Bookmark and Share

BORNEO PHOTOGRAPHY – CAP GO MEH PHOTO TRIP GOES TO SINGKAWANG & KUBU RAYA 17 FEBRUARI 2011

Perayaan Cap Go Meh selalu memberikan warna yang menarik setiap tahunnya. Program kunjungan wisata, khususnya di Kalimantan Barat ini berhasil menarik minat wisatawan dalam maupun luar negeri. Rangkaian acara yang dikemas menarik oleh panitia Cap Go Meh di Singkawang dan Kubu Raya. Merupakan agenda wajib bagi  Borneo Photography untuk melakukan hunting foto di acara tersebut.

Puncak acara tersebut yaitu adanya atraksi Tatung. Tatung merupakan media perantara ruh halus dengan manusia yang berfungsi sebagai pengusir ruh-ruh jahat yang ada di lingkungan masyarakat. Atraksi Tatung beragam jenis, seperti menusuki paku, menggesek-gesek lengan dengan pedang/pisau dan lain sebagainya. Selain itu juga pertunjukan naga serta barongsai melengkapi kemeriahan Festival Cap Go Meh 2011.

Fixie di Pontianak

Setahun terakhir, bisa kita lihat semakin banyak orang-orang bermain sepeda di jalanan kota Pontianak. Dari sekian banyak pengendara sepeda di Pontianak, mungkin anda pernah melihat sekelompok anak muda mengayuh sepeda dengan rangka (frame) balap, velg dan ban warna warni, stang pendek, dan tanpa kabel rem. Bisa jadi itu adalah sepeda fixie.

Fixie__1_.jpg

Manda, salah satu penggemar fixie di Pontianak. Foto: Ihsan

Sepeda fixie atau fixed gear adalah sepeda dengan gear mati. Ini berarti selama ban belakang sepeda berputar, pedal juga ikut berputar. Begitu pula bila pedal diengkol mundur, maka sepeda juga akan berjalan mundur. Itulah yang membedakan sepeda jenis ini dengan sepeda lainnya. Sepeda fixie biasanya juga warna warni, pemilik dapat sesuka hati mewarnai sepedanya sesuai selera.

Fixie__2_.jpg

Salah satu trick yang biasa dilakukan pengguna fixie. Foto: Ihsan

Ditanya mengenai munculnya sepeda fixie di Pontianak, Manda, salah satu pemuda Pontianak yang biasa ngumpul bareng pengendara sepeda fixie lainnya, mengatakan bahwa pertama kali fixie mulai ramai di Pontianak sekitar setahun lalu. “Mulai rame dan banyak anak-anak yang ngumpul sih baru di awal tahun 2011 ini,” kata Manda. Menurutnya, bukan Cuma anak muda, tapi semua kalangan sudah mulai menggemari fixie di Pontianak. “Yang paling muda kalau tidak salah ada anak SMP, yang sudah berkeluarga pun ada,” kata Manda.

Fixie__3_.jpg

Untuk mengurangi kecepatan sepeda, salah satunya dapat dengan menahan perputaran pedal, mencondongkan badan ke depan, atau menahan ban dengan kaki. Foto: Ihsan

“Sepeda fixie itu unik, beda dengan sepeda freewheel, dan kita pun bebas mewarnai sepeda kita sesuai selera” jawab Manda mengenai alasannya memilih sepeda fixie. “Karena selain diengkol, sepeda fixie juga bisa buat trick,” lanjutnya. “Kalau masalah budget, yang 2 jutaan udah dapat sepeda yang bagus, bisa juga kurang dari itu. Fixie yang mahal saya pernah lihat yang 50 jutaan” kata Manda.

Pengendara fixie di Pontianak biasanya ngumpul di jus di Jl. Setia Budi, bundaran Untan, dan pada saat car free day hari minggu, biasanya para pengendara sepeda ngumpul di sekitar areal Masjid Mujahiddin. “Kita ada basecamp di Jl. Perdana, Komp. Anugerah Perdana Permai, No. 3. Di situ juga bengkel bersama para pengguna fixie, kalau mau perbaiki sepeda, pemesanan barang, ataupun keperluan lainnya juga bisa di situ,” paparnya.

