Bookmark and Share

Images by mumu

Masjid Agung Jami’ Sultan Tsafiuddin II Sambas

Masjid Agung Jami’ Tsafiuddin II Sambas merupakan peninggalan Sultan Tsafiuddin II. Sultan Tsafiuddin II adalah mubalig agung yang menyebarkan para da’i ke berbagai pelosok dan mengirim ulama-ulama ke perguruan tinggi Al-Azhar di Kairo, Mesir.
Masjid yang didirikan pada tahun 10 Oktober 1885 ini berada di Desa Dalam Kaum RT 6/RW 1, Sambas. Dapat menampung lebih kurang 1.740 jemaat. Awalnya masjid hanya memiliki satu menara. Pada tahun 1925, penampilan masjid menjadi semakin artistik dengan ditambahkannya dua menara baru. (Mumu/28/03/12)

 

 

masjid_jami___sambas_1.JPG

Foto : Mumu

 

masjid_jami___sambas_2.JPG

Foto : Mumu

 

masjid_jami___sambas_3.JPG

Foto : Mumu

 

masjid_jami___sambas_4.JPG

Foto : Mumu

 

masjid_jami___sambas_5.JPG

Foto : Mumu

 

masjid_jami___sambas_6.JPG

Foto : Mumu

Nusa Tenggara Timur Trip

KUPANG

Kupang berada di Pulau Timor. Nama Kupang sendiri diambil dari nama seorang Raja. Nai Kopan adalah raja yang memerintah Kupang sebelum Portugis tiba di Nusa Tenggara Timur. (Mumu/28/03/12)

 

patung_komodo_di_jalan_A_Yani__Strat_A___Kupang.JPG

Patung Komodo di Jalan A.Yani (Strat A), Kupang. (Foto : Mumu)

 

Taman_Nostalgia__jalan_El_Tari__Kupang.JPG

Taman Nostalgia, Jalan El Tari, Kupang. (Foto : Mumu)

 

 

Gong_Perdamaian__Kupang.jpg

Gong Perdamaian Nusantara. 8 Februari 2011 diresmikan Oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di Taman Nostalgia, Jalan El Tari ini dianggap sebagai simbol pemersatu masyarakat Kupang yang terdiri dari berbagai etnis dan agama. Di Gong tersebut terdapat 33 logo provinsi se-Indonesia. (Foto : Mumu)

 

Kelurahan_Nun_Baun_Sabu.jpg

Kelurahan Nun Baun Sabu, Kupang. (Foto : Mumu)

 

Kelurahan_Nunhila.jpg

Kelurahan Nunhila, Kupang. (Foto : Mumu)

 

Monumen_Pahlawan_Sonbait__Jalan_Raya_Tompelo__Kupang.jpg

Monumen Pahlawan Sonbai. Sobe Sonbai III adalah Raja Timor yang berjuang melawan Belanda. Monumen Pahlawan ini berada di Jalan Urip Sumoharjo - Soekarno, Kupang. (Foto : Mumu)

 

LEMBATA

Saya berbaur dengan penumpang di dalam Ferry Jurusan Kupang – Lewoleba. Di sini saya menyewa matras untuk tidur. Posisi untuk beristirahat yang dipilih juga tidak terlalu jauh dari letak televisi. 12 jam berada di laut lepas tentu saja hiburan saya hanya televisi dan lagu-lagu Mp3 dari telfon genggam saya.

Pukul 5 pagi. Hanya rokok dan kopi susu hangat yang menemani setelah baterai dari telfon genggam saya benar-benar “tewas”. Matahari belum menunjukkan wujud. Tapi sinarnya sedikit demi sedikit menyapu lautan.Saya harus berdesak-desakan dengan penumpang lain untuk menyaksikan aksi ikan lumba-lumba yang berenang dan melompat di sisi kiri ferry. Saya tidak yakin dengan jumlah mereka. Cepat dan sulit ditebak kapan mereka melompat ke atas permukaan air, membuat saya kesulitan mengabadikan salah satu jenis ikan penghuni Laut Sawu tersebut.

