Bookmark and Share

Dari Desa Suka Baru

January 28, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Klik...!!!  

klik.jpg

Hanya seorang diri dan masih menggunakan alat yang sederhana seperti kapak, gergaji dan bor tangan, M Yusa (63) mengerjakan sebuah kapal pencari ikan. Menghabiskan waktu lebih kurang 1 bulan untuk mengerjakan sebuah kapal. Kayu belian dan kayu bengkirai adalah bahan pokok yang digunakan M Yusa. Lokasi : Desa Suka Baru, Ketapang. (28/01)

Ketapang Trip 2010

January 26, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Gaya  

Angin sore berhembus lembut dan matahari masih memberi sinarnya di sisa hari. Suara canda beberapa anak kecil yang bermain di pelabuhan seakan mengubur suara-suara bising kendaraan beroda empat yang dinaikkan ke atas feri tujuan Teluk Batang. usaha pencarian petugas loket hanya berbuah ruangan kosong yang ditambahi tulisan, Loket Tutup.
Kami memang terlambat dan pilihan terakhir menuju Ketapang adalah dengan menggunakan kapal kelotok. KM Melano Khatulistiwa memang masih menunggu penumpang. Beberapa pekerjanya terlihat sibuk menaikkan satu persatu sepeda motor ke atas kelotok. Penjaja makanan juga masih menggelar dagangannya, ditambah lagi dengan seorang pengamen wanita yang menjual suara di dalam KM Melano Khatulistiwa. Entah lagu apa yang dia nyanyikan. Yang pasti konser tunggalnya sore ini berhasil mempesona seorang anak kecil yang selalu memeluk erat sang ibu setiap kali pengamen itu menggoyang-goyangkan tubuhnya.

Tenang arus Kapuas mengalir, sunset yang di tunggu-tunggu juga telah hadir. Bukit Ambawang yang seperempat tubuhnya pernah kami daki membagi pesonanya seakan ingin mengundang kami untuk mendakinya lagi. Empat ekor ikan kembung goreng, dua telur asin, empat bungkus nasi putih, paceri nenas, dan sambal yang dibeli dari rumah makan Lestari milik Ibu Syawal adalah menu kami malam ini. Sebenarnya Eko melarang kami makan sebelum pukul 19.00. Tentu saja amarannya kami langgar. Perut saya, Indra Ae’ dan Q-Noi tidak pernah terlatih mengikuti jam makan yang dianut Eko.

Bintang begitu indah dilihat dari sini. Tak ada satupun dari mereka yang enggan atau malu memamerkan sinarnya. Sedangkan di sisi kiri dan kanan kami hanya tersaji hutan bakau terbungkus gelap. Dari jauh terlihat lampu-lampu dari sampan atau kapal motor para pencari ikan. Eko dan Q-Noi tertidur lelap diantara tubuh-tubuh lelah penumpang KM Melano Khatulistiwa yang lain. Indra Ae’ terlibat dialog santai dengan seseorang penumpang yang hingga kini tidak saya ketahui namanya. Sedangkan saya…membuat tulisan ini sambil menghisap rokok dan menggenggam handphone yang dari tadi tidak ada sinyalnya.

Pelabuhan Teluk Batang kami jejaki pada pukul 04.00 pagi. Perlahan kami meninggalkan pelabuhan dan meluncur santai di awal fajar. Jalan Teluk Batang ternyata tidak seluruhnya mulus. Sekarang kami harus berhadapan dengan jalan tanah yang rusak parah dan piting yang menghisap rupiah demi rupiah benar-benar membuat saya dongkol. Kenapa kami harus membayar untuk berjalan di atas jalan yang rusak?

Tugu Ale-ale menjadi sasaran lensa pocket saya saat kami berada di tengah Kota Ketapang. Hingga kini telah ada enam Tugu Ale-ale yang saya abadikan. Di setiap perempatan, Tugu Ale-ale memang selalu ada. Hal ini sempat membuat saya berpikir, apakah kami berjalan di jalan yang sama? Dan saya yakin pikiran saya akan sama dengan orang-orang yang baru pertama kali datang ke Ketapang. Indra Ae’ mengusulkan untuk istirahat sejenak di sebuah warung kopi di Jalan Merdeka.

tugu.jpg

Tugu Ale-ale. Foto : mumu

Tito P Indrawan, staf Yayasan Palung juga akhirnya bergabung dan mengajak kami ke kantornya. Orang yang di tempatkan di Program Perlindungan Satwa dan Habitat ini juga banyak bercerita tentang beberapa lokasi yang dapat kami gunakan untuk memotret burung. Di kantor Yayasan Palung juga kami bertemu dengan Dedeng, salah satu fotografer asal Ketapang yang namanya tercantum di daftar Ketapang Fotografer Community.