Fixie__4_.jpg

Pengguna fixie di Pontianak yang biasa gowes bersama. Foto: Ihsan

PAWAI MEMPERINGATI MAULID NABI

Pawai dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad yang dirayakan oleh umat Islam pada hari Selasa 15 Februari 2011. Banyak diikuti peserta baik dari murid sekolah dasar hingga sekolah atas maupun Lembaga Islam yang ada di Pontianak. Adapun gelaran pawai kali ini dibuka langsung oleh Walikota Pontianak. Rute pawai ini dimulai dari depan Taman Alun Kapuas, Jl. Merdeka, Jl. Jend. Urip dan kembali lagi ke Taman Alun Kapuas. (15/02/2011/Eko Suryanto Daulay)

1.jpg

Pesan yang disampaikan dari Lembaga AL-Ikhlas Kota Pontianak. Foto : Eko Suryanto. D

2.jpg

SDN 09 Sui Kakap menampilkan marching band. Foto : Eko Suryanto D.

3.jpg

Dengan berbagai macam alat musik, peserta memainkan lagu-lagu bernuansa Islam. (foto: Eko Suryanto. D)

4.jpg

Ornamen berciri khaskan Melayu turut menghiasi pawai. (Foto: Eko Suryanto. D)

5.jpg

Peserta tidak hanya diikuti oleh anak muda tetapi orang tua juga turut andil. (Foto: Eko Suryanto. D)

CHOCO PASTA RILIS PONTIANAK FUNTERNATIVE

Sepanjang tahun 2010 Choco Pasta udah melepas 4 single yang mereka pajang di Youtube. Belum merasa puas, Februari 2011 ini mereka ngerilis mini album yang diberi tajuk Pontianak Funternative.

AWAL BERDIRI

Sampe sekarang nggak ada satupun anak-anak Choco Pasta yang ingat dengan tepat kapan resminya band ini didirikan. “Pertengahan Oktober atau November 2009 gitu deh,” menurut Alvin. Dan saya yakin, pendapat ini pasti beda lagi menurut Vita, Mumu dan Qnoi.

Merasa nggak ada perkembangan, awal 2009 Qnoi sama Mumu mutusin cabut dari band lama mereka. Fotografi dan Jurnalistik pelan-pelan menjadi bidang yang mereka geluti.

Keadaan ini terus berjalan hingga pada suatu hari Qnoi mengutarakan keinginannya untuk ngeband lagi. Mumu yang diam-diam udah nulis beberapa lagu, otomatis aja setuju. Biar suasananya beda dengan band-band mereka terdahulu, dua cowok yang ternyata masih sodaraan ini ngotot pengen nyari vokalis cewek dan bikin band yang ngebawain lagu-lagu ciptaan sendiri.

DSC08844.JPG

_DSC0178.jpg

Alvin yang dulunya sempet ngejam bareng Qnoi diajak gabung dan ngepos sektor bas. Berkat Alvin pula, Qnoi sama Mumu akhirnya bisa ketemu sama vokalis cewek, yang akrab disapa Vita.

Meski udah punya beberapa lagu ciptaan sendiri, mereka tetap aja kebingungan nyari nama yang bagus buat band ini. PERMEN KARET, CHITCHATCHUT dan ZWEEP yang diajukan sama Mumu langsung ditolak mentah-mentah sama Qnoi yang menganggap bandnya kali ini berhak punya nama yang jauh lebih keren.
“Mumu tu suka asal kalo ngasi nama. Band sekolahnya aja Phinokio. Trus, band kampusnya dikasi nama Bella Chan!” ujar Qnoi.

img_31800.jpg

“Gimana kalo Choco Pasta?’

