat di Rumah Mimpi, Taman Gita Nanda, Jalan A yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (25/07/2010) kemarin.
Sharing Santai & Diskusi Fotografi dimulai pukul 20.15 WIB. diawali dengan pemutaran film dokumenter "THE KAWAH IJEN WARRIORS" ( foto oleh : ande )
Oscar Motuloh-Kepala Museum dan Galeri Jurnalistik ANTARA, mengawali sharing & diskusi Fotografi dengan memutar film dokumenter “The Kawah Ijen Warriors”. Menceritakan tentang perjalanan 5 fotografer muda yang meliput segala kegiatan para penambang belerang disandingkan dengan slide foto-foto dari kelima fotografer tersebut kedalam film.
“Menentukan objek,memilah objek yang akan diambil, menentukan persiapan teknis,pendekatan yang benar akan menghasilkan sebuah karya dari sebuah esai foto yang bagus” kata nya, pada sesi diskusi.
"Fotografer digital yang baik akan mencari & menemukan warna digital itu sendiri". ( Foto Oleh : Zeinur,M )
"Fotografer yang liar akan mencari dan menemukan bentuk dari keliaran itu sendiri. Pada suatu titik dia akan menemukan bentuk yang berbeda hingga mendapatkan pengakuan dari orang lain". ( Foto Oleh : Ande )
Risman Marah-Dosen ISI Jogjakarta,juga menjadi pembicara pada sharing dan diskusi kali ini. Berbagai pengalaman tentang fotografi yang diceritakan oleh nya, salah satu nya adalah Pameran Fotografi Buta yang merupakan salah satu karya beliau yaitu karya-karya fotografi yang didokumentasikan oleh orang-orang buta. (Zeinur, M/26/07/2010)
Pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip Menjadi Pangdam XII Tanjungpura
July 3, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita
Jum’at (02/07) dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis MH beserta istri, unsur Muspida, Pejabat TNI, veteran dan seluruh Pangdam, upacara pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip menjadi Pangdam XII Tanjungpura berlangsung di depan Gedung Markas Komando Resort Militer (Makorem) 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak.
Setelah pelantikan usai digelar, acara kembali dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis seratus bola untuk pembinaan sepak bola KSAD Cup 2010. Berikutnya, para undangan upacara menyaksikan peletakan batu pertama di pembangunan gedung Markas Komando Daerah Militer (MAKODAM) yang letaknya tepat di belakang Gedung Makorem. (mumu/02/07)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI George Toisutta bertindak sebagai pemimpin upacara. Foto : Q-Noi

Peletakan baru pertama pembangunan gedung MAKODAM XII Tanjungpura oleh KSAD Jendral TNI George Toisutta. Foto : Sy. Afdhal Ghalib.
Terus Diburu, Satu Demi Satu Orangutan Tewas
June 21, 2010 | Oleh : Andi Fachrizal | Kategori : Photo dan Berita
INDUK orangutan tengah asyik menggendong sang anak ketika sebuah peluru tiba-tiba menyasar tubuhnya. Ia tak dapat mengelak. Orangutan sub-spesies Pongo pygmaeus pygmaeus pun tewas akibat ulah tiga pemburu dari Dusun Ukit-Ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).
Mengenaskan. Si induk primata ini tewas saat menggendong bayi yang masih berusia sekitar dua bulanan. Saat meregang nyawa, induk tersangkut di cabang pohon. Anaknya dilempar ke bawah dan terjerembab di tebing Sungai Jelia‘ yang berbatu. Beruntung, sang bayi orangutan masih dapat diselamatkan oleh pemburu lain.
Kini, bayi orangutan itu sudah berada di kediaman David Kiat (47), pemburu penyelamat itu, di Dusun Ukit-Ukit dalam keadaan memprihatinkan. Tangan kanannya terluka gores cukup parah. Di bagian paha hingga kaki kiri juga penuh luka. Ia hanya bisa meringis laiknya bayi manusia yang sedang menderita kesakitan.

David Kiat (47) berhasil menemukan anak orangutan di tubir jurang dan membawanya pulang. (foto : Andi Fachrizal)
Dalam suatu kesempatan berbincang, Jumat (11/6/2010) petang, David mengaku hanya berusaha menyelamatkan bayi orangutan itu. “Begitu mendengar informasi orangutan yang ditembak itu punya anak, saya langsung ke lokasi dan mencari anaknya. Sehari semalam saya baru bisa temukan di tubir jurang.”
Dia membawa dan memberikan pertolongan dengan obat kampung serta minuman susu sapi kental manis. “Rencananya saya pelihara sampai bisa cari makan sendiri. Kalau pemerintah atau LSM mau ambil, silakan. Biaya pemeliharaannya sangat tinggi,” ujar dia.

