Bookmark and Share

Tugu Perjuangan

 

Terletak di jalan Juang, Kabupaten Melawi, Nanga pinoh. Merupakan monumen bersejarah sekaligus menjadi kebanggan masyarakat Kalimantan Barat atas perjuangan rakyat demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (photo : Qnoy,Melawi, 2009)

Batu Tinggi

Karena Kemarau

Jembatan Penanjung

 

 

Foto oleh Alberta Noviany (2009)

Galungan di Pontianak

Pontianak BoP. Rabu (14/10) Umat Hindu memperingati hari kemenangan Dharme (kebaikan) atas Adharme (kedzaliman). Hari kemenangan ini lebih kita kenal dengan Hari Galungan.

Hujan gerimis yang menghiasi Pontianak tidak menyurutkan niat umat Hindu untuk beribadah di Pura Giripati Mulawarman, Jalan Adisucipto Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Seorang Panindita memimpin doa yang khusu’ di dengarkan oleh umat yang sejak pukul 18.00 WIB telah memadati pendopo. Beberapa umat yang baru datang segera menyucikan diri dengan air Tirta Pelukatan. Dengan membawa sesajen berbagai rupa, tak lupa mereka juga membakar dupa saat akan memasuki Pura yang telah berdiri sejak tahun 1970 ini. Rahajeng Nyangre Rahina Galungan. (mumu/15/10)

Sebelum memasuki Pura. umat Hindu terlebih dahulu menyucikan diri dengan air Tirta Pelukatan. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Hari Galungan diperingati 210 hari sekali pada hari Rabu Kliwon Wuku Dangulan (Foto : Q-Noi)

Ir. Putu Dupa Bandem adalah Panindita yang kali ini memimpin umat Hindu memperingati Hari Galungan. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Sesajen adalah simbol panghargaan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kehidupan, rezeki, jodoh dan lain sebagainya. (Foto : Mumu)

Hari Galungan kali ini bersamaan pada hari ulang tahun Pura Giripati Mulawarman yang berdiri dan diresmikan pada tahun 1970. Direhab pada tahun 2001 dan selesai rehab tahun 2004. (Foto : Tri Anto)

Tari Rejang Dewa. Tarian yang hanya ditampilkan dalam kegiatan keagamaan. Dibawakan oleh anak-anak perempuan yang belum dewasa (belum mengalami menstruasi) (Foto : Q-Noi)

Potret anak-anak Gunung Ambawang

Mereka menghabiskan waktu bermain pada sore hari disekitar gunung ini. Dan biasa nya mereka juga berburu manuk ( Ayam Jantan ) untuk di makan bersama-sama. (photo : Qnoy,Kubu Raya, 2009)

Puting Beliung Terjang Rumah Warga

Warung gorengan A Bun yang roboh di terpa hujan lebat. (Photo Q-Noi)

Pontianak BoP. Selasa (13/10) sebuah warung tempat A Bun berjualan gorengan, di Jalan Pangeran Natakusuma roboh setelah diterpa hujan lebat yang disertasi angin puting beliung. Beruntung pada saat itu warung telah kosong. Hal yang sama juga dialami oleh Pak Adi. Kios bensin milik warga Gang Bambu ini jatuh hingga terbalik.

Rumah Sofianus Abun di gang Sekolah. Saat hujan lebat, rumah yang sedang dibangun oleh beberapa tukang ini roboh karena hujan lebat.foto Q-Noi

Rumah kediaman Ibu Nyatemi gang Siliwangi. foto Q-Noi

Salah satu bangunan yang roboh di Jalan Pangeran natakusuma. Tidak ada korban dalam musibah ini

Berjarak lebih kurang 7 meter dari kios bensin Pak Adi, seng-seng dari atap rumah kediaman Pak Poniman lepas dan melayang hingga ke ujung Gang Bambu. “Waktu itu saya baru bangun tidur dan ingin minum. Saat itu memang telah hujan dan saya belum tahu kalau atap seng saya banyak yang lepas. Saya hanya mencari cara untuk menyelamatkan keluarga saya. Beberapa tetangga membantu saya mengumpulkan seng yang terlempar,” ujar Pak Poniman. Beberapa sanak keluarganya juga berdatangan ingin melihat keadaan Pak Poniman sekeluarga. Pak Poniman juga meminta bantuan dari Pak RT untuk mendata rumah warga yang ditimpa musibah yang sama.

