PHOTOGRAPHY TRIP ke PULAU LEMUKUTAN
Pulau Lemukutan termasuk dalam wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kota Pontianak.
Pontianak – Teluk Suak ±120 menit menempuh jalur darat.
Teluk Suak – Pulau Lemukutan ± 60 menit melewati jalur laut, menggunakan kapal kelotok.
Pulau Lemukutan juga salah satu pulau terbesar diantara gugusan pulau yang ada di sekitarnya. Sebagian besar mata pencarian masyarakat Pulau Lemukutan adalah nelayan dan petani cengkeh.
Aktifitas keseharian masyarakat dan pesona alamnya sangat menarik untuk diabadikan karena belum tentu ditemukan di daerah yang lain.
Pulau Lemukutan :
- Salah satu tempat persinggahan penyu
- Terdapat beberapa jenis primata seperti kera dan monyet ekor panjang.
- Beberapa jenis burung juga terdapat di pulau ini.
- Aktifitas sehari-hari masyarakat nelayan.
- Panorama bawah laut yang menarik.
Harga paket Photography Trip ke Pulau Lemukutan selama 2 hari (2-4 April 2010) sebesar Rp. 150.000,00 (khusus member, dapat menunjukkan kartu anggota Borneo Photography untuk mendapatkan potongan harga).
Harga paket tidak termasuk biaya keberangkatan dari Pontianak ke Teluk Suak.
Fasilitas:
- Paket makan pagi + malam (6 x selama di Pulau Lemukutan)
- Homestay (penginapan)
- Transportasi (Teluk Suak – Pulau Lemukutan – Teluk Suak)
- Snorkling
Info lengkap dan pendaftaran :
Mumu (085245068595)
Panitia dapat membatalkan perjalanan jika sewaktu-waktu cuaca buruk.
Olympiade OlahRaga Siswa Tingkat Kecamatan Se-Terentang
Terentang (BOP). Untuk menghadapi Olympiade Olah Raga Siswa ( OOS ) tingkat Kabupaten Kubu Raya. Terentang, turut serta mempersiapkan Atletnya dengan mengadakan Olympiade OlahRaga Siswa tingkat kecamatan se-Kecamatan Terentang yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 20 maret 2010 yang diadakan di Desa Sungai Dungun Kecamatan Terentang Kab. Kubu Raya. Acara yang berlangsung meriahini juga dihadiri masyarakat diluar desa Sui. Dungung serta Kepala Desa Sekecamatan Terentang. Dalam laporannya Bapak Edy Fahrizal Spd selaku ketua BAPOPSI dan juga merangkap sebagai KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Terentang, Tujuan ini diadakan untuk mencari Bibit-bibit Atlet OOS untuk diberangkatkan di tingkat Kabupaten Kubu Raya pada April 2010 mendatang, Beliau berharap Atlet Terentang mampu mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu seperti; volly Ball Putri yang meraih medali emas, Volly Ball Putra meraih medali perak, Atletik Putra/Putri meraih medali mas, Tenis Meja Putra juara II dan Putri Juara I, Catur Putri Juara Pertama Ranang Putri medali mas Putra medali perak, dan yang lolos ketingkat Nasional seperti Volly Putri 2 orang atletik Putri 1 orang (Firdaus).

Olympiade Olah Raga Siswa di ikuti oleh 20 SD Se-Kecamatan Terentang dengan 402 Atlet dan 101 Official (Photo : Firdaus )

Olympiade olah raga Siswa mempertandingkan 9 cabang perlombaan diantaranya Tenis Meja Putra/Putri, Sepak Bola Mini Putra, Volly Ball Putra/Putri, Sepak Takrau Putra, Catur Putra/Putri, Bulu Tangkis Putra/Putri, Atletik Putra Putri, Renang Putra/Putri, Bridge (Photo : Firdaus )

Turut hadir kepala Desa diseluruh Kecamatan Terentang serta undangan (Photo Firdaus)

Bapak Camat Terentang Rasudi S.Sos meberikan kata sambutan sekaligus membuka OOS Se-Kecamatan Terentang (Photo : Firdaus )

Diharapkan muncul bibit - bibit atlet baru yag dimiliki kecamatan Terentang agar dapat lebih di perhitungkan (Photo : Firdaus)

