Bookmark and Share

Images by tri_xzx

BORNEO FRESH. BEKERETE, SELAMATKAN BUMI.

Minggu (22 /Mei) BORNEO FRESH, mengadakan kegiatan Berkerete dengan rute Pontianak-Punggur-Pontianak.Berkerete merupakan bahasa lokal dari bersepeda. BORNEO FRESH merupakan divisi dari Yayasan Bidar yang bergerak di Lingkungan hidup. Borneo Fresh berdiri sejak tahun 2006  yang kini menjadikan sepada sebagai  sarana kampanye peduli lingkungan. (Trie/25/5)

Go_4.jpg

Borneo Fresh merupakan kelompok peduli lingkungan yang berdiri sejak 2006. Salah satu divisi di dalam tubuh KOMBI (Komunitas Bidar). Foto : Dedeng

 

Go1___Copy.jpg

Pontianak - Punggur berjarak lebih kurang 22 Km. Foto : Serly

 

Go2___Copy.jpg

Borneo Fresh berharap masyarakat luas untuk turut menjaga lingkungan. Foto : Serly

 

Go3___Copy.jpg

Pasar Punggur. Punggur berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Foto : Indra Ae'

 

Tim Ekspedisi Potret Tanah Kayong 27 April – 2 Mei 2011

_MG_5522.jpg

Tim yang beranggotakan 7 orang ini akan berangkat menuju Ketapang mengunakan sepeda.Perjalanan dimulai dari Pontianak menuju Rasau,Kabupaten Kubu Raya. Perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal kelotok menyusuri sungai sambil mengamati hutan mangrove sepanjang perjalanan menuju Teluk Melano, Kabupaten Kayong Utara kemudian dilanjutkan dengan bersepeda sampai di Kota Ketapang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

CHOCO PASTA RILIS PONTIANAK FUNTERNATIVE

Sepanjang tahun 2010 Choco Pasta udah melepas 4 single yang mereka pajang di Youtube. Belum merasa puas, Februari 2011 ini mereka ngerilis mini album yang diberi tajuk Pontianak Funternative.

AWAL BERDIRI

Sampe sekarang nggak ada satupun anak-anak Choco Pasta yang ingat dengan tepat kapan resminya band ini didirikan. “Pertengahan Oktober atau November 2009 gitu deh,” menurut Alvin. Dan saya yakin, pendapat ini pasti beda lagi menurut Vita, Mumu dan Qnoi.

Merasa nggak ada perkembangan, awal 2009 Qnoi sama Mumu mutusin cabut dari band lama mereka. Fotografi dan Jurnalistik pelan-pelan menjadi bidang yang mereka geluti.

Keadaan ini terus berjalan hingga pada suatu hari Qnoi mengutarakan keinginannya untuk ngeband lagi. Mumu yang diam-diam udah nulis beberapa lagu, otomatis aja setuju. Biar suasananya beda dengan band-band mereka terdahulu, dua cowok yang ternyata masih sodaraan ini ngotot pengen nyari vokalis cewek dan bikin band yang ngebawain lagu-lagu ciptaan sendiri.

DSC08844.JPG

_DSC0178.jpg

Alvin yang dulunya sempet ngejam bareng Qnoi diajak gabung dan ngepos di sektor bas. Berkat Alvin pula, Qnoi sama Mumu akhirnya bisa ketemu sama vokalis cewek, yang akrab disapa Vita.

Meski udah punya beberapa lagu ciptaan sendiri, mereka tetap aja kebingungan nyari nama yang bagus buat band ini. PERMEN KARET, CHITCHATCHUT dan ZWEEP yang diajukan sama Mumu langsung ditolak mentah-mentah sama Qnoi yang menganggap bandnya kali ini berhak punya nama yang jauh lebih keren.
“Mumu tu suka asal kalo ngasi nama. Band sekolahnya aja Phinokio. Trus, band kampusnya dikasi nama Bella Chan!” ujar Qnoi.

img_31800.jpg

“Gimana kalo Choco Pasta?’

