Mengisi Liburan

Kendawangan (BoP). Jumat (28 Mei), Meskipun air surut, warga kendawangan ini tetap menangkap ikan di sekitar Pantai Jambat untuk mengisi liburan mereka. mereka mulai menangkap ikan pada jam 6 pagi. (Photo: Ande Anjang)
“Filling Holiday”
Kendawangan (BoP). Friday (May 28), Although the sea water receded, this kendawangan citizen still catching fish around Jambat Beach to fill their holiday. They started it at 6 am. (Photo: Ande Anjang)
Pekan Gawai Dayak 2010
Pontianak Bop.(20/5) Pekan Gawai Dayak 2010 ke-25 kembali diselenggarakan. Acara ini merupakan event tahunan yang dipusatkan di Rumah Adat Betang hingga 24 Mei nanti.
Pekan Gawai Dayak kali ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat yang juga dihadiri Kapolda Kalbar brigjen Erwin TPL Tobing, Dewan Adat Dayak, pejabat-pejabat pemerintahan Kalimantan Barat dan delegasi dari Serawak .
Seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan Parade Budaya dengan menggunakan baju khas daerah seperti baju adat Dayak, Cina dan Melayu. Parade menggunakan mobil hias yang diikuti berbagai sanggar. Melewati Jalan A Yani, Tanjungpura, Gajah Mada dan kembali lagi ke Rumah Adat Bentang melewati Jalan Sutoyo.
Berbagai acara dan lomba dilaksanakan dalam Pekan Gawai Dayak kali ini seperti, pemilihan putra dan putri gawai, lomba menyanyikan lagu-lagu Dayak lomba permainan rakyat, menyumpit, lomba busana adat Dayak, memahat patung, melukis perisai dan banyak lagi acara yang di adakan.
Sekitar lokasi Rumah Adat Betang, kita juga dapat membeli berbagai cinderamata seperti pakaian dan berbagai kerajinan tangan khas Kalimantan Barat. Selain itu juga terdapat stan kuliner dan stan sanggar-sanggar kesenian. Menurut Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar, Thadeus Yus
“Gawai Dayak Merupakan acara adat masyarakat Dayak untuk menyambut pesta panen padi dan sebagai ucapkan rasa syukur kepada sang maha Pencipta sekaligus untuk mempererat hubungan persaudaraan dan solidaritas. Subsuku Dayak itu sangatlah banyak, namun tidak semuanya hadir disebabkan beberapa daerah tidak ikut dalam pekan gawai kali ini. Semoga tahun-tahun berikutnya semua dapat dihadirkan disini,” paparnya.(tri/20/05)
Tarian selamat datang untuk menyambut tamu-tamu dan undangan yang hadir pada pembukaan Pekan Gawai Dayak. (foto : tri)
Turis asing juga hadir untuk menyaksikan dan mengabadikan momen pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-25. (foto : tri)
Pameran Foto Tanah Air –”Asal dan Keterasingan”
Pameran Fotografi yang diselenggarakan oleh Seniman Faozan Rizal dan Katia Engel di kawasan Menteng Goethe Institut Jakarta tanggal 4-12 Mei 2010 kemarin. (Foto oleh : Eko Suryanto Daulay/5 Mei 2010)
Photographic exhibition held by Artists Faozan Rizal and Katia Engel Goethe Institut in Menteng Jakarta on 4-12 May 2010. (Photo by: Eko Suryanto Daulay/ May 5, 2010)
Pameran Fotografi “Faces of Sunda Kelapa”
Jakarta(BOP). Pameran foto yang bertajuk “Faces of Sunda Kelapa” bertempat di gedung Erasmus Huis (kawasan Kuningan) dari tanggal 6 Mei – 12 Mei 2010. Merupakan pameran hasil dari fotografer amatir Manuel Guariguata. Total hasil karya fotografer sebanyak 29 foto,yang berfokus pada para pekerja di Sunda Kelapa. (foto oleh : Eko Suryanto Daulay/5 Mei 2010. )
Jakarta (BOP). Photo exhibition titled “Faces of Sunda Kelapa” located at Erasmus Huis Building (Kuningan area) from the date of May 6 to May 12, 2010. Exhibition is the result of an amateur photographer Manuel Guariguata. The total photo as many as 29 images by him, who focuses on workers in Sunda Kelapa. (Photo by: Eko Suryanto Daulay / May 5, 2010.)
Bandit Rangers
Pada tahun 70-an, olah raga atau permainan air soft pertama kali dimulai dari negara Jepang. Permainan ini menirukan kegiatan polisi atau bahkan militer dalam berperang.
Senjata yang digunakan tentu saja bukan senjata yang digunakan militer atau polisi, melainkan menggunakan senjata replika yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Jenis elektrik
2. Gas blow back
3. Bolt action (kokang)
Selain populer di Amerika dan Eropa, air soft juga populer di Asia. Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Macau, Korea Selatan, dan juga menyebar ke Filipina dan Indonesia.
Bandit Rangers
Bandit Rangers adalah tim air soft yang didirikan di Pontianak pada tahun 2008. Minimnya anggota pada saat itu kini telah berubah menjadi 43 orang (menurut data)
Anggotanya terdiri dari anak sekolah, mahasiswa, hingga karyawan. Semua anggotanya berpedomankan kepada kode etik airsoft dengan 3 acuan keselamatan :
1. Keselamatan Umum
2. Keselamatan Pribadi
3. Keselamatan Permainan
Singkawang, Pemangkat dan Sintang adalah beberapa nama kota yang pernah menjadi tur Bandit Rangers. Rencana untuk menggelar agenda air soft se-Kalimantan Barat juga tengah mereka persiapkan.(mumu/16/05)
Facebook : http://www.facebook.com/group.php?gid=110485991558
Peralatan yang paling penting dalam permainan airsoft adalah pelindung mata dan wajah. (foto : mumu)
Sportifitas yang tinggi merupakan prinsip utama ditanamkan pada seluruh anggota Bandit Rangers. (foto : mumu)