Kabupaten Ketapang memiliki pantai yang memanjang dari selatan ke utara dan sebagian pantai, yang merupakan muara sungai, berupa rawa – rawa terbentang mulai dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya Karimata, Sedangkan daerah hulu umumnya berupa daratan yang berbukit – bukit dan diantaranya masih merupakan hutan. Ditambah lagi dengan pantai-pantai yang pada umumnya berlumpur, sehingga menjadi tempat persinggahan untuk burung lokal dan burung migran.

Di ruangannya, Yudo Sudarto, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga menyambut positif agenda Photography Trip Pengamatan Burung yang kami usung. Agenda yang bertujuan mensukseskan Tahun Kunjungan Wisata Kalimantan Barat 2010 ini akan sangat baik digelar mengingat Ketapang memiliki kawasan-kawasan dimana terdapat banyak jenis burung endemik.

HUTAN KOTA

Berjarak sekitar 2 Km dari pusat kota Ketapang, Lufti Faurusal Hasan dan seorang rekannya membawa kami ke hutan kota. Ada beberapa jenis tanaman hutan yang dilindungi disini seperti, mensira, bungor, ubah, pangal dan melinsum. Kami juga bertemu dengan orangutan. Kami sepakat memberinya nama Putri, karena orangutan tersebut berjenis kelamin betina. Putri sangat jinak sehingga memudahkan kami memotretnya.


hutan kota mumu copy.jpg

Hutan Kota. Foto : mumu

PANTAI AIR MATI

Seperti yang telah direncanakan, setelah dari hutan kota dan istirahat makan siang, ditemani oleh Tito P Indrawan dan Dedeng, kami berangkat ke Pantai Air Mati. Di pantai yang berjarak 15 Km dari pusat Kota Ketapang ini, jenis burung seperti Kedidi, Dara Laut dan Gajahan banyak ditemui di sekitar pantai. Meski sore itu mendung, kami cukup puas menikmati pesona Pantai Air Mati yang berada di Desa Sungai Awan.

pantai air mati.jpg

Pantai Air Mati. Foto : mumu

DESA SUNGAI PELANG

Desa Sungai Pelang adalah sebuah kawasan pertanian yang terletak di kecamatan Matan Hilir Selatan. Pada hari ketiga, saya, Indra Ae’, Q-Noi dan Eko sengaja bangun pagi dan pergi ke Desa Sungai Pelang setelah sebelumnya dikabari oleh Dedeng, kawasan ini tempat yang tepat untuk membuat karya landscape.

pelang copy.jpg

Desa Sungai Pelang. Foto : mumu

PANTAI CELINCING

Pantai ini terletak di Desa Suka Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Berjarak kurang lebih 10 Km dari Kota Ketapang, selain potensi wisata pantai, Celincing juga berpotensi besar menjadi objek wisata mancing dan pengamatan burung.

celincing.jpg

Dermaga Pantai Celincing. Foto : mumu

burung_2.jpg

(1) Kendidi (2) Raja Udang (3) Ashy tilorbird. Foto : Indra Ae'

Kabupaten Ketapang merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat yang terletak di antara garis 0º 19’00” – 3º 05’ 00” Lintang Selatan dan 108º 42’ 00” – 111º 16’ 00” Bujur Timur. Ketapang memiliki pantai yang memanjang dari Selatan ke Utara. Ditambah lagi Ketapang memiliki banyak jenis burung endemik. Dua potensi ini tentu sangat berdampak positif bagi perkembangan di sektor pariwisata. Dalam rangka mensukseskan Visit Kal-Bar 2010, Photography Trip Pengawasan Burung yang nantinya akan digelar tentunya akan menjadi media promosi pariwisata di Kabupaten Ketapang. (mumu/26/01)

Tengkuluk

January 25, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!  

Tengkuluk.jpg

Pontianak bOp. Tengkuluk merupakan hiasan kepala perempuan yang berbentuk runcing dan bercabang, pengertiannya adalah Limpapeh Rumah Nan Gadang di Minangkabau tidak boleh menjunjung beban atau beban yang berat. (11/11/09)

Cap Go Meh 2010

January 24, 2010 | Oleh : mumu | Kategori : Agenda  

Festival lampion dan atraksi tatung akan memeriahkan Cap Go Meh di Kota Singkawang pada tanggal 26 sampai 28 Februari 2010. Sedangkan di Kota Pontianak, akan banyak pula agenda yang akan digelar seperti :

1. 24-28 Februari 2010. Prosesi Cap Go Meh yang di pusatkan di Jalan Diponegoro, Pontianak.