 

Pelabuhan_Lewoleba__Kab._Lembata__1_.jpg

Lembata adalah sebuah kabupaten di Flores Timur. Pada zaman pemerintahan Belanda, Pulau ini dulu dikenal dengan nama Pulau Lomblen. Kabupaten Lembata berdiri sejak tahun 1999 dan ibu kotanya Lewoleba. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Lewoleba__Kab._Lembata__2_.jpg

Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Waijarang__Kabupaten_Lembata.jpg

Pantai Waijarang, Lembata. (Foto : Mumu)

 

Panen_Rumput_laut__Kec._Wangatoa__Lewoleba__Kab._Lembata.jpg

Panen rumput laut di Kecamatan Wangatoa. Panen seperti ini dilakukan sebulan sekali. Setelah dikeringkan, rumput laut lalu disetor ke penampung. (Foto : Mumu)

 

Tiba di pelabuhan Ferry Waijarang, di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, pejalanan saya teruskan ke pelabuhan kapal motor Lewoleba di Kota Lewoleba. Kali ini tujuan saya adalah Kecamatan Waiwerang yang terletak di Pulau Adonara bagian timur. Jarak yang ditempuh hanya menghabiskan waktu lebih kurang 1 hingga 1,5 jam.

 

Lewoleba_waiwerang.jpg

Kapal motor adalah salah satu media transportasi yang paling sering digunakan masyarakat yang bepergian menuju Pulau Adonara dan Larantuka. (Foto : Mumu)

 

ADONARA.

Adonara adalah pulau yang saya kunjungi setelah Kota Kupang dan Kabupaten Lembata. Pulau ini masuk dalam wilayah di Kabupaten Flores Timur. Selain Waiwerang Kota, di Pulau Adonara ada beberapa desa yang juga saya datangi seperti Lamahala, Boleng, Terong, dan Waiburak.

Waiwerang Kota merupakan kelurahan yang berada di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan kapal motor dari Lewoleba, lebih kurang menghabiskan waktu 1 hingga 1,5 jam.

Pelabuhan_Waiwerang.jpg

Pelabuhan Waiwerang, Pulau Adonara, Flores Timur. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_waiwerang_2.jpg

Di pelabuhan ini, masyarakat menggunakan kapal motor untuk menyebrang ke Lembata, Larantuka, dan Pulau Solor. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Waiwerang_3.jpg

Suasana Pelabuhan Waiwerang di sore hari. (Foto : Mumu)

 

Pertokoan_di_Pusat_Kec._Waiwerang.jpg

Pertokoan di pusat Waiwerang. (Foto : Mumu)

 

Tugu_Waiwerang__Jalan_Kebun_Raya__Waiwerang.jpg

Tugu Waiwerang. Berada di Jalan Kebun Raya. (Foto : Mumu)

 

Gunung_Ila_Boleng_diambil_dari_Lapangan_Waiwerang.jpg

Lapangan Waiwerang dengan latar belakang Gunung Ila Boleng. (Foto : Mumu)

 

Pasar_Inpres_waiwerang_1.jpg

Pasar Inpres Waiwerang. Ikan laut segar berbagai jenis dan ukuran dapat dengan mudah didapatkan di pasar ini. (Foto : Mumu)

 

Pasar_Inpres_Waiwerang_3.jpg

Pasar inpres Waiwerang hanya dipadati pada hari Senin dan Kamis. Sedangkan di hari lain, pasar ini sepi aktivitas jual beli. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Ina_Burak__Desa_Lewokeleng__Pulau_Adonara__Kab._Flores_Timur__NTT_.jpg

Pantai Ina Burak. Dalam Bahasa Indonesia, berarti Nona Putih. Pantai ini terletak di Desa Lewokeleng. Berjarak lebih kurang 20 menit dari pusat Waiwerang. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Ina_Burak__Desa_Lewokeleng__Pulau_Adonara__Kab._Flores_Timur__NTT__2.jpg

Pada hari libur, Pantai Ina Burak menjadi pilihan masyarakat untuk berekreasi. Foto ini diambil pada hari Natal, 25 Desember 2011. (Foto : Mumu)

 

DESA  LAMAHALA

Salah satu desa terpadat di Adonara Timur.  Masyarakat Desa Lamahala sepenuhnya memeluk agama Islam. Di desa ini dikenal dengan adanya Suku Bela Telo. Dalam Bahasa Indonesia berarti Tiga Suku Besar. Tiga suku besar itu adalah Suku Atapukan, yang mengurus masalah adat, Suku Selolong yang mengatur pemerintahan, dan terakhir ada Suku Malakalo yang bertanggung jawab di sektor pertahanan dan keamanan.

