Pernak Pernik Khatulistiwa
Pontianak, BOP. (31/7) Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu ikon wisata di Indonesia. Tugu Khatulistiwa berada di jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Di area sekitar Tugu yang telah berdiri sejak 1928 itu, terdapat salah satu tempat penjualan cinderamata khas Kalimantan Barat. Pengunjung yang telah berkeliling dan menikmati pesona Tugu Khatulistiwa dan Sungai Kapuas, dapat langsung mencari cinderamata yang diinginkan sebagai oleh-oleh dan bukti mereka telah mengunjungi ikon pariwisata tersebut.
Narasi oleh : Zeinur,M
Foto-foto : Ande, Eko Suryanto Daulay, Zeinur M

Sejak berdiri tahun 1992, ruangan berukuran 6x4 meter ini, menampung segala jenis cinderamata yang dijual. (Photo: Zeinur M, 2010)

Amelia, 51 tahun (kiri)-Pemasok cinderamata, Samsidar, 34 tahun (kanan)-Pembina Toko "Sapta Pesona", "Penjualan cinderamata meningkat selama dua tahun belakangan", ujar mereka. (Photo: Ande, 2010)

Miniatur Tugu Khatulistiwa ini dijual berkisar antara Rp 20.000 sampai 350.000, tergantung ukuran miniatur tersebut.(Photo: Ande, 2010)

Kreativitas yang tinggi dari para pengrajin menjadikan produk cinderamata ini dinamis mengikuti perkembangan zaman. (Photo: Eko Suryanto Daulay & Ande, 2010)

"Harga cinderamata disini cukup terjangkau bagi orang kebanyakan", ujar Ibu Dedeh, 46 tahun asal Bekasi yang telah dua kali mengunjungi toko cinderamata ini. (Photo: Ande, 2010)

Semakin ramai acara-acara yang dilaksanakan di Kalimantan Barat baik yang berskala nasional maupun internasional ikut mempengaruhi tingkat penjualan. (Photo: Ande, 2010)

Corak dan simbol khas Kalimantan Barat menjadi daya tarik utama. (Photo: Eko Suryanto Daulay & Ande, 2010)

Cinderamata yang paling banyak digemari oleh pengunjung ini berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 100.000. (Photo: Eko Suryanto Daulay, 2010)

Beragam jenis cinderamata yang ada umumnya melambangkan simbol dan keanekaragaman budaya di Kalimantan Barat (Photo: Eko Suryanto Daulay & Ande, 2010)
Bengkel Bubut

Perlu waktu 2 jam untuk Pak Johan membuat baut mesin berbahan stainless steel. (Photo: Eko Suryanto Daulay, 2010)
Panjat Dinding Putri PORPROV Kalbar
Pontianak BoP. Rabu (28/7), di halaman Gedung Olah Raga Pangsuma tengah berlangsung pertandingan cabang olahraga panjat dinding perorangan putri. Cabang olahraga pada event Pekan Olahraga Propinsi ini diikuti oleh Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Landak, kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kota Singkawang dan Kabupaten Pontianak.
Kamis (29/7) akan dilanjutkan dengan final nomor Boulder (jalur pendek), final Lead (rintisan) dan kualifikasi Speed(kecepatan). (mumu/28/7)
Perolehan Medali Sementara
BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRI PERORANGAN
Natalia (Kab.Bengkayang), medali emas.
Desi Tonita (Kab. Sambas), medali perak.
Eka (Kota Pontianak), medali perunggu.
BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRA BEREGU
Adhari, M. Tabi’in dan Andy Anwar (Kab. Sambas), medali emas.
Rahmad, Hendra Cipta dan Sazha Ade Norman (Kota Singkawang), medali perak.
Putra Hakiki, Julianto dan Feliks (Kota Pontianak), medali perunggu.
LEAD (RINTISAN) PUTRI BEREGU
Leliyah, Reza dan Diana (Kota Pontianak), medali emas.
Sri W. Wulandari, Lilis Setiawati dan Diana (Kab. Kapuas Hulu), medali perak.
Theresia Noberta, Ria Septiana dan Ernawati (Kab. Pontianak), medali perunggu.
BOULDER (JALUR PENDEK) PUTRA PERORANGAN
Martholomeus (Kab. Kapuas Hulu), medali emas.
Angga (Kab. Pontianak), medali perak.
M.Tabi’in (Kab. Sambas), medali perunggu.
LEAD (RINTISAN) PUTRA BEREGU
Rifin, Ijul dan Taufik (Kab. Ketapang), medali emas.
Rahmad, Hendra dan Sazha (Kota Singkawang), medali perak.
P.Hakiki, Julianto dan Feliks (Kota Pontianak), medali perunggu.
LEAD (RINTISAN) PUTRI PERORANGAN
Vina Triyana (Kota Singklawang), medali emas.
Lilis Setiawati (Kab. Kapuas Hulu), medali perak.
Theresia Noberta (Kab. Pontianak), medali perunggu.

