Bookmark and Share

Images by peewee1984

September 10, 2010 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Uncategorized  

Sintang Lautan Jilbab

September 5, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Photo dan Berita  

jilbabku_10.JPGSintang Peringati Hari Jilbab Internasional
Sore itu tanggal 4 september 2009 kota Sintang, Kalimantan Barat dipenuhi oleh wanita-wanita muslimah berjilbab. Mereka hadir bukan hanya karena memperingati bulan suci ramadhan namun untuk memperingati pula hari jilbab internasional atau yang lebih dikenal dengan “International Hijab Solidarity”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Islam (IMI) Akademi Keperawatan Sintang ini berisi antara lain Sholat ashar berjamaah, Pawai Orasi di sepanjang jalan lintas melawi, Tausiyah,
Buka puasa, dan ditutup dengan sholat magrib berjamaah.
Menurut Suci Puji Ramdani yang dipercaya sebagai ketua panitia kegiatan Peringatan Hari Jilbab Internasional ini, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengajak teman-teman dan saudara-saudara muslimah agar menggunakan jilbab, dan menggalang persatuan remaja-remaja muslim yang ada di sintang.
“Allah sudah menerangkan dalam surat Al Ahzab ayat ke 59, yang mana Allah memberikan perintah untuk wanita memakai jilbab agar jilbab itu bisa digunakan sebagai pelindung kemudian pembeda antara mana wanita yang muslimah dan mana yang bukan.
Dari segi positifnya dimana kita mensosialisasikan jilbab kepada saudari-saudari kita kemudian untuk memperingati hari jilbab internasional yang telah diperjuangkan oleh saudara-saudara kita yang ada di perancis, inggris” tutur suci ketika ditanya mengenai arti jilbab.
Acara ini dihadiri kurang lebih 700 orang peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Sintang. Turut hadir pula dalam acara ini Sekda Kab. Sintang yang sekaligus melepas Pawai dan Orasi.
Dalam pawai orasi tersebut tampak pula di barisan depan seorang wanita berjilbab dan bercadar yang ditarik dengan rantai oleh seorang lelaki, menurut suci hal itu menyimbolkan ketidakberdayaan seorang pelajar yang belajar di suatu negara yang mana di negara tersebut melarang adanya penggunaan simbol-simbol keagamaan sehingga diadakanlah suatu konferensi yang diadakan di London sehingga tercetuslah bahwa tanggal 4 september sebagai hari jilbab internasional.

jilbabku_11.JPG

Sore itu tanggal 4 september 2009 kota Sintang, Kalimantan Barat dipenuhi oleh wanita-wanita muslimah berjilbab. Mereka hadir bukan hanya karena memperingati bulan suci ramadhan namun untuk memperingati pula hari jilbab internasional atau yang lebih dikenal dengan “International Hijab Solidarity”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Islam (IMI) Akademi Keperawatan Sintang ini berisi antara lain Sholat ashar berjamaah, Pawai Orasi di sepanjang jalan lintas melawi, Tausiyah, Buka puasa, dan ditutup dengan sholat magrib berjamaah.

jilbabku_9.JPG

Panitia kegiatan tengah memeriksa jumlah peserta (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_1.jpg

Barisan Jilbab (Foto: Dian Prawira)

Menurut Suci Puji Ramdani yang dipercaya sebagai ketua panitia kegiatan Peringatan Hari Jilbab Internasional ini, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengajak teman-teman dan saudara-saudara muslimah agar menggunakan jilbab, dan menggalang persatuan remaja-remaja muslim yang ada di sintang.

jilbabku_10.JPG

Kiri: Jilbab itu... (Foto: Iip Yulfahmi); Kanan: Bukan Topeng Dosa (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_2.jpg

Tak Akan Luntur dan Hancur Meski digempur (Foto: Iip Yulfahmi)

