Images by matafana21
Pontianak Utara Berbenah Diri

Dalam rangka mewujudkan keindahan kota, Senin (26/10) Aparatur Kecamatan Pontianak beserta Satpol PP Kota Pontianak dan Polisi mengadakan penertiban PKL yang melanggar Perda Pemerintah tentang pembangunan bangunan liar.(photo : sabda)
Pontianak Tanpa Huruf “P”

Di hari jadi Kota Pontianak ke-238 masih saja kekurangan, salah satunya adalah hilangnya huruf “A” pada tulisan WALIKOTA dan “P” pada tulisan PONTIANAK yang terdapat di kantor Walikota Pontianak. Hal ini sungguh disayangkan, karena bertepatan dengan perayaan ae’ kapuas fest 2009 (photo : sabda, Pontianak 09).
Lomba Sampan Hias Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak Ke-238
Pontianak BoP, Masih dalam rangka memperingati hari jadi Kota Pontianak ke 238, sabtu malam (24/10) bertempat di Waterfront Taman Alun-alun Kapuas diadakan lomba perahu hias. Jumlah peserta terdaftar dalam perlombaan ini sebanyak 64 kelompok namun dalam pelaksanaannya diikuti hanya 23 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Pontianak. Perlombaan perahu hias ini menurut Syf. Nurani selaku juri lomba, hal ini bertujuan untuk mengangkat kembali sejarah kebudayaan lancang kuning yang dibawa pertama kali oleh sultan Abdurrahman, disamping mengangkat wisata air yang ada di Kota Pontianak. Lebih lanjut menurut Ali (40) salah seorang peserta lomba, kegiatan ini memberikan nilai positif untuk mengenalkan sampan sebagai alat transportasi tradisional. Lomba yang dilaksanakan baru pertama kali di Kota Pontianak berhasil menyedot ribuan pengunjung yang sangat antusias untuk menonton meskipun hujan sempat mengguyur Kota Pontianak. Penilaian yang dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari Dinas sosial, Dinas Pariwisata dan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) akhirnya mengantarkan Tim Keraton menjadi juara pertama yang menampilakan sampan Lancang Kuning beserta prajurit, diikuti oleh Tim Beting Permai sebagai juara dua dan Tim Tanjung Permai sebagai juara tiga. Banyaknya pengunjung membuat Maman Bangsawan selaku panitia pelaksana berharap kedepannya banyak warga turut serta dalam perlombaan ini (Sabda,25/10).
aksi peserta lomba perahu hias (photo : sabda)
antusias penonton menyaksikan lomba perahu hias (photo : sabda)
keindahan menjadi aspek pertama yang ditunjukan peserta lomba (photo : ian imaru)
salah satu penampilan peserta lomba menggunakan pakaian telok belangak (photo : sabda)
tugu katulistiwa tidak luput menjadi konsep mengikuti lomba perahu hias (photo : ian imaru)
Peserta lomba sedang menunggu hasil lomba di Waterfront taman Alun-Alun Kapuas (photo : Sabda)
Masih Belum Sadar

Yogya, BoP. Minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan membuat larangan-larangan yang ada hanya sebatas hiasan semata. (Photo: Sabda, 3/10/2009)
Peringatan Hari Perdamaian Sedunia
katakan,"peace." (photo: sabda agung, 2009)
Yogyakarta, BoP. “Mari kita ucapkan PEACE”, ucap seorang koordinator parade mengomandani rekan-rekannya. Pastinya kita akan bertanya, ada apa?. Sekitar 100 orang berjalan dengan membawa berbagai atribut poster, spanduk, dan selebaran yang dibagi-bagikan karena 21 september ini adalah peringatan Hari Perdamaian Dunia (The International Day of Peace). Perayaan yang dilakukan oleh mahasiswa HI UGM diawali dengan melakukan jalan kaki (Track Peace) dikawasan Malioboro, disetiap waktu seluruh parade meneriakan kata damai kepada seluruh orang yang ada. Acara yang dipusatkan di kawasan Vredeburg fort diadakan berbagai acara antara lain terdapat Live Music, Traditional Art, Peace Gallery, dan Human Poster. Perayaan ini didasarkan atas masih kurangnya kesadaran manusia akan perdamaian, karena masih terjadinya konflik-konflik pertikaian dan peperangan di dunia ini dan yang muncul hanyalah kesengsaraan bagi manusia itu sendiri. pesan moral inilah yang dibawakan oleh peserta parade. (sabda agung, 2009)
Di Yogyakarta peringatan hari damai sedunia ini dipusatkan di Vredeburg Fort (photo: sabda agung, 2009)
Peace Gallery menjadi suatu hal yang menarik minat pengunjung pada kegiatan ini (photo: sabda agung, 2009)
Rem Blong, Bis Naik Trotoar
Posisi Bis yang berhenti di trotoar pembatas jalan(photo: Sabda Agung, Yogyakarta, 2009)
Yogyakarta, BoP. Selasa (22/9), Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Yogya-Solo. Dikarenakan rem blong, Bis mini dengan jumlah penumpang kurang lebih 25 orang berhenti dengan cara naik ke trotoar pembatas jalan. Dalam musibah ini tidak terdapat korban jiwa namun terdapat 1 korban luka ringan.(Photo: Sabda Agung, 2009)
tampak beberapa penumpang bis yang telah turun (photo: Sabda Agung, Yogyakarta, 2009)
Kue Lebaran
Menjelang lebaran, agenda kaum ibu dan remaja putri memang nggak jauh-jauh dari kegiatan meramu telur, terigu dan gula pasir guna di jadikan kue. (Foto : Sabda Agung, 2009)
Pengenalan Kampus Bagi Mahasiswa Baru
Gedung Ampli Teater Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura di padati oleh mahasiswa-mahasiswi baru dalam rangka pengenalan dunia kampus (Foto : Sabda Agung/31/08/09)


