Images by matafana21
“Sagu” alternatif pengganti beras
Dusun Nanga Hovatyang terletak di sekitar kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Jarak tempuh menggunakan motor air selama 3-4 jam dari kota Putussibau menjadi salah satu faktor masyarakat suku Dayak di dusun ini memanfaatkan sagu sebagai makanan alternatif (Putussibau, Photo : sabda matafana)
DAS Sungai Mendalam

(Putussibau)- Sungai Mendalam menjadi jantung bagi masyarakat yang berada di pinggiran aliran sungai, rata- rata masyarakat mengandalkan sungai untuk berbagai macam keperluhan seperti mencuci,mandi, dan sarana transportasi (sabda)
Motor Klasik
Pontianak. Jenis motor seperti Ariel, BSA, C70 sudah jarang untuk digunakan, namun tidak jarang motor seperti ini memiliki harga jual yang tinggi karena nilai sejarah motor (Photo : sabda)
Pontianak. Nowadays motorbike like Ariel, BSA, and C70 is rarely use, but sometimes this motorbike have a high selling price because of the historical value. (Photo: Sabda)
Mulai Tidak Tertata

Pontianak(BOP). Dalam rangka Visit Kalbar 2010, seharusnya semua pihak turut serta dalam mendukungnya. Namun sangat disayangkan tidak diimbangi dengan infrastrukturnya (Sabda)
Pontianak(BOP). In order Visit Kalbar 2010, all parties should participate and support. But unfortunately, this is not supported by adequate infrastructure. (Sabda)
Pameran “Photo Borneo”

(Bop). Dalam rangka memperingati hari bumi Borneo Photography (BOP) menggelar pameran fotografi dengan tema “Photo Borneo” yang akan dilaksanakan di Kota Sintang mulai tanggal 24-26 April 2010. Mari kita selamatkan Bumi. ( Sabda )
Cap Go Meh 2010 dibuka Agung Laksono

SSebanyak lebih dari 700 tatung yang berkumpul distadion Kridasana Singkawang dilepas oleh Mentri Kesejahteraan Rakyat dalam festival Cap Go Meh 2010 yang dipusatkan di Kota Singkawang ” Pasti Kesingkawang ” (Photo : sabda)
Pengamanan Ketat
Singkawang (Bop). Padatnya jumlah penonton di perayaan Cap Go Meh 2010 membuat petugas pengamanan berkerja ekstra, dari pengamanan personel hingga watercanon turun untuk mengamnkan perayaan ini (Photo : Sabda)
Parade Lampion Kota Singkawang
Singkawang ( Bop.) Singkawang yang biasanya juga disebut Kota Amoy selama bulan februari ini ramai dibicarakan mulai dari imlek hingga perayaan Cap Go Meh 2010. Satu lagi yang membuat kota singkawang benerang dimalam hari adalah parade Lampion yang mengelilingi kota Singkawang. Berbagai rombongan hadir memeriahkan pesta lampion, mulai dari drum band hingga masyarakat sekitar. perayaan yang dimulai pukul 20.00 Wib ini dilepas oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Bapak Cristiandy. parade yang memakan panjang hingga 1 Km ini semakin menyemarakan pelaksanaan Cap Go meh terbesar di Indonesia.
Perlu tenaga ekstra yang dilakukan panitia Cap Go Meh untuk membuka jalan parade lampion dikota Singkawang (Photo : Sabda )

Watercanon milik Porlres Singkawang turut hadir untuk membuka jalan iring-iringan Wakil Gubernur (Photo ; Sabda )

Seluruh warga Singkawang tidak hanya disuguhkan penampilan lampion yang menarik dari peserta parade, tampil pula drum band SMP bruder untuk memeriahkan acara (Photo : Sabda )

Dengan menggunakan motor lebih dari 50 orang mahasiswa STIE singkawang berpartisipasi disertai menghiasi kendaraan yang digunakan ( Photo : Sabda )
Panitia harus berlari-lari agar patung macan yang dibawa tidak tersangkut dengan rendahnya lampion yang menghiasi kota Singkawang ( Photo : Sabda )
Seluruh ikon Shio penanggalan tahun china juga ditampilkan dalam parade ini ( Photo : Sabda )