Selain pakaian, perlengkapan lain seperti rompi, helm, sepatu boot, dan sarung tangan juga diusahakan mirip dengan yang dipakai oleh militer dan kepolisian. Penggunaan replika seragam militer ini tidaklah bermaksud untuk meniru suatu kesatuan militer. (foto : mumu)

VISI MISI BANDIT RANGER Airsoft Team Pontianak – Kalimantan Barat V I S I : MELAWAN MUSUH DENGAN BERCERMIN SEBAGAI BANDIT LEBIH BAIK MATI DARI PADA PULANG TANPA KEMENANGAN DITANGAN MUNDUR DAN MENYERAH BUKAN SIFAT SEORANG BANDIT. M I S I : MENJADIKAN PERSONIL SEBAGAI MANUSIA YANG BERJIWA PATRIOT BERLANDASKAN KEPADA KETUHANAN YANG MAHA ESA DENGAN MEMEGANG TEGUH PRINSIP PANCASILA DAN MENJUNJUNG TINGGI SPORTIFITAS BERDASARKAN KODE ETIK AIRSOFT. (foto : mumu)
Peluru yang dipergunakan berbentuk bulat berbahan plastik padat dan biasa disebut BB (Ball Bearing). Ukuran butiran peluru berdiameter 6 mm dengan berat bervariasi dari 0.12 gram sampai 0.25 gram. (foto : mumu)

Kawasan Universitas Tanjungpura kerap menjadi lahan perang Bandit Rangers di akhir pekan. (foto : mumu)
Mulai Tidak Tertata

Pontianak(BOP). Dalam rangka Visit Kalbar 2010, seharusnya semua pihak turut serta dalam mendukungnya. Namun sangat disayangkan tidak diimbangi dengan infrastrukturnya (Sabda)
Pontianak(BOP). In order Visit Kalbar 2010, all parties should participate and support. But unfortunately, this is not supported by adequate infrastructure. (Sabda)
Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi
Pontianak BoP. Minggu (09/05) lomba gambar “Peta” untuk anak diselenggarakan di Fakultas Pertanian Unversitas Tanjungpura. Peserta dari lomba gambar yang mengangkat tema “Hidup Berdampingan Dalam Satu Bumi” ini merupakan agenda tetap Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). Dibagi menjadi dua kelompok umur, yaitu kelomok SD (umur 12 tahun) dan kelompok SMP (umur 13-14).
Sasaran pelaksanaan lomba gambar adalah seluruh anak (dibawah umur 15 tahun) di Indonesia tanpa terkecuali, baik di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota dan seterusnya. Baik yang berada di bangku sekolah maupun yang tidak sekolah.
Agenda yang diselenggarakan dua tahun sekali ini pertama kali dilangsungkan pada tahun 2003. Pada tahun 2011 mendatang, akan diselenggarakan pada bulan Mei di Paris, Perancis. (mumu/09/05)

Lomba menggambar “PETA” untuk anak bertujuan memberikan gambaran sejak dini tentang peta bagi anak-anak sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air, meningkatkan pengetahuan, ide dan kreatifitas anak-anak tentang peta dan meningkatkan daya saing anak. (foto : mumu)

Dewan juri. (ka-ki) Saut Miduk (IKJ), Yanuar Ahadin (seniman Kalimantan Barat) dan Dr. Sri Handoyo M. App, Sc. (foto : mumu)

Gambar harus bisa menyampaikan pesan dari tema, kreatifitas dan teknik menggambar secara umum adalah tiga hal yang menjadi penilaian dari dewan juri. (foto : mumu)

