Images by ihsan
Fixie di Pontianak
Setahun terakhir, bisa kita lihat semakin banyak orang-orang bermain sepeda di jalanan kota Pontianak. Dari sekian banyak pengendara sepeda di Pontianak, mungkin anda pernah melihat sekelompok anak muda mengayuh sepeda dengan rangka (frame) balap, velg dan ban warna warni, stang pendek, dan tanpa kabel rem. Bisa jadi itu adalah sepeda fixie.
Sepeda fixie atau fixed gear adalah sepeda dengan gear mati. Ini berarti selama ban belakang sepeda berputar, pedal juga ikut berputar. Begitu pula bila pedal diengkol mundur, maka sepeda juga akan berjalan mundur. Itulah yang membedakan sepeda jenis ini dengan sepeda lainnya. Sepeda fixie biasanya juga warna warni, pemilik dapat sesuka hati mewarnai sepedanya sesuai selera.
Ditanya mengenai munculnya sepeda fixie di Pontianak, Manda, salah satu pemuda Pontianak yang biasa ngumpul bareng pengendara sepeda fixie lainnya, mengatakan bahwa pertama kali fixie mulai ramai di Pontianak sekitar setahun lalu. “Mulai rame dan banyak anak-anak yang ngumpul sih baru di awal tahun 2011 ini,” kata Manda. Menurutnya, bukan Cuma anak muda, tapi semua kalangan sudah mulai menggemari fixie di Pontianak. “Yang paling muda kalau tidak salah ada anak SMP, yang sudah berkeluarga pun ada,” kata Manda.

Untuk mengurangi kecepatan sepeda, salah satunya dapat dengan menahan perputaran pedal, mencondongkan badan ke depan, atau menahan ban dengan kaki. Foto: Ihsan
“Sepeda fixie itu unik, beda dengan sepeda freewheel, dan kita pun bebas mewarnai sepeda kita sesuai selera” jawab Manda mengenai alasannya memilih sepeda fixie. “Karena selain diengkol, sepeda fixie juga bisa buat trick,” lanjutnya. “Kalau masalah budget, yang 2 jutaan udah dapat sepeda yang bagus, bisa juga kurang dari itu. Fixie yang mahal saya pernah lihat yang 50 jutaan” kata Manda.
Pengendara fixie di Pontianak biasanya ngumpul di jus di Jl. Setia Budi, bundaran Untan, dan pada saat car free day hari minggu, biasanya para pengendara sepeda ngumpul di sekitar areal Masjid Mujahiddin. “Kita ada basecamp di Jl. Perdana, Komp. Anugerah Perdana Permai, No. 3. Di situ juga bengkel bersama para pengguna fixie, kalau mau perbaiki sepeda, pemesanan barang, ataupun keperluan lainnya juga bisa di situ,” paparnya.
Melihat Rajutan Lebih Dekat
Fotografi makro tentunya sudah tak asing lagi di telinga kita. Apalagi untuk orang yang berkecimpung di dunia fotografi, baik yang hanya sebagai hobi, maupun yang melakukannya secara profesional. Saat mendengar foto makro, biasanya kita langsung terbayang objek-objek yang berupa hewan-hewan yang berukuran kecil, baik itu serangga, laba-laba, tumbuhan dan lain lain. Pada galeri kali ini, saya mencoba untuk mengeksplorasi benda lain yang dapat dijadikan objek pada fotografi makro (setidaknya ini menurut saya), yaitu baju kemeja milik saya.
Saya memang bukan orang pertama dengan ide seperti ini. Namun setelah saya browsing, saya belum menemukan orang yang menjadikan objek kemeja untuk dipotret secara makro. Saya coba untuk memotret beberapa bagian yang ada di kemeja tersebut serta mencoba untuk memainkkan komposisi, distribusitonal, dan lain-lain yang saya harapkan agar objek ini bisa tampil menarik. (Muhammad Ihsan Alfikar)
Tentang Fotografer
Nama lengkapnya Muhammad Ihsan Alfikar. Lahir di Kota Pontianak, 2 Juli 1989. Hobi fotografi sejak lulus SMA. Di masa itu, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Akutansi, Universitas Tanjungpura semester 7 ini suka melihat karya foto di internet. Namun semenjak pertengahan 2008, setelah membeli kamera DSLR pertamanya, dia mulai menggeluti fotografi. Awalnya Ihsan belum mengerti benar tentang fotografi karena terpengaruh oleh foto-foto yang dilihatnya kebanyakan manipulasi digital. Setelah melihat referensi dari dalam maupun luar negeri dan artikel-artikel tentang fotografi, Ihsan kian mendalami fotografi meski secara otodidak. Bergabungnya Ihsan di komunitas Borneo Photography awal tahun 2009 lalu memantapkannya berjalan di jalur fotografi. (borneo photography/06/9)
Air Pasang Malam
PONTIANAK, BoP. Air pasang kembali terjadi di Pontianak. Di kawasan Pontianak Timur, tepatnya di Jalan Tritura, Gang Bone. Air pasang tersebut hampir mencapai gertak (jembatan kayu) yang telah disemen.

air pasang nyaris menyentuh jalan gertak di gang Bone (photo: Ihsan, Pontianak, 2009)
Air pasang ini memang selalu terjadi setiap bulannya akibat pengaruh dari gaya gravitasi bulan dan terjadi dalam terjadi dalam beberapa hari. Namun malam ini, rumah salah satu warga di gang tersebut ikut terendam air. Warga tersebut hanya bisa pasrah sambil menunggu air kembali surut. (ihsan/26/05/09)

air pasang perlahan-lahan masuk melalui celah lantai di salah satu rumah warga (photo: Ihsan, Pontianak, 2009)

sudut ruang rumah warga yang terendam air pasang (photo: Ihsan, Pontianak, 2009)
Vespa Terbakar
hari minggu, 10 Mei 2009 pukul 11.30 WIB, sebuah vespa terbakar di jalan Johan Idrus, di depan Masjid Jihad. Vespa tersebut milik seorang lelaki bernama Rudi. Menurut info yg didapat dari Rudi, pemilik Vespa, awalnya Vespanya mogok. Saat sedang membersihkan busi lalu terjadilah kebakaran tersebut.

pemilik vespa berusaha memadamkan api yang membakar vespanya (photo: Ihsan, 2009)
Tidak banyak orang yang membantu Rudi memadamkan api tersebut, kebanyakan orang-orang hanya menonton, barangkali takut Vespa tersebut meledak. sementara itu, beberapa orang polisi dari Poltabes Pontianak yang tak berada jauh dari tempat kejadian mengamankan jalan dengan meminta orang-orang yang “nonton” untuk jalan agar tidak semakin macet.

orang-orang yang nonton vespa terbakar (photo: Ihsan, 2009)
Api baru dapat dipadamkan setelah beberapa orang menyiramkan lumpur ke vespa tersebut, setelah beberapa belas menit sebelumnya mereka menyiramnya dengan air tapi tidak berhasil.(ihsan/10/05/09)

vespa yang terbakar di siram dengan lumpur agar cepat padam (photo: Ihsan, 2009)
Jembatan Tol Kapuas

Jembatan Tol Kapuas (Foto:Muhammad Ihsan Alfikar/2008)
Bertolak belakang

Bertolak belakang (Foto:Muhammad Ihsan Alfikar/2008)





