Bookmark and Share

Images by mumu

Masjid Abdullah

Diambil dari nama ayah Nabi Muhammad SAW, Masjid Abdullah didirikan pada tahun 2009 di Komplek Golf Permai, Siantan Hulu, Pontianak Utara. Sekilas mesjid yang dibangun dari dana swadaya masyarakat ini terlihat sangat kental arsitektur Tionghoa-nya. Sebagai perancang masjid, Maxie Andie Mendur (47) menerangkan beberapa bagian masjid memang terinspirasi dari bangunan Tionghoa seperti atap, jendela dan gerbang masjid.  ”Warna hijau menggambarkan nuansa Islam dan warna kuning menandakan nuansa Melayu”.

Memakan waktu pembangunan selama 8 bulan, Masjid Abdullah dapat menampung kapasitas sebanyak 120 hingga 150 jemaat. “Dalam seminggu, biasanya kita mengadakan 2 hingga 3 kali takziyah untuk anak-anak. Setiap hari besar Islam juga diperingati di masjid ini. Dana pembangunan masjid berasal dari swadaya masyarakat baik yang muslim maupun non muslim,” ujar ayah dari Irene Natasha Mendur dan Grace Nathania Mendur ini. (mumu/8/8)

web1new.jpg

Minaret Masjid Abdullah ditopang oleh lima tiang yang menandakan sholat lima waktu yang merupakan tiang agama Islam. (Foto : Anton Kopisiti)

web2new.jpg

Dibangun dari hasil swadaya masyarakat baik yang muslim maupun non muslim. Dapat menampung 120 hingga lebih kurang 150 jemaat. Didominasi warna hijau yang menggambarkan nuansa Islam dan warna kuning yang menggambarkan nuansa Melayu.(Foto : Anton Kopisiti)

web3new.jpg

Pintu gerbang masjid yang berarsitektur Tionghoa ini menyimbolkan kekuatan dan kekokohan Islam. Karena umat Islam dari etnis apapun tidaklah berbeda. Semuanya menyembah Allah SWT. (Foto : Anton Kopisiti)

web4new.jpg

Jendela berlafaskan kalimah Allah. Ditengahnya ada lingkaran yang menggambarkan dunia. Di sekeliling lingkaran tersebut ada 17 lekukan. Ini adalah simbol bahwa seluruh umat Islam di dunia melaksanakan sholat wajib sebanyak 17 rakaat. Desain jendela ini merupakan masukan dari pemangku adat Kesultanan Sambas.(Foto : Anton Kopisiti).

web5new.jpg

Maxie Andie Mendur, "dalam seminggu, biasanya kita mengadakan 2 hingga 3 kali takziyah untuk anak-anak. Setiap hari besar Islam juga diperingati di masjid ini." (Foto : Anton Kopisiti)

web6new.jpg

Didirikan pada tahun 2009. Nama Masjid Abdullah diambil dari nama ayah Nabi Muhammad SAW. (Foto : Anton Kopisiti)

Panjat Dinding Putri PORPROV Kalbar

Pontianak BoP. Rabu (28/7), di halaman Gedung Olah Raga Pangsuma tengah berlangsung pertandingan cabang olahraga panjat dinding perorangan putri. Cabang olahraga pada event Pekan Olahraga Propinsi ini diikuti oleh Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Landak, kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kota Singkawang dan Kabupaten Pontianak.

Kamis (29/7) akan dilanjutkan dengan final nomor Boulder (jalur pendek), final Lead (rintisan) dan kualifikasi Speed(kecepatan). (mumu/28/7)

resize_1_copy.jpg

Berlangsung hingga 31 Juli 2010. (foto : mumu)

resize_2_copy.jpg

Peserta berasal dari 10 kabupaten dan 2 kota di Kalbar. (foto : mumu)

Perolehan Medali Sementara

BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRI PERORANGAN

Natalia (Kab.Bengkayang), medali emas.

Desi Tonita (Kab. Sambas), medali perak.

Eka (Kota Pontianak), medali perunggu.

BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRA BEREGU

Adhari, M. Tabi’in dan Andy Anwar (Kab. Sambas), medali emas.

Rahmad, Hendra Cipta dan Sazha Ade Norman (Kota Singkawang), medali perak.

Putra Hakiki, Julianto dan Feliks (Kota Pontianak), medali perunggu.

