Bookmark and Share

Images by tri_xzx

Pontianak 22 Desember 2009

Pontianak.Bop. Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, lembaga Kemuslimatan Se-LDK kota Pontianak dan Jarmusda melakukan membagian bunga dan Aksi damai di bundaran Tugu Digulis. Dalam aksinya para kaum hawa ini meneriakan, ucapan terimakasih kepada ibu dan mengajak semua wanita untuk menjadi generasi ibu yang bermoral, menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan terhadap kaum ibu, para calon ibu, dan mengajak semua komponen untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan ibu.  Menurut Imas Rasyana sebagai Agitator dalam aksi ini” undang-undang terhadap perlindungan wanita masih kurang dan nasib wanita Indonesia masih kurang di perhatikan oleh pemerintah, terlihat kasus trafficking, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dan penidasan terhadap wanita semangkin meningkat , seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut “ ujarnya. Aksi ini berahir pada pukul 17.21 dan rombongan berkumpul didepan Mesjid Al-Muhtadin, Komplek UNTAN dan di tutup dengan doa.

_MG_4529_copy.jpg

Sebelum turun kejalan para kaum hawa berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dari agritator agar berjalan kondusif (photo : ilham candra )

_MG_4528_copy.jpg

semangat perjuangan kaum hawa patut diteladani (photo : ilham C.)

_MG_4523_copy.jpg

pembagian bunga juga dibagikan sebagai simbol peringatan hari Ibu (Photo : Ilham C. )

_MG_4521_copy.jpg

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga ) menjadi fokus aksi damai peringatan hari ibu ( Photo : Ilham C. )

_MG_4526_copy.jpg

Setelah selesai peserta aksi kembali ke mesjid Muhtadin Untan dan diakhiri dengan doa bersama (Photo : Ilham C. )

Hari Pohon Sedunia

BoP.karimunting. Sakawana kalbar, wwf indonesia, borneo photography, papeling bengkayang, pol air, mahasiswa STKIP jurusan sejarah dan masyarakat sekitar mengadakan kegiatan penanaman Mangrove di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Menurut Adria Soe selaku ketua Sakawana kalbar kegiatan ini dilaksanakan untuk Memperingati hari pohon sedunia,yang jatuh pada tanggal 21 November dan kegiatan tersebut dilakukan rutin setiap tahun. Lokasi penanaman di pesisir pantai desa kalimunting kecamatan Sui raya kepulauan Sekitar 80 orang yang ikut dalam kegiatan ini.Mangrove yang di tanam kali ini sekitar 2000 pohon, bakau dan juga Api-api, ujar Dwi Suprapti, staf monitoring Wwf. Sebelum melaksanakan penanaman pohon dwi Suprapti melakukan briefing singkat tetang tatacara penanaman pohon mangrove. Setelah briefing, peserta lansung turun untuk melakukan penanaman pohon di lokasi yang telah di tentukan.

Andria Soe, ketua Sakawana kalbar terlihat sedang membawa bibit mangrove (photo M Zeinur, 2009).jpg

Andria Soe, ketua Sakawana kalbar terlihat sedang membawa bibit mangrove (photo M Zeinur, 2009)

Bibit mangrove diangkut menuju tepi pantai oleh peserta (photo M Zeinur, 2009).jpg

Bibit mangrove diangkut menuju tepi pantai oleh peserta (photo M Zeinur, 2009).jpg

Direktur WWF Indonesia Program Kalbar, Hermayani Putra, ikut penaman Bibit mangrove ( foto Eko Suryanto Daulay, 2009).jpg

Direktur WWF Indonesia Program Kalbar, Hermayani Putra, ikut penaman Bibit mangrove ( foto Eko Suryanto Daulay, 2009).jpg

Masyarakat desa Karimunting yang ikut dalam kegiatan penanaman pohon mangrove (Photo Sy. Afdhal, 2009).jpg

Masyarakat desa Karimunting yang ikut dalam kegiatan penanaman pohon mangrove (Photo Sy. Afdhal, 2009).jpg

antusias Mahasiswa STKI jurusan sejarah dalam kegiatan penanamn mangrove di desa karimunting (sinatrya ananda, 2009).jpg

antusias Mahasiswa STKI jurusan sejarah dalam kegiatan penanamn mangrove di desa karimunting (sinatrya ananda, 2009).jpg

briefing singkat,oleh Dwi Suprapti, tetang cara penanaman pohon mangrove (photo Muhammad Ihsan Alfikar, 2009 ).jpg

briefing singkat,oleh Dwi Suprapti, tetang cara penanaman pohon mangrove (photo Muhammad Ihsan Alfikar, 2009 ).jpg