Penyelenggaraan OOS kali ini menghadirkan beberapa kesenian yang ada didesa antara lain Kuda Lumping, Tari Jonggan, Tari Cindai dan Tari Patung (photo : Firdaus)

Atusiasme warga menambah semarak acara pembukaan OSS se-kecamatan Terentang (Photo : Firdaus )

olimpiade ini tidak hanya olah raga namun kesenian turut serta antara lain yaitu Nyanyi Solo Putra/Putri, Puisi Putra/ Putri dan Keterampilan Kria ( Gabungan ) Putra (Photo : Firdaus )

Ragam budaya Hadir di pembukaan OSS Se-kecamatan Terentang (Photo : Firdaus)

Regenerasi sangat perlu dilakukan serta mendapat dukungan dari berbagai pihak agar terus bisa berprestasi (Photo : Firdaus )
Hari Air Sedunia

Pontianak, BoP. (22/3) Tepat hari ini adalah Hari Air Sedunia (World Water Day). Masalah air tidak ada habis-habisnya karena menyangkut kehidupan bagi setiap mahluk hidup didalamnya. Oleh karena itu air harus memenuhi 3K yaitu, Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas. (ande/2010)
Penutupan MTQ Kendawangan
Kendawangan BoP. Setelah dari tanggal 6-9 Maret 2010 para Khafilah-Khafilah bertanding di MTQ XXIII Tingkat Kabupaten Ketapang di Kecamatan Kendawangan, malam ini (10/3) menjadi puncak acara MTQ XXIII. Pukul 19.30 Halaman SMAN 1 Kendawangan sudah dipenuhi pengunjung, undangan, dan khafilah-khafilah untuk mendengar keputusan dewan hakim MTQ XXIII. Tak lama berselang, Bupati Ketapang berserta Istri datang dan disambut dengan tari-tarian sebelum naik ke panggung MTQ.

- Tari-tarian menyambut kedatangan Bupati Ketapang (photo: Ande)
Camat Kendawangan, Herwansayah S.Sos, M.Si, membuka kata sambutannya. Beliau mengatakan bahwa pelaksanaan MTQ XXIII Kendawangan kali ini berjalan sukses, hal ini bisa dilihat dari tersedianya tempat penginapan bagi para khafilah, konsumsi yang cukup, sarana transportasi untuk mengantar para khafilah ke tempat perlombaan, kerja panitia yang baik, dan yang terpenting adalah dewan hakim MTQ yang telah menilai para khafilah sehingga nantinya di dapat hasil/pemenang yang terbaik dari MTQ kali ini.
Hal yang senada juga disampaikan oleh ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, Habib Hazan. Beliau bangga dengan peningkatan yang ada di MTQ kali ini, baik dari jumlah peserta, nilai prestasi, hadiah, dan kualitas bacaan dari Qori-Qoriah yang juga nantinya menjadi modal Kabupaten Ketapang untuk mengikuti MTQ Tingkat Propinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Landak.
Acara berlanjut ke bagian yang paling di tunggu-tunggu para khafilah, pengunjung, dan para undangan yaitu pengumuman pemenang masing-masing cabang yang diperlombakan (Cabang Hifzil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khattil Qur’an, dan Cabang Tilawah Al-Qur’an) dan tentunya juara umum MTQ kali ini. Satu persatu pemenang dari masing-masing cabang disebutkan oleh Koordinator Dewan Hakim MTQ, Drs. H. M. Mansyur, M.Si, dan sorak-sorai gembira pun terdengar dari pemenang serta kecamatan pemenang masing-masing cabang. Acara pembacaan pemenang ini sempat terhenti karena listrik padam namun tak berlangsung lama karena berhasil diantisipasi dengan menggunakan genset. Puncaknya pengumuman juara umum MTQ kali ini yang berhasil direbut oleh Kecamatan Benua Kayong. Luapan gembira dan syukur dipanjatkan dari para Khafilah dan Official Kecamatan Benua Kayong. Penampilan Qori dan Qoriah terbaik cabang Tilawatil Qur’an golongan dewasa, Dedi Susanto dan Normah Umar yang juga mengisi acara penutupan MTQ ini memang menunjukkan mereka layak menjadi yang terbaik.

