Images by felliandre_m
Hari Air Sedunia

Pontianak, BoP. (22/3) Tepat hari ini adalah Hari Air Sedunia (World Water Day). Masalah air tidak ada habis-habisnya karena menyangkut kehidupan bagi setiap mahluk hidup didalamnya. Oleh karena itu air harus memenuhi 3K yaitu, Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas. (ande/2010)
Penutupan MTQ Kendawangan
Kendawangan BoP. Setelah dari tanggal 6-9 Maret 2010 para Khafilah-Khafilah bertanding di MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Ketapang di Kecamatan Kendawangan, malam ini (10/3) menjadi puncak acara MTQ XXIII. Pukul 19.30 Halaman SMAN 1 Kendawangan sudah dipenuhi pengunjung, undangan, dan khafilah-khafilah untuk mendengar keputusan dewan hakim MTQ XXIII. Tak lama berselang, Bupati Ketapang berserta Istri datang dan disambut dengan tari-tarian sebelum naik ke panggung MTQ.

- Tari-tarian menyambut kedatangan Bupati Ketapang (photo: Ande)
Camat Kendawangan, Herwansayah S.Sos, M.Si, membuka kata sambutannya. Beliau mengatakan bahwa pelaksanaan MTQ XXIII Kendawangan kali ini berjalan sukses, hal ini bisa dilihat dari tersedianya tempat penginapan bagi para khafilah, konsumsi yang cukup, sarana transportasi untuk mengantar para khafilah ke tempat perlombaan, kerja panitia yang baik, dan yang terpenting adalah dewan hakim MTQ yang telah menilai para khafilah sehingga nantinya di dapat hasil/pemenang yang terbaik dari MTQ kali ini.
Hal yang senada juga disampaikan oleh ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, Habib Hazan. Beliau bangga dengan peningkatan yang ada di MTQ kali ini, baik dari jumlah peserta, nilai prestasi, hadiah, dan kualitas bacaan dari Qori-Qoriah yang juga nantinya menjadi modal Kabupaten Ketapang untuk mengikuti MTQ Tingkat Propinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Landak.
Acara berlanjut ke bagian yang paling di tunggu-tunggu para khafilah, pengunjung, dan para undangan yaitu pengumuman pemenang masing-masing cabang yang diperlombakan (Cabang Hifzil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khattil Qur’an, dan Cabang Tilawah Al-Qur’an) dan tentunya juara umum MTQ kali ini. Satu persatu pemenang dari masing-masing cabang disebutkan oleh Koordinator Dewan Hakim MTQ, Drs. H. M. Mansyur, M.Si, dan sorak-sorai gembira pun terdengar dari pemenang serta kecamatan pemenang masing-masing cabang. Acara pembacaan pemenang ini sempat terhenti karena listrik padam namun tak berlangsung lama karena berhasil diantisipasi dengan menggunakan genset. Puncaknya pengumuman juara umum MTQ kali ini yang berhasil direbut oleh Kecamatan Benua Kayong. Luapan gembira dan syukur dipanjatkan dari para Khafilah dan Official Kecamatan Benua Kayong. Penampilan Qori dan Qoriah terbaik cabang Tilawatil Qur’an golongan dewasa, Dedi Susanto dan Normah Umar yang juga mengisi acara penutupan MTQ ini memang menunjukkan mereka layak menjadi yang terbaik.

- Dedi Susanto, dari Kecamatan Delta Pawan, mendapat predikat Qori terbaik Tilawatil Qur’andengan nilai 96,75 (photo: Ande)

- Qoriah terbaik Tilawatil Qur’an, Normah Umar, dari Muara Pawan dengan skor 95 (photo: Ande)

- Kata sambutan dari Bupati Ketapang sekaligus menutup MTQ kali ini (photo: Ande)
Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S,Pd. MH, dalam pidato penutupan MTQ, menyambut gembira hasil MTQ kali ini, beliau mengingkatkan para khafilah untuk mengamalkan apa yang mereka dapatkan. Beliau juga mengatakan bahwa perjuangan mereka masih panjang karena prestasi yang mereka dapatkan kali ini juga harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengikuti MTQ tingkat propinsi nanti. MTQ XXIII di Kendawangan ini resmi ditutup dengan membunyikan sirine yang diiringi dengan dimatikannya lampu Panggung MTQ, pesta kembang api, dan pembagian hadiah.