Pemutaran film tentang peta oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). (foto : mumu)

Para pemenang dari kelompok SD. Alyurosa Taqwariva dari SD Al-Azhar (Juara Harapan I), Asfia Radhya Rahima dari SD Bawamai (Juara Harapan II), Veren dari SD Karya Yosef (Juara I), Karen dari SD Karya Yosef (Juara II) dan Bryan Jevoncia dari SD Suster (Juara III). (foto : mumu)

Para pemenang dari kelompok SMP. Ellen Claresta dari SMP Karya Yosef (Juara Harapan I), Hovela dari SMP Santo Petrus (Juara Harapan II), Ninne Nabila Aztari dari SMP Al-Azhar (Juara I), Chairunnisa Anindita Putri dari SMP Negeri 3 Pontianak (Juara II) dan Reinaldo Maulim dari SMP Tunas Bangsa (Juara III). (foto : mumu)
Aksi Damai di Hari Buruh
Pontianak Bop.(1/5) Hari buruh sedunia, yang jatuh pada tanggal 1 Mei, diperingati dengan aksi damai oleh massa yang tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja, aksi ini dimulai pada pukul 09.30 wib.
Massa tergabung dalam Organisasi Buruh Kalbar,Serikat Pekerja, mahasiswa, organisasi lingkungan hidup, ormas-ormas Kalbar, kaum tani, masyarakat adat, kaum miskin perkotaan, kaum nelayan,dan rakyat pekerja. Foto : Tri Anto
Aksi yang diawali dengan long march dari Tugu Digulis. Dalam aksinya, mereka menginginkan kesejahteraan bagi parah buruh dan rakyat kecil. Selain itu juga dalam aksi ini mereka meminta di bubarkannya Satpol PP yang dianggap telah melakukan penindasan terhadap kaum kecil, yaitu penggusuran paksa pedagang .Menurut salah seorang yang ikut dalam aksi ini ” salah satu penyebab, terjadinya kesenjangan yang dirasakan buruh, kaum tani, masyarakat adat, kaum nelayan dan rakyat pekerja Indonesia, merupakan dampak sistem kapitalis, lewat perusahaan-perusaan, dengan upah yang rendah, jam kerja tinggi, tidak ada izin cuti sakit, wajib kerja pada hari-hari besar, tidak di bayarnya uang lembur dan yang paling parah lagi yaitu PHK masal.
Selain kapitalis pemeritah juga kurang memperhatikan nasib buruh. Selain itu permerintah yang kurang respon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan peribadi dari jabatan mereka. Terlihat suburnya korupsi yang terjadi di Indonesia baik itu yang dilakukan eksekutif, legeslatif dan juga yudikatif,” paparnya.
Permerintah dinilai kurang merespon terhadap permasalahan buruh serta pejabat-pejabat pemerintah dinilai hanya mencari kekayaan pribadi dari jabatan mereka. Foto oleh Tri Anto
Aksi teatrikal yang mengangkat tema rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar di negeri ini. Foto oleh Tri Anto
Tidak hanya melakukan orasi, massa juga melakukan aksi teatrikal yang mengangkat tema, rakyat miskin yang tertindas orang-orang pintar dinegeri ini.Salah seorang koordinator aksi, Syaiful Bahari mengatakan, ” Kekayaan yang melipah di negeri ini yang seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia, tapi kenyataannya kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya masih di bawah rata-rata disebabkan upah minimum yang masih di bawah standar yang menyebabkan buruknya pendapata para buruh.”
Setelah puas melakukan orasinya di bundaran Tugu Digulis, mereka menuju gedung DPRD Provinsi Kalbar untuk menemui anggota dewan. melewati Jalan Ahmad Yani, mereka singgah di depan gedung kantor Gubernur Kalbar dan juga sempat melakukan orasi. Setelah sampai di gedung DPRD Provinsi Kalbar, massa langsung berorasi kembali. Awalnya tidak ada satupun anggota dewan yang terlihat. Beberapa menit kemudian datang perwakilan anggota dewan yang menemui massa. Sedangkan anggota dewan yang lain libur. Satu persatu wakil dari setiap masa meyampaikan orasinya dan juga pernyataan sikap bersama. ” Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik.”(2/05/Tri Anto)
Pernyataan sikap bersama. " Naikan upah buruh sesuai standar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk upah buruh tani dan pekerja serta golongan pekerja rendah lainnya, berikan jaminan kaum buruh untuk mendapatkan izin cuti hamil, haid, sakit izin libur hari besar keagamaan, menuntut penghentian penggusuran terhadap para pedangang dan memberikan kebebasan kepada para pedangang dalam menjalankan aktivitas ekonominya dan turunkan harga-harga bahan pokok rakyat serta berikan subsidi bagi rakyat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik. Foto oleh Tri Anto






