Bangkai Kapal Pesisir Pantai Kendawangan

Kendawangan, BoP. Kapal penangkap ikan dengan nomor CT3-4582 berbahan fiberglass ini ditemukan salah satu warga Kendawangan, Kabupaten Ketapang, H. Sy. Abdullah sekitar akhir tahun 1990. Menurut Pak H. Sy. Abdullah, kapal yang hanyut tanpa satu awak pun ini ditemukan disekitar perairan Pulau Kucing, Kendawangan, kemudian kapal ditarik ke pesisir pantai. Awalnya kapal tersebut dalam keadaan utuh namun terdapat beberapa lubang yang diduga akibat tembakan disekitar kamar dan bagian tengah kapal, diduga kapal tersebut mungkin saja dirampok. Kapal berbobot sekitar 40 GT sekarang sudah dalam keadaan rusak akibat dibakar dan dibiarkan begitu saja di pesisir pantai Kendawangan. (Ande, Kendawangan, 2009)
PEMBUKAAN FESTIVAL BUDAYA BUMI KHATULISTIWA KE IX TAHUN 2009
Rabu (11/11) Depan Makorem 121/ABW, Jalan Rahadi Oesman Pontianak dibanjiri masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung acara pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ke IX. Agenda yang bertujuan menggali, melestarikan sekaligus mempromosikan seni dan budaya Kalimantan Barat, meningkatkan kunjungan wisata lokal maupun mancanegara dan mendorong berkembangnya sektor wisata ini, dihadiri kontingen dari beberapa daerah seperti Ketapang, Sintang, Kubu Raya, Singkawang, Landak, Sambas dan masih ada beberapa yang lain. Setiap kontingen menampilkan kesenian dari daerahnya masing-masing. Mulai dari musik, tarian hingga pakaian dan aksesoris tradisional.
Festival Budaya Bumi Khatulistiwa diselenggarakan mulai tanggal 11 hingga 15 November 2009. Adapun acaranya meliputi pawai budaya, pemilihan bujang dare wisata khatulistiwa, parade lagu daerah, parade tari daerah, lomba makanan khas daerah, lomba layang-layang hias, lomba merias pengantin melayu, lomba tanjidor, festival barongsai, lomba merancang busana pengantin dayak, lomba syair dan pantun, lomba gasing dan menyumpit, terakhir ada acara penutupan.
“Melestarikan seni budaya daerah sebagai perekat dan pemersatu antar etnis untuk menuju Kalimantan Barat terbuka” diangkat menjadi sub tema dalam festival Budaya Bumi khatulistiwa yang diikuti oleh kabupaten/kota se- Kalimantan Barat, instansi terkait, kalangan usahawan bidang pariwisata, organisasi profesi/asosiasi yang bergerak di bidang pariwisata dan masyarakat luas. (mumu/12/11)
Keanekaragaman seni budaya yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat Kalimantan Barat merupakan sumber daya tarik wisata dan modal yang tidak kecil untuk membangun sektor pariwisata. Foto : Ianimaru
Mempersiapkan Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan yang lebih siap sebagaimana program Visit Kalbar 2010. Foto : Ianimaru
kali ini perhatian ribuan masyarakat terpusat di Jalan Rahadi Oesman, Pontianak. Foto : Sabda Agung.
Seni dan budaya daerah juga merupakan sarana untuk dikembangkan hingga menjadi suguhan menarik yang dapat dinikmati wisatawan lokal maupun mancanegara. Foto : mumu
Festival Budaya Bumi Khatulistiwa diselenggarakan mulai tanggal 11 hingga 15 November 2009. Foto : mumu
Graffity Seni Perindah Kota
(jogja 09/BOP) Graffity sebagian orang memandang seni visual ini negatif. Selain membuat kesan kumuh dapat merusak pemandangan. Namun bila ditata dan dikelola dengan baik maka dapat memperindah kota.
Djarum Black Motodify Pontianak 2009

Djarum Black, Black Motodify, Show Off Your Dreams (Photo : ian, Pontianak 2009)
Persipon Menang Telak
Pontianak BOP. Jumat (06/11) Genap Pertandingan ke-4, Persipon kembali menjadi tuan rumah. Tim tamu yaitu Pesik Kuningan akhir nya harus mengakui keunggulan dari “Elang Khatulistiwa”(Persipon). Bertempat di Stadion Kebun Sajoek pertandingan dimulai pada pukul 15.00 WIB.
Babak Pertama tempo permainan berlangsung cepat,kedua kesebelasan saling mengadu kemampuan untuk menciptakan angka, baru berselang menit ke-3, Abdul Latief pemain asal Pesik dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Kartu kuning ke dua diberikan kepada Jurson Dero juga berasal tim yang sama.Awal dari kemenangan Persipon bermula dari tendangan bebas, oleh Panji Hidayat bernomor punggung 5. Gol pertama untuk Persipon pada menit ke-36.skor ini masih berlangsung hingga turun minum.
Baru memasuki menit ke-54 pertandingan babak kedua melalui kaki muhaimin bernomor punggung 25, kembali menambah angka menjadi 2-0 untuk Persipon. Skor ini tetap dipertahankan oleh tim tuan rumah hingga permainan usai.Kemenangan sempurna bagi tim “Elang Khatulistiwa”(M. Zeinur)

