Images by suriawan
Tim Kruiz 1 Juarai Lomba Sampan Bidar (LSB) di Sambas
SAMBAS.BoP. Tim Kruiz 1 pendayung Istana Alwatzkhubillah Sambas Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas berhasil keluar sebagai juara pertama pada Lomba Sampan Bidar (LSB) se Kabupaten Sambas dalam rangka memeriahkan HUT Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas dari Singkawang ke Sambas ke-10 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Sambas yang berlangsung Minggu (9/8) pagi. Kegiatan lomba yang diikuti 17 Club Sampan Bidar dilaksanakan disirkuit Muare Ulakan Warter Front City Sambas ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid didampingi Ketua Umum Pengcab PODSI Kabupaten Sambas bersama Unsur yang mewakili Muspida serta beberapa Pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.

suasana pembukaan yang dibuka oleh bupati sambas (photo: suriawan, sambas , 2009)
Perlombaan yang dilaksanakan pada babak awal dengan sistim setengah kompetisi tersebut berlangsung meriah dan dipenuhi ribuan penonton dikiri-kanan sungai mengelu-elukan tim andalan mereka masing-masing, tampil sebagai Juara Pertama Tim Kruiz 1, Kedua Tim Arjuna 1 Desa Semberang, dan Ketiga Tim Kiber 1 Desa Dagang Timur, sedangkan Tim Todak 1 dan Todak 2 Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas masing-masing memperoleh Juara 4 dan 5, sementara pendatang baru Tim Dayung Sekretariat Daerah Kab.Sambas yang dipimpin Drs.Sunaryo berhasil sebagai juara ke 6.
Keenam Tim yang telah menjuarai LSB ini dinyatakan telah lolos seleksi, menurut Drs. H. Dailami, M.Si. Ketua Pelaksana Lomba akan diutus mewakili Kabupaten Sambas mengikuti Kejuaraan Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) yang menurut informasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sambas direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2009 mendatang. Lebih lanjut Dailami menyebutkan dalam laporannya 11 Tim lainnya yang belum beruntung masuk 6 besar tetap bisa mengikuti kejuaran LAMS atas nama klub masing-masing sebagai penantang tentunya dengan biaya masing-masing klub.
Bupati Sambas Ir.H.Burhanuddin A.Rasyid, dalam sambutan peresmian Lomba Sampan Bidar menyatakan, olahraga sebagai instrumen pembangunan dan pembentukan karakter bangsa menduduki posisi sangat penting di Negara kita tercinta ini, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan dari semua pihak guna tercapainya tujuan pembangunan manusia seutuhnya. Olahraga menjadi alat untuk membentuk watak dan karakter yang sangat efektif untuk siap hidup dan bersaing dalam abad global sekarang ini. Olahraga juga merupakan bagian dari sistem pendidikan yang memberikan peluang berkembangnya Emotional Quotient (EQ) yang telah diyakini mempunyai pengaruh yang besar kepada keberhasilan seseorang, termasuk olahraga Lomba Sampan Bidar yang kita laksanakan pada hari ini. “Lomba Sampan Bidar termasuk sebagai salah satu Cabang Olahraga Dayung walaupun sifatnya masih tradisional namun sangat merakyat dibarbagai jenjang, mulai dari tingkat Desa, Kab/Kota, Propinsi, Nasional, Regional dan sampai ketingkat Internasional, bahkan menurut Bupati melalui event-evnt semacam ini telah banyak dilahirkan atlit-atlit handal dan berperestasi dicabang olahraga dayung, selain itu melalui event lomba sampan bidar akan dapat menjadi daya ungkit pengembangan kegiatan Pariwisata dan Budaya daerah”, tutur Bupati Sambas.

