Images by b_dal
Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir
Kapuas Hulu, BoP. Kabupaten Kapuas Hulu (11/10), Kalimantan Barat, lumpuh total. Hampir 20 kecamatan terendam banjir dengan ketinggian hingga dua meter akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari belakangan ini.
Sedikitnya 8.000 rumah di terendam banjir. Tiga di antaranya hanyut terbawa air. Lima jembatan gantung putus dan 2.000 hektare sawah terancam gagal panen.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar, Tri Budiarto, banjir saat ini merupakan bencana terparah dalam 30 tahun. Tercatat, hanya tiga kecamatan yang bebas banjir yaitu Kecamatan Embaloh Hulu, Puri Kencana, dan Kecamatan Empanang. (b_dal)

Banjir kali ini adalah yang terparah di Kapuas Hulu. (photo: Endi, Putussibau, 2010)

Sebagian warga masih bertahan untuk menjaga harta bendanya. (photo: Endi, Putussibau, 2010)
Tewas Saat Bertugas
Pontianak BoP. Kebakaran yang menimpa salah satu rumah warga di Gang Kedah, Jalan Tanjungpura pada Selasa malam (23/8) ternyata menewaskan seorang petugas pemadam kebakaran. Ng Meng Kwang (54) meninggal dunia saat bertugas. Keterangan dari pihak Rumah Sakit, korban telah lama mengidap sakit jantung. Korban diantar ke Yayasan Budi Pekerti oleh Badan Pemadam Api Jungkat (BPAJ), Badan Pemadam Api Siantan (BPAS) dan Pemadam Kebakaran Mandiri. (Sy. Afdhal Ghalib/24/8)
“Halo Matahari akibat Pembiasan Cahaya”
foto ( b_dal)
SIANG tadi, halo yang terlihat melingkari Matahari tersebut sebenarnya merupakan hasil pembelokan cahaya Matahari oleh partikel uap air di atmosfer.” Jadi, pada musim hujan ini partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya Matahari Karena terjadi pada siang hari, Fenomena itu sebenarnya sama saja dengan proses terbentuknya pelangi pada pagi atau sore hari setelah hujan. Menurut Bambang, lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya Matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer. Di sisi lain, pada pagi atau sore hari Matahari pun masih berada pada sudut yang rendah.”Pada posisi yang miring ini, kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap,
Pada siang hari, saat Matahari pada posisi tegak lurus terhadap Bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas. “Warnanya terlihat gelap karena pandangan ke arah Matahari juga terhalang debu. Kalau pada pagi hari, saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan,Tidak mengherankan bila fenomena halo ini juga hanya terlihat pada siang hari, sekitar pukul 12.00-1300. Selain itu, sama seperti pelangi, fenomena halo juga hanya bisa disaksikan pada musim hujan.(b_dal)

Foto ( Ianimaru)
Pekan Informasi Nasional
Riau,Bop. Menteri Komunikasi dan Informatika, Ir.H.Tifatul Sembiring mendengarkan penjelasan tentang perkembangan desa pusat informasi yang telah di launching di Sajingan Kab. Sambas pada tanggal 17 desember 2009, Oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika DISHUBKOMINFO Prov. Kalbar Drs.Ruslizan Arief pada saat mengunjungi Stan Kalimantan Barat pada Pekan Informasi Nasional ke-2 pada tanggal 25 Mei 2010 di Pekanbaru, Riau. (Sy. Afdhal Ghalib)
“National Information Week”
Riau,Bop. Minister of Communications and Informatics, Ir.H.Tifatul Sembiring is listening to explanations about the progress of Village Information Center that have been launched at Sajingan, Sambas regency at date December 17, 2009, by Head Division of Communication and Informatics of West Kalimantan Province, Drs.Ruslizan Arief when he was visiting West Kalimantan Booth on the 2nd National Information Week at date May 25, 2010 at Pekanbaru, Riau. (Sy. Afdhal Ghalib)
Angpao Untuk Naga.