LEAD (RINTISAN) PUTRI BEREGU

Leliyah, Reza dan Diana (Kota Pontianak), medali emas.

Sri W. Wulandari, Lilis Setiawati dan Diana (Kab. Kapuas Hulu), medali perak.

Theresia Noberta, Ria Septiana dan Ernawati (Kab. Pontianak), medali perunggu.

BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRA PERORANGAN

Martholomeus (Kab. Kapuas Hulu), medali emas.

Angga (Kab. Pontianak), medali perak.

M.Tabi’in (Kab. Sambas), medali perunggu.

LEAD (RINTISAN) PUTRA BEREGU

Rifin, Ijul dan Taufik (Kab. Ketapang), medali emas.

Rahmad, Hendra dan Sazha (Kota Singkawang), medali perak.

P.Hakiki, Julianto dan Feliks (Kota Pontianak), medali perunggu.

LEAD (RINTISAN) PUTRI PERORANGAN

Vina Triyana (Kota Singklawang), medali emas.

Lilis Setiawati (Kab. Kapuas Hulu), medali perak.

Theresia Noberta (Kab. Pontianak), medali perunggu.

resize_3_copy.jpg

Salah satu cabang olahraga mendaki gunung. (foto : mumu)

resize_4_copy.jpg

Kesuburannya tumbuh di banyak di daerah di Indonesia dikarenakan dinding panjat banyak didirikan di lingkungan kampus atau sekolah. (foto : mumu)

resize_5_copy.jpg

Meski dinilai lebih mudah jika dibandingkan dengan panjat tebing alam, setiap atlet dituntut untuk siap mental dan fisik. (foto : mumu)

Pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip Menjadi Pangdam XII Tanjungpura

Jum’at (02/07) dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis MH beserta istri, unsur Muspida, Pejabat TNI, veteran dan seluruh Pangdam, upacara pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip menjadi Pangdam XII Tanjungpura berlangsung di depan Gedung Markas Komando Resort Militer (Makorem) 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak.

Setelah pelantikan usai digelar, acara kembali dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis seratus bola untuk pembinaan sepak bola KSAD Cup 2010. Berikutnya, para undangan upacara menyaksikan peletakan batu pertama di pembangunan gedung Markas Komando Daerah Militer (MAKODAM) yang letaknya tepat di belakang Gedung Makorem. (mumu/02/07)

resize06.jpg

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI George Toisutta bertindak sebagai pemimpin upacara. Foto : Q-Noi

resize_02.jpg

Komandan upacara, Danrem 121/ABW Kolonel Inf. Toto Rinanto Sudjiman. Foto : Q-Noi

resize04.jpg

Mayjen TNI Moeldoko S.IP dilantik sebagai PANGDAM XII Tanjungpura. Foto : Q-Noi

resize_01.jpg

Kesatuan Ajudan Jenderal XII Tanjungpura. Foto : Q-Noi

resize07.jpg

Rencana pembangunan Makodam XII. Foto : Q-Noi

resize08.jpg

Peletakan baru pertama pembangunan gedung MAKODAM XII Tanjungpura oleh KSAD Jendral TNI George Toisutta. Foto : Sy. Afdhal Ghalib.

Pulau Karimata dan Kekayaan Lautnya

Warga Desa Padang, kepulauan Karimata menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Kekayaan sumber daya alam hayati di kawasan ini dapat dilihat dari hamparan terumbu karangnya yang membentang luas.  ikan Kerapuk adalah salah satu dari sekian banyak jenis ikan yang dijual nelayan Desa Padang hingga ke Belitung.
Proses penangkapan ikan pun masih menggunakan alat tradisional. Bubuh misalnya. Alat yang dipakai nelayan Desa Padang ini terbuat dari rotan yang dibentuk seperti kubus, diikat dengan menggunakan tali plastik dan setiap sisinya ditutupi kawat. (mumu/20/06)

new3.jpg

Dermaga Desa Padang, Kepulauan Karimata. (Foto : Ian Imaru)

new4.jpg

Desa Padang merupakan desa besar yang terletak di sebelah timur Pulau Karimata. (Foto : Ian Imaru)

new1.jpg

Dalam sehari, Ugay yang dibantu beberapa anak buahnya, dapat menyelesaikan sekitar sepuluh buah bubuh. (Foto : Ian Imaru)

new2.jpg

Penyelam menggunakan selang dari kompresor untuk menurunkan bubuh ke dalam laut. (Foto : Ian Imaru)