 

Desa_Lamahala.jpg

Desa Lamahala. Dulu bernama Lamhala. Pada zaman penjajahan Belanda, diganti menjadi Lamahala agar lebih mudah diucapkan oleh tentara Belanda pada saat itu. (Foto : Mumu)

 

Bale_Adat_Lamahala_3.jpg

Bale Adat. Digunakan masyarakat Lamahala untuk bermusyawarah segala hal yang berkenaan dengan adat. (Foto : Mumu)

 

Bale_Adat_Lamahala_2.jpg

Simbol kepala kerbau. Kerbau dianggap satu-satunya hewan yang layak dikurbankan dalam kegiatan adat di Bale Adat Lamahala. (Foto : Mumu)

 

Makam_pahlawan_Ratu_Loly__Desa_Lamahala.jpg

Makam Pahlawan Ratu Loly. Ratu Loly adalah tokoh yang berjuang melawan penjajahan Portugis dan Belanda. (Foto : Mumu)

 

Meriam_peninggalan_Portugis_di_Lopo__Desa_Lamahala.JPG

Meriam peninggalan tentara Portugis di rumah kediaman Ratu Loly. (Foto : Mumu)

 

Rumah_Lopo__lango_Bela.jpg

Rumah kediaman Pahlawan Ratu Loly di Lopo, Lamahala. Rumah ini disebut sebagai rumah adat bagi klan Atamua dan Atasoge. (Foto : Mumu)

 

Muhammad_Azhari_Atapukang.jpg

Muhammad Azhari Atapukan. Seniman gambus asal Desa lamahala. Musik Gambus banyak mengandung lirik kepahlawanan, cerita rakyat dan sejarah. Liriknya menggunakan Bahasa Lamaholot. Memiliki banyak kemiripan dengan musik gambus yang berada di Pulau Solor. Dimainkan pada acara-acara adat dan pesta pernikahan. (Foto : Mumu)

 

Pengrajin_kain_tenun_ikat_Desa_Lamahala.jpg

Ibu Aminah. Salah satu pengrajin kain tenun ikat di Desa Lamahala. (Foto : Mumu)

 

 

DESA  BOLENG

 

Desa_Boleng_.jpg

Desa Boleng berada di Kecamatan Ila Boleng. (Foto : Mumu)

 

Gotong_Masyarakat_Desa_Boleng_2.JPG

Kaum Ibu di Desa Boleng. (Foto : Mumu)

 

Gotong_Royong_masyarakat_Desa_Boleng.jpg

Bergotong -royong mendirikan tenda yang akan digunakan untuk syukuran kepulangan jemaah haji asal Desa Boleng. (Foto : Mumu)

 

DESA WAIBURAK

Desa_Waiburak.jpg

Desa Waiburak ini berada dekat dengan pusat Waiwerang Kota. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Desa_Waiburak_2.jpg

Pantai Desa Waiburak. (Foto : Mumu)

 

Pembuatan_kapal_ikan_secara_tradisional_di_Desa_Waiburak.jpg

Pembuatan kapal ikan secara tradisional di Desa Waiburak. (Foto : Mumu)

 

DESA TERONG 

bale_adat_desa_terong.jpg

Bale Adat Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

meriam_desa_terong.jpg

Meriam peninggalan Jepang di Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Dua__Desa_Trong.jpg

Pantai Dua, Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Desa_Trong.jpg

Pelabuhan Desa Terong. (Foto : Mumu)

 

LARANTUKA

Larantuka adalah Ibu Kota Kabupaten Flores Timur.  Menggunakan kapal motor dari Waiwerang memakan waktu lebih kurang 1 jam untuk tiba di Larantuka.