Kesuburannya tumbuh di banyak di daerah di Indonesia dikarenakan dinding panjat banyak didirikan di lingkungan kampus atau sekolah. (foto : mumu)

Meski dinilai lebih mudah jika dibandingkan dengan panjat tebing alam, setiap atlet dituntut untuk siap mental dan fisik. (foto : mumu)
Diskusi Santai Bersama Oscar Motuloh dan Risman Marah
Pontianak, BOP. Sharing Santai dan Diskusi tentang fotografi kembali diadakan oleh School Of Rock Photography, bertempat di Rumah Mimpi, Taman Gita Nanda, Jalan A yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (25/07/2010) kemarin.
Sharing Santai & Diskusi Fotografi dimulai pukul 20.15 WIB. diawali dengan pemutaran film dokumenter "THE KAWAH IJEN WARRIORS" ( foto oleh : ande )
Oscar Motuloh-Kepala Museum dan Galeri Jurnalistik ANTARA, mengawali sharing & diskusi Fotografi dengan memutar film dokumenter “The Kawah Ijen Warriors”. Menceritakan tentang perjalanan 5 fotografer muda yang meliput segala kegiatan para penambang belerang disandingkan dengan slide foto-foto dari kelima fotografer tersebut kedalam film.
“Menentukan objek,memilah objek yang akan diambil, menentukan persiapan teknis,pendekatan yang benar akan menghasilkan sebuah karya dari sebuah esai foto yang bagus” kata nya, pada sesi diskusi.
"Fotografer digital yang baik akan mencari & menemukan warna digital itu sendiri". ( Foto Oleh : Zeinur,M )
"Fotografer yang liar akan mencari dan menemukan bentuk dari keliaran itu sendiri. Pada suatu titik dia akan menemukan bentuk yang berbeda hingga mendapatkan pengakuan dari orang lain". ( Foto Oleh : Ande )
Risman Marah-Dosen ISI Jogjakarta,juga menjadi pembicara pada sharing dan diskusi kali ini. Berbagai pengalaman tentang fotografi yang diceritakan oleh nya, salah satu nya adalah Pameran Fotografi Buta yang merupakan salah satu karya beliau yaitu karya-karya fotografi yang didokumentasikan oleh orang-orang buta. (Zeinur, M/26/07/2010)
Hunting Meniti Gertak
Fotografi memiliki kekuatan visual yang dapat menyadarluaskan potensi wisata air, sosial dan budaya masyarakat yang hidup di tepian Sungai Kapuas ke publik. Kami mengajak BoPhians untuk turut serta dalam agenda Hunting Meniti Gertak.
Agenda ini akan dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu, 24 Juli 2010
Pukul : 05.30 WIB
Teknis
1. Peserta berkumpul di Warung Kopi, Jalan Merapi.
2. Kendaraan peserta parkir di parkiran di Khatulistiwa Plaza.
3. Berjalan kaki menuju Pelabuhan Seng Hie.
4. Meniti Gertak dimulai dari Pelabuhan Seng Hi hingga Gang Garuda I, Jalan Imam Bonjol.
5. Setelah hunting selesai, peserta menggunakan oplet dari Jalan Imam Bonjol kembali menuju Khatulistiwa Plaza.
Panitia :
Tria Anto (081352515454)
Mumu (085245068595)
Diharapkan pada semua peserta agar dapat hadir sebelum agenda dilaksanakan.
Pengumpulan karya foto :
1. Peserta hunting mengumpulkan maksimal 3 karya foto untuk dimasukkan ke Rubrik Galeri www.borneophotography.org.
2. Karya foto yang diserahkan berupa soft copy yang sudah di resize. Maksimal berukuran 600 X 400 pixel (landscape) dan 400 X 600 pixel (portrait).
3. Karya foto dikirim via email ke tri_xzx@yahoo.co.id
4. Karya foto paling lambat dikumpulkan pada hari Kamis, 29 Juli 2010.
5. Tidak menerima karya foto yang telah diberi watermark dan yang diedit secara berlebihan.
Bambu Jitak,Inovasi Seni Anak Negeri
Pontianak (BOP). Diciptakan dan diperkenalkan oleh Agus Patria, seorang pelaku seni asal Bandung dua tahun lalu Bambu Jitak merupakan alat musik yang terdiri dari melodi,bass,dan rhytm. Dimainkan dengan cara di pukul dengan tongkat bambu kecil,sehingga menciptakan bunyi-bunyian yang terdengar unik. Alat musik yang sudah memiliki hak paten ini,telah mengikuti berbagai acara pertunjukan diberbagai daerah di Indonesia. ( Eko/Zeinur, M 13/07/2010 )
Pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip Menjadi Pangdam XII Tanjungpura
Jum’at (02/07) dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis MH beserta istri, unsur Muspida, Pejabat TNI, veteran dan seluruh Pangdam, upacara pelantikan Mayjen TNI Moeldoko S.Ip menjadi Pangdam XII Tanjungpura berlangsung di depan Gedung Markas Komando Resort Militer (Makorem) 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak.
Setelah pelantikan usai digelar, acara kembali dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis seratus bola untuk pembinaan sepak bola KSAD Cup 2010. Berikutnya, para undangan upacara menyaksikan peletakan batu pertama di pembangunan gedung Markas Komando Daerah Militer (MAKODAM) yang letaknya tepat di belakang Gedung Makorem. (mumu/02/07)