Demam Piala Dunia

Pagelaran Piala Dunia yang telah lama ditunggu-tunggu oleh berjuta manusia di planet ini akhirnya datang juga. Afrika Selatan akan menyita seluruh perhatian dunia dengan adanya event besar ini.
Tidak berbeda dengan situasi di kota-kota lain di Indonesia, Jum’at (11/6) malam, warga Pontianak gencar menyesaki warung kopi atau cafe yang menyediakan fasilitas nonton bareng piala dunia. Bahkan saat pertandingan Afrika Selatan melawan Meksiko disiarkan, sebuah tempat cuci mobil di Jalan HM. Soewignyo disulap menjadi lokasi nonton bareng yang otomatis menyedot perhatian banyak warga.
Jalan Gajah Mada menjadi kawasan yang paling ramai dikunjungi warga untuk menyaksikan pertandingan Afrika Selatan kontra Meksiko. Fasilitas seperti televisi dan proyektor yang menggunakan layar besar memang telah dipersiapkan oleh pemilik warung kopi atau cafe yang tentu saja dapat mengundang banyak pelanggan. (mumu/11/06)

resize_1.jpg

Agenda sepak bola terbesar ini menjadi acara yang paling banyak di tonton oleh semua orang di dunia. (Foto : Tri Anto)

resize_2.jpg

Piala Dunia 2010 adalah piala dunia yang pertama kalinya digelar di Benua Afrika. (Foto : Tri Anto)

resize_3.jpg

Sorak sorai para penonton saat Afrika Selatan berhasil menjebol gawang Meksiko. (Foto : Tri Anto)

resize_4.jpg

Tempat-tempat hang out yang ditambahi fasilitas nonton bareng, diprediksi akan terus dibanjiri pengunjung hingga akhir piala dunia. (Foto : Tri Anto)

Pameran Fotografi “Photo Borneo” & Sintang Photography Trip 2010

Sinar matahari pagi bersinar dan menembus jendela bis Pontianak-Sintang. AC dingin terus saja menyelimuti semua penumpang yang sebagian masih betah memejamkan mata. Photography Trip yang digelar bersamaan dengan Pameran Fotografi “Photo Borneo” dalam rangka menyambut Hari Bumi, tentunya bertujuan untuk menyebar kesadartahuan akan lingkungan dan salah satu wujud eksistensi kepedulian sebagai manusia.

Pameran Fotografi “Photo Borneo”
Gedung Pancasila yang terletak di Jalan Apang Semangai, Sintang dipilih menjadi tempat digelarnya pameran fotografi dari tanggal 24-26 April 2010.

_MG_8540.JPG
DSCN9236.JPG
Gedung pancasila, Jalan Apang semangai sebagai tampat berlangsungnya pameran “Photo Borneo”. (foto : mumu)
IMG_8247.JPG

Salah satu paniti sedang mengerjakan instalasi lighting pameran. (foto : mumu)

DSCN9119.JPG

Pameran fotografi "Photo Borneo" menghimpun sebanyak 80 karya. (Foto : mumu)

DSCN9126.JPG

"Photo Borneo" adalah tema besar yang merangkap menjadi program tahunan di tubuh Borneo Photography. (Foto : mumu)

DSCN9177.JPG

Display pameran yang telah selesai dikerjakan oleh panitia. (foto : mumu)

DSC_0147.jpg

Dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno. (Foto : Gumay DBlur)

_DSC8351.jpg

Salah satu sarana edukasi untuk siswa sekolah. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

DSCN9230.JPG

Dwi Karunia Syaputri (10) tercatat sebagai fotografer termuda yang mengikutsertakan sebuah karyanya berjudul "Cerdas" di pameran Photo Borneo" (Foto : mumu)

_DSC0321.jpg

Acara penutupan pameran dan lounching Gemar Photography Sintang (GPS). (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Photography Trip
Hunting foto memang menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar. disela-sela pameran, beberapa BoPhian menggelar hunting kecil. berjalan kaki dari Gedung Pancasila menuju tepian Sungai Kapuas, Pasar Inpres dan kembali lagi ke Gedung Pancasila.
Hunting dilanjutkan pada hari Minggu (24/04). Kali ini BoPhians dipandu oleh teman-teman dari Gemar Photography Sintang (GPS). Hutan Wisata Baning, Kobus, Kawasan Jinora dan pada sore harinya susur sungai mengitari Sungai Kapuas. Kehidupan masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Kapuas merupakan objek yang sungguh sayang jika tidak dibadikan.

