Images by matafana21
Rektor Untan Di Demo Silih Berganti
Pontianak (24/01). Masih hangat dalam benak kita, Universitas yang digadang-gadang sebagai tempat untuk mengenyam pendidikan berubah menjadi tepat untuk berdemo, bayangkan dalam kurun kurang dari satu minggu rektor untan di demo dua kali. Hal ini tidak lepas dari kontroversi pengangkatan dekan fakultas FKIK UNTAN. Aksi demo rabu 20 januari yang diawali oleh mahasiswa kedokteran Untan kemudian berlanjut sabtu 23 januari oleh mahasiswa MIPA Untan. Konflik internal yang hingga saat ini masih bergulir menjadi bola panas, disaat mahasiswa kedokteran menolak pengangkatan dekan yang berasal diluar dari kalangan dokter, menjulur ke wilayah MIPA tentang kejelasan Dekan FMIPA UNTAN dimana rektor mengeluarkan SK No. 147 terhadap pembatalan SK. 79/H22/KP/2010. Dilematika hingga berita ini diturunkan masih belum ada kejelasannya.

Pelantikan/ Serah terima jabatan yang dilakukan oleh rektor Universitas Tanjungpura sebagai awal mula dilematika FKIK dan MIPA bergulir (Photo : sabda)

Keinginan mahasiswa kedokteran FKIK agar fakultasnya dipimpin oleh seorang dokter (Photo : Sabda )

Pihak pengajar FKIK mengajukan keberatan terhadap pelantikan dekan yang didukung oleh mahasiswa (Photo : Sabda )

Demo yang diwarnai dengan insiden pecahnya salah satu pintu rektorat Universitas Tanjungpura memakan korban pihak keamanan kampus yang harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut (photo : Sabda )

Rektor bersedia menemui pendemo sesaat setelah pelantikan berlangsung, dala pertemuan ini dihadiri pihak rektorat, dokter pengajar serta mahasiswa (photo : Sabda )

pertemuan selama kurang lebih satu jam tidak menghasilkan apa-apa sehingga para pengajar mahasiswa kedokteran mengambil inisiatif untuk tidak membimbing mahasiswa dalam batas waktu yang tidak ditentukan ( Photo : Sabda )

SK rektor no. 147 menjadi awal pemicu dosen serta mahasiswa MIPA turun aksi (Photo : Sabda )

Kejelasan dan transparansi mengenai pengangkatan dan pemberhetian dekan FMIPA UNTAN menjadi point utama pertemuan antara pihak Dosen, Mahasiswa, dan Rektor (Photo : Sabda)

Mahasiswa menganggap rektor Plin-plan dalam mengambil keputusan dan kebijakan (Photo : Sabda )
PAMERAN FOTOGRAFI KALBAR ON FRAME

GLOBAL ART AND PHOTOGRAPHY akan mengadakan Pameran Fotografi yang mengusung Tema “KALBAR ON FRAME”. Kegiatan pameran ini diselenggarakan juga dalam rangka menyambut tahun baru 2010, akan menampilkan foto-foto terbaik yang memuat potensi-potensi alam dan kejadian penting di Kalimantan Barat, sebagai bentuk dukungan terhadap program VISIT KALBAR 2010.
Kegiatan akan diselenggarakan pada :
Hari/tanggal : Kamis s.d Jum’at, Tanggal 31 Desember 2009 s.d 1 Januari 2010.
Waktu : Pukul 16.00 (Tgl 31/12/09) s.d 16.00 (01/01/10)
Tempat : HOTEL MAHKOTA PONTIANAK
GLOBAL ART AND PHOTOGRAPHY
Contact Person: Arul 08115710510, Ichan 087818184767
DiJual CPL + Ring 58 + Holder Ring Caps + Filter
Dijual
- CPL
- Ring Hloder plus Tutup 58 mm
- filter ND8, GND8, Gradasi Orange (Tian ya ), Gradasi Tobacco, Gradasi Red (Tian ya ), Gradasi Light coffee, Gradasi Blue,
- Box Filter Tian Ya
Price…… Just 500 rb, Gak pake nawar…. dagh paling murah
(Hub : Ian Imaru 0 8 1 2 5 7 0 4 5 5 1 )
Status : TERJUAL
Jual Lens Kit Canon 18-55mm…. 98% mulus

