Permainan Gasing, Permainan Rakyat Indonesia
Berputarlah…
Searah dengan waktu, sepuasmu
Kuasailah panggung
Buat orang terhibur
Tersenyum puas kearahmu
Berhentilah
Jika saat nya kemenangan ini
Berakhir pada habisnya putaran terakhir
Festival Singkawang 2009 tanggal 10-12 Juli 2009, telah menjadi saksi permainan rakyat yang begitu sederhana, unik, antik, murah, klasik, dan sangat dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ialah gasing, yang terbuat dari kayu khusus dan kemudian dililitkan pada seutas tali khusus diantara permukaan gasing, kemudian dilemparkan ke daerah datar mengikuti putaran nya serta menunggu sampai habisnya putaran yang kemudian diulangi lagi seperti semula.

Gasing Uri,merupakan satu-satunya gasing yang masih dimilki oleh masyarakat Kalimantan Barat (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)

Berbagai macam bentuk gasing serta tali yang terbuat dari kulit kayu (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)
Jenis permainan ini telah dikenal hampir di seluruh masyarakat di Indonesia, berabad-abad yang lalu, gasing sudah menjadi ciri khas karena setiap daerah memliki tipe serta bentuk dan bahan yang berbeda. Di Kalimantan Barat permainan gasing menyebar diberbagai daerah seperti Sambas, Pontianak dan daerah lainya.
Adapun jenis gasing yang dikenal dan dimainkan ada tiga (3) macam, yaitu :
1. Gasing Jantung Pisang
2. Gasing Berembang
3. Gasing Uri / Piring
Gasing Jantung Pisang dan Berembang sering dimainkan oleh masyarakat untuk diadukan tingkat kekuatannya, sedangkan Gasing Uri dimainkan berdasarkan lama waktu putar gasing tersebut. Gasing Uri itu sendiri hanya bisa temukan di Kalimantan Barat.

Gasing Pangka' (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)

Disebut juga Gasing uri,yang telah memenuhi standar internasional tingkat ASEAN (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)
Sebelum ditemukannya perubahan gaya dalam bermain gasing, permainan gasing itu sendiri dibagi menjadi tiga gaya, yaitu :
1. Gaya Kucil : dimana gasing diputar menggunakan kedua tangan.(foto)
2. Gaya Surung : permainan menggunakan tali, kemudian gasing dililitkan ke seutas benang khusus dan dilemparkan ke area permainan.
3. Gaya Pangka’ : permainan dimana gasing dilemparkan ke arah gasing lain buat di adu (pangka’).

Melilitkan,bersiap dan melempar...(foto : Zeinur M,Singkawang 2009)
Seiring berjalanya waktu, permainan gasing telah menjadikan gasing menjadi sebuah cabang pertandingan yang diadakan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir berbagai pertandingan telah dilaksanakan baik itu pertandingan nasional maupun internasional. Ketua Gasing Kalbar yang akrab dengan sapaan Pak Mo’, menjelaskan bahwa “tim gasing Kalbar adalah salah satu tim terbaik yang dimiliki Indonesia, bahkan menjadi tim terbaik pada Sukan Borneo II tahun 2007 yang diadakan di Sarawak, Malaysia”. Ia sendiri telah mengenal permainan gasing pada usia 7 tahun, “sangat sulit untuk meninggalkan permainan ini, karena telah menemani hampir separuh hidup saya”, ujarnya.

Pak Mo' sebagai Ketua Gasing Kalimantan Barat (foto : Zeinur M,Singkawang 2009)
Selanjutnya ia menyampaikan harapan yang sangat besar kepada seluruh masyarakat agar dapat melestarikan permainan rakyat ini dan kemudian menjadikan gasing sebagai hak paten kebudayaan Indonesia, dan dapat diikutsertakan sebagai cabang olahraga baru dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Singkawang yang telah mengagendakan permainan gasing sebagai salah satu rangkaian acara Fesitival Singkawang 2009.(Zeinur,M/11/07/2009)
Spirits From Heaven
Pontianak, BoP. Jumat malam (10/7), riuh tepuk tangan penonton menambah semarak suasana di Taman Budaya. Pentas musik bertajuk Spirits From Heaven yang mengusung jenis musik perkusi, ethnic progressif, dan world music sukses menyihir penonton larut dalam nada-nada tabuhan saat Last Virgin (karya Ferdinan S.Sn), Rampak serampai (karya Ridho dan Sigit), Adrenalism Positif (karya M Davi Yunan 128 dan Ferdinan S.Sn), Racun Bulanak (karya Ferdinan S.Sn), dan Kaki Rimba (karya Ferdinan S.Sn) silih berganti menghiasi panggung.

