Images by mumu
Masjid Agung Jami’ Sultan Tsafiuddin II Sambas
Masjid Agung Jami’ Tsafiuddin II Sambas merupakan peninggalan Sultan Tsafiuddin II. Sultan Tsafiuddin II adalah mubalig agung yang menyebarkan para da’i ke berbagai pelosok dan mengirim ulama-ulama ke perguruan tinggi Al-Azhar di Kairo, Mesir.
Masjid yang didirikan pada tahun 10 Oktober 1885 ini berada di Desa Dalam Kaum RT 6/RW 1, Sambas. Dapat menampung lebih kurang 1.740 jemaat. Awalnya masjid hanya memiliki satu menara. Pada tahun 1925, penampilan masjid menjadi semakin artistik dengan ditambahkannya dua menara baru. (Mumu/28/03/12)
Nusa Tenggara Timur Trip
KUPANG
Kupang berada di Pulau Timor. Nama Kupang sendiri diambil dari nama seorang Raja. Nai Kopan adalah raja yang memerintah Kupang sebelum Portugis tiba di Nusa Tenggara Timur. (Mumu/28/03/12)

Gong Perdamaian Nusantara. 8 Februari 2011 diresmikan Oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di Taman Nostalgia, Jalan El Tari ini dianggap sebagai simbol pemersatu masyarakat Kupang yang terdiri dari berbagai etnis dan agama. Di Gong tersebut terdapat 33 logo provinsi se-Indonesia. (Foto : Mumu)

Monumen Pahlawan Sonbai. Sobe Sonbai III adalah Raja Timor yang berjuang melawan Belanda. Monumen Pahlawan ini berada di Jalan Urip Sumoharjo - Soekarno, Kupang. (Foto : Mumu)
LEMBATA
Saya berbaur dengan penumpang di dalam Ferry Jurusan Kupang – Lewoleba. Di sini saya menyewa matras untuk tidur. Posisi untuk beristirahat yang dipilih juga tidak terlalu jauh dari letak televisi. 12 jam berada di laut lepas tentu saja hiburan saya hanya televisi dan lagu-lagu Mp3 dari telfon genggam saya.
Pukul 5 pagi. Hanya rokok dan kopi susu hangat yang menemani setelah baterai dari telfon genggam saya benar-benar “tewas”. Matahari belum menunjukkan wujud. Tapi sinarnya sedikit demi sedikit menyapu lautan.Saya harus berdesak-desakan dengan penumpang lain untuk menyaksikan aksi ikan lumba-lumba yang berenang dan melompat di sisi kiri ferry. Saya tidak yakin dengan jumlah mereka. Cepat dan sulit ditebak kapan mereka melompat ke atas permukaan air, membuat saya kesulitan mengabadikan salah satu jenis ikan penghuni Laut Sawu tersebut.

Lembata adalah sebuah kabupaten di Flores Timur. Pada zaman pemerintahan Belanda, Pulau ini dulu dikenal dengan nama Pulau Lomblen. Kabupaten Lembata berdiri sejak tahun 1999 dan ibu kotanya Lewoleba. (Foto : Mumu)

Panen rumput laut di Kecamatan Wangatoa. Panen seperti ini dilakukan sebulan sekali. Setelah dikeringkan, rumput laut lalu disetor ke penampung. (Foto : Mumu)
Tiba di pelabuhan Ferry Waijarang, di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, pejalanan saya teruskan ke pelabuhan kapal motor Lewoleba di Kota Lewoleba. Kali ini tujuan saya adalah Kecamatan Waiwerang yang terletak di Pulau Adonara bagian timur. Jarak yang ditempuh hanya menghabiskan waktu lebih kurang 1 hingga 1,5 jam.

Kapal motor adalah salah satu media transportasi yang paling sering digunakan masyarakat yang bepergian menuju Pulau Adonara dan Larantuka. (Foto : Mumu)
ADONARA.
Adonara adalah pulau yang saya kunjungi setelah Kota Kupang dan Kabupaten Lembata. Pulau ini masuk dalam wilayah di Kabupaten Flores Timur. Selain Waiwerang Kota, di Pulau Adonara ada beberapa desa yang juga saya datangi seperti Lamahala, Boleng, Terong, dan Waiburak.
Waiwerang Kota merupakan kelurahan yang berada di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan kapal motor dari Lewoleba, lebih kurang menghabiskan waktu 1 hingga 1,5 jam.