Untuk kepentingan konsumsi, perburuan orangutan masih lazim dilakukan oleh kelompok masyarakat yang gemar mengkonsumsi daging orangutan. (Foto : Andi Fachrizal)
David menjelaskan, pada 4 Juni lalu, dia bersama lima orang rekannya, masing-masing Zakariah, Fendi, Kaping, Jubang, dan Stave hendak berburu ke Sungai Jelia’. Ketika tiba di lokasi, mereka membagi diri dalam dua kelompok. “Saya bertiga dengan Zakariah dan Fendi. Sedangkan Kaping sekelompok dengan Jubang dan Stave.”
David telah mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menembak orangutan. Namun peringatan itu tidak diindahkan. Mereka tetap menembaki hingga mati. Perburuan seperti ini lazim dilakukan warga untuk kepentingan konsumsi. Masih ada kelompok masyarakat yang gemar mengonsumsi daging orangutan.

Betung Kerihun dan Danau Sentarum adalah dua taman nasional yang merupakan kantong habitat utama orangutan sub-jenis pongo pygmaues pygmaeus. (Foto : Andi Fachrizal)
Koordinator Spesies WWF Indonesia Program Kalbar, Albertus Tjiu mengatakan, peristiwa yang terjadi di Sungai Jelia’ merupakan pelajaran berharga bagi semua pihak betapa terancamnya satwa dilindungi itu. “Sub-jenis Pongo pygmaeus pygmaeus ini paling terancam di Kalbar dan hanya tersisa 14 persen dari total keseluruhan di Pulau Kalimantan,” katanya Sabtu (12/6/2010).
Albert mengatakan, kantong habitat utama orangutan jenis ini ada di dua taman nasional di Kapuas Hulu, yakni Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. “Kampanye lingkungan hidup guna membangun kesadaran masyarakat telah dilaksanakan oleh WWF ID sejak tiga tahun lalu. Kita libatkan Balai KSDA, jajaran kepolisian, TNI, kecamatan, dan aparat desa,” jelasnya. (Andi Fachrizal)
Pulau Karimata dan Kekayaan Lautnya
June 20, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita
Warga Desa Padang, kepulauan Karimata menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Kekayaan sumber daya alam hayati di kawasan ini dapat dilihat dari hamparan terumbu karangnya yang membentang luas. ikan Kerapuk adalah salah satu dari sekian banyak jenis ikan yang dijual nelayan Desa Padang hingga ke Belitung.
Proses penangkapan ikan pun masih menggunakan alat tradisional. Bubuh misalnya. Alat yang dipakai nelayan Desa Padang ini terbuat dari rotan yang dibentuk seperti kubus, diikat dengan menggunakan tali plastik dan setiap sisinya ditutupi kawat. (mumu/20/06)

Dalam sehari, Ugay yang dibantu beberapa anak buahnya, dapat menyelesaikan sekitar sepuluh buah bubuh. (Foto : Ian Imaru)
Duan Wu Jie di Sungai Kapuas
June 17, 2010 | Oleh : trie | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak Bop. Rabu (16/6) warga Tionghoa di Pontianak merayakan Hari Raya Duan Wu Jie, dengan mandi massal di Sungai Kapuas. Mandi massal ini di mulai dari pukul 12.00 hingga pukul 13.00 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh kaum tua dan muda. Sebagian dari mereka ada yang mandi di tangga gertak (jembatan panjang yang terbuat dari papan kayu) dan ada pula yang menggunakan perahu untuk pergi ke tengah sungai dan kemudian mandi disana.
Hari Raya Duan Wu Jie oleh warga Tionghoa lebih dikenal dengan Hari Raya Wu Shi Shu. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, dengan mandi pada hari Wu Shi Shui, dapat menghilangkan segala kesialan dan membuang penyakit yang ada di dalam tubuh.
” Tradisi ini diwariskan dari nenek moyang kami yang setiap tahunnya dilaksanakan pada tanggal 5, bulan 5 tahun imlek,” ujar Apeng warga Jalan Tanjungpura.
Di negara lain, Duan Wu Jie atau Wu Shi Shu ini dijadikan festival yang sangat meriah dengan diadakannya perlombaan perahu naga. Meski dalam keadaan cuaca yang mendung dan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya warga Tionghoa Pontianak tetap menjalankan tradisi ini. (tri anto/16/6)