Pelabuhan_Larantuka.jpg

Pelabuhan Larantuka. (Foto : Mumu)

 

Pertokoan_Larantuka.jpg

Kawasan Pertokoan Larantuka. (Foto : Mumu)

 

Monumen_Tugu_Pahlawan_Nasional__Herman_Joseph_Fernandes__Tangan_kirinya_mengangkat_Alex_Rumambi_.jpg

Monumen Tugu Pahlawan Nasional Herman Joseph Fernandes. Tangan kirinya mengangkat Alex Rumambi. (Foto : Mumu)

 

Dari Larantuka,  kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Alor. Perjalanan dengan menggunakan Kapal Sirimau memakan waktu hingga  7  jam.

 

ALOR

 

Kab._Alor._Foto_diambil_dari_kawasan_Kopidil__Kebun_Kopi___Kec._Teluk_Mutiara__Kab._Alor.jpg

Adalah Kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana Kalabahi adalah Ibu Kotanya. Sektor pertanian, kelautan dan perikanan merupakan sektor utama masyarakat Alor. (Foto : Mumu)

 

Kota_Kalabahi__Kab._Alor_1.jpg

Perjalanan menuju Kalabahi dapat menggunakan jalur udara melalui Bandara Mali. Sedangkan dari Larantuka dapat menempuh jalur laut. (Foto : Mumu)

 

Tugu_Selamat_Datang__Kec._Nirwala__Kab._Alor.jpg

Tugu Selamat Datang di Kecamatan Nirwala. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Kalabahi__Kab._Alor.jpg

Pelabuhan Kalabahi. (Foto : Mumu)

 

Teluk_Mutiara__Kec._Teluk_Mutiara__Kab._Alor.jpg

Teluk Mutiara. Berada di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Selat_Ombay__Kalabahi___Kab._Alor.jpg

Selat Ombay. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Moimol__Kec._Kabola__Kab._Alor.JPG

Pantai Moimol, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Alor_Kecil__Kec._Alor_Barat_Laut__Kab.jpg

Pantai Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Lapangan_Terbang_Mali__Kel._Mali__Kec._Mali__Kab._Alor.jpg

Bandara Udara Mali, Kelurahan Mali, Kecamatan Mali, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

Desa_Ampera__Kec._Alor_Barat_Laut__Kab._Alor.jpg

Desa Ampera, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)

 

PULAU SOLOR 

 

Pulau_Solor.jpg

Pulau Solor terletak di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Berhadapan langsung dengan Pulau Adonara. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT._3.jpg

Masyarakat Solor Menjual hasil buminya ke Waiwerang, Adonara. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT._2.jpg

Desa Lamakera, Kecamatan Solor Timur. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT.jpg

Mayoritas beragama Islam. Selain Lamalera, Desa Lamakera juga terkenal dengan perburuan ikan paus. (Foto : Mumu)

 

Desa_Lamakera__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT._4.jpg

Pantai Desa lamakera. (Foto : Mumu)

 

Desa_Labelen__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT.jpg

Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur. (Foto : Mumu)

 

Makam_Sultan_Boli_Mala_Kalu__Desa_Labelen__Kec._Solor_Timur__NTT.jpg

Makam Sultan Boli Mala Kalu, Desa Labelen, Kecamatan SolorTimur. (Foto : Mumu)

 

Pantai_Desa_Labelen__Kec._Solor_Timur__Kab._Flores_Timur__NTT.jpg

Pantai Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur. (Foto : Mumu)

 

DESA MENANGA

 

Bale_Desa_Menanga.JPG

Bale Desa Menanga. Tempat tuan tanah menyampaikan informasi ke masyarakat desa. (Foto : Mumu)

 

Desa_Menanga.jpg

Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Koker_Desa_Menanga__.jpg

Koker. Digunakan oleh tuan tanah untuk mengumpulkan pembesar-pembesar di Desa Menanga. Duduk bersama-sama bermusyawarah. (Foto : Mumu)

 

Makam_Sultan_Syachbudin_Bin_Ali_Bin_Salman_Al_Farisi__Desa_Menanga_.jpg

Makam Sultan Syachbudin Bin Ali Bin Salman Al Farisi di Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Makam_Sultan__tepi_jalan_Desa_Menanga__pagar_kawat.jpg