Di pelabuhan ini, masyarakat menggunakan kapal motor untuk menyebrang ke Lembata, Larantuka, dan Pulau Solor. (Foto : Mumu)

Pasar Inpres Waiwerang. Ikan laut segar berbagai jenis dan ukuran dapat dengan mudah didapatkan di pasar ini. (Foto : Mumu)

Pasar inpres Waiwerang hanya dipadati pada hari Senin dan Kamis. Sedangkan di hari lain, pasar ini sepi aktivitas jual beli. (Foto : Mumu)

Pantai Ina Burak. Dalam Bahasa Indonesia, berarti Nona Putih. Pantai ini terletak di Desa Lewokeleng. Berjarak lebih kurang 20 menit dari pusat Waiwerang. (Foto : Mumu)

Pada hari libur, Pantai Ina Burak menjadi pilihan masyarakat untuk berekreasi. Foto ini diambil pada hari Natal, 25 Desember 2011. (Foto : Mumu)
DESA LAMAHALA
Salah satu desa terpadat di Adonara Timur. Masyarakat Desa Lamahala sepenuhnya memeluk agama Islam. Di desa ini dikenal dengan adanya Suku Bela Telo. Dalam Bahasa Indonesia berarti Tiga Suku Besar. Tiga suku besar itu adalah Suku Atapukan, yang mengurus masalah adat, Suku Selolong yang mengatur pemerintahan, dan terakhir ada Suku Malakalo yang bertanggung jawab di sektor pertahanan dan keamanan.

Desa Lamahala. Dulu bernama Lamhala. Pada zaman penjajahan Belanda, diganti menjadi Lamahala agar lebih mudah diucapkan oleh tentara Belanda pada saat itu. (Foto : Mumu)

Bale Adat. Digunakan masyarakat Lamahala untuk bermusyawarah segala hal yang berkenaan dengan adat. (Foto : Mumu)

Simbol kepala kerbau. Kerbau dianggap satu-satunya hewan yang layak dikurbankan dalam kegiatan adat di Bale Adat Lamahala. (Foto : Mumu)

Makam Pahlawan Ratu Loly. Ratu Loly adalah tokoh yang berjuang melawan penjajahan Portugis dan Belanda. (Foto : Mumu)

Rumah kediaman Pahlawan Ratu Loly di Lopo, Lamahala. Rumah ini disebut sebagai rumah adat bagi klan Atamua dan Atasoge. (Foto : Mumu)

Muhammad Azhari Atapukan. Seniman gambus asal Desa lamahala. Musik Gambus banyak mengandung lirik kepahlawanan, cerita rakyat dan sejarah. Liriknya menggunakan Bahasa Lamaholot. Memiliki banyak kemiripan dengan musik gambus yang berada di Pulau Solor. Dimainkan pada acara-acara adat dan pesta pernikahan. (Foto : Mumu)
DESA BOLENG

Bergotong -royong mendirikan tenda yang akan digunakan untuk syukuran kepulangan jemaah haji asal Desa Boleng. (Foto : Mumu)
DESA WAIBURAK
DESA TERONG
LARANTUKA
Larantuka adalah Ibu Kota Kabupaten Flores Timur. Menggunakan kapal motor dari Waiwerang memakan waktu lebih kurang 1 jam untuk tiba di Larantuka.

Monumen Tugu Pahlawan Nasional Herman Joseph Fernandes. Tangan kirinya mengangkat Alex Rumambi. (Foto : Mumu)
Dari Larantuka, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Alor. Perjalanan dengan menggunakan Kapal Sirimau memakan waktu hingga 7 jam.
ALOR

Adalah Kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dimana Kalabahi adalah Ibu Kotanya. Sektor pertanian, kelautan dan perikanan merupakan sektor utama masyarakat Alor. (Foto : Mumu)

Perjalanan menuju Kalabahi dapat menggunakan jalur udara melalui Bandara Mali. Sedangkan dari Larantuka dapat menempuh jalur laut. (Foto : Mumu)

Bandara Udara Mali, Kelurahan Mali, Kecamatan Mali, Kabupaten Alor. (Foto : Mumu)
PULAU SOLOR

Pulau Solor terletak di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Berhadapan langsung dengan Pulau Adonara. (Foto : Mumu)

Mayoritas beragama Islam. Selain Lamalera, Desa Lamakera juga terkenal dengan perburuan ikan paus. (Foto : Mumu)
DESA MENANGA

Koker. Digunakan oleh tuan tanah untuk mengumpulkan pembesar-pembesar di Desa Menanga. Duduk bersama-sama bermusyawarah. (Foto : Mumu)

Hingga kini, tidak diketahui siapa Sultan yang dikuburkan disini. Makamnya berada di tepi jalan Desa Menanga. Bagian tengah kuburan ditumbuhi pohon asam. (Foto : Mumu)