Wu Shi Shui merupakan tradisi turun temurun yang jatuh setiap tanggal 5, bulan 5, tahun imlek. (foto : Tri Anto)
Demam Piala Dunia
June 12, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita
Pagelaran Piala Dunia yang telah lama ditunggu-tunggu oleh berjuta manusia di planet ini akhirnya datang juga. Afrika Selatan akan menyita seluruh perhatian dunia dengan adanya event besar ini.
Tidak berbeda dengan situasi di kota-kota lain di Indonesia, Jum’at (11/6) malam, warga Pontianak gencar menyesaki warung kopi atau cafe yang menyediakan fasilitas nonton bareng piala dunia. Bahkan saat pertandingan Afrika Selatan melawan Meksiko disiarkan, sebuah tempat cuci mobil di Jalan HM. Soewignyo disulap menjadi lokasi nonton bareng yang otomatis menyedot perhatian banyak warga.
Jalan Gajah Mada menjadi kawasan yang paling ramai dikunjungi warga untuk menyaksikan pertandingan Afrika Selatan kontra Meksiko. Fasilitas seperti televisi dan proyektor yang menggunakan layar besar memang telah dipersiapkan oleh pemilik warung kopi atau cafe yang tentu saja dapat mengundang banyak pelanggan. (mumu/11/06)

Agenda sepak bola terbesar ini menjadi acara yang paling banyak di tonton oleh semua orang di dunia. (Foto : Tri Anto)

Tempat-tempat hang out yang ditambahi fasilitas nonton bareng, diprediksi akan terus dibanjiri pengunjung hingga akhir piala dunia. (Foto : Tri Anto)
Pekan Gawai Dayak 2010
May 23, 2010 | Oleh : trie | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak Bop.(20/5) Pekan Gawai Dayak 2010 ke-25 kembali diselenggarakan. Acara ini merupakan event tahunan yang dipusatkan di Rumah Adat Betang hingga 24 Mei nanti.
Pekan Gawai Dayak kali ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat yang juga dihadiri Kapolda Kalbar brigjen Erwin TPL Tobing, Dewan Adat Dayak, pejabat-pejabat pemerintahan Kalimantan Barat dan delegasi dari Serawak .
Seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan Parade Budaya dengan menggunakan baju khas daerah seperti baju adat Dayak, Cina dan Melayu. Parade menggunakan mobil hias yang diikuti berbagai sanggar. Melewati Jalan A Yani, Tanjungpura, Gajah Mada dan kembali lagi ke Rumah Adat Bentang melewati Jalan Sutoyo.
Berbagai acara dan lomba dilaksanakan dalam Pekan Gawai Dayak kali ini seperti, pemilihan putra dan putri gawai, lomba menyanyikan lagu-lagu Dayak lomba permainan rakyat, menyumpit, lomba busana adat Dayak, memahat patung, melukis perisai dan banyak lagi acara yang di adakan.
Sekitar lokasi Rumah Adat Betang, kita juga dapat membeli berbagai cinderamata seperti pakaian dan berbagai kerajinan tangan khas Kalimantan Barat. Selain itu juga terdapat stan kuliner dan stan sanggar-sanggar kesenian. Menurut Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Thadeus Yus
“Gawai Dayak Merupakan acara adat masyarakat Dayak untuk menyambut pesta panen padi dan sebagai ucapkan rasa syukur kepada sang maha Pencipta sekaligus untuk mempererat hubungan persaudaraan dan solidaritas. Subsuku Dayak itu sangatlah banyak, namun tidak semuanya hadir disebabkan beberapa daerah tidak ikut dalam pekan gawai kali ini. Semoga tahun-tahun berikutnya semua dapat dihadirkan disini,” paparnya.(tri/20/05)
Tarian selamat datang untuk menyambut tamu-tamu dan undangan yang hadir pada pembukaan Pekan Gawai Dayak. (foto : tri)
Turis asing juga hadir untuk menyaksikan dan mengabadikan momen pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-25. (foto : tri)
Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi
May 10, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak BoP. Minggu (09/05) lomba gambar “Peta” untuk anak diselenggarakan di Fakultas Pertanian Unversitas Tanjungpura. Peserta dari lomba gambar yang mengangkat tema “Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi” ini merupakan agenda tetap Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). Dibagi menjadi dua kelompok umur, yaitu kelomok SD (umur 12 tahun) dan kelompok SMP (umur 13-14).
Sasaran pelaksanaan lomba gambar adalah seluruh anak (dibawah umur 15 tahun) di Indonesia tanpa terkecuali, baik di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan seterusnya. Baik yang berada di bangku sekolah maupun yang tidak sekolah.
Agenda yang diselenggarakan dua tahun sekali ini pertama kali dilangsungkan pada tahun 2003. Pada tahun 2011 mendatang, akan diselenggarakan pada bulan Mei di Paris, Perancis. (mumu/09/05)

