10 Foto Terbaik Hunting Foto Kompetisi Panjat Dinding Sakawana Se-Kalbar 2009
Sakawana, komunitas pencinta alam terbuka menggelar even Hunting Foto Kompetisi Panjat Dinding Se-Kalimantan Barat. Tanggal 18-20 Desember 2009, kemarin.
10 foto terbaik Kompetisi Panjat Dinding Sakawana se Kalbar 2009
Foto Karya : Ari Agung

Foto Karya : Arya Dwipangga

Foto Karya : Arya Dwipangga 1
Foto Karya : Ma'ruf

Foto Karya : Safuandi
Foto Karya : Sinatrya Ananda
Foto Karya : Sinatrya Ananda 1
Foto Karya : Tjhai Wi Tiang
Foto Karya : Jose

Foto Karya : Lanang B
Selamat untuk para peserta yang terpilih dalam 10 foto terbaik. Untuk seluruh para peserta hunting foto panitia memberikan penghargaan setinggi-tinggi terhadap partisipasi nya dalam kegiatan tersebut.
Salam Jepret…
PAMERAN FOTOGRAFI KALBAR ON FRAME

GLOBAL ART AND PHOTOGRAPHY akan mengadakan Pameran Fotografi yang mengusung Tema “KALBAR ON FRAME”. Kegiatan pameran ini diselenggarakan juga dalam rangka menyambut tahun baru 2010, akan menampilkan foto-foto terbaik yang memuat potensi-potensi alam dan kejadian penting di Kalimantan Barat, sebagai bentuk dukungan terhadap program VISIT KALBAR 2010.
Kegiatan akan diselenggarakan pada :
Hari/tanggal : Kamis s.d Jum’at, Tanggal 31 Desember 2009 s.d 1 Januari 2010.
Waktu : Pukul 16.00 (Tgl 31/12/09) s.d 16.00 (01/01/10)
Tempat : HOTEL MAHKOTA PONTIANAK
GLOBAL ART AND PHOTOGRAPHY
Contact Person: Arul 08115710510, Ichan 087818184767
DiJual CPL + Ring 58 + Holder Ring Caps + Filter
Dijual
- CPL
- Ring Hloder plus Tutup 58 mm
- filter ND8, GND8, Gradasi Orange (Tian ya ), Gradasi Tobacco, Gradasi Red (Tian ya ), Gradasi Light coffee, Gradasi Blue,
- Box Filter Tian Ya
Price…… Just 500 rb, Gak pake nawar…. dagh paling murah
(Hub : Ian Imaru 0 8 1 2 5 7 0 4 5 5 1 )
Status : TERJUAL
Jual Lens Kit Canon 18-55mm…. 98% mulus

Dijual Lens Canon Kit 18-55mm IS 3,5-5,6 Kondisi 98 % mulus IDR. 1 Juta. Nett (Hub : Ian Imaru 0 8 1 2 5 7 0 4 5 5 1 )
SOLD
Status : TERJUAL
Winner
Salah satu syarat yang ada dalam Lomba Sampan Bedar di Kab.Sambas ialah Pemain yang berada paling depan wajib menyentuhkan pendayungnya ke tali finish agar dapat diakui oleh panitia dilapangan bahwa Tim itu lah yang terlebih dahulu masuk garis finish (Fakhrozi Daeriza,Sambas,Muare Ullakan,24/12/2009)
LAMS INTERNATIONAL BEDAR BOAT RACE 2009
Tidak seperti hari-hari biasa, Gertak Sabbo’ dan tepian Sungai Sambas dipenuhi umbul-umbul warna-warni bertuliskan “LAMS” dan baliho event berukuran besar terpajang rapi di dekat water front city. Pedagang-pedagang dadakan bermunculan memanfaatkan keramaian guna menoreh rejeki.
Keramaian ini bukan tanpa sebab. Sambas kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) International Bedar Race 2009. Olah raga tradisional yang telah ada sejak jaman kesultanan Sambas ke-1 kali ini diikuti oleh peserta dari Malaysia ( Sarawak, Kuala Lumpur, Sabah, Labuan, Johor dan Penang), Brunai Darussalam serta Indonesia (DKI Jakarta, Kabupaten Palalawan, Kabupaten Siak Sri Indrapura, Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kubu Raya.)
Dengan mengusung motto “Kembangkan Budaya, Lestarikan Tradisi, Jelajahi Nusantara” diadakannya lomba sampan bedar ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat Melayu dan memberikan input positif dalam pelaksanaan program Tahun Kunjungan Wisata Kalimantan Barat 2010. (mumu/24/12)