aksi perkusi kebon kopi saat pementasan spirits from heaven (photo: indra ae, pontianak, 2009)
Penampilan beberapa karya di atas adalah bentuk dari peringatan hari ulang tahun komunitas seni Kebun Kopi yang ketiga. Spirits From Heaven digelar pada hari Jumat (10/7) hingga Sabtu (11/7) di Taman Budaya jalan A Yani, Pontianak.

menjelang acara berakhir, pemain perkusi kebun kopi mengajak bermain musik bambu bersama, tampak para pengunjung bersiap dengan bambu mereka (photo: indra ae, pontianak, 2009)
Selain sebagai pembuktian kreatifitas dan eksistensi para pekerja seni yang tergabung di dalam komunitas Kebun Kopi, acara ini juga dianggap sebagai titik pandang untuk melihat peluang perkembangan seni musik tradisi yang ada di Kalimantan Barat.(mumu pocketmonster,11/7/09)
Playing In The Rain

playing in the rain (photo: ande anjang, pontianak, 2009)
Spirit From Heaven, The 3rd Anniversary of Kebon Kopi

Setelah sukses pada Pentas Tunggal Musik Perkusi KAKIRIMBA di Taman Budaya Kalimantan Barat, kali ini Kebun Kopi menggelar Pentas Musik yang bertajuk Spirits From Heaven, dengan menampilkan tiga karya terbaru dan tiga karya yang telah dibawakan pada pementasan tunggal sebelumnya dengan genre musik perkusi, ethnic progresif, dan world music. Pementasan kali ini untuk membuktikan kreatifitas dan eksistensi para pekerja seni yang tergabung dalam Komunitas Kebun Kopi Pontianak, serta untuk melihat peluang perkembangan seni musik tradisi yang ada di Kalimantan Barat. Disamping itu pementasan ini untuk merayakan ulang tahun Kebun Kopi yang ke tiga. Diharapkan dengan bertambahnya usia Kebun Kopi bertambah pula kematangan untuk menuju komunitas yang kreatif, mandiri dan profesional sehingga dapat bersaing dengan musik-musik dari daerah dan negara lain dengan membawa khasanah budaya yang kita miliki.

para personil perkusi Kebon Kopi berlatih untuk pementasan Spirit Of Heaven (foto. dok)

permainan kenong saat latihan untuk persiapan acara Spirit Of Heaven (foto. dok)
Menurut Herfin Yulianto, SE, “Spirit adalah sebuah semangat untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu hal yang bermanfaat baik untuk diri pribadi maupun orang lain. Heaven adalah surga yang dapat di jangkau dengan segala tingkah laku dan amal sesuai dengan nilai-nilai agama yang di yakini”. Jadi, Spirit from Heaven sebuah semangat yang datang dari surga untuk berbuat dan berbagi sesuai dengan apa yang telah digariskan dengan memandang nilai-nilai filosofis agamis yang kita yakini.
Aksi Personil Perkusi KebonKopi saat pementasan musik perkusi KAKI RIMBA (foto. dok)
aksi permainan bambu oleh personel KebonKopi saat pementasan musik perkusi KAKI RIMBA (foto. dok)
Ada 6 karya yang akan ditampilkan merupakan karya-karya dari Kebun Kopi, antara lain; Last Virgin, karya Ferdinan S.Sn; Rampak Serampak, karya Ridho dan Sigit; Andrenalism +, karya M Davi Yunan 128 dan Ferdinan Martin, SP; Lantang II, karya Ferdinan S.Sn; Gong Tendensis, karya Ferdinan S.Sn; Racun Bulanak., karya Ferdinan S.Sn; Kaki Rimba, karya Ferdinan S.Sn, ujar Herfin yang juga manajer sekaligus pendiri Kebon Kopi ini. Pelaksanaan kegiatan Tgl 10 – 11 Juli 2009, pukul 19.00 wib, di Gedung Taman Budaya, Pontianak HTM Rp. 10.000. Tiket dapat di beli di no HP 0811576459 (kebun kopi), 777889 (Tamasya Tour), 085245779957 (Jamal).
(ande anjang/08/07/09)
Tukang Bangunan Nyoblos, Pembangunan Komplek Perumahan Terhenti