Situs sejarah di Desa Menanga. Tempat ini adalah cikal bakal penyebaran agama Islam dan berdirinya kesultanan di Desa Menanga. (Foto : Mumu)
DESA LOHAYONG

Benteng Lohayong. Dibangun pada abad 15, tahun 1559 oleh Portugis. Namanya berubah menjadi Fort Of Heinrich pada zaman penjajahan Belanda. Setelah kemerdekaan, namanya berganti lagi menjadi Benteng Lohayong. (Foto : Mumu)

Dinamakan Batu Ular karena terdapat motif seperti ular di permukaan batu. Batu ini terletak di belakang Benteng Lohayong. (Foto : Mumu)
Selat Solor

Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, masyarakat yang berasal dari Pulau Solor, menyeberangi Selat Solor menuju Pulau Adonara. Jarak yang ditempuh lebih kurang 30 menit. Masyarakat Solor yang mayoritas hidup dari hasil laut, juga menjual hasil tangkapan ikannya ke Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.(mumu/20/2)
Festival Budaya Bumi Khatulistiwa X. Parade Budaya
Pontianak, Selasa (20/9) Dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM. Parade Budaya berlangsung di Jalan Rahadi Oesman, Pontianak. Diikuti oleh Marching Band Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Tanjungpura dan peserta dari beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Barat seperti Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan Kota Pontianak.
Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) merupakan event utama Pariwisata Kalimantan Barat. Tahun 2011 merupakan tahun ke -10 diselenggarakannya FBBK. Sayang, pada penyelenggaraan tahun ini FBBK terkesan digarap tidak maksimal. Ini terlihat dari jumlah perserta dan pengunjung, tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. (mumu/21/9)
















BORNEO FRESH, “SELAMATKAN BUMI”
Borneo Fresh didirikan pada tahun 2006. Bersama-sama Borneo Photography (BoP), Rumah Belajar Teater Gelombang (RBTG), Kalimantan Komunitas Film (KAKAF) dan Pelangi Borneo (kelompok baca dan menulis) yang sama-sama terangkul di dalam KOMBI (Komunitas BIDAR).
OPERASI SEMUT (2006)
Dilatar belakangi keinginan untuk melihat lingkungan sekitar yang segar dan tindak tandus, kelompok peduli lingkungan ini mengadakan kegiatan OPERASI SEMUT pada tahun 2006. Kegiatan ini berupa membersihkan paku, tali dan bahkan kawat yang digunakan untuk memasang iklan di pohon. Karena pohon berfungsi untuk memperindah dan menyegarkan suasana kota. Pemasangan iklan di pohon tentu saja hanya membuatnya terlihat kotor dan tidak fresh
MENANAM MANGROVE (2009)
Borneo Fresh bersama kawan-kawan WWF, STKIP Jurusan Sejarah, POLAIR, PAPELING, SAKAWANA dan masyarakat setempat. Dalam rangka menyambut Hari Bumi, melakukan penanaman mangrove di sepanjang pesisir Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.
PAMERAN FOTOGRAFI “SELAMATKAN BUMI” (2010)
Dalam rangka menyambut Hari Bumi, Gedung Pancasila Jalan Apang Semangai, Kota Sintang menjadi lokasi Pameran Fotografi yang karya – karya di dalamnya bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.
EKSPEDISI POTRET TANAH KAYONG (27 APRIL – 2 MEI 2011)
Pontianak menuju Ketapang dengan menggunakan sepeda, menyebarkan pamflet sadar lingkungan dan mengajak kawan-kawan di Kota Ketapang konvoi sepeda keliling kota adalah agenda Borneo Fresh di Kota yang terkenal dengan kuliner Ale -alenya ini.
SELAMATKAN BUMI. 22 MEI 2011
mengadakan kegiatan Berkerete dengan rute Pontianak-Punggur-Pontianak.
BEKERETE YOK! (30 JULI 2011)
Kembali menggunakan sepeda sebagai media kampanye sadar lingkungan. Rute dari Kota Pontianak menuju Kota Singkawang. Agenda dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1432 H ini mengajak masyarakat untuk berpuasa selamanya merusak lingkungan.
SEMOGA APA YANG KAMI LAKUKAN INI DAPAT BERMANFAAT BAGI SIAPA SAJA. “SELAMATKAN BUMI”
Titik Kulminasi

Senin (21/3/11) momen kulminasi di tugu Khatulistiwa jatuh pada pukul 11.50 WIB di Tugu Khatulistiwa, Jalan Khatulistiwa, Pontianak. Dihadiri Walikota Pontianak, H. Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya beserta istri, jajaran Muspida, perwakilan dari Istana Kadariyah,turis dan masyarakat Pontianak.
Ketupat Colet