“Allah sudah menerangkan dalam surat Al Ahzab ayat ke 59, yang mana Allah memberikan perintah untuk wanita memakai jilbab agar jilbab itu bisa digunakan sebagai pelindung kemudian pembeda antara mana wanita yang muslimah dan mana yang bukan. Dari segi positifnya dimana kita mensosialisasikan jilbab kepada saudari-saudari kita kemudian untuk memperingati hari jilbab internasional yang telah diperjuangkan oleh saudara-saudara kita yang ada di perancis, inggris” tutur suci ketika ditanya mengenai arti jilbab.

jilbabku_3.jpg

Lautan Jilbab (Foto: Iip Yulfahmi)

jilbabku_8.JPG

Jilbab-jilbab putih (Foto: Dian Prawira)

Acara ini dihadiri kurang lebih 700 orang peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Sintang. Turut hadir pula dalam acara ini Sekda Kab. Sintang yang sekaligus melepas Pawai dan Orasi.

jilbabku_12.JPG

Mengapa (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_7.JPG

Di Sini Aku Menjadi Saksi (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_6.jpg

Yang Terbelenggu--Sebuah Aksi yang menyimbolkan ketidakberdayaan seorang pelajar yang belajar di suatu negara yang mana di negara tersebut melarang adanya penggunaan simbol-simbol keagamaan (Foto: Dian Prawira)

jilbabku_4.jpg

Peserta Aksi Teatrikal Yang Ditarik Sepanjang Jalan Lintas Melawi (Foto: Iip Yulfahmi)

Dalam pawai orasi tersebut tampak pula di barisan depan seorang wanita berjilbab dan bercadar yang ditarik dengan rantai oleh seorang lelaki, menurut Suci hal itu menyimbolkan ketidakberdayaan seorang pelajar yang belajar di suatu negara yang mana di negara tersebut melarang adanya penggunaan simbol-simbol keagamaan sehingga diadakanlah suatu konferensi yang diadakan di London sehingga tercetuslah bahwa tanggal 4 september sebagai hari jilbab internasional, sebab tidak ada satupun perusahaan, instansi, baik swasta maupun negeri yang berhak melarang seorang muslimah untuk tetap mengenakan jilbabnya.

(D!@N,04/09/2009)

Bukan Solusi

May 2, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Klik...!!!  

bknsol.jpg

Koalisi

May 1, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Klik...!!!  

koalisi.jpg

Dibalik sandiwara ini

April 30, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Klik...!!!  

dibalik_sandiwara_ok.jpg

Dibalik Sandiwara Ini, By Dian Prawira

Ketangguhan Kamera Digital Pocket pada Situasi Ekstrim

March 13, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Segelas Kopi  

segelas_kopi_gbr.jpg

Suatu malam di rumah ianimaru (foto oleh, afdhal; komik oleh, Dian Prawira)

Dalam suatu malam yang kelam. Beberapa dari anggota Borneo Photography berkumpul di rumah ianimaru sang webmaster untuk membicarakan masalah web, dan hunting ke depan. Setelah topik web selesai, bang ae’ yang hadir di sana pun mulai angkat bicara. Agenda ke depan rencananya akan diadakan hunting ke afghanistan dan afrika. Karena apa, karena di sana tantangannya dan yang akan dikomunikasikan lewat bahasa gambar lebih bermakna. Melihat hasil upload foto oleh mumu yang menampilkan tema foto makro seekor ngengat hanya dengan kamera digital pocket, kami pun berencana mengambil tema foto makro dengan pocket. Sehingga dalam pembukaan pendaftaran hunting bersama nanti, peserta hunting diwajibkan menggunakan kamera digital pocket, dilarang menggunakan kamera DSLR. Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi penggemar foto makro. Sebab, dalam hunting tersebut cukup memacu adrenalin yang berlebih. Betapa tidak, dalam hunting makro tersebut peserta tentu harus mengambil objek dalam jarak yang sangat dekat. Contohnya jika ke afghanistan, maka foto rudal sebelum meledak harus diambil makro dalam jarak yang sangat dekat. Saat orang-orang berlarian menghindari rudal tersebut, sang fotografer dituntut untuk mengambil gambar ke objek. Foto tidak boleh shake, jadi mengambilnya harus tenang dan santai. Begitu pula dengan hunting di afrika. Foto yang diambil adalah foto binatang liar seperti singa, dan cheetah. Tuntutan bagi fotofgrafer adalah mengambil foto makro gigi taring singa pada waktu sedang kelaparan. Sama hal nya dengan foto cheetah, fotografer dituntut mengambil foto makro taring cheetah saat sedang berlari.