- Kembang Api menambah semarak malam penutupan MTQ (photo: Ande)

- Benua Kayong (kemeja corak insang biru) menjadi juara umum MTQ di Kendawangan.(Photo: Ande)

- Senyum bahagia mewarnai para juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori (photo: Ande)
Pembukaan MTQ Kendawangan
Kendawangan, BoP. (6/3) Halaman SMAN 1 Kendawangan sekitar pukul 07.30 WIB mulai ramai oleh para pengunjung, para undangan, dan Kafilah-kafilah peserta MTQ dari 19 kecamatan sebanyak 339 orang yang terdiri dari 277 orang peserta dan 62 official dalam rangka kegiatan Pembukaan Pameran MTQ dan Pembukaan Pawai Ta’aruf MTQ XXIII tingkat Kabupaten Ketapang. Acara dibuka dengan sambutan Camat Kendawangan, Herwansyah dan dilanjutkan kata sambutan oleh Bupati Ketapang yang diwakili Sekda Ketapang, Drs. H. Bachtiar yang sekaligus membuka Pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta’aruf MTQ kali ini.
Kafilah-kafilah mulai berdatangan untuk menghadiri pembukaan pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta'aruf (photo: Ande)
Camat Kendawangan, Herwansyah memberikan kata sambutan (photo: Ande)
Sekda Ketapang, Drs. H. Bachtiar mewakili Bupati Kepatang yang berhalangan hadir untuk membuka pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta'aruf (Photo: Ande)
Pameran MTQ yang juga bertempat di halaman SMAN 1 Kendawangan ini diisi oleh PKK, Bank, Perusahaan Perkebunan, dan Perusahaan Pertambangan yang ada di Kendawangan. Setidaknya ada 11 stand yang terisi dalam MTQ di Kendawangan ini.
Sementara itu, Sekitar 19 kendaraan Pawai Ta’aruf yang membawa Kafilah-kafilah dari masing-masing kecamatan mulai beranjak dari halaman SMAN 1 Kendawangan diiringi tabuhan gendang hadrah menelusuri jalur Kantor Camat, Pasar Kendawangan, Pelabuhan Kendawangan Banjarsari, Masjid Hilaludin, SMKN 1 Kendawangan dan kembali finish di halaman SMAN 1 Kendawangan pada sekitar pukul 9.30 WIB yang menandakan selesainya acara Pembukaan Pameran dan Pawai Ta’aruf MTQ.
Sang Jawara MTQ XXII yang lalu menjadi tuang rumah MTQ kali ini (photo: Ande)
Pada malam harinya acara pembukaan MTQ yang dibuka secara resmi oleh Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S,Pd. MH. berlangsung cukup meriah yang diisi dengan penampilan tari, pesta kembang api, dan permainan gendang hadrah begitu pula dengan ramainya penonton yang memadati halaman SMAN1 Kendawangan. MTQ yang dihelat di Kecamatan pemenang MTQ XXII yang lalu ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 10 Maret 2010. Adapun cabang-cabang yang dipertandingkan antara lain; Cabang Hifzil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khattil Qur’an, dan Cabang Tilawah Al-Qur’an.

Bupati Ketapang, H. Morkes Effnedi, S,Pd. MH, hadir membuka MTQ XXIII di Kendawangan (photo: Ande)
Penampilan kesenian oleh masyarakat Kendawangan (photo: Ande)
Tarian-tarian menambah ramai suasana pembukaan MTQ (photo: Ande)
Penampilan tari dari siswi SMA menjadi puncak acara Pembukaan MTQ (photo: Ande)
Persiapan MTQ Kendawangan

Kendawangan,BoP. (26/2) Musyabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 tingkat Kabupaten Ketapang akan dilaksanakan dan bertempat di halaman SMA Negeri 1 Kendawangan pada tanggal 6 Maret 2010.(ande)
Safety Second

Pontianak, BoP. Faktor keselamatan kerja sering kali terlupakan oleh para pekerja bangunan sehingga dapat membahayakan keselamatan diri dan orang lain.(photo: Ande Anjang, 2009)
Cuaca Buruk

Kendawangan, BoP. Minggu (3/01/10), hujan deras disertai angin dan ombak sekitar dengan rata-rata sekitar 1 meter sempat melanda dan mengombang-ambingkan kapal berbobot 21 GT yang membawa tenaga kerja bongkar muat ke kapal kargo yang akan memuat bauksit di laut lepas Kendawangan. (ande anjang, 05/01/2010)
Awan Hujan