Pak Poniman saat menceritakan musibah yang menimpa dia dan keluarganya.Foto mumu

Negeri 11 yang kehilangan beberapa atap sengnya. (Photo Q-Noi)

Pemilik warnet dibantu seorang tukang membetulkan atap. (Photo q-noi)

Masih di Jalan Pangeran Natakusuma, hujan lebat yang disertai angin kencang juga membuat atap seng warung nasi milik Pak Eddy lepas. Pemilik warnet yang kebetulan menggelar usahanya tepat di sebelah warung nasi pak Eddy terlihat sibuk menyatukan kembali beberapa atapnya yang lepas. (mumu/13/10)

Keadaan Warung nasi Pak Eddy setelah diterpa hujan lebat. (Photo Q-Noi)

Rute Sungai

Aku Akan Ke Sambas

Sebuah plang penunjuk rute air wilayah-wilayah di Kabupaten Sambas, hal ini berguna agar pengguna kendaraan air tidak tersesat mengingat banyaknya jalur-jalur sungai di wilayah tersebut. (photo: Ande, Sambas, 2009)

 

DUTA LINGKUNGAN HIDUP 2009 PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Jumat (11/10) malam grand final pemilihan duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat tahun 2009 berlangsung dengan glamor. Asal para duta lingkungan hidup tidak melupakan misi yang diemban.

DSC_0041__10_resize.jpg

Suasana malam grand final duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat 2009 (Foto : Q-Noi)

Pemilihan duta lingkungan hidup dianggap perlu diselenggarakan. Karena para duta yang terpilih nanti, akan mensosialisasikan program-program lingkungan hidup kepada masyarakat luas.

IMG_2925resize.jpg

Para finalis duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan barat 2009. Selama empat hari masa karantina, mereka dibekali pengetahuan tentang lingkungan, etika, pengembangan diri dan tata cara berpenampilan yang baik. (foto : Cholid Nugraha)

Kriteria penjurian meliputi kemampuan bahasa Inggris, psiko tes, etika dan pengembangan diri. Pemilihan duta lingkungan hidup yang diikuti oleh peserta dari seluruh daerah di Kalimantan Barat ini diwajibkan menempuh masa karantina yang digelar selama empat hari. Terhitung dari tanggal enam hingga sembilan Oktober. Para finalis dibekali pengetahuan lingkungan, etika, pengembangan diri dan tata cara berpenampilan yang baik.

IMG_2828resize.jpg

Sanggar Borneo Terigas turut meramaikan acara dengan menampilkan tarian Paca' Bakibao yang mengisahkan gadis-gadis dayak bermain kain di sela-sela mencuci pakaian atau mandi di sungai. (Foto : Cholid Nugraha)


IMG_3041resize.jpg

"Alam adalah anugerah. Cintailah alam ini, maka alam akan memberikan pula cintanya untuk kita," himbau Paramitha Rusady yang menjadi bintang tamu di malam grand final pemilihan duta lingkungan hidup 2009 Provinsi Kalimantan Barat (Foto : Cholid Nugraha)

Legina Lestari, Spd resmi dikukuhkan sebagai duta lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat tahun 2009 setelah berhasil menyisihkan finalis lainnya. Acara yang dihelat di salah satu hotel di Jalan Imam Bonjol ini dikemas dengan sangat glamour.

DSC_3866resizeeko.jpg

Legina Lestari, Spd duta lingkungan hidup 2009 provinsi Kalimantan barat (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Semoga hal-hal positif yang disampaikan di acara ini benar-benar dapat memberikan dampak baik yang dapat kita rasakan bersama. Sebagai wujud rasa syukur kepada pencipta, sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk dihuni demi keberlangsungan semua makhluk hidup. (mumu/10/10)

Long Night Bridge


Jembatan Kapuas adalah urat nadi penghubung transportasi darat di Kota Pontianak, yang menjadi keistimewaan bagi jembatan ini adalah jembatan tersebut membentang di sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Kapuas. Tak ayal jembatan ini pun menjadi landmark kota Pontianak yang wajib diabadikan (photo: Apriyandani, Pontianak, 2009)

Amazing Cloudy


awan kumulus, awan ini memiliki tinggi 6000-9000 meter dari permukaan tanah (photo: Apryandani, 2009)

« Previous PageNext Page »