Nilai tertinggi bukan berdasarkan hasil foto yang cerah, detail dan ketajaman foto, namun berdasarkan kondisi fotografer. Apakah masih selamat, berikut dengan foto serta kameranya. Itulah ketangguhan dari fotografer kamera pocket yang diuji saat kondisi ekstrim. Tanpa menggunakan lensa tele. Tapi dengan kamera pocket untuk mengambil foto makro. Mendengar hal tersebut kami hanya bisa mencibir dan garuk-garuk kepala. Ini orang kayaknya terlalu mengantuk sehingga “ngeracau tak tentu rudu”. Itulah bual-bualan dari orang-orang BOP yang sedang dilanda ngantuk dan mumet, ditambah koneksi internet kala itu yang super lelet. Afdhal dengan kesibukannya menelpon seseorang berlama-lama; mumu dengan liputan tempenya; eru dan saya (D!@N) yang kelaparan; megy, tomy dan handoko yang mau sekolah esok hari; kinoy, eko, ianimaru, dan anton yang makin mengantuk, menutup cerita bualan orang-orang BOP. Saya harap pembaca jangan terlalu serius menanggapi bacaan ini. Namanya juga bualan. Malam tetaplah malam, dingin menyelimuti jalan tebu malam itu, larut tak dapat ditepis, detik jam tak mau berhenti, mata tak mau kompromi, dan perut seperti sedang demontrasi, bang ae’ menutup pertemuan malam itu dengan, “salam BOP”, “Jepret!!!!!!”

(D!@N)

Launching Kumpulan Cerpen “Coretan di Langit Kapuas”

March 11, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Photo dan Berita  

cerpen02.jpg

Penulis-penulis cerpen berfoto bersama Garuda Wiko, Sebastian, Ferry Hadary dan Pay Jarot. (foto by, Dian Prawira)

Langit cukup cerah siang itu. Matahari dengan panasnya menerangi bumi khatulistiwa yang membuat peluh bercucuran. Di sana, di parkiran gedung rektorat UNTAN telah berjejer kendaraan-kendaraan dari orang-orang yang ingin menyaksikan secara langsung suatu momen yang bersejarah dalam kehidupan 16 orang penulis asal Kalimantan Barat. Hari itu tepatnya tanggal 7 Maret 2009 Lentera Community sebagai salah satu lembaga yang mewadahi penulis di Kalimantan Barat mengadakan Launching dan Bedah Buku Kumpulan Cerpen “Coretan di Langit Kapuas”. Telah hadir di sana ke 16 orang penulis yang masing-masing dari mereka mengarang 1 buah cerpen antara lain: Tantra Nur Andi (Jejak langkah bocah rimba), Harmi Cahyani (Goresan untuk langit), Isma Resti Pratiwi (Plakat), Redia Yosianto (Undangan), Fitri Ushinawareta (Pengkang), Diani Ria (Ulang tahun terakhir), Rifai Rahman (Alis), Romi Advant (SMS atau cinta), Lucky Ashdika (Makhluk Tuhan yang terindah), Sana (Tak terbalas), Helda (Kenapa aku harus jadi riang), Acih Karlina (Maaf, ku harus pergi), Eka Mustika (Kena lu cape’ deh), Putri Septya (Kejutan Feri), Eva Salihati (Tinggal kenangan), Nuryani (Gejolak para dewa).