Kedatangan H. Morkes Effendi, SPd., MH sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Melayu Serantau beserta istri dan Dato Petinggi Abdi Nurkamil Mawardi selaku Ketua Pelaksana Lomba Sampan Nusantara disambut dengan tabuhan rebana. Foto : Sabda Agung

LAMS International Bedar Race pertama kali digelar pada tahun 2001. 2009 adalah tahun kedua penyelenggaraan lomba sampan yang diangkat dari olah raga rakyat yang kaya akan nuansa budaya. Foto : Ilham Chandra

Kesenian rebana salah satu agenda yang disajikan setelah para tamu dihibur dengan lagu-lagu tradisional Sambas. Foto : Sabda Agung

Tari Rumba, Jepin Redap dan Tanda' Sambas persembahan dari beberapa rumah budaya di Kabupaten Sambas. Foto : Sabda Agung

Pemukulan gong oleh Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Melayu Serantau yang menandakan LAMS International Bedar Race 2009 telah resmi dibuka. Foto : Q-Noi

Di masa pemerintahan Sultan Muhammad Mulia Ibrahim (Sultan Sambas ke- 15) sampan bedar pertama kali dilombakan pada tahun 1931. Foto : Ridwan A.

8 orang pendayung,, panjang sampan lebih kurang 13 meter dan lebar sampan 50 hingga 60 cm. Foto : Q-Noi

Bisa dijadikan agenda tetap wisata daerah, bahkan nasional mengingat 2010 adalah Tahun Kunjungan Wisata Kalimantan Barat. Foto : Ilham Chandra

LAMS International Bedar Race hanya mempertandingkan kategori sampan 8 orang pendayung. Foto : Cholid Nugraha

Agar tidak mengganggu jalan menuju tempat perlombaan, area Istana Alwatzikhoebillah dan Mesjid Jami' dibuka untuk tempat parkir kendaraan bermotor. Foto : Mumu
LAMS International Bedar Race 2009 menjadi pusat perhatian masyarakat Kota Sambas dan bahkan mampu menyedot perhatian masyarakat dari luar Kota Sambas. Foto : Kathian
Pontianak 22 Desember 2009
Pontianak.Bop. Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, lembaga Kemuslimatan Se-LDK kota Pontianak dan Jarmusda melakukan membagian bunga dan Aksi damai di bundaran Tugu Digulis. Dalam aksinya para kaum hawa ini meneriakan, ucapan terimakasih kepada ibu dan mengajak semua wanita untuk menjadi generasi ibu yang bermoral, menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan terhadap kaum ibu, para calon ibu, dan mengajak semua komponen untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan ibu. Menurut Imas Rasyana sebagai Agitator dalam aksi ini” undang-undang terhadap perlindungan wanita masih kurang dan nasib wanita Indonesia masih kurang di perhatikan oleh pemerintah, terlihat kasus trafficking, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dan penidasan terhadap wanita semangkin meningkat , seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut “ ujarnya. Aksi ini berahir pada pukul 17.21 dan rombongan berkumpul didepan Mesjid Al-Muhtadin, Komplek UNTAN dan di tutup dengan doa.