Nama Choco Pasta keluar begitu aja dari mulut Vita pas mereka lagi nyantai di sebuah warkop di Jalan Gajah Mada. Selang beberapa menit resmi memakai nama Choco Pasta, band ini langsung nampil di panggung akustik yang kebetulan digelar dalam rangka memperkenalkan sebuah merk rokok terbaru di warkop tersebut. Disini pula “Apa Kabar Diary?“, “Teman (?)” dan “Pacarku…Titik…Titik…” diperdengarkan di telinga publik.

img_31812.jpg

Kampanye AIDS dan Lingkungan.

Hal ini bukannya tanpa sebab. Vita yang pernah beberapa kali menjadi pembicara dalam penyuluhan AIDS untuk remaja, akhirnya bikin anak-anak Choco Pasta yang lain ikutan nambah wawasannya tentang bahaya penyakit yang satu ini.

Menanam bakau, hunting foto ke luar daerah, pameran fotografi bertema Hari Bumi di Sintang, sampe menyusuri sungai hingga ke pedalaman Sambas dan Ketapang adalah beberapa program Borneo Photography dalam rangka mengkampanyekan budaya dan lingkungan hidup yang pernah diikuti Qnoi dan Mumu.
Berangkat dari kegiatan-kegiatan tersebut, jangan heran kalo kalian akan selalu melihat tulisan STOP AIDS! dan BORNEO FRESH “KEEP IT CLEAN, KEEP IT GREEN” di setiap video Choco Pasta.

DSCN7107.JPG

Rasa percaya diri sebagai band yang mengawali langkahnya dengan lagu-lagu ciptaan sendiri semakin kebentuk. Alvin langsung bikin grup Choco Pasta di Facebook, Mumu membuat semua art work dan video, Qnoi mengatur semua jadwal latihan dan Vita menyebarkan lagu Choco Pasta via bluetooth ke teman-temannya. (Tri Anto)

Suasana Pelaksanaan Sholat Idul Adha Tahun 1431 H

Pontianak Bop.( 17/11) Suasana pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Jami Pontianak di padati ribuan jamaah, pada hari Rabu tanggal 17 Desember 2010. Masjid Jami merupakan peninggalan Kesultanan Pontianak dan merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pontianak.(trie)

tri_2368.jpg

Suasana pelaksanaan Shalat Idul Adha di Halaman Masjid Jami Pontianak (photo: Trie)

eko_DSC2370.jpg

pelaksanaan Sholat Idul Adha dimasjid Jami Pontianak dimulai pukul 7:01:56 WIB pagi.(foto: Eko Suryanto Daulay)

eko2_DSC2375.jpg

Jamaah yang melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Jami berasal dari berbagai wilayah yang ada di Kota Pontianak. (foto: Eko Suryanto Daulay )

eko_DSC0240.jpg

Perahu motor, merupakan salah satu alat transportasi alternatif yang digunakan jamaah. (foto : Eko Suryanto Daulay)

tri_2349.jpg

Ramainya jamaah dalam pelaksanaan Sholat tersebut merupakan suatu hal yang biasa ditemui setiap tahunnya.(foto :trie)

Kapuas Festival Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak Ke 239

klik.jpg

Kapuas Festival, Merupakan rangkayan acara untuk memeriahkan hari jadi kota Pontianak ke 239tahun. Acara Ini berlangsung di alun-alun kapuas pada tanggal 23 hingga 30 Oktober kemarin.( Foto :tri Anto, 2010 )