- Dedi Susanto, dari Kecamatan Delta Pawan, mendapat predikat Qori terbaik Tilawatil Qur’andengan nilai 96,75 (photo: Ande)

- Qoriah terbaik Tilawatil Qur’an, Normah Umar, dari Muara Pawan dengan skor 95 (photo: Ande)

- Kata sambutan dari Bupati Ketapang sekaligus menutup MTQ kali ini (photo: Ande)
Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S,Pd. MH, dalam pidato penutupan MTQ, menyambut gembira hasil MTQ kali ini, beliau mengingkatkan para khafilah untuk mengamalkan apa yang mereka dapatkan. Beliau juga mengatakan bahwa perjuangan mereka masih panjang karena prestasi yang mereka dapatkan kali ini juga harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengikuti MTQ tingkat propinsi nanti. MTQ XXIII di Kendawangan ini resmi ditutup dengan membunyikan sirine yang diiringi dengan dimatikannya lampu Panggung MTQ, pesta kembang api, dan pembagian hadiah.

- Kembang Api menambah semarak malam penutupan MTQ (photo: Ande)

- Benua Kayong (kemeja corak insang biru) menjadi juara umum MTQ di Kendawangan.(Photo: Ande)

- Senyum bahagia mewarnai para juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori (photo: Ande)
Angpao Untuk Naga.

Menteri Kebudayaan & Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat Memberi Ang Pao Kepada arak-arakan Naga.
( foto: b_dal, Lokasi: Jl. Diponegoro, Pontianak)
PEMBUKAAN CAP GO MEH DI KOTA PONTIANAK OLEH MENTERI KEBUDAYAAN & PARIWISATA
Tabuhan gong oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menjadi tanda dibukanya Festival Cap Go Meh 2561, di Kota Pontianak, 24 – 28 Pebruari 2010.
Bunyi berulang-ulang dari tabuhan gendang khas budaya Tiong Hua oleh Menbudpar Jero Wacik juga di ikuti oleh Gubernur Kalimantan Barat beserta Muspida yang hadir pada acara tersebut, Perayaan Cap Go Meh yang dipusatkan di Jalan Diponegoro dan Agus Salim, disaksikan ribuan warga kota itu.
Pembukaan Festival Cap Go Meh juga diawali dengan tarian tiga etnis, yaitu dari etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa dengan tema “damai daerahku dan damai negeriku” yang dibawakan oleh beberapa anak muda dari ketiga etnis tersebut. Ini menunjukkan keharmonisan suku bangsa, dan agama di Kalimantan Barat umumnya dan Kota Pontianak khususnya. Ini juga membuktikan Kalbar sebagai daerah yang layak, aman dan nyaman untuk dikunjungi para tamu-tamu dari daerah lain, baik tamu nasional maupun turis dari manca negara.
Dalam kesempatan itu Jero Wacik juga menandatangani prangko edisi khusus Cap Go Meh 2010 dan menyematkan bola naga di miniatur naga yang terbuat dari ribuan bunga melati.
Jero Wacik dalam sambutannya, menyatakan sengaja datang ke Pontianak untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan perayaan Cap Go Meh. “Sebenarnya saya juga dijadwalkan membuka Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, berhubung, Kamis (25/2) ada agenda rapat kabinet bersama Presiden RI, rencana itu batal,” ujarnya.
Meskipun batal membuka Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Jero Wajik berharap tahun-tahun mendatang bisa hadir pada perayaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Jero Wacik menyampaikan kekagumannya terhadap Perayaan Cap Go Meh di Pontianak yang berlangsung lancar dan meriah. “Apalagi perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak khususnya, dan Kalimantan Barat umumnya didukung oleh semua etnis,” katanya.
Dukungan semua etnis itu tampak, dari antusiasme semua masyarakat di kota Pontianak untuk menyukseskan Perayaan Cap Go Meh demi “Visit Kalbar 2010″. “Kami telah mengagendakan Visit Kalbar 2010 dalam agenda nasional,” ujarnya.
Jero Wacik berharap setelah kepulangannya iklim wisata di Kalbar lebih maju lagi karena didukung oleh semua pihak. “Biasanya setelah kehadiran saya di suatu kota, maka akan berdampak semakin menggeliatnya minat wisatawan mencanegara untuk berkunjung ke kota tersebut. Kami siap mempromosikan objek-objek wisata di Kalbar, baik tingkat nasional maupun internasional,” katanya. (24 /02/2010 Afdhal )