Nama Choco Pasta keluar begitu aja dari mulut Vita pas mereka lagi nyantai di sebuah warkop di Jalan Gajah Mada. Selang beberapa menit resmi memakai nama Choco Pasta, band ini langsung nampil di panggung akustik yang kebetulan digelar dalam rangka memperkenalkan sebuah merk rokok terbaru di warkop tersebut. Disini pula “Apa Kabar Diary?“, “Teman (?)” dan “Pacarku…Titik…Titik…” diperdengarkan di telinga publik.

img_31812.jpg

Kampanye AIDS dan Lingkungan.

Hal ini bukannya tanpa sebab. Vita yang pernah beberapa kali menjadi pembicara dalam penyuluhan AIDS untuk remaja, akhirnya bikin anak-anak Choco Pasta yang lain ikutan nambah wawasannya tentang bahaya penyakit yang satu ini.

Menanam bakau, hunting foto ke luar daerah, pameran fotografi bertema Hari Bumi di Sintang, sampe menyusuri sungai hingga ke pedalaman Sambas dan Ketapang adalah beberapa program Borneo Photography dalam rangka mengkampanyekan budaya dan lingkungan hidup yang pernah diikuti Qnoi dan Mumu.
Berangkat dari kegiatan-kegiatan tersebut, jangan heran kalo kalian akan selalu melihat tulisan STOP AIDS! dan BORNEO FRESH “KEEP IT CLEAN, KEEP IT GREEN” di setiap video Choco Pasta.

DSCN7107.JPG

Rasa percaya diri sebagai band yang mengawali langkahnya dengan lagu-lagu ciptaan sendiri semakin kebentuk. Alvin langsung bikin grup Choco Pasta di Facebook, Mumu membuat semua art work dan video, Qnoi mengatur semua jadwal latihan dan Vita menyebarkan lagu Choco Pasta via bluetooth ke teman-temannya. (Tri Anto)

Pembukaan Cap Go Meh 2562.


Kubu Raya, BoP. (12/2) Pembukaan Cap Go Meh di Kabupaten Kubu Raya di buka langsung oleh Bupati Kubu Raya. Acara ini berlangsung hingga tanggal 18 Februari 2011. (photo: Eko Suryanto Daulay)

LOMBA PERAHU EVENT BUDAYA ROBO-ROBO 2011

Mempawah, BoP. Panitia Even Budaya Robo-Robo tahun 2011, Rabu 12 Februari 2011 kembali menggelar Lomba Perahu di Kuala Mempawah Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat, Kegiatan lomba yang diagendakan oleh Koordinator Lomba Sampan Bapak Ikhwanto,S.AP. dilaksanakan selama dua hari yang dimulai hari Rabu dan Kamis tanggal 2-3 Frbruari 2011, hari pertama dilombakan Perahu Bidar dengan 8 orang pendayung, sementara pada hari kedua dilombakan Perahu Dragon Boat dengan 20 orang pendayung.

Kedatangan Raja Mempawah dari laut yang merupakan tradisi nenek moyang sekaligus menandakan di mulainya acara Robo-Robo. (photo: Fakhrozi Daeriza)

Lomba perahu bidar diikuti 23 Tim Dayung dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Pontianak selaku tuan rumah. Sejak start pertama seluruh tim dayung sangat bersemangat dan selalu menjujung sportipitas yang sangat tinggi, para pendayung yang dilepas sejak rice pertama atau babak penyisihan selalu dielu-elukan dengan tepuk tangan yang meriah oleh ribuan penonton yang masing-masing menjagokan tim mereka agar sampai digaris finis lebih dahulu dari lawan-lawannya.

