Images by meggi
Tugu Khatulistiwa di malam hari

Tugu dimalam hari (photo : meggi, Pontianak, 2009)
Merapat

Merapat (photo : meggi, Pontianak, 2009)
Mobil Tak Terkendali, Masuk Parit

Mobil masuk ke parit akibat slip, tampak kerusakan pada bagian depan mobil (photo: meggi, Pontianak, 2009)
Pontianak. BoP. Rabu 24 Juni 2009 terjadi kecelakaan yang menimpa sebuah mobil bernomor polisi KB 1836 HU. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 23.30 di jalan A. Yani tepatnya didepan Ayani Mega Mall. “Mobil melaju sekitar 70-80 Km/jam lalu saya melewati sebuah genangan air dan tiba-tiba mobil oleng tidak bisa dikendalikan. Mobil terbalik 1 kali dan terseret sekitar 300 meter lalu masuk kebibir jalan hingga akhirnya terperosok kedalam parit” ungkap Doni pengendara mobil. Beberapa saat kemudian mobil derek polisi datang untuk mengeluarkan mobil tersebut dari parit. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tapi kecelakaan ini mengakibatkan mobil yang dikendarai Doni rusak parah.(Meggi 24/06/09)
- Mobil di derek oleh mobil derek dari polantas (photo : Meggi, Pontianak, 2009)
Berekspresi

Berekspresi (photo : Meggi,Pontianak,2009)
Hujan deras di Pontianak

Baliho yang rusak akibat Hujan deras (photo : Meggi, pontianak, 2009)
Hujan deras yang mengguyur kota Pontianak pada hari Senin sore tanggal 22 Juni 2009 mengakibatkan beberapa baliho-baliho iklan tumbang. Seperti yang terjadi di jalan A. Yani tepatnya di dekat Auditorium Untan ini terdapat sebuah baliho yang hampir tumbang karena tertiup angin. Baliho yang masih bergantung di sebuah besi dan belum jatuh ketanah ini dapat membahayakan pejalan kaki yang melewati baliho tersebut. Kira-kira 3 jam setelah hujan deras itu reda baliho tersebut masih belum tampak adanya perbaikan dari pihak yang bersangkutan. (Meggi 22/06/09)

Baliho yang dapat membahayakan pejalan kaki (photo : Meggi, Pontianak, 2009)
Wanita Perkasa
Dunia Off Road di Kalimantan Barat semakin di kenal oleh masyarakat. Sebuah olah raga bergengsi yang umumnya hanya di lakukan para kaum adam. Namun tidak demikian dengan WR, Cithara Nuansa Alam. Wanita muda yang berumur 19 tahun ini mengaku tertarik dengan olah raga yang umumnya di dominasi oleh kaum adam ini dan mulai menggeluti dunia offroad ini sejak akhir desember 2008 lalu.

Citha dengan kuda besi tunggangannya (photo : Meggi, Kuburaya, 2009
Wanita berkulit sawo matang yang akrab di panggil Citha ini adalah offroader wanita pertama di Kalimantan Barat. Dengan menggunakan mobil CJ-7 dengan mesin standard ia bisa masuk 10 besar dari 20 peserta saat kejuaraan offroad yang diadakan oleh Djarum Super pada Desember 2008 lalu di Pontianak. Padahal kejuaraan tersebut adalah pengalaman pertamanya bermain mobil di dalam lumpur.
“Awalnya karna dulu papa Citha mantan offroader makanya Citha mencoba ikut dalam olah raga ini dan di dukung oleh keluarga pula”, ungkap anak ke 2 dari 4 bersaudara oleh pasangan Ir. H. Werry Syahrial dan Ratna Iriani ini.

Citha bersama sang nafigator (photo : Meggi, Kuburaya, 2009
Sejauh ini Citha yang masih kuliah di jurusan Tekhnik Arsitek Untan ini sudah mengikuti 2 kejuaraan offroad. Yang pertama di GOR Pontianak pada bulan Desember 2008 dan mendapatkan peringkat ke 6 dari 20 peserta dan yang kedua di Kabupaten Kubu Raya yang di adakan oleh Djarum Super dan Indonesia Offroad Federation (IOF) pada tanggal 26-April-2009. Walaupun baru mengikuti 2 kejuaraan offroad tapi prestasi Citha patut kita banggakan karena ia adalah offroader wanita satu-satunya di Kalimantan Barat.

Citha saat melewati sebuah Special Stege (SCS) (photo : Meggi, Kuburaya, 2009)
Offroader wanita yang di navigatori oleh sepupunya Reza ini mengaku olah raga ini sangat menguji adrenalin sehingga menarik untuk di lakukan. “Bagi para wanita jangan takut lagi dengan mainan extreme ini. Karena wanita juga bisa melakukan kegiatan extreme seperti laki-laki pada olah raga ini”, pesan wanita kelahiran Pontianak 11 Sep 1989 ini.

Citha melewati rintangan (photo : Meggi, Kuburaya, 2009)

Citha Finish di sebuah SCS (photo : Meggi, Kuburaya, 2009)
Akibat Tali Layangan
Sebuah Kabel listrik terbakar di Jl. Jeranding pada tanggal 22 April 2009 sekitar pukul 18.30 WIB. Menurut warga yang melihat kejadian ini, pada awalnya terdengar suara ledakan dan tiba-tiba api muncul dari kabel tersebut. Salah satu warga mengatakan kejadian tersebut akibat tali gelasan layangan yang putus dan kemudian mengenai kabel listrik tersebut.
Kabel listrik Terbakar (photo : Meggi)
Akibat kejadian ini listrik di sekitar tempat kejadian padam. Warga yang khawatir api akan menyebar ke rumah warga langsung menghubungi PLN. Beberapa saat kemudian petugas PLN datang dan langsung menangani kejadian tersebut.
Petugas PLN datang di tempat kejadian (photo : Meggi)
Perbaikan yang dilakukan petugas PLN (photo : Meggi)
Bintang 5

Bintang 5 (Photo : Meggi, Pontianak, 2008)
Gila
"Gila" (photo: Meggi, Pontianak, 2008)
Akibat Pemasangan Pipa PDAM
sebuah mobil terperangkap akibat galian pipa PDAM yang tidak terlihat akibat tergenang air hujan (photo : meggi)
Sebuah mobil terperosok di persimpangan jalan A. Yani 2-04-09 pukul 13.30. Mobil bernomor polisi KB 1504 AL ini terperangkap di dalam galian pipa PDAM yang tidak terlihat akibat hujan lebat yang melanda Pontianak dini hari hingga pagi tadi sehingga menyebabkan lalu lintas di sekitaran jalan A. Yani menuju jalan K.S. Tubun macet apalagi kejadian tersebut terjadi saat jam pulang sekolah. Polisi dan warga yang melintas juga ikut mencoba membantu mobil tersebut termasuk juga anak-anak yang baru pulang sekolah.
warga yang ikut membantu mengeluarkan mobil yang terjebak (photo : meggi)
Selang beberapa waktu, pada malam harinya di hari yang sama terjadi juga hal yang serupa, tetapi tidak dengan kubangan air. Mobil kijang hitam ini terperangkap di pasir pemasangan pipa PDAM di jalan K.H. A. Dahlan sekitaran pukul 20.30 akibat kayu penyeberangan yang ada tersebut spertinya tidak mampu menahan berat mobil.
sebuah mobil kijang terperangkap akibat patahnya kayu penyeberangan (photo : Tommy)
Menoreh Getah

menoreh getah (by : meggi)


