Bookmark and Share

Images by ekosuryantodaulay

Direct Selling

Salah satu cara meningkatkan penjualan kartu perdana selular, yaitu dengan metode “menjemput bola” atau penjualan barang dan/atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka langsung mendatangi pengguna operator selular (direct selling). (Pontianak, 29/01/2010).

Angin Membawa Rejeki

tradisional.jpg

Sungai Kakap bOp (10/01/2010). Dengan jaman yang sudah memasuki era milenium seperti saat ini, masih saja ada nelayan yang bergantung pada kondisi alam. Contohnya dengan adanya angin yang berhembus kencang seorang nelayan setelah habis mencari ikan bisa mengurangi tenaga kayuhnya untuk  mencapai ke daratan.

Tengkuluk

Tengkuluk.jpg

Pontianak bOp. Tengkuluk merupakan hiasan kepala perempuan yang berbentuk runcing dan bercabang, pengertiannya adalah Limpapeh Rumah Nan Gadang di Minangkabau tidak boleh menjunjung beban atau beban yang berat. (11/11/09)

Pencari Kepah

pencari_kepah.jpg

Yanto (45), seorang pencari kepah (sejenis kerang laut) di kawasan pantai Air Mati Ketapang dengan cara menggaruk menggunakan sejenis alat penggaruk. Dimana setiap kerangnya dihargai seribu dan pada saat musim kepah per harinya pak Yanto bisa memperoleh sekitar 70 sampai 80 buah kepah. (14/01/10) Ketapang, Kalimantan Barat.

Launching Visit Kalbar 2010

Pontianak, BoP. Salah satu artis ibukota Giselle Idol turut memeriahkan semarak malam pergantian tahun di Pontianak sekaligus Launching Visit Kalbar 2010. (Eko Suryanto Daulay, 31/12/09)

Mengabadikan


Pontianak, BoP. Dua orang remaja tidak lupa mengabadikan momen pergantian tahun di halaman Pendopo Gubernur Kalbar. (Eko Suryanto Daulay, 31/12/2009)

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Masjid_Raya_Mujahidin.jpg

Pontianak bOp (03/12/09). Masjid Raya Mujahidin yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Kota Pontianak ini didirikan pada tahun 1974 dengan kubah besar berbentuk limas segitiga kerucut. Masjid yang sekarang ini dalam tahap perbaikan dan renovasi ini nantinya bukan hanya dijadikan sebagai rumah ibadah, tapi juga sebagai pusat informasi Islam.

Sepedaku Adalah Motor Air

sepedaku_adalah_motor_air_copy.jpg

Salah satu murid SMP Negeri 5 Sungai Raya yang tinggal di Kampung Teluk ini berangkat sekolah dan pulang sekolah setiap harinya menggunakan motor air. (photo : Eko Suryanto Daulay, 2009)

FESTIVAL BUDAYA BUMI KHATULISTIWA: LOMBA SUMPIT

Pontianak. BoP, Sabtu (14/11/09) Lomba sumpit yang diselenggarakan dalam rangka FBBK 2009 di Rumah Betang Jl. Sutoyo Pontianak ini diikuti sebanyak 80 peserta, dimana 36 orang kategori putri dan 53 orang kategori putra. Untuk kategori putri sendiri jarak menyumpit adalah 15 meter dan untuk kategori putra jarak menyumpit adalah sejauh 25 meter. Penilaiannya sendiri diukur berdasarkan angka pada sasaran sumpit tersebut, yaitu untuk warna biru nilainya 10, 20, 30. Untuk warna kuning nilainya 40, 50, 60. Untuk warna merah nilainya 70, 80, 90. Dan untuk warna hitam nilainya adalah 100. Untuk memperoleh hasil terbaik setiap peserta hanya diperbolehkan menyumpit 5 kali saja.

dibutuhkan teknik pernapasan yang baik guna jarum sumpit tepat sasaran (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

inilah sasaran tembak para penyumpit dengan kriteria penilaian (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

kosentrasi membidik sasaran (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

maksimal hanya 5 buah jarum sumpit saja (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

penggunaan kayu beliak bahan pembuatan sumpit banyak dilihat pada saat lomba (photo: Eko Suryanto Daulay)

persiapan Linyui sebelum menyumpit (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

piala yang diperebutkan (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

salah satu peserta muda (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

Pemenang Lomba Sampan Tradisional

Foto bersama pemenang lomba sampan tradisional, juara 1 dari tim Kijang Berantai (jaket kuning) dan juara 2 dari tim Elang HItam (baju merah oranye). (photo; eko suryanto daulay. pontianak, 2009)

Festival Layangan Memeriahkan HUT Kota Pontianak

Pontianak Bop,Sabtu (24/10) Festival layangan yang diselenggarakan dlm rangka memeriahkan hari jadi Kota Pontianak yang ke 238 ini baru diadakan tahun ini dan diikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari 50 peserta layangan berkategori eksebisi serta 35 peserta berkategori layangan tradisonal. Tidak hanya peserta dari Kalimantan Barat saja yang turt berpartisipasi melainkan ada 8 peserta yang berasal dari negara Brunei maupun Malaysia. Panitia hanya melombakan layangan dengan kategori layangan tradisonal saja. Adapun penilaian dari perlombaan tersebut antara lain: keindahan bentuk dari layangan itu sendiri, kreativitas, tingkat kesulitan dalam hal pembuatan layangan dan tingkat keserasian antara pemain layangan dengan layangannya.

Pak Norman salah satu peserta yang berasal dari Johor, Malaysia ini berpendapat “saya datang kesini karena undangan pak walikota, dan even ini sangat bagus terutama salah satunya bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pontianak” (eko suryanto daulay, 2009).

dikarenakan cuaca tidak mendukung, layangan tersebut diturunkan (Photo : Eko Suryanto Daulay)

orang tua rela menggendong anaknya untuk menyaksikan festival layangan (Photo : Eko Suryanto Daulay)

peserta yang sedang berusaha memainkan layangannya (Photo : Eko Suryanto Daulay)

Layangan Merak milik Andre yang berasal dari Pontianak Timur ini mendapatkan juara pertama (Photo : Eko Suryanto Daulay)

« Previous PageNext Page »