Menteri Kebudayaan & Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat Memberi Ang Pao Kepada arak-arakan Naga.
( foto: b_dal, Lokasi: Jl. Diponegoro, Pontianak)
PEMBUKAAN CAP GO MEH DI KOTA PONTIANAK OLEH MENTERI KEBUDAYAAN & PARIWISATA
Tabuhan gong oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menjadi tanda dibukanya Festival Cap Go Meh 2561, di Kota Pontianak, 24 – 28 Pebruari 2010.
Bunyi berulang-ulang dari tabuhan gendang khas budaya Tiong Hua oleh Menbudpar Jero Wacik juga di ikuti oleh Gubernur Kalimantan Barat beserta Muspida yang hadir pada acara tersebut, Perayaan Cap Go Meh yang dipusatkan di Jalan Diponegoro dan Agus Salim, disaksikan ribuan warga kota itu.
Pembukaan Festival Cap Go Meh juga diawali dengan tarian tiga etnis, yaitu dari etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa dengan tema “damai daerahku dan damai negeriku” yang dibawakan oleh beberapa anak muda dari ketiga etnis tersebut. Ini menunjukkan keharmonisan suku bangsa, dan agama di Kalimantan Barat umumnya dan Kota Pontianak khususnya. Ini juga membuktikan Kalbar sebagai daerah yang layak, aman dan nyaman untuk dikunjungi para tamu-tamu dari daerah lain, baik tamu nasional maupun turis dari manca negara.
Dalam kesempatan itu Jero Wacik juga menandatangani prangko edisi khusus Cap Go Meh 2010 dan menyematkan bola naga di miniatur naga yang terbuat dari ribuan bunga melati.
Jero Wacik dalam sambutannya, menyatakan sengaja datang ke Pontianak untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan perayaan Cap Go Meh. “Sebenarnya saya juga dijadwalkan membuka Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, berhubung, Kamis (25/2) ada agenda rapat kabinet bersama Presiden RI, rencana itu batal,” ujarnya.
Meskipun batal membuka Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Jero Wajik berharap tahun-tahun mendatang bisa hadir pada perayaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Jero Wacik menyampaikan kekagumannya terhadap Perayaan Cap Go Meh di Pontianak yang berlangsung lancar dan meriah. “Apalagi perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak khususnya, dan Kalimantan Barat umumnya didukung oleh semua etnis,” katanya.
Dukungan semua etnis itu tampak, dari antusiasme semua masyarakat di kota Pontianak untuk menyukseskan Perayaan Cap Go Meh demi “Visit Kalbar 2010″. “Kami telah mengagendakan Visit Kalbar 2010 dalam agenda nasional,” ujarnya.
Jero Wacik berharap setelah kepulangannya iklim wisata di Kalbar lebih maju lagi karena didukung oleh semua pihak. “Biasanya setelah kehadiran saya di suatu kota, maka akan berdampak semakin menggeliatnya minat wisatawan mencanegara untuk berkunjung ke kota tersebut. Kami siap mempromosikan objek-objek wisata di Kalbar, baik tingkat nasional maupun internasional,” katanya. (24 /02/2010 Afdhal )

Menteri Kebudayaan & Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat beserta MUSPIDA KALBAR menabuh Gendang Khas Tiong Hua yang menandakan Festival Cap Go Meh resmi di buka (foto: b_dal)
Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornelis, M.H memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Festival Cap Go Meh. ( foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur kalimantan Barat dan MUSPIDA beserta tamu Undangan menyaksikan Tarian Tiga Etnis, yaitu dari etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa dengan tema "damai daerahku dan damai negeriku" (foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat Memberi Ang Pao Kepada arak-arakan Naga. ( foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didampingi Oleh Gubernur Kalimantan Barat mengunjungi Stand Kue Keranjang. (foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menunjukan Perangko edisi khusus Cap Go Meh 2010 yang Telah di Syah kan. (foto: b_dal)

Menteri kebudayaan & Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat beserta MUSPIDA KALBAR foto bersama para Tatung (foto:b_dal)
30 Menit Terjebak di Dalam Lift

Selasa (8/9/09) Terjadi kerusakan lift di lantai 9 di sebuah hotel di Jalan Gajah Mada, Pontianak. Seorang wartawan dan seorang pegawai PNS terpaksa terjebak selama 30 menit di dalamnya. (Photo : Sy. Afdhal, Pontianak 2009)
Rumah Walet

Rumah Walet (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)
Pulang

Pulang (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)
Klotok

Klotok (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)
Jelang Malam

Jelang Malam (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)



