Bookmark and Share

Mendulang Amal Ala Insix Community

September 13, 2009 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita  

Pontianak, BoP. Insix Community, komunitas anak-anak muda kreatif yang berekspresi lewat musik dan tari menebar aksi di kawasan Jalan Gajah Mada, Pontianak. “kami bernyanyi dan menari untuk mengumpulkan bantuan bagi suadara-saudara kita yang kurang beruntung. Hasil sumbangan sukarela dari masyarakat malam ini akan kami sumbangkan ke fakir miskin yang berada di daerah pelosok kota Pontianak seperti sungai rengas,” ujar Solihin yang berhasil kami “culik” untuk di wawancara. Malam sebelumnya mereka berhasil mengumpulkan dana yang akan di sumbangkan sebesar Rp 550.000.00, 5 dus mie instan dan 5 kotak pakaian layak pakai. Salut! (mumu/13/09)

insix community saat menggalang dana di salah satu warung kopi di jalan gajahmada (photo: ande anjang, 2009)

performance art berupa tarian dari anak-anak insix community (photo: mumu, 2009)

Razia Kendaraan Bermotor

September 12, 2009 | Oleh : Eko Suryanto DAULAY | Kategori : Klik...!!!  

razia_kendaraan_bermotor.jpg

Kamis malam (10/9), satuan anggota polisi menggelar razia di daerah kawasan Pontianak Timur tepatnya setelah jembatan kapuas 1. Razia ini ditujukan untuk menertibkan tata aturan berlalu lintas baik itu dari segi kelengkapan surat kendaraan bermotor maupun identitas seseorang. (foto dan berita : Eko Suryanto Daulay)

Cincau : Menu Berbuka Puasa

September 12, 2009 | Oleh : Qnoy | Kategori : Klik...!!!  

DSC_0007.jpg

Cincau menjadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa masyarakat singkawang ( foto : Zeinur M, Singkawang, 27/08/09)

Biawak Air (Varanus salvator)

September 12, 2009 | Oleh : trie | Kategori : Klik...!!!  

100_4190.JPG

Varanus salvator atau lebih kita kenal dengan biawak air ini di temukan berada di salah satu rumah warga Jalan Parit H Husein II, Pontianak. Biawak air ini lantas ditangkap dan rencananya juga akan dijual oleh warga yang menangkapnya. (Triyanto,9/09/09)

Keriang Bandong Di Ramadhan Kali Ini

September 12, 2009 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita  

Memasuki malam ke 21 dalam bulan Ramadhan, dan berawal dari keinginan untuk menghidupkan kembali keriang bandong, komunitas Sepeda Onte Kalimantan Barat (SEPOK), menggelar sebuah kegiatan yang sarat akan budaya dan tradisi Pontianak. “Konvoi sambil membawa keriang bandong juga sudah kita lakukan pada tahun lalu. Ini acara kita yang kedua kalinya,” terang Jayus selaku ketua Sepeda Onte Kalimantan Barat.

Apa keriang bandong itu?

Meski sejarahnya tidak jelas diketahui, tetapi menurut cerita orang-orang tua dulu, di era tahun 60-an, keriang bandong banyak terdapat di daerah Wajok, Jungkat dan sekitarnya. Karena masih  sulit akan fasilitas penerangan di masa itu, maka digunakanlah keriang bandong sebagai media penerangan. Pada malam Lailatul Qadar (malam 21 Ramadahan), keriang bandong banyak di pasang di pekarangan rumah warga yang tinggal di pelosok-pelosok desa. Pada waktu itu, keriang bandong terbuat dari damar, getah kayu, tempurung kelapa dan minyak kelapa sebagai bahan bakarnya.

DSC_0053.JPG

Menjadi permainan anak-anak di era 80-an (foto : Sabda Agung)

Kata keriang bandong di ambil dari kata Keriang yang merupakan sejenis serangga yang sangat menyukai cahaya. Sedangkan kata Bandong di ambil dari kata berbondong-bondong yang juga merupakan kebiasaan dari keriang yang selalu datang mengerumuni cahaya secara berbondong-bondong.