Sebelum turun kejalan para kaum hawa berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dari agritator agar berjalan kondusif (photo : ilham candra )

semangat perjuangan kaum hawa patut diteladani (photo : ilham C.)

pembagian bunga juga dibagikan sebagai simbol peringatan hari Ibu (Photo : Ilham C. )

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga ) menjadi fokus aksi damai peringatan hari ibu ( Photo : Ilham C. )

Setelah selesai peserta aksi kembali ke mesjid Muhtadin Untan dan diakhiri dengan doa bersama (Photo : Ilham C. )
Senja Di Tanjung Batu
Tanjung Batu atau juga dikenal dengan sebutan Pantai Sinam, merupakan tempat paling favorit untuk dikunjungi oleh warga sekitar maupun di luar kota Pemangkat. ( foto : Zeinur, M, Pemangkat 18/12/2009 ).
KEANEKARAGAMAN HAYATI dan BUDAYA KALIMANTAN BARAT
Keanekaragaman Hayati dan Budaya Kalimantan Barat adalah tema yang diangkat dalam pameran foto yang digelar di Grand Mahkota Hotel, Jalan Sidas, Pontianak. Pameran foto yang telah berlangsung pada tanggal 19-21 Desember ini bertujuan menyampaikan informasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan konservasi dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi nilainya di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.
Ada 200 karya foto yang terpajang manis di ruangan Ball Room. Karya-karya foto tersebut dibagi menjadi dua tempat yaitu, lantai 1 memuat karya-karya foto budaya dan flora, sedangkan lantai 2 didaulat menjadi ruangan yang menampung karya-karya foto flora dan fauna.
Untuk mengoptimalkan tersampaikannya informasi lingkungan hidup dan budaya ini ke masyarakat luas, WWF mengundang siswa-siswi hampir dari seluruh sekolah di Pontianak (tingkat SD, SMP dan SMA). Pemberitahuan lewat media cetak dan radio juga diberlakukan.
Sugeng Hendratno mengatakan, karya-karya foto yang dipamerkan di sini diambil dari lokasi Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Pontianak menjadi kota kedua setelah pameran yang sama telah digelar di Putusibau. Dalam rangka kampanye peduli orangutan, karya-karya foto hasil jepretan Sugeng Hendratno, Jimmy, Ngurah Pradnyana dan Albertus juga akan kembali dipamerkan di Bali 5 Mei 2010 mendatang.
“Kita punya banyak kekayaan alam, budaya, flora dan fauna yang belum banyak diketahui masyarakat. Sengaja dipilih foto dan film karena visual memiliki kekuatan yang memudahkan kita menyampaikan pesan bahwa Kalimantan Barat sangat kaya akan budaya, flora dan fauna. Dari kegiatan ini diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan keinginan untuk melindungi. Kami ingin menggugah hati yang paling dalam dan membuat banyak orang untuk peduli lingkungan,” ujar Jimmy yang juga salah satu fotografer yang karyanya dipamerkan.
KAMPANYE ORANGUTAN
Dalam acara ini World Wildlife Fund (WWF) juga mengkampanyekan penyelamatan dan kesadartahuan masyarakat terhadap orangutan. Kalimantan Barat memiliki dua sub spesies orangutan yaitu, Pongo Pygmaeus Wurmbil dan Pongo Pygmaeus Pygmaeus. Dari dua spesies tersebut Pongo Pygmaeus Pygmaeus lebih mengkhawatirkan. Karena hanya tersisa 1330-2000 individu di Taman Nasional Betung Kerihun dan 500-1090 individu di Taman Nasional Danau Sentarum. (mumu/21/12)

Pameran dimulai pada hari Sabtu 19 Desember dan berkhir pada hari Senin 21 Desember 2009. Foto oleh : Sabda Agung

200 buah karya foto yang dipamerkan. Karya -karya foto tersebut meliputi keanekaragaman budaya, flora dan fauna. Foto oleh : Sabda Agung

Pemasangan pin sebagai simbol partisipasi mendukung kelestarian lingkungan dan orangutan. Foto oleh : Sabda Agung

Sugeng Hendratno salah seorang fotografer yang karyanya di pamerkan di pameran ini. Foto oleh : Sabda Agung

“Kita punya banyak kekayaan alam, budaya, flora dan fauna yang belum banyak diketahui masyarakat. Sengaja dipilih foto dan film karena visual memiliki kekuatan yang memudahkan kita menyampaikan pesan bahwa Kalimantan Barat sangat kaya akan budaya, flora dan fauna. Dari kegiatan ini diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan keinginan untuk melindungi. Kami ingin menggugah hati yang paling dalam dan membuat banyak orang untuk peduli lingkungan,” ujar Jimmy yang juga salah satu fotografer yang karyanya dipamerkan. Foto oleh : Sabda Agung

