Dari Panggung Ke Panggung
Dari panggung ke panggung keempat fotografer ini berburu momen. Fotografer : Erickson Pasaribu, Erru Ahmadia, Ihsan Alfikar dan Muhammad Zeinur Rasyikin ( Qnoy ),
Tren

Foto : Serly
Pontianak, salah satu kota di Indonesia yang hampir tak pernah tidur, kota ini terus bergerak bagaikan mesin waktu yang terus dipacu agar terus dilirik investor sebagai kota perdagangan dan jasa, hal ini tentulah berpengaruh dengan perilaku masyarakatnya.
Kota ini terlihat begitu sibuk, apalagi menjelang pergantian tahun, begitu banyak hiburan yang ditawarkan dengan berbagai macam cara promosi, dan hal tersebut tak begitu saja dilepaskan oleh kalangan birokrat, politisi, tokoh masyarakat dan pemuda sebagai momentum pencitraan kepada semua kalangan.
Bergerak dan terus bergerak itu lah yang dilakukan masyarakat agar terus dapat bekerja, ibaratnya “siapa cepat dia dapat”, itu lah yang terjadi.
Persaingan menjadi sesuatu yang lumrah, tanpa sengaja telah menggembleng mental kita menjadi lebih kuat menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi, hingga memacu kita untuk selalu kreatif dalam segala bidang, terlebih lagi ekonomi yang terus bergerak setiap harinya.
Yang menarik adalah munculnya komunitas-komunitas yang ada dikota ini. Fotografi salah satu dari sekian banyak komunitas yang banyak digemari.
Tren yang digemari ini hampir dari semua kalangan, mau itu dari kalangan yang berduit sampai yang memaksakan diri agar dapat menenteng kamera biar dibilang gaul dan dapat berkomunitas. Terkadang, ini tak lepas dari ajang gengsi-gengsian saja.
Seiring tren itu berjalan, komunitas sepeda kembali marak dan membuat semua orang seakan demam tinggi. Berbagai jenis sepeda pun menjadi di gemari, hal tersebut membuat beberapa pehobi fotografi berpaling dan mengikuti tren yang lebih baru lagi, “Jual Kamera Beli Sepada”. Bukan lagi menjadi rahasia, mungkin ini juga sudah menjadi tren, ya cukup kreatif buat mengatasi permasalahan biar selalu dibilang eksis dan gaul.
Kreatif,fokus dan semangat bagi siapa saja, di bidang apa pun,mau itu sekedar hobi,profesi. Semua itu akan memberikan hasil yang lebih baik.
Selamat untuk orang-orang kreatif dan semua komunitas yang telah memberi warna tersendiri baik itu di bidang ekonomi, budaya, olah raga, seni dan lain-lainnya, semoga selalu berpikir positif dan terus berkarya demi kemajuan kita dan bangsa ini.
Pontianak,29/12/2011
Gunting Syafruddin
Pontianak, BoP (10/12/2011). Kebijakan Gunting Syafruddin menjadi sejarah besar dalam kebijakan moneter di Indonesia pada masa itu. (Oleh : Zeinur, M)