2. 27 Februari 2010. Pemilihan Koko dan Mei Mei.

3. Festival Lampion. Jalan Diponegoro-Agus Salim-Tanjungpura-Pahlawan-Gajah Mada.

4. Festival barongsai.

5. Pagelaran tari nusantara.

6. Stand kuliner dan bazaar murah.

7. Fashion show.

8. Musik Mandarin.

9. Pertunjukan wushu.

Jadwal agenda Festival Cap Go Meh 2010 di Kota Singkawang :

13 Februari 2010, Stadion Kridasana. Pembukaan Malam Imlek 2561 dan Festival Cap Go Meh. Diramaikan oleh grup band Xin Meng, artis Jakarta, tarian multi etnis, pesta kembang.

14-27 Februari 2010, Stadion Kridasana. Pameran Foto Singkawang, Jade Of Equator, pentas budaya dan bazaar kuliner.

25-27 Februari 2010, Turnamen International Offroad Federation di Palm Beach, Singkawang dan Pertunjukkan CMAA dan LBA dari Serawak, Malaysia di Stadion Kridasana, Singkawang.

26 Februari 2010. Pawai lampion. Start : Stadion Kridasana-keliling Kota Singkawang.

27 Februari 2010. Pertunjukan 10 juara karaoke dari Jakarta, peragaan busana TIDAYU (Tionghoa, Dayak dan Melayu) di Stadion Kridasana.

28 Februari 2010. Puncak acara Cap Go Meh. Start : Stadion Kridasana-ruas jalan utama Kota Singkawang.

agenda_1.jpg

Foto : Q-Noi

agenda_2.jpg

Foto : Q-Noi

agenda_3.jpg

Foto : Q-Noi

Pencari Kepah

January 24, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!  

pencari_kepah.jpg

Yanto (45), seorang pencari kepah (sejenis kerang laut) di kawasan pantai Air Mati Ketapang dengan cara menggaruk menggunakan sejenis alat penggaruk. Dimana setiap kerangnya dihargai seribu dan pada saat musim kepah per harinya pak Yanto bisa memperoleh sekitar 70 sampai 80 buah kepah. (14/01/10) Ketapang, Kalimantan Barat.

Rektor Untan Di Demo Silih Berganti

January 24, 2010 | Oleh : sabda agung | Kategori : Photo dan Berita  

Pontianak (24/01). Masih hangat dalam benak kita, Universitas yang digadang-gadang sebagai tempat untuk mengenyam pendidikan berubah menjadi tepat untuk berdemo, bayangkan dalam kurun kurang dari satu minggu rektor untan di demo dua kali. Hal ini tidak lepas dari kontroversi pengangkatan dekan fakultas FKIK UNTAN. Aksi demo rabu 20 januari yang diawali oleh mahasiswa kedokteran Untan kemudian berlanjut sabtu 23 januari oleh mahasiswa MIPA Untan. Konflik internal yang hingga saat ini masih bergulir menjadi bola panas, disaat mahasiswa kedokteran menolak pengangkatan dekan yang berasal diluar dari kalangan dokter, menjulur ke wilayah MIPA tentang kejelasan Dekan FMIPA UNTAN dimana rektor mengeluarkan SK No. 147 terhadap pembatalan SK. 79/H22/KP/2010. Dilematika hingga berita ini diturunkan masih belum ada kejelasannya.

DSC_0380_copy.jpg

Pelantikan/ Serah terima jabatan yang dilakukan oleh rektor Universitas Tanjungpura sebagai awal mula dilematika FKIK dan MIPA bergulir (Photo : sabda)

DSC_0393_copy.jpg

Keinginan mahasiswa kedokteran FKIK agar fakultasnya dipimpin oleh seorang dokter (Photo : Sabda )

DSC_0370_copy.jpg

Pihak pengajar FKIK mengajukan keberatan terhadap pelantikan dekan yang didukung oleh mahasiswa (Photo : Sabda )

DSC_0375_copy.jpg

Demo yang diwarnai dengan insiden pecahnya salah satu pintu rektorat Universitas Tanjungpura memakan korban pihak keamanan kampus yang harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut (photo : Sabda )

DSC_0391_copy.jpg

Rektor bersedia menemui pendemo sesaat setelah pelantikan berlangsung, dala pertemuan ini dihadiri pihak rektorat, dokter pengajar serta mahasiswa (photo : Sabda )