Menteri Kebudayaan & Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat beserta MUSPIDA KALBAR menabuh Gendang Khas Tiong Hua yang menandakan Festival Cap Go Meh resmi di buka (foto: b_dal)
Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornelis, M.H memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Festival Cap Go Meh. ( foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur kalimantan Barat dan MUSPIDA beserta tamu Undangan menyaksikan Tarian Tiga Etnis, yaitu dari etnis Melayu, Dayak dan Tionghoa dengan tema "damai daerahku dan damai negeriku" (foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat Memberi Ang Pao Kepada arak-arakan Naga. ( foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didampingi Oleh Gubernur Kalimantan Barat mengunjungi Stand Kue Keranjang. (foto: b_dal)

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menunjukan Perangko edisi khusus Cap Go Meh 2010 yang Telah di Syah kan. (foto: b_dal)

Menteri kebudayaan & Pariwisata dan Gubernur Kalimantan Barat beserta MUSPIDA KALBAR foto bersama para Tatung (foto:b_dal)
Pembukaan MTQ Kendawangan
Kendawangan, BoP. (6/3) Halaman SMAN 1 Kendawangan sekitar pukul 07.30 WIB mulai ramai oleh para pengunjung, para undangan, dan Kafilah-kafilah peserta MTQ dari 19 kecamatan sebanyak 339 orang yang terdiri dari 277 orang peserta dan 62 official dalam rangka kegiatan Pembukaan Pameran MTQ dan Pembukaan Pawai Ta’aruf MTQ XXIII tingkat Kabupaten Ketapang. Acara dibuka dengan sambutan Camat Kendawangan, Herwansyah dan dilanjutkan kata sambutan oleh Bupati Ketapang yang diwakili Sekda Ketapang, Drs. H. Bachtiar yang sekaligus membuka Pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta’aruf MTQ kali ini.
Kafilah-kafilah mulai berdatangan untuk menghadiri pembukaan pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta'aruf (photo: Ande)
Camat Kendawangan, Herwansyah memberikan kata sambutan (photo: Ande)
Sekda Ketapang, Drs. H. Bachtiar mewakili Bupati Kepatang yang berhalangan hadir untuk membuka pameran MTQ dan Pelepasan Pawai Ta'aruf (Photo: Ande)
Pameran MTQ yang juga bertempat di halaman SMAN 1 Kendawangan ini diisi oleh PKK, Bank, Perusahaan Perkebunan, dan Perusahaan Pertambangan yang ada di Kendawangan. Setidaknya ada 11 stand yang terisi dalam MTQ di Kendawangan ini.
Sementara itu, Sekitar 19 kendaraan Pawai Ta’aruf yang membawa Kafilah-kafilah dari masing-masing kecamatan mulai beranjak dari halaman SMAN 1 Kendawangan diiringi tabuhan gendang hadrah menelusuri jalur Kantor Camat, Pasar Kendawangan, Pelabuhan Kendawangan Banjarsari, Masjid Hilaludin, SMKN 1 Kendawangan dan kembali finish di halaman SMAN 1 Kendawangan pada sekitar pukul 9.30 WIB yang menandakan selesainya acara Pembukaan Pameran dan Pawai Ta’aruf MTQ.
Sang Jawara MTQ XXII yang lalu menjadi tuang rumah MTQ kali ini (photo: Ande)
Pada malam harinya acara pembukaan MTQ yang dibuka secara resmi oleh Bupati Ketapang, H. Morkes Effendi, S,Pd. MH. berlangsung cukup meriah yang diisi dengan penampilan tari, pesta kembang api, dan permainan gendang hadrah begitu pula dengan ramainya penonton yang memadati halaman SMAN1 Kendawangan. MTQ yang dihelat di Kecamatan pemenang MTQ XXII yang lalu ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 10 Maret 2010. Adapun cabang-cabang yang dipertandingkan antara lain; Cabang Hifzil Qur’an, Cabang Fahmil Qur’an, Cabang Syahril Qur’an, Cabang Khattil Qur’an, dan Cabang Tilawah Al-Qur’an.