Ketua Pelaksana Lomba Sampan Bidar menyerahkan hadiah kepada para pemenang (photo: suriawan, sambas , 2009)
Selaku Ketua Pelaksana lomba, Drs.H.Dailami,M.Si yang juga Ketua Umum Pengcab PODSI Sambas mengharapkan, Lomba Sampan Bidar yang merupakan Budaya Sejarah dan sudah menjadi tradisi di Sambas patut dikembangkan sebagai pondasi sekaligus prestasi dalam Olahraga Air didaerah ini, LSB merupakan permainan rakyat yang berasaskan Adat dan Budaya sangat perlu kita lestarikan dan pertahankan bahkan kita tingkatkan diwaktu-waktu mendatang. Pada perlombaan tahun ini panitia menyediakan kepada Enam Tim Pemenang masing-masing Piala Tetap, Piagam Penghargaan dari Bupati Sambas, dan Uang Pembinaan secara total sebesar Rp.14 Juta dengan kisaran antara Rp.1 sampai Rp.4 Juta untuk setiap tingkatan juara. Selain itu Bupati Sambas juga memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp.150.000,- setiap tim kepada 11 Tim yang ikut berlomba namun belum berhasil masuk dalam 6 besar.(Iwan,Fakhrozi,09/08/09).
Persiapan Tim Dayung Istana Sambas Menuju Sarawak Regatta 2009
Sambas, BoP. Tak terasa sudah 5 minggu para pendayung Team Istana Sambas berlatih dragon boat di Muare Ulakan Sambas. Tinggal beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 24 Juli 2009, pendayung yang terdiri dari 45 laki-laki dan 5 pendayung wanita akan menuju Kuching (Malaysia) guna mengikuti aerawak Regatta 2009 yang akan dihelat tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 2009 mendatang.
Team yang dilatih oleh Wan Abdurahman merupakan team gabungan yang ada di Kabupaten Sambas seperti Tim Kruiz dan Arjuna yang merupakan kandidat juara 1 dan 2 dalam Lomba Dayung HUT Propinsi Kalbar tahun 2009 serta team TODAK yang juara 1 in memorial Pangeran Ratu tahun 2008. Selain ke 3 tim tadi, juga bergabung tim-tim lainnya seperti tim Mawar Merah, Pajar Timur, tim Pemda dan Alabama.
Dengan berlatih sejauh 8 km setiap hari, diharapkan team ini akan kembali mengukir prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya. ”Kami latihan sprint, dan latihan fisik untuk kembali mendulang prestasi seperti tahun-tahun sebelumnya”, ujar Syawaludin salah seorang pendayung. Lebih lanjut Zulfandri yang juga pendayung menyampaikan, bahwa latihan dimulai jam 4 sore hingga jam 5.30.

para pedayung yang tergabung dalam tim istana Sambas (photo: suriawan, sambas, 2009)

para pedayung berlatih sprint (photo: suriawan, sambas, 2009)
Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini terdapat 5 pendayung wanita yang turut ikut serta. Hal ini dikarenakan adanya dalam pertandingan di Sarawak Regatta khususnya kategori antarbangsa, dimana pendayung yang ikut dalam satu perahu terdiri dari 15 laki-laki dan 5 wanita.
Pada lomba kali ini, Tim Istana Sambas akan mengikuti dua kategori untuk ivent internasional yaitu kategori pelancongan dan kategori antarbangsa. Untuk kategori tersebut diikuti oleh negara-negara undangan seperti Tim nasional Brunai, Hongkong, Qatar, Singapura, Inggris, Indonesia, Malaysia, dll. Sedangkan team dari Indonesia diwakili dari Propinsi Kaltim, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sambas.
Tak dapat dipungkiri, dari tahun 2006 hingga 2008 team Istana Sambas sudah banyak menorehkan prestasi di ajang internasional ini seperti Juara 1 antarbangsa tahun 2006, Juara 1 pelancong dan antarbangsa tahun 2007, serta juara 2 dan 3 antarbangsa dan juara 1 VIP khusus di tahun 2008. Diharapkan dengan dukungan doa dari masyarakat Sambas, semoga tahun ini kembali berprestasi.
LDK Saka Bahari Cabang Sambas