Pengunjung yang merupakan murid-murid sekolah diberikan sebuah tantangan oleh penyelenggara pameran untuk menuliskan nama tumbuhan dari foto-foto yang dipamerkan. Salah satu bentuk edukasi pengenalan lingkungan. Foto oleh : Sabda Agung

Murid-murid sekolah akan selalu didampingi oleh seorang pemandu pameran. Karena sarat akan ilmu pengetahuan, banyak pihak sekolah yang menginginkan diadakannya workshop lingkungan hidup dan budaya di sekolah. Foto oleh : Sabda Agung

Pemutaran film tentang orangutan. Visual memiliki kekuatan untuk memudahkan menyampaikan informasi ke banyak orang. Foto oleh : Sabda Agung

Karya-karya foto di pameran ini akan kembali dipamerkan di Bali, 5 Mei 2010 mendatang. Foto oleh : Mumu
Pemecah Ombak

Abrasi pantai yang terus terjadi di Kalimantan Barat diperluhkan penanganan khusus, salah satunya adalah Break Water yang lebih sering dikenal dengan pemecah ombak sebagai pengendali abrasi ( Photo : Sabda, Karimunting 2009 )
Seminar Multi Pihak Untuk Penyelamatan Orang Hutan
Pontianak, WWF gelar seminar bertajuk “Menuju Sinergi Para Pihak Dalam Penyelamatan Orangutan” Senin ( 21/12) di Pontianak. Seminar yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil survei orangutan yang telah diadakan sebelumnya serta mencapai komitmen pihak-pihak terkait dalam upaya konservasi satwa endemik ini . Menurut Koordinator spesies WWF-Indonesia, Chairul Saleh, terdapat dua sub spesies orangutan di Kalimantan Barat yaitu Pongo pygmaeus wurmbii dan Pongo pygmaeus pygmaeus dan hasil studi menambahkan bahwa dari kedua spesies hidup di luar kawasan lindung. Dr. Ir. Harry Santoso lebih lanjut menyatakan bahwa habitat populasi orangutan memiliki sejumlah fungsi ekologis penting, antara lain pencegahan erosi, pengatur tata guna air, penyangga kehidupan sosial ekonomi masyarakat, serta sumber plasma nutfah penting. Salah satu alternatif untuk mengatasi ancaman tersebut adalah dengan membuat koridor satwa yang menghubungkan dua populasi orangutan yang terdapat di blok hutan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Untuk mendukung alternatif tersebut serta memperoleh gambaran yang jelas WWF-Indonesia bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun melakukan survei sebaran habitat dan populasi orangutan di sekitar taman nasional tahun 2004-2006. Di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, WWF-Indonesia bekerjasama dengan pihak taman nasional dan masyarakat pada bulan maret 2009. “Data yang diperoleh dari hasil survei menunjukan populasi orangutan yang terdapat di wilayah koridor satwa diperkirakan berjumlah 581 individu,” terang Albertus Tjiu, Koordinator Konservasi Spesies WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat. Seminar yang diadakan diharapkan dapat membantu mensosialisasikan konsep koridor antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, menciptakan kesepahaman mengenai pentingnya konservasi orangutan, menciptakan pola penataan ruang serta membantu mendiseminasikan best management practice dalam mengatur konflik manusia- orangutan di area perkebunan kelapa sawit. (Sabda Agung/21/12)
Pesan penyelamatan orangutan agar tetap terjamin kelangsungan hidup satwa endemik ini (photo : sabda )
Orangutan menjadi bagian sejumlah fungsi ekologis (photo : Mumu )
Para pemateri sedang menyampaikan pandangan terhadap peranan berbagai pihak terhadap penyelamatan orangutan (photo : Sabda )
Penyampaian materi penyelamatan orangutan terhadap audience agar berbagai pihak ikut turut serta berpartisipasi (photo : Sabda )
Orangutan untuk Kalimantan Barat menjadi hewan perioritas penanganannya di kawasan Taman Nasional (Photo : Sabda )
