Sutarmidji, SH, M.Hum.(Walikota Pontianak) turun kelapangan untuk menenangkan euphoria supporter (Foto : Indra Ae', 2009)

Total 8 kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit selama pertandingan antara Persipon vs Pesik Kuningan. (Foto : Cholid Nugraha, 2009)
BETING……. HEBOH LAGI
BOP Pontianak (4/11). Dalam rangka bulan Bakti KB Kes Bhayangkara Tanggal 4 November, Polda Kalbar berkerjasama dengan pemerintah Kota Pontianak melaksanakan bakti sosial serta pelayanan kesehatan di Keraton Kadriah dalam sambutan awalnya Brigjen Pol Erwin TPL Tobing menuturkan “Sebenarnya kegiatan ini akan dilaksanakan di daerah Beting berhubung di Beting tidak ada tempat luas maka kegiatan tersebut dilaksanakan di sekitar halaman Kesultanan Kadriah Pontianak serta merubah stigma negatif tentang Beting. Dalam penekanannya Polda berkata POLRI adalah mitra masyarakat, walaupun berulang kali melakukan penggerebekan dalam rangka P4GN (Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap NARKOBA).
Kegiatan yang ada antara lain: Keluarga Berencana, perpanjangan SIM, pembuatan akta kelahiran gratis oleh pemerintak kota, penyuluhan NARKOBA, pengobatan GRATIS , dan kegiatan ramah tamah dengan masyarakat khususnya masyarakat Pontianak Timur. Dalam kesempatan ini Kapolda ditemani Sutarmidji selaku walikota Pontianak beserta pemerintahan setempat yakni camat Pontianak timur Rizal s,sos berserta lurah setempat. (Arif Maulana,04/11)

Kegiatan ini adalah salah satu upaya,untuk menghilangkan stigma negatif terhadap Kampung Beting (Foto : Arif Maulana)

Beberapa jajaran Polda bersama staf Pemerintah Kota Pontianak berjalan kaki menyusuri Kampung Beting (Foto : Arif Maulana)

Kapolda menyempatkan diri bercanda dengan salah satu masyarakat Kampung Beting. (foto : Arif Maulana)
PERSIPON DAHSYAT
Selasa (03/11) Giliran PSB Bogor yang dijamu di lapangan Kebon Sajoek, Pontianak. Pertandingan yang sejak awal lebih didominasi oleh tuan rumah, akhirnya membuahkan kemenangan untuk Persipon dengan skor 2-1 atas BSP Bogor.
Babak pertama, kesebelasan BSP Bogor yang dipimpin oleh Hendra Febrian sebagai kapten, berhasil menyarangkan gol ke gawang Persipon lewat kaki Solihin Irfan. Pemain bernomor punggung 14 ini mencatat gol pertama untuk BSP Bogor di menit 37.
Kedudukan berubah saat Gito Prasetyo menyumbangkan dua gol berturut-turut di menit 73 dan 94 yang sekaligus menentukan kemenangan untuk Elang Khatulistiwa. (mumu/03/11)

"Elang Khatulistiwa" akan kembali berlaga di Lapangan Kebon Sajoek pada tanggal 6 November mendatang. (Foto : Ilham Chandra)
Persipon VS Jakarta Timur FC
Pertandingan antara kesebelasan Persipon (Persatuan Sepak Bola Pontianak) melawan Jakarta Timur FC yang di gelar di Stadion Kebon Sajoek Pontianak, sabtu pada pertandingan Liga Indonesia divisi satu. Pertandingan yang sempat diguyur hujan gerimis berlangsung alot, pertandingan tersebut berhasil dimenangkan oleh persipon dengan skor 2-1. Di tonton oleh ribuan pendukung Persipon yang di sebut Elang Khatulistiwa, sempat bersitegang antar suporter dan polisi yang mengamankan pertadingan, menurut ketua Tim suporter Elang Khatulistiwa Satria Mulyadi, siap menenangkan para suporter yang bersikap anarkis “mungkin mereka berbuat begitu karena semangat yang mengebu-gebu” jelas nya. Pada babak pertama pada menit ke 21, Persipon mencetak gol pertama melalui tendangan pinalti Gito Prasetyo yang bernomor punggung 10, pada babak kedua menit ke 49,Jakarta timur Fc berhasil menyamai kedudukan lewat tendangan Imat Rohimat bernomor punggung 12, pada menit 79 Persipon kembali unggul, lewat tendangan penalti Panji Hidayat bernomor punggung 5 dan berhasil menambah skor untuk timnya menjadi 2-1. Hingga pertadingan usai kesebelasan Jakarta Timur FC tidak mampu menambah angka dan mereka harus mengakui kemenangan kesebelasan Elang Khatulistiwa. Pada bertandingan berikutnya Persipon akan kembali bertadingan pada tanggal 3 dan 6 November 2009 nanti. (Trianto/31/10)
Gol pertama Persipon diciptakan oleh Gito Prasetyo setelah Jakarta Timur FC dihadiahi hukuman penalti. (Foto : mumu)
Dukungan dari suporter tidak bisa dianggap kecil dalam kemenangan Persipon kali ini. (Foto : Tri Anto)