Ketua Umum Saka Bahari Cabang Sambas (Drs. H. Dailami, M.Si) memberikan ucapan selamat kepada para peserta saat pembukaan LDK (foto. dok)
Sambas, BoP. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) baru-baru ini dilaksanakan oleh Saka Bahari Cabang Sambas. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 10 Juli dan berakhir 12 Juli diikuti oleh para anggota Saka Bahari sebanyak 22 peserta yang berasal dari Kecamatan Pemangkat, Sambas dan Galing.

para peserta LDK saling memijat teman-temannya (foto. dok)
Dalam sambutannya ketua Umum Saka Bahari Cabang Sambas Drs. H. Dailami, M.Si menyambut baik kegiatan ini guna menyiapkan generasi muda yang lebih berkualitas dalam kepemimpinan. Sedangkan Kak Sudirman, A.Md selaku ketua harian saat ditemui dirumahnya mengharapkan ada perubahan sikap yang positif dari peserta setelah mengikuti LDK sesuai dengan Trisatya dan Dasar Darma Pramuka.
Kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sambas menghadirkan penyaji yang handal dari para Pamong Saka dan Andalan seperti Drs. H. Dailami, M.Si yang menyampaikan Wawasan Nusantara, Kak Bnurdhani dengan materi Kebaharian. Teori dan diskusi Kepemimpinan disampaikan oleh Kak Djuanda, sedangkan materi pengelolaan sumberdaya laut disampaikan oleh Kak Suriawan,S.ST.,MT.

Acara Api Unggun dan Kegiatan Upacara Penutupan (foto. dok)
Selain teori kepemimpinan, kegiatan lain yang dilaksanakan berupa diskusi, survival, anjangsana, api unggun dan olahraga serta game. Sampai hari terakhir para peserta tetap bersemangat mengikuti kegiatan-kegiatan yang dipandu oleh para Andalan Saka Bahari Cabang Sambas. (Suriawan/12/07/09)
Sang Penakluk Ubur-Ubur
Sambas BoP. Tak banyak orang yang tahu bagaimana menangkap ubur-ubur, kecuali anak-anak yang hobi nonton film kartun “Sponge Bob” yang biasa menyaksikan Sponge bob menangkap ubur-ubur dengan scope net. Berbeda dengan yang di film, nelayan Desa Temajuk Kecamatan Paloh menangkap ubur-ubur dengan menggunakan tombak pengait.

Selalu siaga dengan tombak pengait untuk menangkap ubur-ubur (photo: Suriawan, Desa Temajuk, Paloh, Sambas, 2009)
Desa yang berbatasan langsung dengan Teluk Melano (Malaysia) biasanya ramai dikunjungi saat musim ubur-ubur. Tak seperti tahun sebelumnya, tahun ini musin ubur-ubur lebih lama yaitu dari bulan Februari hingga Mei. Biasanya ubur-ubur muncul di kawasan perairan temajuk (masih dalam kawasan Laut Cina Selatan) pada bulan April. Jumlah produksi tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya. ”Tahun ini hasil tangkapan perhari hanya berkisar antara 30 – 60 ekor yang didapat, kalau tahun lalu hingga 100 ekor lebih kalau sekali melaut”, ujar Pak Karta salah seorang nelayan. Pendapatan nelayan ubur-ubur setiap harinya antara Rp. 45.000,- hingga Rp. 90.000,- dengan harga jual saat basah perekor Rp. 1.500,- dengan modal BBM Rp. 30.000,-.

Ubur-ubur yang berhasil ditangkap, dinaikan ke atas kapal (photo: Suriawan, Desa Temajuk, Paloh, Sambas, 2009)

Ubur-ubur yang didapat hanya diambil kepalanya saja sedangkan kakinya dibuang kembali ke laut (photo: Suriawan, Desa Temajuk, Paloh, Sambas, 2009)
Menurut data statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas, tahun 2008 ubur-ubur yang berhasil ditangkap tercatat sebanyak 95.000 ekor dengan berat antara 6 – 8 kg. Saat dikeringkan, ubur-ubur tersebut hanya seberat 3 ons. Ubur-ubur hasil pengeringan dijual ke penampung di Paloh, Pemangkat dan Singkawang yang selanjutnya dipasarkan keluar daerah (suriawan/30/06/09).