Hingga kini, tidak diketahui siapa Sultan yang dikuburkan disini. Makamnya berada di tepi jalan Desa Menanga. Bagian tengah kuburan ditumbuhi pohon asam. (Foto : Mumu)

 

mancing_ikan_di_pelabuhan_Desa_Menang.jpg

Sore hari menjadi saat yang tepat bagi anak-anak Desa Menanga untuk memancing. (Foto : Mumu)

 

Pelabuhan_Desa_Menanga.jpg

Pelabuhan Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Situs_sejarah_Desa_Menanga_1.jpg

Situs sejarah di Desa Menanga. Tempat ini adalah cikal bakal penyebaran agama Islam dan berdirinya kesultanan di Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

DESA LOHAYONG

 

Desa_Lohayong__Kec.jpg

Salah satu desa yang berada di Pulau Solor. Letaknya berdekatan dengan Desa Menanga. (Foto : Mumu)

 

Pasar_Botang__Desa_Lohayong.jpg

Pasar Botang, Desa Lohayong. (Foto : Mumu)

 

Benteng_Lohayong_2.jpg

Benteng Lohayong. Dibangun pada abad 15, tahun 1559 oleh Portugis. Namanya berubah menjadi Fort Of Heinrich pada zaman penjajahan Belanda. Setelah kemerdekaan, namanya berganti lagi menjadi Benteng Lohayong. (Foto : Mumu)

 

batu_ular__benteng_lohayong.jpg

Dinamakan Batu Ular karena terdapat motif seperti ular di permukaan batu. Batu ini terletak di belakang Benteng Lohayong. (Foto : Mumu)

 

 

Selat Solor

lamakera.jpg

Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, masyarakat yang berasal dari Pulau Solor, menyeberangi Selat Solor menuju Pulau Adonara. Jarak yang ditempuh lebih kurang 30 menit. Masyarakat Solor yang mayoritas hidup dari hasil laut, juga menjual hasil tangkapan ikannya ke Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.(mumu/20/2)

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa X. Parade Budaya

Pontianak, Selasa (20/9) Dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM. Parade Budaya berlangsung di Jalan Rahadi Oesman, Pontianak.  Diikuti oleh Marching Band Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Tanjungpura dan peserta dari beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Barat seperti Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan Kota Pontianak.

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) merupakan  event utama Pariwisata Kalimantan Barat. Tahun 2011 merupakan tahun ke -10 diselenggarakannya FBBK. Sayang, pada penyelenggaraan tahun ini FBBK terkesan digarap tidak maksimal. Ini terlihat dari jumlah perserta dan pengunjung, tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. (mumu/21/9)

resize_mumu_2new.jpg

Tri_1.jpg

ian_2.jpg

berry_3.JPG

berry_2.JPG

berry.JPG

edit_5_resty_new.jpg

parodi_IP_KalBar_foto_1new.JPG

edit 1 resty new_1.jpg

olid_1.JPG

olid_2.JPG

resize_anton_1new.jpg

resize_anton_2new.jpg

resize_anton_3new.jpg

resize_anton_4new.jpg

resize_anton_5new.jpg

resize_anton_6new.jpg

resize_anton_7new.jpg

ian5.jpg

resize_anton_8new.jpg

resize_anton_9new.jpg

Tri_5.jpg

pokok_telok_SBS_foto2new.JPG

suling_MPW_foto3new.JPG

BORNEO FRESH, “SELAMATKAN BUMI”

Borneo Fresh didirikan pada tahun 2006. Bersama-sama Borneo Photography (BoP), Rumah Belajar Teater Gelombang (RBTG), Kalimantan Komunitas Film (KAKAF) dan Pelangi Borneo (kelompok baca dan menulis) yang sama-sama terangkul di dalam KOMBI (Komunitas BIDAR).