DSCN9193.JPG

Kawasan Hutan Baning, Sintang salah satu tujuan lokasi hunting. (foto : mumu)

_MG_8965.JPG

Di kaki Bukit Kelam. (foto : mumu)

_MG_8499.JPG

Galeri tenun ikat. Sangat disayangkan tidak bisa memotret kain tenun, karena pada saat hunting, galeri ini tidak ada kegiatan. (Foto : mumu)

_MG_8540.JPG

Bujang Beiji. Tokoh cerita rakyat dari Sintang yang diabadikan menjadi tugu. (Foto : mumu)

_MG_8922.JPG

Air terjun Bukit Rentap. (Foto : mumu)

Borneo Photograophy mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada CERDAS Grup, Gemar Photography Sintang, seluruh masyarakat Sintang dan siapa saja, dimana saja atas doa dan dukungan yang telah diberikan. (mumu/16/05)

Fotografer-fotografer yang berpartisipasi dalam “Photo Borneo” Sintang 24-26 April 2010 :

Adi Sulistyanto

Afif Reffyandi

Agus Djuli Handoko

Agus Fitri Andri

Alberta Noviany

Anderi Purnomo

Andreas Cicco

Andy Saputra

Anton Widiarmo S.E

Apriansyah Firdaus

Aris Suhendra

Cholid Nugraha

Dwi Kurnia Syaputri

Eko Suryanto Daulay

Erwin Setiadi

Eru Ahmadia

Evy P. Susanti

Fami Hazdan

Gumay DBlur

Iip Yulfahmi

Indra Ae’

M. Firdaus

M. Mu’min

M. Alfian Nurzi

M. Zeinur Rasyikin

Lukas B. Wijanarko

Sabda Agung

Sinatrya Ananda

Suriansyah A.Md

Sy. Afdhal Ghalib

Teguh Panglima

Tri Anto

Vidi Sitarda

Bandit Rangers

Pada tahun 70-an, olah raga atau permainan air soft pertama kali dimulai dari negara Jepang. Permainan ini menirukan kegiatan polisi atau bahkan militer dalam berperang.
Senjata yang digunakan tentu saja bukan senjata yang digunakan militer atau polisi, melainkan menggunakan senjata replika yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Jenis elektrik
2. Gas blow back
3. Bolt action (kokang)
Selain populer di Amerika dan Eropa, air soft juga populer di Asia. Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Macau, Korea Selatan, dan juga menyebar ke Filipina dan Indonesia.

Bandit Rangers

Bandit Rangers adalah tim air soft yang didirikan di Pontianak pada tahun 2008. Minimnya anggota pada saat itu kini telah berubah menjadi 43 orang (menurut data)
Anggotanya terdiri dari anak sekolah, mahasiswa, hingga karyawan. Semua anggotanya berpedomankan kepada kode etik airsoft dengan 3 acuan keselamatan :
1. Keselamatan Umum
2. Keselamatan Pribadi
3. Keselamatan Permainan

Singkawang, Pemangkat dan Sintang adalah beberapa nama kota yang pernah menjadi tur Bandit Rangers. Rencana untuk menggelar agenda air soft se-Kalimantan Barat juga tengah mereka persiapkan.(mumu/16/05)

Facebook :     http://www.facebook.com/group.php?gid=110485991558

_MG_9444.JPG

Peralatan yang paling penting dalam permainan airsoft adalah pelindung mata dan wajah. (foto : mumu)

_MG_9474.JPG

Bandit Rangers bermarkas di Jalan Media, Pontianak. (foto : mumu)

_MG_9530.JPG

Sportifitas yang tinggi merupakan prinsip utama ditanamkan pada seluruh anggota Bandit Rangers. (foto : mumu)

_MG_9542.jpg

Selain pakaian, perlengkapan lain seperti rompi, helm, sepatu boot, dan sarung tangan juga diusahakan mirip dengan yang dipakai oleh militer dan kepolisian. Penggunaan replika seragam militer ini tidaklah bermaksud untuk meniru suatu kesatuan militer. (foto : mumu)