Lomba menggambar “PETA” untuk anak bertujuan memberikan gambaran sejak dini tentang peta bagi anak-anak sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air, meningkatkan pengetahuan, ide dan kreatifitas anak-anak tentang peta dan meningkatkan daya saing anak. (foto : mumu)

Dewan juri. (ka-ki) Saut Miduk (IKJ), Yanuar Ahadin (seniman Kalimantan Barat) dan Dr. Sri Handoyo M. App, Sc. (foto : mumu)

Gambar harus bisa menyampaikan pesan dari tema, kreatifitas dan teknik menggambar secara umum adalah tiga hal yang menjadi penilaian dari dewan juri. (foto : mumu)

Pemutaran film tentang peta oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). (foto : mumu)

Para pemenang dari kelompok SD. Alyurosa Taqwariva dari SD Al-Azhar (Juara Harapan I), Asfia Radhya Rahima dari SD Bawamai (Juara Harapan II), Veren dari SD Karya Yosef (Juara I), Karen dari SD Karya Yosef (Juara II) dan Bryan Jevoncia dari SD Suster (Juara III). (foto : mumu)

Para pemenang dari kelompok SMP. Ellen Claresta dari SMP Karya Yosef (Juara Harapan I), Hovela dari SMP Santo Petrus (Juara Harapan II), Ninne Nabila Aztari dari SMP Al-Azhar (Juara I), Chairunnisa Anindita Putri dari SMP Negeri 3 Pontianak (Juara II) dan Reinaldo Maulim dari SMP Tunas Bangsa (Juara III). (foto : mumu)
Aksi Damai di Hari Buruh
May 3, 2010 | Oleh : trie | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak Bop.(1/5) Hari buruh sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Mei, diperingati dengan aksi damai oleh massa yang tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja, aksi ini dimulai pada pukul 09.30 wib.
Massa tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja. Foto : Tri Anto
Aksi yang diawali dengan long march dari Tugu Digulis. Dalam aksinya, mereka menginginkan kesejahteraan bagi parah buruh dan rakyat kecil. Selain itu juga dalam aksi ini mereka meminta di bubarkannya Satpol PP yang dianggap telah melakukan penindasan terhadap kaum kecil, yaitu penggusuran paksa pedagang .Menurut salah seorang yang ikut dalam aksi ini ” salah satu penyebab, terjadinya kesenjangan yang dirasakan buruh, kaum tani, masyarakat adat, kaum nelayan dan rakyat pekerja Indonesia, merupakan dampak sistem kapitalis, lewat perusahaan-perusaan, dengan upah yang rendah, jam kerja tinggi, tidak ada izin cuti sakit, wajib kerja pada hari-hari besar, tidak di bayarnya uang lembur dan yang paling parah lagi yaitu PHK masal.
Selain kapitalis pemeritah juga kurang memperhatikan nasib buruh. Selain itu permerintah yang kurang respon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan peribadi dari jabatan mereka. Terlihat suburnya korupsi yang terjadi di Indonesia baik itu yang dilakukan eksekutif, legeslatif dan juga yudikatif,” paparnya.
Permerintah dinilai kurang merespon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan pribadi dari jabatan mereka. Foto oleh Tri Anto
Aksi teatrikal yang mengangkat tema rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar di negeri ini. Foto oleh Tri Anto
Tidak hanya melakukan orasi, massa juga melakukan aksi teatrikal yang mengangkat tema, rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar dinegeri ini.Salah seorang koordinator aksi, Syaiful Bahari mengatakan, ” Kekayaan yang melipah di negeri ini yang seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia, tapi kenyataannya kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya masih di bawah rata-rata disebabkan upah minimum yang masih di bawah standar yang menyebabkan buruknya pendapata para buruh.”