breafing yang di berikan oleh anggota Sakawana (Foto Ilham Chandra,2009).jpg

breafing yang di berikan oleh anggota Sakawana (Foto Ilham Chandra,2009).jpg

mahasiswa STKIP Jurusan sejarah, sedang membawa bibit mangrove (photo Muhammad Ihsan Alfikar, 2009 ).jpg

mahasiswa STKIP Jurusan sejarah, sedang membawa bibit mangrove (photo Muhammad Ihsan Alfikar, 2009 ).jpg

tetap semangat, salah satu anggota sakana kalbar melakukan penanaman magrove (photo M Zeinur, 2009).jpg

tetap semangat, salah satu anggota sakana kalbar melakukan penanaman magrove (photo M Zeinur, 2009).jpg

anggota Pemuda Pecinta Lingkungan (Pepeling) Kabupaten Bengkayang terlihat sedang menancapkan batang penyanggah bibit mangrove.jpg

anggota Pemuda Pecinta Lingkungan (Pepeling) Kabupaten Bengkayang terlihat sedang menancapkan batang penyanggah bibit mangrove.jpg

salah satu anggota borneo photography yang ikut serta dalam kegiatan penanam pohon Bakau(foto sinatrya ananda, 2009).jpg

salah satu anggota borneo photography yang ikut serta dalam kegiatan penanam pohon Bakau(foto sinatrya ananda, 2009).jpg

Persipon VS Jakarta Timur FC

Pertandingan antara kesebelasan Persipon (Persatuan Sepak Bola Pontianak) melawan Jakarta Timur FC yang di gelar di Stadion Kebon Sajoek Pontianak, sabtu pada pertandingan Liga Indonesia divisi satu. Pertandingan yang sempat diguyur hujan gerimis berlangsung alot, pertandingan tersebut berhasil dimenangkan oleh persipon dengan skor 2-1. Di tonton oleh ribuan pendukung Persipon yang di sebut Elang Khatulistiwa, sempat bersitegang antar suporter dan polisi yang mengamankan pertadingan, menurut ketua Tim suporter Elang Khatulistiwa Satria Mulyadi, siap menenangkan para suporter yang bersikap anarkis “mungkin mereka berbuat begitu karena semangat yang mengebu-gebu” jelas nya. Pada babak pertama pada menit ke 21, Persipon mencetak gol pertama melalui tendangan pinalti Gito Prasetyo yang bernomor punggung 10, pada babak kedua menit ke 49,Jakarta timur Fc berhasil menyamai kedudukan lewat tendangan Imat Rohimat bernomor punggung 12, pada menit 79 Persipon kembali unggul, lewat tendangan penalti Panji Hidayat bernomor punggung 5 dan berhasil menambah skor untuk timnya menjadi 2-1. Hingga pertadingan usai kesebelasan Jakarta Timur FC tidak mampu menambah angka dan mereka harus mengakui kemenangan kesebelasan Elang Khatulistiwa. Pada bertandingan berikutnya Persipon akan kembali bertadingan pada tanggal 3 dan 6 November 2009 nanti. (Trianto/31/10)

Usaha menciptakan gol pemain Persipon di depan gawang lawan (Foto : Indra Ae')

Penyelamatan yang dilakukan oleh penjaga gawang Jakarta Timur FC. (Foto : Indra Ae')

Protes para pemain Persipon kepada wasit yang dinilai tidak adil. (Foto : Indra Ae')

Gol pertama Persipon diciptakan oleh Gito Prasetyo setelah Jakarta Timur FC dihadiahi hukuman penalti. (Foto : mumu)

Babak kedua, Imat Rohimat dari Jakarta Timur FC menyamai kedudukan pada menit ke 49. (Foto : mumu)

Dukungan dari suporter tidak bisa dianggap kecil dalam kemenangan Persipon kali ini. (Foto : Tri Anto)

Tanggal 3 dan 6 November 2009 Persipon akan kembali berlaga di Stadion Kebon Sajoek, Pontianak. (Foto : Tri Anto)

Selamat Ulang Tahun Pontianak

Ulang tahun mungkin memberikan makna yang sangat berarti, begitu juga bagi warga Pontianak pada tanggal 23 Oktober 2009 Kota Pontianak merayakan ulang tahun yang ke 238 tahun.