Mini Pesta Blogger Pontianak 2010

Sabtu (25/09) , Komunitas Blogger en Netter Pontianak atau yang sering disebut komunitas Beleter.com menyelenggarakan mini pesta blogger, acara ini berlangsung di aula SMKN 3 Pontianak. Komunitas Beleter  yang baru terbentuk ini diketuai oleh Dwi Wahyudi acara ini adalah acara pertama kalinya diadakan oleh Beleter. Pontianak merupakan kota ke 4 blogshop Pesta Blogger 2010, agenda kegiatan dalam Pesta Blogger di Pontianak,  seminar kewirausahaan,  kopi darat belogger and netter Pontianak dan Kalimantan Barat. Dalam kegiatan ini diisi oleh pembicara-pembicara seperti  Mr. Daniel Doaghty dari Malaysia pendiri borneocolours.com, Mr. Philip W. Roskamps dari Kedubes Amerika Serikat dan Pak Eddy Setiawan salah satu Bloger Kalimantan Barat. Dalam Pesta Blogger kali ini yang hadir di dominasi oleh mahasiswa juga hadir ketua Pesta Blogger 2010 Mbak Rara, yang merupakan blogger dari Makasar.

Foto_bersama_Pinitia_dan_peserta_Pesta_gawai_Bloger__foto_Trie_.jpg

Foto bersama panitia dan peserta Pesta Gawai Blogger (foto :Trie)

IMG_0088.JPG

Rara, Ketua Pesta Blogger bercerita dan berbagi pengalaman tentang berkomunitas di dunia maya. (foto :trie)

Mr._Philip_W._Roskamp__dari_kedubes_amerika__sebagai_jurubicara_dalam_acara_sesi_blogshop_.JPG

Mr. Philip W. Roskamp, dari Kedubes Amerika, sebagai juru bicara dalam acara sesi blogshop (foto: Trie)

Salah_satu_Perserta_yang_beruntung__medapatan_sebuah_Hp_dalam_kegiatan_Pesta_Blogger.JPG

Buka Bersama WWF

resize.jpg

Buka Puasa bersama yang diadakan oleh WWF Indonesia Program Kalimantan Barat pada hari Selasa bertempat di Hotel Santika Pontianak yang bertujuan untuk menjalin silatuhrahmi bersama instansi pemerintah, media massa, kelompok pencinta alam dan komunitas yang ada di Kalbar. (07/09)

Duan Wu Jie di Sungai Kapuas

Pontianak Bop. Rabu (16/6) warga Tionghoa di Pontianak merayakan Hari Raya Duan Wu Jie, dengan mandi massal di Sungai Kapuas. Mandi massal ini di mulai dari pukul 12.00 hingga pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh kaum tua dan muda. Sebagian dari mereka ada yang mandi di tangga gertak (jembatan panjang yang terbuat dari papan kayu) dan ada pula yang menggunakan perahu untuk pergi ke tengah sungai dan kemudian mandi disana.

Hari Raya Duan Wu Jie oleh warga Tionghoa lebih dikenal dengan Hari Raya Wu Shi Shu. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, dengan mandi pada hari Wu Shi Shui, dapat menghilangkan segala kesialan dan membuang penyakit yang ada di dalam tubuh.
” Tradisi ini diwariskan dari nenek moyang kami yang setiap tahunnya dilaksanakan pada tanggal 5, bulan 5 tahun imlek,” ujar Apeng warga Jalan Tanjungpura.

Di negara lain, Duan Wu Jie atau Wu Shi Shu ini dijadikan festival yang sangat meriah dengan diadakannya perlombaan perahu naga. Meski dalam keadaan cuaca yang mendung dan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya warga Tionghoa Pontianak tetap menjalankan tradisi ini. (tri anto/16/6)

foto_1.jpg

Dengan menggunakan sampan, warga mandi di tengah Sungai Kapuas. (foto : Tri Anto)

foto_2.jpg

Wu Shi Shui merupakan tradisi turun temurun yang jatuh setiap tanggal 5, bulan 5, tahun imlek. (foto : Tri Anto)

foto_3.jpg

Diyakini dapat membuang nasib buruk dan penyakit di dalam tubuh. (foto : Tri Anto)

foto_4.jpg

Tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. (foto : Tri Anto)

foto_5.jpg

Wu Shi Shui tahun ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 16, bulan Juni, tahun 2010. (Foto : Tri Anto)

Pekan Gawai Dayak 2010

Pontianak Bop.(20/5)  Pekan Gawai Dayak 2010 ke-25 kembali diselenggarakan. Acara ini merupakan event tahunan yang  dipusatkan di Rumah Adat Betang hingga 24 Mei nanti.