Setelah puas melakukan orasinya di bundaran Tugu Digulis, mereka menuju gedung DPRD Provinsi Kalbar untuk menemui anggota dewan. melewati Jalan Ahmad Yani, mereka singgah di depan gedung kantor Gubernur Kalbar dan juga sempat melakukan orasi. Setelah sampai di gedung DPRD Provinsi Kalbar, massa langsung berorasi kembali. Awalnya tidak ada satupun anggota dewan yang terlihat. Beberapa menit kemudian datang perwakilan anggota dewan yang menemui massa. Sedangkan anggota dewan yang lain libur. Satu persatu wakil dari setiap masa meyampaikan orasinya dan juga pernyataan sikap bersama. ” Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik.”(2/05/Tri Anto)
Pernyataan sikap bersama. " Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik. Foto oleh Tri Anto
Olympiade OlahRaga Siswa Tingkat Kecamatan Se-Terentang
March 22, 2010 | Oleh : fir daus | Kategori : Photo dan Berita
Terentang (BOP). Untuk menghadapi Olympiade Olah Raga Siswa ( OOS ) tingkat Kabupaten Kubu Raya. Terentang, turut serta mempersiapkan Atletnya dengan mengadakan Olympiade OlahRaga Siswa tingkat kecamatan se-Kecamatan Terentang yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 20 maret 2010 yang diadakan di Desa Sungai Dungun Kecamatan Terentang Kab. Kubu Raya. Acara yang berlangsung meriahini juga dihadiri masyarakat diluar desa Sui. Dungung serta Kepala Desa Sekecamatan Terentang. Dalam laporannya Bapak Edy Fahrizal Spd selaku ketua BAPOPSI dan juga merangkap sebagai KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Terentang, Tujuan ini diadakan untuk mencari Bibit-bibit Atlet OOS untuk diberangkatkan di tingkat Kabupaten Kubu Raya pada April 2010 mendatang, Beliau berharap Atlet Terentang mampu mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu seperti; volly Ball Putri yang meraih medali emas, Volly Ball Putra meraih medali perak, Atletik Putra/Putri meraih medali mas, Tenis Meja Putra juara II dan Putri Juara I, Catur Putri Juara Pertama Ranang Putri medali mas Putra medali perak, dan yang lolos ketingkat Nasional seperti Volly Putri 2 orang atletik Putri 1 orang (Firdaus).

Olympiade Olah Raga Siswa di ikuti oleh 20 SD Se-Kecamatan Terentang dengan 402 Atlet dan 101 Official (Photo : Firdaus )

Olympiade olah raga Siswa mempertandingkan 9 cabang perlombaan diantaranya Tenis Meja Putra/Putri, Sepak Bola Mini Putra, Volly Ball Putra/Putri, Sepak Takrau Putra, Catur Putra/Putri, Bulu Tangkis Putra/Putri, Atletik Putra Putri, Renang Putra/Putri, Bridge (Photo : Firdaus )

Turut hadir kepala Desa diseluruh Kecamatan Terentang serta undangan (Photo Firdaus)

Bapak Camat Terentang Rasudi S.Sos meberikan kata sambutan sekaligus membuka OOS Se-Kecamatan Terentang (Photo : Firdaus )

Diharapkan muncul bibit - bibit atlet baru yag dimiliki kecamatan Terentang agar dapat lebih di perhitungkan (Photo : Firdaus)

Penyelenggaraan OOS kali ini menghadirkan beberapa kesenian yang ada didesa antara lain Kuda Lumping, Tari Jonggan, Tari Cindai dan Tari Patung (photo : Firdaus)

Atusiasme warga menambah semarak acara pembukaan OSS se-kecamatan Terentang (Photo : Firdaus )

olimpiade ini tidak hanya olah raga namun kesenian turut serta antara lain yaitu Nyanyi Solo Putra/Putri, Puisi Putra/ Putri dan Keterampilan Kria ( Gabungan ) Putra (Photo : Firdaus )

Ragam budaya Hadir di pembukaan OSS Se-kecamatan Terentang (Photo : Firdaus)

Regenerasi sangat perlu dilakukan serta mendapat dukungan dari berbagai pihak agar terus bisa berprestasi (Photo : Firdaus )




