Ulang tahun Kota Pontianak kali ini bukan saja momen untuk berpesta pora dengan even-even yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Pontianak yang justru banyak masalah yang terabaikan, air bersih, sampah, jalan yang berlubang dan belum lagi banjir yang datang disetiap musim hujan serta tata kota yg agak semberaut yang mestinya hal tersebut telah dapat diatasi dengan usia Kota Pontianak yang sudah tua, seharusnya koreksi serta intrsopeksi yang harus dilakukan untuk melihat masalah-masalah yang di hadapi Kota Pontianak sebagai kota yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan, sehingga menjadikan kota ini tempat yang nyaman dan aman bagi warganya.

TPS Liar yang terdapat di dekat pasar siantan (Photo : Trie, Pontianak 2009)

Jalan becek dan berlubang di pasar puring siantan(Photo : Trie, Pontianak 2009)

anak-anak usia sekolah di jalan tanjung pura berkeliaran menjalankan aktifitas sebagai pengemis atau peminta-minta(Photo : Trie, Pontianak 2009)

trotoar di dalam kota telah berubah fungsi menjadi tempat berjualan oleh pedagang kaki lima(Photo : Trie, Pontianak 2009)

Pedangan kaki lima yang berjualan, hampir menutupi badan jalan di pasar tengah(Photo : Trie, Pontianak 2009)

Truk Amblas

Aparat membantu memperlancar arus lalu lintas (photo: M Zeinur, 2009)

Pontianak, BoP. Karena badan jalan yang tipis, truk bermuatan semangka amblas di tepi jalan Ahmad Yani tepatnya di dekat toko buah yang berada tak jauh dari Parit H. Husin 1. Beban angkut truk dengan plat nomor D 8000 PT ini diperkirakan mencapai 22 ton dan sempat menjadi perhatian warga yang kebetulan melintas. Amblasnya truk ini dirasakan sangat mengganggu pengguna jalan. (Tri Yanto/2/10)

Aparat membantu memperlancar arus lalu lintas (photo: M Zeinur, 2009)

Biawak Air (Varanus salvator)

100_4190.JPG

Varanus salvator atau lebih kita kenal dengan biawak air ini di temukan berada di salah satu rumah warga Jalan Parit H Husein II, Pontianak. Biawak air ini lantas ditangkap dan rencananya juga akan dijual oleh warga yang menangkapnya. (Triyanto,9/09/09)

Unjuk Rasa Karyawan PT Duta Rendra Mulya

Pontianak (8/9/09) Unjuk rasa karyawan PT Duta Rendra Mulya, Sukalanting. Menuntut kepastian perusahaan tetang nasib mereka yang belum jelas. Mereka juga mengeluhkan dicabutnya fasilitas-fasilitas yang terdapat di asrama mereka seperti listrik, air dan pengobatan. (Berita dan foto oleh : Triyanto – 2009)

Si Merah lahap 9 ruko

100_4137.JPGAksi si merah kembali terjadi di Jalan Drs. Sudarso tepatnya di komplek ruko bekas Terminal Sudarso. 9 ruko dinyatakan habis terbakar. (Photo : Triyanto, 2009)

Jejak Sejarah

100_3957.JPGJejak Sejarah. (Foto : Tri, Pontianak 2009)

Buka Puasa Dengan Botok Mini (BONI)

Menjelang berbuka puasa, warga Pontianak memadati Taman Alun Kapuas untuk berbelanja keperluan berbuka puasa. Di antara sekian banyak pilihan yang di tersedia di tempat ini, kita dapat menemui salah satu jenis makanan unik yaitu botok mini (boni).

Disebut Botok mini karena bentuknya yang mungil.  Makanan ini memang cukup menggugah selera karena rasanyayang  sangat khas Pontianak, yaitu antara manis, pedas, asin, gurih dan sedikit rasa pahit. Semuanya menyatu menjadi sentuhan rasa yang enak.

100_4011.JPG

Hanya di temui di bulan Ramadhan, menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. (Foto oleh : Tri)

Tidak hanya rasa yang menjadi daya tarik. Menurut kepercayaan masyarakat, boni berkhasiat mengobati maag dan darah tinggi. Makanan ini bisa dibilang hampir punah. Sebab bahannya  mulai sulit ditemukan seperti daun mengkudu, daun simpur, daun salam dan daun kunyit. Sedangkan untuk kelapa,  rempah, cumi, ikan tenggiri, pedak kembung dan santan kelapa masih bisa ditemukan dengan mudah. Dikarenakan  sulitnya mencari sebagian bahan tersebut, kini para pedagang  hanya menjual boni pada saat-saat tertentu saja seperti bulan Ramadhan, menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

Ernita, salah seorang pedagang boni mengatakan, untuk membuat boni harus mempunyai keahlian khusus dan kesabaran. Sehingga hasilnya betul-betul sempurna. Selain harus memberikan ramuan bumbu yang pas,  juga dibutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Dari meracik bumbu, mengikat dan merebus.