DSC_0406_copy.jpg

pertemuan selama kurang lebih satu jam tidak menghasilkan apa-apa sehingga para pengajar mahasiswa kedokteran mengambil inisiatif untuk tidak membimbing mahasiswa dalam batas waktu yang tidak ditentukan ( Photo : Sabda )

DSC_0144_copy.jpg

SK rektor no. 147 menjadi awal pemicu dosen serta mahasiswa MIPA turun aksi (Photo : Sabda )

DSC_0152_copy.jpg

Kejelasan dan transparansi mengenai pengangkatan dan pemberhetian dekan FMIPA UNTAN menjadi point utama pertemuan antara pihak Dosen, Mahasiswa, dan Rektor (Photo : Sabda)

DSC_0153_copy.jpg

Mahasiswa menganggap rektor Plin-plan dalam mengambil keputusan dan kebijakan (Photo : Sabda )

Karet, Tumpuan Hidup Petani Daerah Terentang

January 15, 2010 | Oleh : fir daus | Kategori : Photo dan Berita  

(Bop, Terentang) Umumnya pada saat ini  masyarakat Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya, Tani merupakan salah satu perkerjaan pokok mereka salah satunya adalah petani karet. Bapak Suwarto merupakan salah satu warga yang dari usia muda hingga sekarang ini dalam usianya 57 tahun petani karet yang telaten. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap pagi-pagi sekali Bapak Suwarto ini udah turun untuk menyadap karetnya yang seluas + 1/5 Ha dan dapat menghasilkan hanya 4-5 kg/Hari menurutnya itu jumlah yang sedikit karena karet yang disadap usianya lumayan tua, selain itu tanaman karet beliau merupakan karet lokal. Untuk mendapatkan air getah yang agak banyak Bapak Suwarto harus turun subuh menggunakan obor tuturnya, dengan luas tersebut beliau menghabiskan waktu hampir 4 jam. Lempengan getah yang dihasilkan dijual diwarung-warung terdekat dengan harga satuan saat ini  berkisar antara Rp. 10.000 – Rp. 11.000 dan kulatnya berkisar antara Rp.7500-Rp. 8000 menurut beliau harga itu sesuai dengan harga makanan pokok.

100_7831.jpg

karet menjadi komoditi utama untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari sebagian masyarakat Terentang (Photo : Firdaus )

100_7923.jpg

Bpk. Suwarto menggantungkan hidup dari karet agar dapur tetap mengebul (Photo : Firdaus )

100_7925.jpg

Karet mentah yang diproduksi dari tanaman Karet diperoleh dengan cara menoreh batang (Photo : Firdaus )

100_7926.jpg

Agar hasil diperoleh maksimal biasanya petani sudah turun kekawasan saat dini hari (Photo : firdaus )

Launching Visit Kalbar 2010

January 9, 2010 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!  

Pontianak, BoP. Salah satu artis ibukota Giselle Idol turut memeriahkan semarak malam pergantian tahun di Pontianak sekaligus Launching Visit Kalbar 2010. (Eko Suryanto Daulay, 31/12/09)

Terjangkau

January 7, 2010 | Oleh : Indra Ae' | Kategori : Klik...!!!  

Indra_Ae__.jpg

Salah satu peserta parade Festival Budaya Bumi Khatulistiwa 2009 menyempatkan diri untuk berkomunikasi, yang diikuti seluruh kabupaten se-Kalimantan barat beberapa waktu lalu (Pontianak, 11/11).

Cuaca Buruk

January 5, 2010 | Oleh : ande anjang | Kategori : Klik...!!!  

Kendawangan, BoP. Minggu (3/01/10), hujan deras disertai angin dan ombak sekitar dengan rata-rata sekitar 1 meter sempat melanda dan mengombang-ambingkan kapal berbobot 21 GT yang membawa tenaga kerja bongkar muat ke kapal kargo yang akan memuat bauksit di laut lepas Kendawangan. (ande anjang, 05/01/2010)

Dari Halaman Bumi Kubu Raya

January 4, 2010 | Oleh : Borneo Photography | Kategori : Galeri  

Cuaca cerah seakan menjawab doa kami yang pada pertengahan Oktober 2009 lalu melakukan perjalanan hunting ke Pinang Luar, Kabupaten Kubu Raya. Medan yang sebelumnya sama sekali tidak diketahui, akhirnya membawa kami ke tujuan yang awalnya juga tidak kami bayangkan.
Galeri kali ini diisi oleh beberapa hasil jepretan teman-teman dari Borneo Photography yang telah mengabadikan suasana alam Kabupaten yang telah resmi berdiri sejak 10 Agustus 2007 silam. (Borneo Photography)

Next Page »