Pekan Gawai Dayak kali ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat  yang juga dihadiri Kapolda Kalbar brigjen Erwin TPL Tobing, Dewan Adat Dayak, pejabat-pejabat pemerintahan Kalimantan Barat  dan delegasi dari Serawak .
Seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan Parade Budaya dengan menggunakan baju khas daerah seperti baju adat Dayak, Cina dan Melayu. Parade menggunakan mobil hias yang diikuti berbagai sanggar. Melewati Jalan A Yani, Tanjungpura, Gajah Mada dan kembali lagi ke Rumah Adat Bentang melewati Jalan Sutoyo.
Berbagai acara dan lomba dilaksanakan  dalam Pekan Gawai Dayak kali ini seperti, pemilihan putra dan putri gawai, lomba menyanyikan lagu-lagu Dayak lomba permainan rakyat,  menyumpit,  lomba busana adat Dayak,  memahat patung, melukis perisai dan banyak lagi acara yang di adakan.
Sekitar lokasi Rumah Adat Betang,  kita juga dapat membeli berbagai cinderamata seperti pakaian dan berbagai kerajinan tangan khas Kalimantan Barat.  Selain itu juga terdapat stan kuliner dan stan sanggar-sanggar  kesenian. Menurut Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Thadeus Yus
“Gawai Dayak Merupakan acara adat masyarakat Dayak untuk menyambut pesta panen padi dan sebagai ucapkan rasa syukur kepada sang maha Pencipta  sekaligus untuk mempererat hubungan persaudaraan dan solidaritas. Subsuku Dayak itu sangatlah banyak, namun tidak semuanya hadir disebabkan beberapa daerah tidak ikut dalam pekan gawai kali ini. Semoga tahun-tahun berikutnya semua dapat dihadirkan disini,” paparnya.(tri/20/05)

pemotongan_bambu__oleh_Gubernur_Kalbar_saat_pembukaan_pekan_Gawai_ke_25.foto_tri.JPG

Pemotongan bambu oleh Gubernur Kalbar saat pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-25.(foto : Tri)

Tari_penyambutan_kedatangan__Gubernur_kalbar_dan_rombongan.jpg

Tari penyambutan datangnya Gubernur Kalbar dan rombongan. (Foto : tri)

Taria_selamat_datang__untuk_menyambut__tamu_tamu_dan_undangan_yang_hadir_pada_pekan_gawai_dayak.foto_tri.JPG

Tarian selamat datang untuk menyambut tamu-tamu dan undangan yang hadir pada pembukaan Pekan Gawai Dayak. (foto : tri)

Turis_asing_juga__hadir_untuk_menyaksikan_pembukaan_pekan_gawai_dayak_ke_25.foto_tri.JPG

Turis asing juga hadir untuk menyaksikan dan mengabadikan momen pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-25. (foto : tri)

putra_dan_putri_gawai_dayak__2010__bersama_udangan_yang_hadir_pada_pekan_gwai_dayak_menyantap__hidangan_di_rumah_bentang_..jpg

Putra dan putri Gawai Dayak 2010. (foto :tri)

Aksi Damai di Hari Buruh

Pontianak Bop.(1/5) Hari buruh sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Mei, diperingati dengan aksi damai oleh massa yang tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja, aksi ini dimulai pada pukul 09.30 wib.