DSC_1459.JPG

Salah seorang warga Pontianak yang tengah bertransaksi membeli boni. (Foto : Eko Daulay)

“Untuk merebus Boni  butuh waktu sekitar dua jam. Karena kalau cuma sebentar, rasanya jadi kurang enak. Untuk mencampurkan kelapa dan rempah harus pas. Jangan sampai isi didalamnya ada yang keluar. Kesabaran juga menjadi satu hal yang sangat penting,” tutur Ernita.

Harga yang ditawarkan juga tidak mahal. Tergantung dari rasa dan isi botok.  Harga boni berkisar dari Rp 1000.00 hingga Rp 2500.00. Boni sangat wajib dicoba bagi anda yang gemar akan wisata kuliner lokal.  (Tri Yanto/4/9/09)

Press Turtle Trip Paloh Bersama WWF

Paloh.BoP. Rabu, 29 Juli 2009, pukul 20.15 malam, rombongan peserta Press trip Turtle berangkat dari kantor WWF Pontianak, perjalanan yang ditempuh sekitar delapan jam ini di ikuti 13 wartawan dalam rombongan relawan dari WWF untuk mengunjungi habitat penyu di Pantai Temajok, suatu tempat habitat penyu yang mulai terganggu oleh aktivitas manusia.

persiapan saat akan berangkat menuju pulau Temajok dari desa Setinggak (photo: Tri, pontianak, 2009)

Perjalanan dimulai dari kecamatan Camar Bulan di Pulau Temajok yang menjadi tempat pemukiman masyarakat, disana para wartawan sempat bermalam bersama relawan WWF, disana wartawan melakukan wawancara terhadap masyarakat sekitar dan juga mewawancarai sekretaris desa, warga desa berpendapat habitat penyu memang menurun bahkan di daerah sekitar pantai desa sangat jarang sekali ditemukan penyu lagi, hilangnya habitat penyu di sekitar pantai Desa Camar Bulan disebabkan masyarakat mengunakan jalan pantai untuk menuju kota karena tidak adanya akses jalan selain pantai dan jalur laut, memang tidak dapat dipungkiri adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja untuk mencuri telur penyu.
Siang harinya tim wartawan dan WWF kemudian sempat ke Malaysia, menuju sebuah desa di kawasan Sematan, dengan nama Teluk Melano, yang terletak di perbatasan antara Pulau Temajok dan Malaysia, disana wartawan singgah di sebuah rumah penduduk yang rupanya masih keturunan warga Indonesia walaupun sekarang telah menjadi warga negara Malaysia, bahasa indonesia yang mereka gunakan masih baik, bahkan mereka menggunakan bahasa sambas.

para wartawan saat diperbatasan (photo: Tri, Teluk Melano, 2009)

Sore hari tim wartawan dan WWF meninggalkan desa Camar Bulan menuju pantai untuk bermalam disana melihat penyu-punyu yang bertelur. Sekitar pukul 21.45, Rombongan wartawan mengemasi persiapan untuk turun ke pantai meyelusuri jejak penyu. Relawan WWF menginformasikan bawah mereka melihat seekor penyu, para wartawan bergegas berangkat menuju lokasi yang berjarak 3 kilometer, tapi sayangnya penyu tidak jadi untuk bertelur mungkin karena aktifitas dan sinar disekitarnya membuatnya batal untuk bertelur, akhirnya kami menemukan seekor penyu yang sedang bertelur walaupun proses bertelurnya tidak sempat kami lihat.

persiapan saat akan berangkat (photo: Tri, pontianak, 2009)

Pukul 08.00 pagi tim wartawan dan WWF pulang kembali kekantor WWF di Paloh dengan mengunakan kapal nelayan, dalam perjalan pulang tim WWF mengajak untuk singgah di penangkarang atau penetasan telur penyu yang berada di pantai selimpai yang kelola oleh KSDA. Di sana terdapat empat bak semen untuk tempat tukik atau anak penyu yang baru menetas. Menurut Drh.Suprapti dari tim Monitoring WWF penanggakaran penyu yang dikelola oleh KSDA, “tukik atau bayi penyu harus langsung dilepaskan kepantai, jangan terlalu lama berada di dalam bak penampungan, karena jika terlalu lama melakukan penyimpanan di dalam bak penampungan dapat menghilangkan naluri alami, untuk mereka bertahan hidup di alam”, ujarnya.

anak penyu saat berada di penangkaran (photo: Tri, Selimpai, 2009)

« Previous PageNext Page »