Bupati Ketapang, H. Morkes Effnedi, S,Pd. MH, hadir membuka MTQ XXIII di Kendawangan (photo: Ande)
Penampilan kesenian oleh masyarakat Kendawangan (photo: Ande)
Tarian-tarian menambah ramai suasana pembukaan MTQ (photo: Ande)
Penampilan tari dari siswi SMA menjadi puncak acara Pembukaan MTQ (photo: Ande)
Potret Tatung dan Perayaan Cap Go Meh 2010 Singkawang
Singkawang Bophians. Riuh perayaan Cap Go Meh 2010 hingga saat ini masih terasa dikuping kita, Pelaksanaan yang dihadiri oleh ratusan ribu manusia mengundang decak kagum pelancong dalam maupun luar negeri, dan akhirnya menjadi sebuah galeri yang terekam oleh Lima mata lensa Bophians (Sabda.).
Cap Go Meh 2010 dibuka Agung Laksono

SSebanyak lebih dari 700 tatung yang berkumpul distadion Kridasana Singkawang dilepas oleh Mentri Kesejahteraan Rakyat dalam festival Cap Go Meh 2010 yang dipusatkan di Kota Singkawang ” Pasti Kesingkawang ” (Photo : sabda)
Pengamanan Ketat
Singkawang (Bop). Padatnya jumlah penonton di perayaan Cap Go Meh 2010 membuat petugas pengamanan berkerja ekstra, dari pengamanan personel hingga watercanon turun untuk mengamnkan perayaan ini (Photo : Sabda)
Parade Lampion Kota Singkawang
Singkawang ( Bop.) Singkawang yang biasanya juga disebut Kota Amoy selama bulan februari ini ramai dibicarakan mulai dari imlek hingga perayaan Cap Go Meh 2010. Satu lagi yang membuat kota singkawang benerang dimalam hari adalah parade Lampion yang mengelilingi kota Singkawang. Berbagai rombongan hadir memeriahkan pesta lampion, mulai dari drum band hingga masyarakat sekitar. perayaan yang dimulai pukul 20.00 Wib ini dilepas oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Bapak Cristiandy. parade yang memakan panjang hingga 1 Km ini semakin menyemarakan pelaksanaan Cap Go meh terbesar di Indonesia.
Perlu tenaga ekstra yang dilakukan panitia Cap Go Meh untuk membuka jalan parade lampion dikota Singkawang (Photo : Sabda )

Watercanon milik Porlres Singkawang turut hadir untuk membuka jalan iring-iringan Wakil Gubernur (Photo ; Sabda )

Seluruh warga Singkawang tidak hanya disuguhkan penampilan lampion yang menarik dari peserta parade, tampil pula drum band SMP bruder untuk memeriahkan acara (Photo : Sabda )

Dengan menggunakan motor lebih dari 50 orang mahasiswa STIE singkawang berpartisipasi disertai menghiasi kendaraan yang digunakan ( Photo : Sabda )
Panitia harus berlari-lari agar patung macan yang dibawa tidak tersangkut dengan rendahnya lampion yang menghiasi kota Singkawang ( Photo : Sabda )
Seluruh ikon Shio penanggalan tahun china juga ditampilkan dalam parade ini ( Photo : Sabda )

Decak kagum tidak hanya turis Lokal tetapi mancanegara pun dibuat terpukau selama perayaan Cap Go meh 2010 di Kota Singkawang (Photo : Sabda )
Hadir pula mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen (Purn) kiki Syahnakri dalam iring-iringan parade (Photo : Sabda )
Walikota singkangan Hasan karman dan Wakil Gubernur turut hadir mengikuti parade lampion yang dimulai dari stadion Kridasana Singkawang (Photo : Sabda )
Ritual budaya dapat digunakan sebagai pemersatu bangsa (Photo : Sabda )
lebih dari 100 ribu orang hadir dalam perayaan Cap Go meh 2010 (Photo : Sabda )
Semua berhak menikmati perayaan ini tanpa terkecuali (Photo : Sabda )
Tanpa batasan menyatukan masyarakat berbagai etnis dan budaya untuk menjunjung bineka tungga Ika (Photo : Sabda )