DSC_1877.JPG

Komunitas Sepeda Onte Kalimantan Barat (SEPOK), membawa kembali tradisi keriang bandong. (Foto : Eko Suryanto Daulay)

Tradisi terus berkembang dan keriang bandong pun mengalami perubahan. Karena terakulturasi budaya Tionghoa, Tanglong hadir di tengah-tengah masyarakat kita dengan bentuk yang lebih bervariasi  tetapi masih memiliki fungsi yang sama dengan keriang bandong.

Pada tahun 80-an di dalam bulan Ramadhan tepatnya di malam Lailatul Qadar, keriang bandong menjadi salah satu permainan tradisional anak-anak yang sangat ditunggu-tunggu. Dengan cara di arak, pemain keriang bandong di bagi menjadi 2 kelompok yang akan beradu. Setelah di adu, keriang bandong siapa yang masih dalam keadaan baik dan tidak hancur, maka dialah pemenangnya. Permainan ini juga diselingi sebuah lagu yang khas permainan keriang bandong. “ E…mantoyo mane musoh, ago go…”   Kini permainan ini sangat susah di temukan. Bisa jadi karena perubahan budaya, permainan keriang bandong menjadi tidak populer dan akhirnya di tinggalkan.

DSCN3704.JPG

Terakulturasi oleh budaya Tionghoa sehingga menciptakan bentuk keriang bandong yang lebih bervariasi (foto : mumu)

100_4252.JPG

Banyak masyarakat yang kini beralih ke "keriang bandong listrik" (foto : Tri Yanto)

Pamor keriang bandong  juga dirasakan kian menipis. Itu di tandai dengan di gantinya lampu seri atau lampu hias warna-warni yang di pasang di pekarangan rumah warga. Pergeseran itu bukan tanpa alasan. Karena bahan bakar minyak tanah yang semakin mahal, banyak warga yang berpindah menggunakan “keriang bandong listrik” (mumu/12/09)

Area 1

September 11, 2009 | Oleh : ande anjang | Kategori : Klik...!!!  

AREA1.jpg
a restricted area clearance, restricted area 1 (photo: ande anjang, pontianak, 2009)

Tari Jepin Tempurung

September 11, 2009 | Oleh : ande anjang | Kategori : Klik...!!!  

jepin_tempurung_uplot.jpg
Tarian khas melayu ini dipersembahkan oleh salah satu sanggar tari untuk mengisi acara pembukaan titik kulminasi pada tanggal 21 Maret yang lalu yang di pusatkan di Tugu Khatulistiwa, Pontianak.(photo: ande anjang, 2009)

Serbuan Parcel Menjelang Lebaran

September 11, 2009 | Oleh : mumu | Kategori : Photo dan Berita  

DSC_0183.jpg

foto : Qnoy

DSC_0182.jpg

foto : Qnoy

Entah bagaimana sejarahnya parcel menjadi salah satu produk yang banyak di jumpai menjelang hari raya. Parcel biasa di berikan sebagai tanda pelengkap ucapan selamat kepada keluarga, sahabat atau rekan kerja. Ada hukum yang tak tertulis, jika si A memberikan parcel kepada si B, maka si B juga harus membalasnya dengen memberikan parcel juga. Ada yang memnerikan parcel sebagai sarana untuk mencari muka atau perhatian kepada penguasa. Dengan harapan, si pemberi akan selalu di ingat.

Mendekati hari raya seperti sekarang ini, mulai bermunculan pedagang-pedagang parcel. “Dalam sehari penjualan parcel belum bisa diprediksi bisa laku berapa. Tetapi parcel cenderung laris di 10 hari menjelang hari raya,” jelas Dewi salah satu pedagang parcel di Jalan Gajah Mada yang telah 20 tahun menjual parcel.

