Bookmark and Share

Images by qnoy_littlerascall

Santai Sore di Taman Alun-alun Kapuas

Tempat bersantai,menghilangkan penat,atau sekedar menghabiskan sore di pinggiran sungai kapuas. Bermacam ragam jajanan murah,baju,permainan bagi anak-anak dsb.( Photo : Zeinur,M, Pontianak 2009 )

Tugu Perjuangan

 

Terletak di jalan Juang, Kabupaten Melawi, Nanga pinoh. Merupakan monumen bersejarah sekaligus menjadi kebanggan masyarakat Kalimantan Barat atas perjuangan rakyat demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (photo : Qnoy,Melawi, 2009)

Potret anak-anak Gunung Ambawang

Mereka menghabiskan waktu bermain pada sore hari disekitar gunung ini. Dan biasa nya mereka juga berburu manuk ( Ayam Jantan ) untuk di makan bersama-sama. (photo : Qnoy,Kubu Raya, 2009)

Cincau : Menu Berbuka Puasa

DSC_0007.jpg

Cincau menjadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa masyarakat singkawang ( foto : Zeinur M, Singkawang, 27/08/09)

Waktu Sahur : 2 Gudang Terbakar

Pontianak BOP, Rabu (09/09), terjadi kebakaran besar di Jalan Komyos Sudarso ( Jeruju) Pontianak Barat. 2 gudang milik PT Kayu Mas dan Usaha Maju habis di lahap api. Dua gudang tersebut adalah tempat penyimpanan kayu dan pasir.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.35 WIB. Bermula dari percikan api dari salah satu gudang yang kemudian menyebar dan akhirnya membakar 2 gudang tersebut..

9 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menghentikan penyebaran api agar tidak menyebar ke daerah pemukiman yang terdapat di sekeliling areal gudang.

Dalam tempo setengah jam, api dapat diredam oleh para petugas. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang di taksir oleh pemilik kedua gudang tersebut mencapai hingga ratusan juta rupiah.( Zeinur,M-2009)

DSC_0275.jpg

Kerumunan warga di sekitar lokasi kebakaran ( foto : zeinur,m )

DSC_0209.jpg

Kesibukan Petugas Pemadam Kebakaran ( foto : zeinur,m )

DSC_0246.JPG

Kobaran api yang begitu besar ( foto : zeinur,m )

DSC_0236.JPG

Petugas pemadam kebakaran berusaha keras memadamkan kobaran api ( foto : zeinur,m )

Sahur Murah ala Mahasiswa

Pukul 2.30 pagi, Ibu Sehrah terlihat sibuk menyiapkan makanan. Beberapa piring dilap dan kemudian disusun rapi di atas meja. Berbagai macam hidangan juga telah tersaji dengan berbagai macam pilihan.

DSC_0272.jpg

Ibu Sehrah sedang melayani sahur mahasiswa (foto oleh : mumu)

DSC_0287.jpg

Mahasiswa yang sedang sahur (foto oleh : mumu)

Terlihat beberapa pembeli mulai berdatangan ke rumah makan Ibu Sehrah. Beberapa pembeli ini adalah mahasiswa yang indekos di Jalan Sepakat II, AYani.

Didirikan sekitar 3 tahun yang lalu Ibu Sehrah menjual berbagai makanan murah yang pada umumnya memang di khususkan untuk mahasiswa-mahasiswi yang indekos di sekitar Universitas Tanjungpura.

Pada bulan Ramadahan ini merupakan suatu berkah bagi Ibu Sehrah karena biasanya keuntungan yang dihasilkan dari  rumah makan miliknya lebih besar.

“Alhamdulillah, keuntungan di bulan puasa ini rata-rata 300 ribu/hari,” ujarnya sambil melayani mahasiwa yang mulai memadati rumah makan beliau.

DSC_0271.jpg

Mahasiswi yang sedang memilih menu makanan ( foto oleh : mumu)

Adapun porsi makanan juga disiapkan lebih banyak. Selain itu menu makanan juga berbeda. Pada waktu berbuka puasa, menu yang biasa dijadikan pilihan adalah  nasi, sayur kacang, sayur nangka, ikan goreng, sop dan sayur asam Sedangkan menu yang disuguhkan pada saat sahur adalah tumis kangkung, mie goreng, telur  dadar, telur asin, ayam dan ikan tongkol goreng. Khusus di bulan Ramadhan, Ibu Sehrah menggelar dagangannya pada sore hari menjelang berbuka puasa hingga berakhir masa sahur.