_MG_9546.JPG

Tidak hanya lelaki, Bandit Rangers juga beranggotakan wanita. (foto : mumu)

_MG_9548.jpg

VISI MISI BANDIT RANGER Airsoft Team Pontianak – Kalimantan Barat V I S I : MELAWAN MUSUH DENGAN BERCERMIN SEBAGAI BANDIT LEBIH BAIK MATI DARI PADA PULANG TANPA KEMENANGAN DITANGAN MUNDUR DAN MENYERAH BUKAN SIFAT SEORANG BANDIT. M I S I : MENJADIKAN PERSONIL SEBAGAI MANUSIA YANG BERJIWA PATRIOT BERLANDASKAN KEPADA KETUHANAN YANG MAHA ESA DENGAN MEMEGANG TEGUH PRINSIP PANCASILA DAN MENJUNJUNG TINGGI SPORTIFITAS BERDASARKAN KODE ETIK AIRSOFT. (foto : mumu)

_MG_9568.JPG

Pakaian yang dipakai biasanya juga tebal agar mengurangi cedera atau rasa sakit. (foto : mumu)

_MG_9599.JPG

Peluru yang dipergunakan berbentuk bulat berbahan plastik padat dan biasa disebut BB (Ball Bearing). Ukuran butiran peluru berdiameter 6 mm dengan berat bervariasi dari 0.12 gram sampai 0.25 gram. (foto : mumu)

_MG_9622.jpg

Kawasan Universitas Tanjungpura kerap menjadi lahan perang Bandit Rangers di akhir pekan. (foto : mumu)

Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi

Pontianak BoP. Minggu (09/05) lomba gambar “Peta” untuk anak diselenggarakan di Fakultas Pertanian Unversitas Tanjungpura. Peserta dari lomba gambar yang mengangkat tema “Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi” ini merupakan agenda tetap Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). Dibagi menjadi dua kelompok umur, yaitu kelomok SD (umur 12 tahun) dan kelompok SMP (umur 13-14).
Sasaran pelaksanaan lomba gambar adalah seluruh anak (dibawah umur 15 tahun) di Indonesia tanpa terkecuali, baik di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan seterusnya. Baik yang berada di bangku sekolah maupun yang tidak sekolah.
Agenda yang diselenggarakan dua tahun sekali ini pertama kali dilangsungkan pada tahun 2003. Pada tahun 2011 mendatang, akan diselenggarakan pada bulan Mei di Paris, Perancis. (mumu/09/05)

resize_1.jpg

Lomba menggambar “PETA” untuk anak bertujuan memberikan gambaran sejak dini tentang peta bagi anak-anak sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air, meningkatkan pengetahuan, ide dan kreatifitas anak-anak tentang peta dan meningkatkan daya saing anak. (foto : mumu)

resize_2.jpg

Dewan juri. (ka-ki) Saut Miduk (IKJ), Yanuar Ahadin (seniman Kalimantan Barat) dan Dr. Sri Handoyo M. App, Sc. (foto : mumu)

resize_3.jpg

Gambar harus bisa menyampaikan pesan dari tema, kreatifitas dan teknik menggambar secara umum adalah tiga hal yang menjadi penilaian dari dewan juri. (foto : mumu)

resize_4.jpg

Pemutaran film tentang peta oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). (foto : mumu)

resize_5.jpg

Para pemenang dari kelompok SD. Alyurosa Taqwariva dari SD Al-Azhar (Juara Harapan I), Asfia Radhya Rahima dari SD Bawamai (Juara Harapan II), Veren dari SD Karya Yosef (Juara I), Karen dari SD Karya Yosef (Juara II) dan Bryan Jevoncia dari SD Suster (Juara III). (foto : mumu)

resize_6.jpg

Para pemenang dari kelompok SMP. Ellen Claresta dari SMP Karya Yosef (Juara Harapan I), Hovela dari SMP Santo Petrus (Juara Harapan II), Ninne Nabila Aztari dari SMP Al-Azhar (Juara I), Chairunnisa Anindita Putri dari SMP Negeri 3 Pontianak (Juara II) dan Reinaldo Maulim dari SMP Tunas Bangsa (Juara III). (foto : mumu)

Pameran Fotografi Sambut Hari Bumi

 width=

Kepada rekan-rekan pencinta fotografi yang ingin mengikuti Pameran Fotografi “Photo Borneo”, Sintang 24-26 April 2010 diharapkan membaca persyaratan yang telah dikirimkan ke inbox yang lalu. Undangan resmi telah kami/sedang kirimikan ke semua komunitas-komunitas Fotografi di seluruh Kalimantan Barat. Untuk menjawab semua respon/saran dan pertanyaan yang telah diterima.