_MG_9237.JPG

Massa tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja. Foto : Tri Anto

_MG_9243.JPG

Menginginkan kesejahteraan bagi parah buruh dan rakyat kecil. Foto oleh Tri Anto

Aksi yang diawali dengan long march dari Tugu Digulis. Dalam aksinya,  mereka menginginkan kesejahteraan bagi parah buruh dan rakyat kecil. Selain itu juga dalam aksi ini mereka meminta di bubarkannya Satpol PP yang dianggap telah melakukan penindasan terhadap kaum kecil, yaitu penggusuran paksa pedagang .Menurut salah seorang yang ikut dalam aksi ini ” salah satu penyebab, terjadinya kesenjangan yang dirasakan buruh, kaum tani, masyarakat adat, kaum nelayan dan rakyat pekerja Indonesia, merupakan dampak sistem kapitalis, lewat perusahaan-perusaan, dengan upah yang rendah, jam kerja tinggi, tidak ada izin cuti sakit, wajib kerja pada hari-hari besar, tidak di bayarnya uang lembur dan yang paling parah lagi yaitu PHK masal.

Selain kapitalis pemeritah juga kurang memperhatikan nasib buruh. Selain itu permerintah yang kurang respon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan peribadi dari jabatan mereka. Terlihat suburnya korupsi yang terjadi di Indonesia baik itu yang dilakukan eksekutif, legeslatif dan juga yudikatif,” paparnya.

_MG_9276.JPG

Permerintah dinilai kurang merespon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan pribadi dari jabatan mereka. Foto oleh Tri Anto

_MG_9279.JPG

Aksi teatrikal yang mengangkat tema rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar di negeri ini. Foto oleh Tri Anto

Tidak hanya melakukan orasi, massa juga melakukan aksi teatrikal yang mengangkat tema, rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar dinegeri ini.Salah seorang koordinator aksi, Syaiful Bahari mengatakan, ” Kekayaan yang melipah di negeri ini yang seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia, tapi kenyataannya kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya masih di bawah rata-rata disebabkan upah minimum yang masih di bawah standar yang menyebabkan buruknya pendapata para buruh.”
Setelah puas melakukan orasinya di bundaran Tugu Digulis, mereka menuju gedung DPRD Provinsi Kalbar untuk menemui anggota dewan. melewati Jalan Ahmad Yani, mereka singgah di depan gedung kantor Gubernur Kalbar dan juga sempat melakukan orasi. Setelah sampai di gedung DPRD Provinsi Kalbar, massa langsung berorasi kembali. Awalnya tidak ada satupun anggota dewan yang terlihat. Beberapa menit kemudian datang perwakilan anggota dewan yang menemui massa. Sedangkan anggota dewan yang lain libur. Satu persatu wakil dari setiap masa meyampaikan orasinya dan juga pernyataan sikap bersama. ” Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik.”(2/05/Tri Anto)

_MG_9301.JPG

Berorasi di Gedung DPRD Provinsi Kalbar. Foto oleh Tri anto

_MG_9309.JPG

Pernyataan sikap bersama. " Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik. Foto oleh Tri Anto

Aksi Solidaritas Wartawan

Pontianak Bop.(20/02) Para Wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Pewarta Indonesia Anti Kekerasan (SPIAK), turun kejalan untuk melakukan aksi protes atas kekerasan yang menimpa teman seprofesi mereka yaitu wartawan dari Harian Tribun Pontianak, Pionerson dan wartawan dari TvOne, Martono. Kedua wartawan tersebut dipukul saat melakukan tugas peliputan razia kartu identitas kependudukan pada malam Imlek.
Aksi damai ini di mulai dari Tugu Digulis, para wartawan sempat berorasi mengecam kekerasan terhadap wartawan. Mereka mendesak aparat kepolisian dan penegak hukum memproses pelaku pemukulan terhadap wartawan Tribun Pontianak dan kameramen TV One tersebut.
Wartawan juga sempat menuju Polda kalbar untuk menemui Kepala Kepolisian Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Erwin TPL Tobing dan meminta agar diusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang menimpa wartawan yang sampai sekarang belum terselesaikan. Di depan Polda Kalbar wartawan juga melakukan aksi pengumpulan Press Card dan alat-alat liputan sebagai aksi menolak kekerasan terhadap wartawan.(Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

(photo: Tri)

Next Page »