OPERASI SEMUT (2006)

Dilatar belakangi keinginan untuk melihat lingkungan sekitar yang segar dan tindak tandus, kelompok peduli lingkungan ini mengadakan kegiatan OPERASI SEMUT pada tahun 2006. Kegiatan ini berupa membersihkan paku, tali dan bahkan kawat yang digunakan untuk memasang iklan di pohon. Karena pohon berfungsi untuk memperindah dan menyegarkan suasana kota. Pemasangan iklan di pohon tentu saja hanya membuatnya terlihat kotor dan tidak fresh

MENANAM MANGROVE (2009)

Borneo Fresh bersama kawan-kawan  WWF, STKIP Jurusan Sejarah, POLAIR, PAPELING, SAKAWANA dan masyarakat setempat. Dalam rangka menyambut Hari Bumi, melakukan penanaman mangrove di sepanjang pesisir Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.

Foto : Qnoi

 

borneofresh 2.JPG

Foto : Qnoi

 

borneofresh 3.JPG

Foto : Qnoi

 

PAMERAN FOTOGRAFI “SELAMATKAN BUMI” (2010)

Dalam rangka menyambut Hari Bumi, Gedung Pancasila Jalan Apang Semangai, Kota Sintang menjadi lokasi Pameran Fotografi yang karya – karya di dalamnya bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.

DSCN9177.JPG

Foto : Mumu

DSC_0147.jpg

Foto : Gumay

_DSC8351.jpg

Foto : Eko Suryanto Daulay

 

EKSPEDISI POTRET TANAH KAYONG (27 APRIL – 2 MEI 2011)

Pontianak menuju Ketapang dengan menggunakan sepeda, menyebarkan pamflet sadar lingkungan dan mengajak kawan-kawan di Kota Ketapang konvoi sepeda keliling kota adalah agenda Borneo Fresh di Kota yang terkenal dengan kuliner Ale -alenya ini.

IMG_0249.JPG

Foto : Hendry Tama

fr6.jpg

Foto : Hendry Tama

_MG_0277.JPG

Foto : Febrianto Gunawan

 

SELAMATKAN BUMI. 22 MEI 2011
mengadakan kegiatan Berkerete dengan rute Pontianak-Punggur-Pontianak.

PUNGGUR1.jpg

Foto : Dedeng DDP

PUNGGUR2.jpg

Foto : Sherly

PUNGGUR 4_1.jpg

Foto : Sherly

 

BEKERETE YOK! (30 JULI 2011)

Kembali menggunakan sepeda sebagai media kampanye sadar lingkungan. Rute dari Kota Pontianak menuju Kota Singkawang. Agenda dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1432 H ini mengajak masyarakat untuk berpuasa selamanya merusak lingkungan.

1.JPG

Foto : Cholid Nugraha

bf4.JPG

Foto : Cholid Nugraha

bf5.JPG

Foto : Cholid Nugraha

SEMOGA APA YANG KAMI LAKUKAN INI DAPAT BERMANFAAT BAGI SIAPA SAJA. “SELAMATKAN BUMI”

Titik Kulminasi

kulminasi.jpg

Senin (21/3/11) momen kulminasi di tugu Khatulistiwa jatuh pada pukul 11.50 WIB di Tugu Khatulistiwa, Jalan Khatulistiwa, Pontianak. Dihadiri Walikota Pontianak, H. Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya beserta istri, jajaran Muspida, perwakilan dari Istana Kadariyah,turis dan masyarakat Pontianak.

Ketupat Colet

DSCN0367ketupatnew_copy.jpg

Ketupat Colet memang bukan satu-satunya menu yang tersedia. Tetapi Ketupat Colet merupakan menu yang banyak dicari pelanggan di Rumah Makan Bu Rakiman, Jalan Haji Agus Salim, Ketapang. (mumu/12/12/10)

Rusak Parah

sd.jpg

Kondisi jalan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Foto : Mumu

SOLEHUDIN TIBA DI KALBAR

Ketapang, BoP. Solehudin kelahiran Bunyuasin, 17 Mei 1985 akhirnya tiba di Kalimantan Barat melewati Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Sabtu (20/11/10) tepatnya di Desa Tanah Merah, tim Photography Trip Borneo Photography tanpa sengaja berpapasan dengan petualang lintas nusantara asal Jawa Barat ini.