1. Formulir dan Persyaratan sebagai kelengkapan administrasi Peserta bisa diperbanyak ( Copy ) per peserta yang akan mengikuti pameran.

2.Pameran Fotografi ini bersifat Individu,baik karya,nama fotografer yang dicantumkan ke dalam caption adalah milik pribadi peserta yang mengikuti pameran.

3.Penyerahan Soft Copy ( Kualitas Tinggi ) kepada panitia paling lambat tanggal 17 Februari 2010 pukul 11.59 WIB,foto yang dikirimkan hanya 1 foto yang kemudian seluruh foto yang diterima oleh panitia akan dibuatkan katalog pameran.

5.Peserta yang ingin memesan pemasangan frame foto ( Cetak & frame ),mendapatkan diskon dari panitia yaitu sebesar Rp 130.000 dapat menghubungi Eko Suryanto Daulay : 08565013309 untuk member BOP dan Gemar Photography Sintang ( GPS ) Mendapatkan Harga Khusus dari Panitia Pameran.

6. Diharapakan Kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan file foto mengisi formulir mencantumkan data yang sebenar-benar nya,Koordinasi antar peserta dan panitia akan berjalan secara intensif dimulai dari peserta menyerahkan file foto hingga pameran berlangsung sampai penutupan pameran.

Terimakasih

Nomor-Nomor Penting yang dapat dihubungi :

Eru Ahmadia : 081256532260
Eko Suryanto Daulay : 08565013309
Muhammad Zeinur Rasyikin : 081352377273

( Semua pertanyaan akan dijawab secara fleksibel baik sms maupun telepon )

PHOTOGRAPHY TRIP ke PULAU LEMUKUTAN

Pulau Lemukutan termasuk dalam wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kota Pontianak.

Pontianak – Teluk Suak ±120 menit menempuh jalur darat.
Teluk Suak – Pulau Lemukutan ± 60 menit melewati jalur laut, menggunakan kapal kelotok.

Pulau Lemukutan juga salah satu pulau terbesar diantara gugusan pulau yang ada di sekitarnya. Sebagian besar mata pencarian masyarakat Pulau Lemukutan adalah nelayan dan petani cengkeh.

Aktifitas keseharian masyarakat dan pesona alamnya sangat menarik untuk diabadikan karena belum tentu ditemukan di daerah yang lain.

Pulau Lemukutan :
- Salah satu tempat persinggahan penyu
- Terdapat beberapa jenis primata seperti kera dan monyet ekor panjang.
- Beberapa jenis burung juga terdapat di pulau ini.
- Aktifitas sehari-hari masyarakat nelayan.
- Panorama bawah laut yang menarik.

Harga paket Photography Trip ke Pulau Lemukutan selama 2 hari (2-4 April 2010) sebesar Rp. 150.000,00 (khusus member, dapat menunjukkan kartu anggota Borneo Photography untuk mendapatkan potongan harga).
Harga paket tidak termasuk biaya keberangkatan dari Pontianak ke Teluk Suak.

Fasilitas:
- Paket makan pagi + malam (6 x selama di Pulau Lemukutan)
- Homestay (penginapan)
- Transportasi (Teluk Suak – Pulau Lemukutan – Teluk Suak)
- Snorkling

Info lengkap dan pendaftaran :
Mumu (085245068595)

Panitia dapat membatalkan perjalanan jika sewaktu-waktu cuaca buruk.

Dari Desa Suka Baru

klik.jpg

Hanya seorang diri dan masih menggunakan alat yang sederhana seperti kapak, gergaji dan bor tangan, M Yusa (63) mengerjakan sebuah kapal pencari ikan. Menghabiskan waktu lebih kurang 1 bulan untuk mengerjakan sebuah kapal. Kayu belian dan kayu bengkirai adalah bahan pokok yang digunakan M Yusa. Lokasi : Desa Suka Baru, Ketapang. (28/01)

« Previous PageNext Page »