Untuk minuman Ibu Sehrah memberikan air putih es gratis bagi pembeli di rumah makannya.

“Murah dan enak,” ujar Ardi 22 tahun mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak.yang saat itu tengah menyantap sahur bersama teman-temannya. Senada dengan Ibnu, mahasiswa STKIP Pontianak mengatakan, menu makanan yang disiapkan juga bervariasi dan masih hangat dan sesuai dengan kocek mahasiswa. (Zeinur, M/4/09/2009)

DSC_0206.jpg

Murah, meriah dan nikmat (foto oleh : mumu)

Bukan Akhir Cerita, sebuah karya Novelis asal Pontianak

Perasaan itu bentukan kejujuran bukan pilihan..
Ketika kita mencintai,sebenarnya kita belajar
Untuk jujur, bukan untuk memilih..

Pernahkah kamu membayangkan kembali ditemui cinta dimasa lalu justru pada saat yang tidak tepat?, Pada saat kamu sudah membuat hati baru untuk orang lain?, Pada saat hidupmu sendiri sedang dimainkan takdir? Kadang-kadang kita menemukan kembali keping masa lalu saat yang tidak terduga. Saat susah, senang, cinta ditemui dimana saja. Jee seorang gadis sedang mengalaminya, dihadapkan dengan keadaan dimana dia harus memilih. Siapakah yang akan dipilih olehnya?

launching novel "Bukan Akhir Cerita" (photo: Eko dan Qnoy, Pontianak, 2009)

Bukan Akhir Cerita, merupakan sebuah novel representatif untuk dibaca oleh semua kalangan. Adalah seorang Chintya Ranjani, lulusan sarjana teknik menulis novel ini. Ide awal dari penulisan setelah mendengarkan salah satu band indie Pontianak. Dengan bakat menulis yang telah digelutinya sejak kelas 3 SMP, akhirnya inilah novel pertamanya yang berhasil dibukukan. “Proses penulisan serta produksi hampir 6 bulan, sempat nganggur sih, tapi akhirnya selesai juga novel, buat temen-temen dibeli yah novelnya”, ujarnya sebelum peluncuran novel tersebut disalah satu cafe hotel di kawasan jalan Gajah Mada, Pontianak pada tanggal 25 Juli 2009 kemarin. (Zeinur M/26/07/09)

Ekspresi Finalis Putri Pariwisata Kota Singkawang 2009

KOLASE_II.jpg

ekspresi dari beberapa finalis ketika menjawab pertanyaan dari juri (foto : Zeinur M, Singkawang, 2009)

Singkawang, BoP. Ajang pemilihan putri pariwisata kota singkawang tahun 2009 telah usai. Putri Pariwisata Kota Singkawang terpilih, Desy Fitria siap mengemban tugas untuk menjadi duta wisata dalam jangka waktu satu tahun kedepan, Proses pencarian para finalis juga terbagi dalam beberapa tahapan, seperti kelengkapan adminstrasi sampai pada proses karantina. Namun setelah melalui tahapan yang panjang tersebut, pada malam final (12/7), para juri yang akhirnya menobatkan salah satu dari finalis putri pariwisata ini. Tidak hanya dari kecantikan wajah, wawasan yang luas, tetapi sikap serta gerakan saat berada di panggung menjadi penilaian yang sangat penting. (Zeinur,M/13/07/09)

KOLASE.jpg

Terlihat finalis lainya saat berargumen tentang penting nya pariwisata Kota Singkawang (foto : Zeinur M,Singkawang, 2009)

DSC_0688.jpg

Desy Fitria finalis no 8 yang akhir nya dinobatkan menjadi Putri Pariwisata Kota Singkawang tahun 2009 (foto : Zeinur M, Singkawang, 2009)

