Images by ekosuryantodaulay
March 12, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Uncategorized
Harmonisasi Etnis
March 1, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Harmonisasi etnis. Berbagai macam etnis yang ada di Kalimantan Barat khususnya di Kota Singkawang yang terdiri dari etnis tionghoa, melayu, jawa, dayak terlihat dari busana yang dikenakan dalam rangkaian acara Festival Cap Go Meh yan diselenggarakan di Kota Singkawang. (28/02/2010)
Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Singkawang
February 10, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Singkawang bOp (06/02/2010.) Vihara yang terletak di pusat Kota Singkawang ini merupakan salah satu cikal bakal berdirinya Kota Singkawang dan merupakan ciri khas landmark Kota Singkawang diperkirakan umur dari Vihara ini cukup tua yakni sekitar 200 tahun.
Direct Selling
February 6, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Salah satu cara meningkatkan penjualan kartu perdana selular, yaitu dengan metode “menjemput bola” atau penjualan barang dan/atau jasa tertentu kepada konsumen dengan cara tatap muka langsung mendatangi pengguna operator selular (direct selling). (Pontianak, 29/01/2010).
Angin Membawa Rejeki
February 1, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Sungai Kakap bOp (10/01/2010). Dengan jaman yang sudah memasuki era milenium seperti saat ini, masih saja ada nelayan yang bergantung pada kondisi alam. Contohnya dengan adanya angin yang berhembus kencang seorang nelayan setelah habis mencari ikan bisa mengurangi tenaga kayuhnya untuk mencapai ke daratan.
Tengkuluk
January 25, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Pontianak bOp. Tengkuluk merupakan hiasan kepala perempuan yang berbentuk runcing dan bercabang, pengertiannya adalah Limpapeh Rumah Nan Gadang di Minangkabau tidak boleh menjunjung beban atau beban yang berat. (11/11/09)
Pencari Kepah
January 24, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Yanto (45), seorang pencari kepah (sejenis kerang laut) di kawasan pantai Air Mati Ketapang dengan cara menggaruk menggunakan sejenis alat penggaruk. Dimana setiap kerangnya dihargai seribu dan pada saat musim kepah per harinya pak Yanto bisa memperoleh sekitar 70 sampai 80 buah kepah. (14/01/10) Ketapang, Kalimantan Barat.
Launching Visit Kalbar 2010
January 9, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Pontianak, BoP. Salah satu artis ibukota Giselle Idol turut memeriahkan semarak malam pergantian tahun di Pontianak sekaligus Launching Visit Kalbar 2010. (Eko Suryanto Daulay, 31/12/09)
Mengabadikan
January 1, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Pontianak, BoP. Dua orang remaja tidak lupa mengabadikan momen pergantian tahun di halaman Pendopo Gubernur Kalbar. (Eko Suryanto Daulay, 31/12/2009)
Masjid Raya Mujahidin Pontianak
December 6, 2009 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Pontianak bOp (03/12/09). Masjid Raya Mujahidin yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Kota Pontianak ini didirikan pada tahun 1974 dengan kubah besar berbentuk limas segitiga kerucut. Masjid yang sekarang ini dalam tahap perbaikan dan renovasi ini nantinya bukan hanya dijadikan sebagai rumah ibadah, tapi juga sebagai pusat informasi Islam.
Sepedaku Adalah Motor Air
December 1, 2009 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!

Salah satu murid SMP Negeri 5 Sungai Raya yang tinggal di Kampung Teluk ini berangkat sekolah dan pulang sekolah setiap harinya menggunakan motor air. (photo : Eko Suryanto Daulay, 2009)
FESTIVAL BUDAYA BUMI KHATULISTIWA: LOMBA SUMPIT
November 14, 2009 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Photo dan Berita
Pontianak. BoP, Sabtu (14/11/09) Lomba sumpit yang diselenggarakan dalam rangka FBBK 2009 di Rumah Betang Jl. Sutoyo Pontianak ini diikuti sebanyak 80 peserta, dimana 36 orang kategori putri dan 53 orang kategori putra. Untuk kategori putri sendiri jarak menyumpit adalah 15 meter dan untuk kategori putra jarak menyumpit adalah sejauh 25 meter. Penilaiannya sendiri diukur berdasarkan angka pada sasaran sumpit tersebut, yaitu untuk warna biru nilainya 10, 20, 30. Untuk warna kuning nilainya 40, 50, 60. Untuk warna merah nilainya 70, 80, 90. Dan untuk warna hitam nilainya adalah 100. Untuk memperoleh hasil terbaik setiap peserta hanya diperbolehkan menyumpit 5 kali saja.

dibutuhkan teknik pernapasan yang baik guna jarum sumpit tepat sasaran (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

inilah sasaran tembak para penyumpit dengan kriteria penilaian (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

kosentrasi membidik sasaran (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

maksimal hanya 5 buah jarum sumpit saja (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

penggunaan kayu beliak bahan pembuatan sumpit banyak dilihat pada saat lomba (photo: Eko Suryanto Daulay)

persiapan Linyui sebelum menyumpit (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

piala yang diperebutkan (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)

salah satu peserta muda (photo: Eko Suryanto Daulay, 2009)