Pada siang itu acara launching secara simbolis dilakukan oleh Garuda Wiko selaku dekan fakultas hukum dan Sebastian selaku Ketua komisi C DPRD Kota Pontianak.

cerpen01.jpg

Garuda Wiko (Dekan Fak. Hukum Untan) dan Sebastian (Anggota Komisi C DPRD Kota Pontianak) meresmikan buku "Coretan di Langit Kapuas" (Foto by, Dian Prawira)

Setelah acara launching dilakukan dilanjutkan dengan bedah buku yang pada kali ini menghadirkan dua orang pembedah yaitu Dr. Ferry Hadary, S.T., M.Eng. , Penulis Buku Sapa Cinta Dari Negeri Sakura dan Nur Iskandar (Pimred Borneo Tribune).

Pada segmen pertama bedah buku yang diisi oleh Dr. Ferry Hadary, S.T., M.Eng., beliau menghargai semangat dari ke 16 penulis untuk dapat menuliskan karya sastra dengan baik. Namun beliau juga menyayangkan bahwa dalam buku kumpulan cerpen ini tulisan yang digunakan terlalu kecil. Dari ke 16 cerpen yang ada Dosen Fakultas Teknik ini mengatakan bahwa ada 2 cerpen yang baik, yaitu “Plakat” dan “Ulang tahun terakhir”, untuk cerpen dengan judul plakat Ferry mengutarakan kebingungannya terhadap penutup dari cerpen yang berjudul Plakat ini. Beliau menilai penutup dari cerpen ini kurang begitu pas.

cerpen03.jpg

Dr. Ferry Hadary, S.T., M.Eng. Dalam segmen bedah buku Coretan di Langit Kapuas (Foto by, Dian Prawira)

Sedangkan untuk cerpen “Ulang tahun terakhir” yang bercerita antara hidup dan mati beliau menhatakan bahwa ceritanya terlalu memutar-mutar untuk mencapai suatu ending.

Namun ia juga mengatakan penghargaannya atas usaha dari Lentera Community untuk mengumpulkan 16 penulis dari Kalimantan Barat ini, karena hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia juga mengatakan bahwa tulisan itu sangat penting pada bagian riset. Tulisan akan berkualitas apabila melalui riset.

Lain padang lain ilalang, lain Ferry Hadari lain pula Nur Iskandar dalam membedah buku kumpulan cerpen ini. Pada awal segmen kedua tersebut Pimred Borneo Tribune ini mengatakan bahwa ia cukup tertarik dengan pemberi kata pangantar yang banyak di buku ini. “Buku ini ada keunikannya dibandingkan buku yang lain. Kalau buku yang lain komentarnya 2 paling banter 3. Sedangkan ini cukup banyak. Artinya unik. Katanya, dari ilmu marketing kalau ada sesuatu yang unik, itu akan laku keras, jadi kita do’akan buku ini laku keras”. Serupa tapi tak sama dengan Ferry Hadary, Nur Iskandar juga memberi penilaian lebih untuk cerpen Plakat diantara ke 16 cerpen lainnya yang terdapat di buku tersebut. Dalam mengkritisi karya plakat ini ia mengatakan bahwa karena antagonis antara plakat dengan panen padi, ini sebenarnya bisa diuraikan bahwa plakat itu terbangun dari bahan apa? Sedangkan di cerpen tersebut tidak diceritakan. Ia juga menekankan bahwa jangan terburu-buru dalam menceritakan sesuatu, ceritakanlah step by step, bercerminlah pada Andrea Hirata. Deskripsinya memikat sehingga pembaca akan lengket dengan bacaan itu. Seakan tidak mau lari dari buku tersebut. Karena dengan membaca kita membangun theatre of mind dari pembaca. Oleh karena itu deskripsi tersebut sangat penting. Selain dari plakat yang kurang jelas terbuat dari bahan apa, juga karakter pak camat tidak jelas.