Permainan Gasing, Permainan Rakyat Indonesia

Berputarlah…
Searah dengan waktu, sepuasmu
Kuasailah panggung
Buat orang terhibur
Tersenyum puas kearahmu
Berhentilah
Jika saat nya kemenangan ini
Berakhir pada habisnya putaran terakhir

Festival Singkawang 2009 tanggal 10-12 Juli 2009, telah menjadi saksi permainan rakyat yang begitu sederhana, unik, antik, murah, klasik, dan sangat dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ialah gasing, yang terbuat dari kayu khusus dan kemudian dililitkan pada seutas tali khusus diantara permukaan gasing, kemudian dilemparkan ke daerah datar mengikuti putaran nya serta menunggu sampai habisnya putaran yang kemudian diulangi lagi seperti semula.

G8.jpg

Gasing Uri,merupakan satu-satunya gasing yang masih dimilki oleh masyarakat Kalimantan Barat (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)


G2.jpg

Berbagai macam bentuk gasing serta tali yang terbuat dari kulit kayu (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)

Jenis permainan ini telah dikenal hampir di seluruh masyarakat di Indonesia, berabad-abad yang lalu, gasing sudah menjadi ciri khas karena setiap daerah memliki tipe serta bentuk dan bahan yang berbeda. Di Kalimantan Barat permainan gasing menyebar diberbagai daerah seperti Sambas, Pontianak dan daerah lainya.
Adapun jenis gasing yang dikenal dan dimainkan ada tiga (3) macam, yaitu :
1. Gasing Jantung Pisang
2. Gasing Berembang
3. Gasing Uri / Piring
Gasing Jantung Pisang dan Berembang sering dimainkan oleh masyarakat untuk diadukan tingkat kekuatannya, sedangkan Gasing Uri dimainkan berdasarkan lama waktu putar gasing tersebut. Gasing Uri itu sendiri hanya bisa temukan di Kalimantan Barat.

G3.jpg

Gasing Pangka' (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)


G4.jpg

Disebut juga Gasing uri,yang telah memenuhi standar internasional tingkat ASEAN (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)

Sebelum ditemukannya perubahan gaya dalam bermain gasing, permainan gasing itu sendiri dibagi menjadi tiga gaya, yaitu :
1. Gaya Kucil : dimana gasing diputar menggunakan kedua tangan.(foto)
2. Gaya Surung : permainan menggunakan tali, kemudian gasing dililitkan ke seutas benang khusus dan dilemparkan ke area permainan.
3. Gaya Pangka’ : permainan dimana gasing dilemparkan ke arah gasing lain buat di adu (pangka’).

G6.jpg

Melilitkan,bersiap dan melempar...(foto : Zeinur M,Singkawang 2009)

Seiring berjalanya waktu, permainan gasing telah menjadikan gasing menjadi sebuah cabang pertandingan yang diadakan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir berbagai pertandingan telah dilaksanakan baik itu pertandingan nasional maupun internasional. Ketua Gasing Kalbar yang akrab dengan sapaan Pak Mo’, menjelaskan bahwa “tim gasing Kalbar adalah salah satu tim terbaik yang dimiliki Indonesia, bahkan menjadi tim terbaik pada Sukan Borneo II tahun 2007 yang diadakan di Sarawak, Malaysia”. Ia sendiri telah mengenal permainan gasing pada usia 7 tahun, “sangat sulit untuk meninggalkan permainan ini, karena telah menemani hampir separuh hidup saya”, ujarnya.

G5.jpg

Pak Mo' sebagai Ketua Gasing Kalimantan Barat (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)

Selanjutnya ia menyampaikan harapan yang sangat besar kepada seluruh masyarakat agar dapat melestarikan permainan rakyat ini dan kemudian menjadikan gasing sebagai hak paten kebudayaan Indonesia, dan dapat diikutsertakan sebagai cabang olahraga baru dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Singkawang yang telah mengagendakan permainan gasing sebagai salah satu rangkaian acara Fesitival Singkawang 2009.(Zeinur,M/11/07/2009)

Menampik Kehidupan

Menampik Kehidupan judul oleh ORIN.jpg

Menampik Kehidupan (photo: Qnoy, Sui Kakap, 2009)

Makan

Makan oleh Zeinur,M.jpg

Makan (photo: Qnoy, Pontianak, 2009)

« Previous PageNext Page »