Kendawangan, BoP. Kamis (17/12), Cuaca buruk menghadang di depan kapal motor yang membawa buruh-buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kendawangan yang akan naik ke kapal pengangkut biji besi yang berada di laut lepas Kendawangan. Demi keselamatan seluruh awak dan penumpang kapal, kapten kapal memutuskan untuk kembali ke Pelabuhan Kendawangan.(ande anjang,19/12/2009)
Balon Idul Adha

Pontianak, BoP. Mas Edi, penjual rujak ini beralih pekerjaan saat hari raya seperti idul adha ini, ia menjadi penjual balon di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Harga Balon perbuahnya dihargai Mas Edi Rp. 3000 rupiah. Pekerjaan menjual balon saat hari raya ini telah dilakoninya selama hampir 6 tahun dan selalu berpindah tempat.
Bangkai Kapal Pesisir Pantai Kendawangan

Kendawangan, BoP. Kapal penangkap ikan dengan nomor CT3-4582 berbahan fiberglass ini ditemukan salah satu warga Kendawangan, Kabupaten Ketapang, H. Sy. Abdullah sekitar akhir tahun 1990. Menurut Pak H. Sy. Abdullah, kapal yang hanyut tanpa satu awak pun ini ditemukan disekitar perairan Pulau Kucing, Kendawangan, kemudian kapal ditarik ke pesisir pantai. Awalnya kapal tersebut dalam keadaan utuh namun terdapat beberapa lubang yang diduga akibat tembakan disekitar kamar dan bagian tengah kapal, diduga kapal tersebut mungkin saja dirampok. Kapal berbobot sekitar 40 GT sekarang sudah dalam keadaan rusak akibat dibakar dan dibiarkan begitu saja di pesisir pantai Kendawangan. (Ande, Kendawangan, 2009)
Rute Sungai

Sebuah plang penunjuk rute air wilayah-wilayah di Kabupaten Sambas, hal ini berguna agar pengguna kendaraan air tidak tersesat mengingat banyaknya jalur-jalur sungai di wilayah tersebut. (photo: Ande, Sambas, 2009)
Persipon 1, PSKS Cilegon 0

Persipon nyaris tertinggal 1 angka dari PSKS Cilegon, namun tendangan yang berbuah gol ini dianulir karena offside (photo: ande, 2009)
Pontianak, BoP. Minggu (4/10), Stadion Keboen Sajoek dipenuhi penonton yang menyaksikan pertandingan antara Persipon sebagai tuan rumah melawan PSKS Cilegon. Pertandingan berlangsung cukup seru walau terkadang bermain di tempo yang lambat. Di babak pertama ini Persipon nyaris saja kebobolan terlebih dahulu, namun gol tim lawan tersebut di anulir wasit karena terlebih dahulu berada dalam posisi offside. Menjelang menit-menit terakhir babak pertama, Persipon mendapat hadiah tendangan penalti dari wasit buah dari terjadinya pelanggaran di kotak penalti PSKS Cilegon. Sempat terjadi protes terhadap wasit karena pemberian tendangan penalti tersebut oleh pemain-pemain PSKS Cilegon, mereka beramai-ramai menghampiri wasit, namun hal tersebut kemudian dapat diredam begitu pula emosi penonton tuan rumah yang sempat memanas melihat tindakan para pemain PSKS Cilegon tadi. Tendangan penalti pun dilakukan, pemain Persipon dengan nomor punggung 5, Hidayat, sukses mengeksekusi tendangan penalty tersebut. “Gollllll………”, sorak penonton tuan rumah memenuhi seluruh stadion. Di menit ke 44 ini skor 1 – 0 untuk Persipon. Tidak lama kemudian peluit tanda usainya babak pertama pun dibunyikan wasit. Selang 15 menit kemudian, babak kedua pun dimulai. Permainan berlangsung cukup keras, namun Persipon lebih mendominasi permainan demi mempertahankan keunggulan skor mereka walaupun gawang Persipon sempat mendapat serangan-serangan dari PSKS Cilegon. Hingga babak kedua usai, skor tetap 1 – 0 untuk keunggulan tim Elang Khatulistiwa, Persipon.(ande, 2009)

Sebagian pemain PSKS Cilegon memprotes wasit karena memberikan penalti kepada Persipon (photo: M Zeinur, 2009)

Persipon unggul 1-0 melalui tendangan penalti yg dieksekusi Hidayat di menit 44 babak pertama. (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)
Semangat pendukung Persipon selama pertandingan berlangsung (photo: ianimaru, 2009)