2tim yang sedang berpacu untuk mendapatkan gelar juara. (photo: Fakhrozi Daeriza)

Dari 23 tim dayung perahu bidar yang ambil bagian dalam lomba tersebut sampai dibabak final berhasil keluar sebagai Juara Pertama Tim Dayung ”KIBER.I” dari Kabupaten Sambas, disusul sebagai Juara Kedua Tim Dayung ”MEMPAWAH.I” sedang Juara Ketiga diraih oleh Tim Dayung ”TODAK.I” juga dari Kabupaten Sambas, kenyataannya jenis perahu bidar dalam beberapa tahun terakhir Tim Perahu dari Kabupaten Sambas sulit dikalahkan dan selalu menyandang gelar juara dievent lomba peraru Robo-robo. Sementara sebagai juara harapan satu ditempati Tim Mempawah II, juara harapan dua Tim Dayung Kabupaten Melawi dan harapan tiga kembali diperoleh tim tuan rumah Mempawah III.

Salah satu tim yang mendapatkan gelar juara. (photo: Fakhrozi Daeriza)

Pada hari kedua, perlombaan Perahu Dragon Boat dengan 20 orang pendayung, menggunakan perahu berkepala Naga hanya diikuti oleh 12 Tim dayung masing-masing dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas dan tuan rumah Kabupaten Pontianak. Lomba perahu Dragon Boat event robo-robo tahun 2011 kali ini dimenangkan oleh Tim Dragon Boat tuan Rumah ”Mempawah I”sebagai Juara Pertama, Juara Kedua Tim Daragon Boat ”Laksamana Eleng Hitam” Kota Pontianak, sedangkan Juara Ketiga dan Keempat diraih oleh Tim Dragon Boat ”Istana Alwatzukubillah Sambas I” dan Istana Alwatzukubillah Sambas II”. Kedua Tim Dragon Boat dari Istana Sambas ini ternyata tidak bisa mempertahankan gelar juaranya yang pada event robo-robo tahun 2010 lalu sebagai Juara Pertama dan Juara Kedua. Masing-masing pemenang baik Lomba Perahu Bidar maupun Perahu Dragon Boat memperoleh Tropy dan sejumlah Uang Pembinaan dari Panitia Pelaksana.(Fakhrozi Daeriza/05/02/11)

ORIENTASI ANGGOTA BARU SAKA BAHARI SAMBAS DITUTUP KETUA UMUM

Sambas, BoP. Sejalan dengan Program Revitalisasi Gerakan Pramuka, sebagai tindalanjut dan wujud penjabarannya sejak jumat (4/2) siang Gerakan Pramuka Satuan Karya Bahari yang disingkat SAKA BAHARI Kab.Sambas melaksanakan kegiatan orientasi terhadap 48orang calon anggota baru di pangkalan Saka Bahari jalan Pembangunan tepatnya dihalaman Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Sambas.

Upacara pelantikan anggota baru Saka Bahari Kabupaten Sambas. (photo: Fakhrozi Daeriza)

Kegiatan ini diharapkan para peserta dapat membentuk dan membangun dirinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan serta kecakapan dan oleh generasi muda dapat digunakan dan disumbangkan kepada nusa dan bangsa dalam mengisi pembangunan.

Selama dua hari pelaksanaan secara umum peserta telah diberikan materi dasar berupa pengenalan Kesakaan, penggunaan Dayung dan perahu Karet diMuare Ulakan, Pengenalan persiapan kolam ikan dilokasi kolam Lembaga Pendidikan Dakwah Islam (LPDI) Kab.Sambas, Ceramah diskusi Hukum Laut, kegiatan upacara, olahraga dan Ceramah Keagamaan serta Api Unggun.

Ucapan Selamat yang di berikan Drs.H.Dailami,M.Si selaku Ketua Umum Saka Bahari Kab.Sambas (photo: Fakhrozi Daeriza)

Drs.H.Dailami,M.Si minggu saat menutup menyampaikan terimakasih dan selamat kepada peserta orientasi yang telah bergabung di Saka Bahari, karena Saka Bahari merupakan bagian dari Pendidikan Gerakan Pramuka yang bertujuan sebagai wadah pembinaan kaum muda guna meningkatkan minat,pengetahuan,keterampilan,sikap mental dan kemampuan dalam bidang kebaharian yang dijabarkan pada Krida Wisata Bahari, Krida Sumberdaya,Krida Budidaya,Krida Reksa Bahari dan krida Navigasi.