Sepeda Solehudin terlihat begitu ”semarak” karena banyak dihiasi atribut kampanye dan barang-barang bawaannya. Solehudin juga tak lupa mengabadikan lokasi-lokasi jelajahannya dengan kamera. Termasuk kondisi jalan di Kecamatan Nanga Tayap.(mumu/25/11/10)

indra1.jpg

Memulai berpetualang lintas nusantara pada tanggal 1 januari 2004. Pada saat itu orang tua Solehudin hanya membekalinya dengan uang sebesar Rp. 5000,00. Tujuan pertama adalah Kota Bandung yang ditempuh Solehudin dengan berjalan kaki. Foto : Indra Ae'

qnoi1.jpg

Tiba di Bandung, Solehudin bertemu dengan Gubernur Jawa Barat yang kemudian memberinya sebuah sepeda. Foto : Qnoi

qnoi2.jpg

Menderita polio pada usia 3 hingga 6 tahun membuat Solehudin bernazar (berjanji). Jika ia sembuh nanti, ia akan berkeliling Indonesia. Di dalam perjalanannya keliling Indonesia, Solehudin juga mengkampanyekan anti korupsi, anti narkoba dan miras, kampanye pemeliharaan lingkungan hidup dengan menggunakan sepeda roda dua ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara. Foto : Qnoi

qnoi3.jpg

Kalimantan Barat adalah Propinsi terakhir yang ditempuh oleh Solehudin. ”Saya kaget pas masuk perbatasan Kalteng-Kalbar. Kondisi jalan Kalbar begitu buruk. Sekian banyak daerah di Indonesia yang saya lalui, hanya Kalbar saja yang kondisi jalannya masih ada yang rusak parah.” Foto : Qnoi

Sotong Pangkong Jl. Jenderal Suprapto, Ketapang

sotong_pangkong.jpg
Ketapang BoP. Kuliner yang lekat dengan nuansa Bulan Ramadhan ini ternyata tidak hanya bisa dijumpai penikmatnya di saat bulan puasa tiba saja. Di Jalan Jenderal Suprapto, Ketapang, Emy (34) biasa menggelar dagangannya hingga pukul 24.00 WIB. (mumu/20/11/10)

DIRGAHAYU TENTARA NASIONAL INDONESIA

Pontianak BoP. Upacara Peringatan Hari Lahirnya Tentara Nasional Indonesia ke 65 yang jatuh pada hari Selasa (05/10) telah dilangsungkan di depan Gedung Markas Komando Resort Militer (Makorem) 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak.

Tema pada peringatan hari jadi Tentara Nasional Indonesia tahun ini adalah ” TNI SEBAGAI BHAYANGKARI NEGARA BERSAMA SELURUH KOMPONEN BANGSA, SIAP MENEGAKKAN KEDAULATAN DAN MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN WILAYAH NKRI.”

Upacara memperingati Hari Ulang Tahun TNI dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Barat, para tokoh masyarakat dan  antusias masyarakat untuk menyaksikan jalannya upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Republik Indonesia. (Mumu/05/10)

5resize.JPG

Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Moeldoko S.Ip. Foto : Mumu

6resize.JPG

Tercatat dalam sejarah, bahwa Tentara Nasional Indonesia adalah tentara yang berasal dari rakyat yang berjuang dan membela kepentingan rakyat. Foto : Mumu

4resize.JPG

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peran di bidang pertahanan. Dimana di dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan negara. Foto : Mumu

9resize.JPG

Tentara Indonesia sebagai salah satu unsur bangsa memiliki tugas dasar yaitu, menjaga kedaulatan negara, mempertahankan utuhnya negara Indonesia dan melindungi seluruh bangsa dan tanah air Indonesia dari segala ancaman yang mengganggu keutuhan negara Indonesia. Foto : Mumu

8resize.JPG

Tentara Nasional Indonesia adalah perkembangan dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pada tanggal 5 Oktober 1945 berlanjut menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). TKR kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), mengikuti dasar militer internasional. Kemudian Tentara Nasional Indonesia (TNI) disahkan dan resmi berdiri pada 3 Juni 1947. Foto : Mumu

7resize.JPG

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peran di bidang pertahanan. Dimana di dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan negara. Foto : Mumu

10resize.JPG

Bersama seluruh komponen bangsa siap menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Foto : Mumu

1resize.JPG

Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah alat pertahanan negara. Foto : Mumu

Next Page »