Dijual Lens Canon Kit 18-55mm IS 3,5-5,6 Kondisi 98 % mulus IDR. 1 Juta. Nett (Hub : Ian Imaru 0 8 1 2 5 7 0 4 5 5 1 )
SOLD
Status : TERJUAL
Pemecah Ombak

Abrasi pantai yang terus terjadi di Kalimantan Barat diperluhkan penanganan khusus, salah satunya adalah Break Water yang lebih sering dikenal dengan pemecah ombak sebagai pengendali abrasi ( Photo : Sabda, Karimunting 2009 )
Seminar Multi Pihak Untuk Penyelamatan Orang Hutan
Pontianak, WWF gelar seminar bertajuk “Menuju Sinergi Para Pihak Dalam Penyelamatan Orangutan” Senin ( 21/12) di Pontianak. Seminar yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil survei orangutan yang telah diadakan sebelumnya serta mencapai komitmen pihak-pihak terkait dalam upaya konservasi satwa endemik ini . Menurut Koordinator spesies WWF-Indonesia, Chairul Saleh, terdapat dua sub spesies orangutan di Kalimantan Barat yaitu Pongo pygmaeus wurmbii dan Pongo pygmaeus pygmaeus dan hasil studi menambahkan bahwa dari kedua spesies hidup di luar kawasan lindung. Dr. Ir. Harry Santoso lebih lanjut menyatakan bahwa habitat populasi orangutan memiliki sejumlah fungsi ekologis penting, antara lain pencegahan erosi, pengatur tata guna air, penyangga kehidupan sosial ekonomi masyarakat, serta sumber plasma nutfah penting. Salah satu alternatif untuk mengatasi ancaman tersebut adalah dengan membuat koridor satwa yang menghubungkan dua populasi orangutan yang terdapat di blok hutan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Untuk mendukung alternatif tersebut serta memperoleh gambaran yang jelas WWF-Indonesia bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun melakukan survei sebaran habitat dan populasi orangutan di sekitar taman nasional tahun 2004-2006. Di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, WWF-Indonesia bekerjasama dengan pihak taman nasional dan masyarakat pada bulan maret 2009. “Data yang diperoleh dari hasil survei menunjukan populasi orangutan yang terdapat di wilayah koridor satwa diperkirakan berjumlah 581 individu,” terang Albertus Tjiu, Koordinator Konservasi Spesies WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat. Seminar yang diadakan diharapkan dapat membantu mensosialisasikan konsep koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, menciptakan kesepahaman mengenai pentingnya konservasi orangutan, menciptakan pola penataan ruang serta membantu mendiseminasikan best management practice dalam mengatur konflik manusia- orangutan di area perkebunan kelapa sawit. (Sabda Agung/21/12)
Pesan penyelamatan orangutan agar tetap terjamin kelangsungan hidup satwa endemik ini (photo : sabda )
Orangutan menjadi bagian sejumlah fungsi ekologis (photo : Mumu )
Para pemateri sedang menyampaikan pandangan terhadap peranan berbagai pihak terhadap penyelamatan orangutan (photo : Sabda )
Penyampaian materi penyelamatan orangutan terhadap audience agar berbagai pihak ikut turut serta berpartisipasi (photo : Sabda )
Orangutan untuk Kalimantan Barat menjadi hewan perioritas penanganannya di kawasan Taman Nasional (Photo : Sabda )
KORUPSI….. Ganyang!!!
Pontianak.BOP. Tepat tanggal 09 Desember seluruh jutaan manusia di dunia memperingati hari anti korupsi, tak terkecuali Kalimantan Barat. Bertempat di bundaran Deguliest Untan peringatan ini dihadiri berbagai elemen, antara lain HMI, KAMMI, LAKI, SOLMADAPAR, dan ikatan Bem se-Kalimantan Barat. Acara yang berlangsung dari pagi ini menyerukan untuk tidak melakukan korupsi serta tuntaskan kasus-kasus korupsi yang ada. Selain berorasi massa yang berjumlah ratusan orang juga melakukan pembakaran photo Budiono, dan membawa ayam serta boneka buaya sebagai simbol korupsi. Pembakaran yang dilakukan menurut peserta aksi menginginkan agar kasus yang menimpa Budiono segera diselesaikan. Dalam aksi ini sempat terjadi ketegangan disaat pihak keamanan mencoba memadamkan api, namun kejadian ini tidak berlangsung lama, aksi kembali berjalan kondusip hingga akhir.