Ketupat Colet memang bukan satu-satunya menu yang tersedia. Tetapi Ketupat Colet merupakan menu yang banyak dicari pelanggan di Rumah Makan Bu Rakiman, Jalan Haji Agus Salim, Ketapang. (mumu/12/12/10)
Rusak Parah

Kondisi jalan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Foto : Mumu
SOLEHUDIN TIBA DI KALBAR
Ketapang, BoP. Solehudin kelahiran Bunyuasin, 17 Mei 1985 akhirnya tiba di Kalimantan Barat melewati Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.
Sabtu (20/11/10) tepatnya di Desa Tanah Merah, tim Photography Trip Borneo Photography tanpa sengaja berpapasan dengan petualang lintas nusantara asal Jawa Barat ini.
Sepeda Solehudin terlihat begitu ”semarak” karena banyak dihiasi atribut kampanye dan barang-barang bawaannya. Solehudin juga tak lupa mengabadikan lokasi-lokasi jelajahannya dengan kamera. Termasuk kondisi jalan di Kecamatan Nanga Tayap.(mumu/25/11/10)

Memulai berpetualang lintas nusantara pada tanggal 1 januari 2004. Pada saat itu orang tua Solehudin hanya membekalinya dengan uang sebesar Rp. 5000,00. Tujuan pertama adalah Kota Bandung yang ditempuh Solehudin dengan berjalan kaki. Foto : Indra Ae'

Tiba di Bandung, Solehudin bertemu dengan Gubernur Jawa Barat yang kemudian memberinya sebuah sepeda. Foto : Qnoi

Menderita polio pada usia 3 hingga 6 tahun membuat Solehudin bernazar (berjanji). Jika ia sembuh nanti, ia akan berkeliling Indonesia. Di dalam perjalanannya keliling Indonesia, Solehudin juga mengkampanyekan anti korupsi, anti narkoba dan miras, kampanye pemeliharaan lingkungan hidup dengan menggunakan sepeda roda dua ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara. Foto : Qnoi

Kalimantan Barat adalah Propinsi terakhir yang ditempuh oleh Solehudin. ”Saya kaget pas masuk perbatasan Kalteng-Kalbar. Kondisi jalan Kalbar begitu buruk. Sekian banyak daerah di Indonesia yang saya lalui, hanya Kalbar saja yang kondisi jalannya masih ada yang rusak parah.” Foto : Qnoi
Sotong Pangkong Jl. Jenderal Suprapto, Ketapang

Ketapang BoP. Kuliner yang lekat dengan nuansa Bulan Ramadhan ini ternyata tidak hanya bisa dijumpai penikmatnya di saat bulan puasa tiba saja. Di Jalan Jenderal Suprapto, Ketapang, Emy (34) biasa menggelar dagangannya hingga pukul 24.00 WIB. (mumu/20/11/10)
DIRGAHAYU TENTARA NASIONAL INDONESIA
Pontianak BoP. Upacara Peringatan Hari Lahirnya Tentara Nasional Indonesia ke 65 yang jatuh pada hari Selasa (05/10) telah dilangsungkan di depan Gedung Markas Komando Resort Militer (Makorem) 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak.
Tema pada peringatan hari jadi Tentara Nasional Indonesia tahun ini adalah ” TNI SEBAGAI BHAYANGKARI NEGARA BERSAMA SELURUH KOMPONEN BANGSA, SIAP MENEGAKKAN KEDAULATAN DAN MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN WILAYAH NKRI.”
Upacara memperingati Hari Ulang Tahun TNI dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Barat, para tokoh masyarakat dan antusias masyarakat untuk menyaksikan jalannya upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Republik Indonesia. (Mumu/05/10)
Tercatat dalam sejarah, bahwa Tentara Nasional Indonesia adalah tentara yang berasal dari rakyat yang berjuang dan membela kepentingan rakyat. Foto : Mumu
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peran di bidang pertahanan. Dimana di dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan negara. Foto : Mumu
Tentara Indonesia sebagai salah satu unsur bangsa memiliki tugas dasar yaitu, menjaga kedaulatan negara, mempertahankan utuhnya negara Indonesia dan melindungi seluruh bangsa dan tanah air Indonesia dari segala ancaman yang mengganggu keutuhan negara Indonesia. Foto : Mumu
Tentara Nasional Indonesia adalah perkembangan dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pada tanggal 5 Oktober 1945 berlanjut menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). TKR kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), mengikuti dasar militer internasional. Kemudian Tentara Nasional Indonesia (TNI) disahkan dan resmi berdiri pada 3 Juni 1947. Foto : Mumu
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peran di bidang pertahanan. Dimana di dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan negara. Foto : Mumu














