Pada intinya ia mengatakan dalam menghasilkan karya sastra jangan terlalu terburu-buru agar dapat menghasilkan karya yang lebih berkualitas sehingga dapat memberi nilai yang lebih.

Acara berakhir pukul 17.00 dengan ditutup dengan Do’a. Dari hari itu merupakan hari bersejarah bagi 16 orang penggores karya sastra di bumi khatulistiwa ini.

(D!@N)

cerpen04.jpg

Suasana di Rektorat Untan Saat Launching Buku (Photo by, Dian Prawira)

Audisi Bintang Pelajar 2009 Wilayah Sintang

March 1, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Photo dan Berita  

audisi_band.jpg

Chasadiezta Band Tampil dalam Festival Band Pelajar di Sintang (Photo by, Dian Prawira)

Sore itu 28 Februari 2009 Gedung Pancasila Kota Sintang telah dipadati pelajar dan orang tua dari pelajar yang ingin mengikuti dan menonton Audisi Bintang Pelajar 2009 Wilayah Sintang dan Festival Band Pelajar. Festival Band ini diikuti oleh 12 band peserta dan berhasil menelurkan 8 band finalis yang mengikuti final di malam harinya. Yaitu:

1. Chasadiezta
2. Smaxa
3. Friendster
4. Hemat Pangkal Kaya
5. Piston
6. Warrior’s
7. Boemi Gonjang Ganjing
8. The Man

Sedangkan untuk Audisi Bintang Pelajar 2009 Wilayah Sintang menghasilkan 6 finalis Yaitu:

1. Pia Septiamta H
2. Oktoberius
3. Yoman
4. Novrika Wulandari
5. Irma Yolanda
6. Restu
Dan dari final audisi yang diselenggarakan malam harinya akhirnya memutuskan bahwa restu yang berhak sebagai juara I dan akan maju ke ajang Audisi Bintang Pelajar 2009 yang akan diselenggarakan di Pontianak tepatnya di auditorium UNTAN.
Sedangkan untuk pemenang Festifal Band Pelajar dimenangkan oleh band “Hemat Pangkal Kaya” yang juga menyabet kategori the best drum dan the best keyboard. (D!@N/28/02/2009)

Masih Tersisa Di Sana

March 1, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Photo dan Berita  

stiker.jpg

"Stiker" (Foto : Dian Prawira)

Meskipun masa kampanye gubernur kalimantan barat yang lalu telah lama berakhir bahkan telah menghasilkan seorang gubernur baru, namun di beberapa fasilitas umum masih tampak stiker sisa-sisa kampanye yang sulit hilang. Akankah lebih baiknya tim sukses calon kepala daerah atau calon pejabat apapun tidak menempel stiker di tempat umum. Sebab media stiker sulit untuk dibersihkan apabila ditempel di tiang-tiang listrik dan fasilitas lain seperti rambu lalu lintas, halte, lampu trafic light dan lainnya. Sedapat mungkin hindari atribut kampanye menggunakan stiker.(D!@N/27/02/2009)

Berantakan

March 1, 2009 | Oleh : peewee1984 | Kategori : Photo dan Berita  

ruwet.jpg

"Berantakan" (Foto : Dian Prawira)

Pengaturan baliho yang tidak rapi, hanya akan merusak pemandangan kota. Seperti terlihat di bundaran kota baru. Dimana banyak sekali baliho yang tidak tertata rapi dan terkesan dipasang sekedarnya. Mungkin kedepannya dapat ditertibkan dengan penetapan ukuran standar, dan tinggi baliho untuk masing-masing ruas jalan, sehingga baliho-baliho tersebut dapat tertata rapi dan sedap dipandang mata.(D!@N)