Wakil Presiden Budiono, Buaya dan Kurungan (photo : Sabda Agung )

Pembakaran Photo dalam kurungan menandakan hukum masih terkekang (photo : sabda agung)

keadaan sempat memanas disaat aparat memadamkan api (photo : sabda )

peringatan Hari Anti Korupsi juga di tandai dengan pengambaran karikatur wujud bobroknya Indonesia (photo : Sabda agung)

9 Tuntutan Peserta aksi (Photo : sabda)

Sampah bagi masyarakat adalah koruptor (photo : sabda )

Posko yang dibangun terlihat sepi ditinggal penghuninya (photo : sabda)

Semangat pemuda menolak korupsi

massa berkumpul di gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi ( photo : Sabda )

Aksi yang berjalan damai tetap dilakukan penjagaan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan ( photo : sabda)
STOP AIDS SEKARANG!!
Pontianak.Bop. Generasi muda memiliki peranan penting untuk memberantas AIDS. Kepedulian terhadap masa depan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi (Photo : sabda,2009)
Harapan untuk tetap hidup
Bagi anak pantai bakau sangatlah berarti, harapan terhadap pelestariannya sangatlah ditunggu demi kelangsungan hidup kedepannya (Photo oleh : Sabda, karimunting 2009)
Peringatan Hari Aids Se-Dunia
Pontianak BoP. Selasa(01/12/09) Pagi hari PHNP (Pengurus harian Narkotik Provinsi) Kota Pontianak beserta ratusan orang yang terdiri dari berbagai kalangan berkumpul di bundaran Degulist Untan untuk memperingati hari aids se-dunia. Acara yang di mulai pukul 09.00 wib diawali dengan pemasangan pin yang dilakukan oleh koordinator lapangan kepada kapolda Kal-Bar Brigjen Pol Erwin TB Lumbun Tobing. Selanjutnya peserta berpencar untuk membagikan PIN, stiker serta leaflet kepada masyarakat pengguna jalan raya yang sedang berhenti. Acara yang mengusung tema universal “Keep Promised for Universal access and Human Right”, mendapat apresiasi positif dari masyarakat yang turut berpartisipasi dengan cara menuliskan harapan positif yang selanjutkan digantunggan ke pohon partisipasi yang disediakan oleh panitia.

masyarakat tanpa diperintah secara sadar ikut mensukseskan acara

Pesan moral disampaikan menggunakan berbagai media agar masyarakat lebih sadar akan bahaya AIDS

Narkoba menjadi salah satu sarana penularan AIDS

Kapolda Kalbar turut berpartisipasi langsung

Pita merah menjadi simbol perlawanan aids

Pesan masyarakat Terhadap ODHA yang tersingkirkan

Pembagian pita merah sebagai simbol peduli terhadap AIDS
Graffity Seni Perindah Kota
(jogja 09/BOP) Graffity sebagian orang memandang seni visual ini negatif. Selain membuat kesan kumuh dapat merusak pemandangan. Namun bila ditata dan dikelola dengan baik maka dapat memperindah kota.