Decak kagum tidak hanya turis Lokal tetapi mancanegara pun dibuat terpukau selama perayaan Cap Go meh 2010 di Kota Singkawang (Photo : Sabda )
Hadir pula mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen (Purn) kiki Syahnakri dalam iring-iringan parade (Photo : Sabda )
Walikota singkangan Hasan karman dan Wakil Gubernur turut hadir mengikuti parade lampion yang dimulai dari stadion Kridasana Singkawang (Photo : Sabda )
Ritual budaya dapat digunakan sebagai pemersatu bangsa (Photo : Sabda )
lebih dari 100 ribu orang hadir dalam perayaan Cap Go meh 2010 (Photo : Sabda )
Semua berhak menikmati perayaan ini tanpa terkecuali (Photo : Sabda )
Tanpa batasan menyatukan masyarakat berbagai etnis dan budaya untuk menjunjung bineka tungga Ika (Photo : Sabda )
Malam Imlek Kota Pontianak
Pontianak (BOP). Kalimantan Barat tak ada habisnya, mungkin itu yang bisa dijabarkan, budaya yang beraneka ragam membuat provinsi yang terkenal dengan ikan arwana menjadi provinsi multikultur. Pontianak yang merupakan ibukota provinsi menyala ditengah malam. Hingar bingar dentuman kembang api yang disulut oleh kaum Tiongha ini membuat kota menjadi terang benerang dimalam hari. Tanggal 20/02 bertepatan dengan malam imlek di seluruh dunia, dimana perayaan ini dilakukan oleh kaum Tiongha. Pergantian tahun baru china yang memasuki Tahun Macan memberikan kesan yang sangat mendalam. Vihara yang terletak diberbagai penjuru kotapun tak ketinggalan pula. Pada malam imlek masyarakat Tiongha berbondong-bondong ke Vihara untuk melakukan sembahyang terhadap Tuhan, Dewa Bumi dan Dewi-dewi yang telah memberikan kehidupan, sebagai ucapan syukur kaum yang banyak berdomisilin di daerah Kota Singkawang dengan membakar Xin Tia ( Uang kertas-red).
beribadah disaat malam imlek ramai dilakukan diseluruh vihara di kota Pontianak (Photo : Sabda)
bersama-sama pemuda tiongha memanjatkan doa kepada dewa dan leluhur untuk kehidupan yang lebih baik dan diberikan berkah ditahun macan (Photo :ian)
Sisi lain kota Pontianak, Jl. Gajah Mada berubah menjadi lautan manusia (photo : Sabda )
Sebuah mobil hingga rela berhenti disaat kembang api dinyalakan ditengah-tengah trotoar agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan (Photo :Sabda)
kendaraan terbuka seperti Pick up, memudahkan pengunjung untuk melihat gemerlap kota Pontianak (Photo : Sabda )

Warna merah mendominasi tiap vihara yang artinya melambangkan suka cita dan kemakmuran. ( Photo : Eko S. Daulay )

Imlek merupakan momen paling sakral bagi semua umat Tionghoa karena berbagai harapan mereka gantung untuk menyambut tahun baru yang akan datang ( Photo : Eko S. Daulay )

Hio disediakan bagi pengurus vihara sebagai salah satu peralatan sembahyang guna melengkapi prosesi ritual sembahyang (Photo : Eko S. Daulay )

Api yang menyala di atas lilin merupakan bentuk dari penerangan yang nantinya dalam menjalankan hidup bisa dimudahkan jalannya (Photo : Eko S. daulay)
Warna-warni kembang api menghiasi kota Pontianak (Photo : Sabda )
Kurang Efektif

Menurunnya angka kecelakaan di KotaPontianak tidak lepas dari peraturan baru tetang penyalaan lampu disiang hari, namun tidak diimbangi dengan himbauan dalam sosialisasinya, seperti yang terdapat di Jl.A. Yani 2 (Photo : Sabda, Pontianak ).
Mesjid jamik Sultan Nata
Sejarah akan terus menjadi bagian dalam kehidupan, akan tetapi perlunya pengawasan terhadap aset-aset yang tidak akan pernah ditemui lagi untuk bisa menjadi cerita anak – cucu kita (Photo : sabda/ Sintang )