DSC_0180.jpg

foto : Qnoy

DSC_0185.jpg

foto : Qnoy

Tidak hanya makanan yang dapat dijadikan isi parcel. Dinner set dan alat minum lengkap juga bisa dijadikan isi parcel. “Selain itu, kami juga selalu berinovasi dalam hal bentuk dan aksesoris parcel. Tahun ini kami menggunakan keranjang kecil yang di dalamnya ada boneka mini seperti ini,” ujar Dewi seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah salah satu parcel.

Karena isi parcel yang berbeda-beda, pengerjaan parcel di bagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 3 orang yang khusus membuat parcel berisikan berbagai bahan makanan seperti biskuit, permen, cokelat dan sirup. Kelompok yang kedua terdiri dari 3 orang juga yang mengisi parcel dengan dinner set atau peralatan minum lengkap (teko, gelas dan tatakannya). Dewi juga mengatakan persiapan untuk membuat parcel telah di lakukan 2 minggu sebelum bulan puasa.

DSC_0184.jpg

foto : Qnoy

Ada rupa, ada harga. Kira-kira seperti itulah kalimat yang dapat menggambarkan harga parcel. Ada parcel yang di patok dengan harga Rp 150.000 dan ada juga parcel yang di beri harga Rp 950.000

Agak sedikit dengan berbeda dengan Akwang, pedagang parcel yang juga menggelar dagangannya di Jalan Gajah Mada mengatakan, harga parcel yang di jualnya berkisar dari harga Rp 135.000 hingga Rp 800.000
“Kami tidak bisa membuat parcel dalam jumlah yang banyak. Tergantung pesanan aja,” ujar Akwang yang mengaku menjual parcel dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. (mumu/9/9/09)

Waktu Sahur : 2 Gudang Terbakar

September 9, 2009 | Oleh : Qnoy | Kategori : Photo dan Berita  

Pontianak BOP, Rabu (09/09), terjadi kebakaran besar di Jalan Komyos Sudarso ( Jeruju) Pontianak Barat. 2 gudang milik PT Kayu Mas dan Usaha Maju habis di lahap api. Dua gudang tersebut adalah tempat penyimpanan kayu dan pasir.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.35 WIB. Bermula dari percikan api dari salah satu gudang yang kemudian menyebar dan akhirnya membakar 2 gudang tersebut..

9 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menghentikan penyebaran api agar tidak menyebar ke daerah pemukiman yang terdapat di sekeliling areal gudang.

Dalam tempo setengah jam, api dapat diredam oleh para petugas. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang di taksir oleh pemilik kedua gudang tersebut mencapai hingga ratusan juta rupiah.( Zeinur,M-2009)

DSC_0275.jpg

Kerumunan warga di sekitar lokasi kebakaran ( foto : zeinur,m )

DSC_0209.jpg

Kesibukan Petugas Pemadam Kebakaran ( foto : zeinur,m )

DSC_0246.JPG

Kobaran api yang begitu besar ( foto : zeinur,m )

DSC_0236.JPG

Petugas pemadam kebakaran berusaha keras memadamkan kobaran api ( foto : zeinur,m )

30 Menit Terjebak di Dalam Lift

September 8, 2009 | Oleh : b_dal | Kategori : Klik...!!!  

bang_afdal.jpg

Selasa (8/9/09) Terjadi kerusakan lift di lantai 9 di sebuah hotel di Jalan Gajah Mada, Pontianak. Seorang wartawan dan seorang pegawai PNS terpaksa terjebak selama 30 menit di dalamnya. (Photo : Sy. Afdhal, Pontianak  2009)

Unjuk Rasa Karyawan PT Duta Rendra Mulya

September 8, 2009 | Oleh : trie | Kategori : Klik...!!!  

Pontianak (8/9/09) Unjuk rasa karyawan PT Duta Rendra Mulya, Sukalanting. Menuntut kepastian perusahaan tetang nasib mereka yang belum jelas. Mereka juga mengeluhkan dicabutnya fasilitas-fasilitas yang terdapat di asrama mereka seperti listrik, air dan pengobatan. (Berita dan foto oleh : Triyanto – 2009)

« Previous PageNext Page »