seorang pengendara motor melintasi komplek perumahan yang belum selesai, pemilu presiden berdampak pada terhentinya pembangunan salah satu komplek perumahan (photo: ande anjang, pontianak, 2009)
Pontianak.BoP. Pemilu presiden yang dihelat 8 juli 2009 ini berdampak pada terhentinya pembangunan komplek perumahan di salah satu wilayah Pontianak Tenggara ini yang pada hari-hari biasanya ramai oleh para tukang bangunan yang rata-rata adalah buruh harian. Berbeda pada hari rabu ini (08/07/09), mereka rela tidak bekerja demi menyalurkan suara mereka untuk memilih pemimpin yang mereka jagokan demi menentukan nasib mereka dan negara ini 5 tahun kedepan. (ande anjang/08/07/09)
Melatar Belakangi Gunung Sentubong
.jpg)
melatar belakangi Gunung Sentubong (photo: d_lami,Sarawak,Malaysia,2009)
Kekeluargaan Pramuka Sambas-Pangakap Sarawak Semakin Erat
Sambas. BoP. Tidak di sangka, ternyata kedatangan 60 delegasi Pramuka Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia dalam rangkaian kunjungan muhibah ke Pengakap Sarawak Malaysia mendapat sambutan luar biasa dan diacarakan dengan sangat meriah. Sejak tiba di Ibu Pejabat Pengakap Negeri Sarawak (03/07) telah di sambut oleh Haji Said Haji Bolhassan bersama Wakil-wakil Persekutuan Pengakap Cawangan Malaysia lainnya, dilanjutkan dengan Taklimat program Lawatan oleh pihak Jabatan/Kuasa Lawatan. Rombongan Pramuka Kabupaten Sambas disiapkan tempat penginapan di Gedung Pejabat Pengakap dan di Hotel Penview Inn, Kuching.
Selepas Jum’at anggota rombongan Pramuka Sambas melakukan lawatan ke Musium Islam, Musium Etnologi dan Musium Kuching. Malam harinya Pramuka Sambas menghadiri kunjungan kehormatan terhadap YB. Datuk Amar Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Menteri Perumahan Negeri Sarawak, di Kelab Golf Sarawak (KGS) Pertajaya Kuching.
.jpg)
Acara Penyambutan Pramuka Sambas oleh Pengakap Sarawak, Malaysia (photo: d_lami, Sarawak, Malaysia, 2009)
H. Imtihan. R, Sos selaku pimpinan rombongan dalam sambutan singkatnya menyampaikan perasaan bangga karena telah diterima dan dijamu dengan luar biasa meriahnya, untuk itu kami dari seluruh Pramuka Sambas mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya, dan lawatan kali ini adalah sebagai pembayar hutang terhadap Delegasi Pengakap Sarawak yang sudah datang ke Sambas Tahun 2005 lalu.
Dalam kesempatan yang sama YB. Datuk Amar Abang Haji Abdul Rahman Zuhari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, memberitahu lawatan muhibah ini diharapkan dapat mengukuhkan persahabatan dan hubungan persepahaman antara Pengakap Sarawak Malaysia dengan Pramuka Kabupaten Sambas, Indonesia. Kegiatan seumpama ini sangat berpaedah bagi kita dalam meningkatkan silaturahmi, karena kita (Sambas-Sarawak) serumpun sehingga kegiatan ini sebagai mengenalkan kembali hubungan keluarga, karena sejarah telah mencatat melalui Sultan Tengah, Antara Brunei Darussalam-Sambas-Sarawak mempunyai hubungan keluarga. Tampak hadir sama Pesuruhjaya PPM Cawangan Sarawak Dunstan Melling,Pengerusi Majlis Pengakap Negeri Sarawak Mortadza Alop, Captain Zainuddin Tan Sri Hamdan dan Sabeli Bakri sementara dari Sambas selain pengurus Kuartir Gerakan Pramuka Sambas juga hadir H. M. Sadeli, SH, MSc dan Syahrudin dari Kuarda GP Kalimantan Barat serta Drs. H. Dailami, Msi anggota Majelis Pembimbing GP Kab.Sambas.
Ibarat kata melalui Pramuka dan Pengakap dengan tali yang ada agar di ikatkan kuat-kuat sehingga tidak bisa lepas lagi, itu lah yang di tunjukan anggota Pramuka Sambas dengan Pengakap Sarawak pada malam perpisahan Jamuan Mesra Pramuka/Pengakap di Hotel Grand Margherrita, Pool Side (Holiday Inn) di mana kedua belah pihak menampilkan kebolehannya dalam membawakan lagu-lagu di meriahkan lagi dengan tampilnya Tarian Tandak Sambas yang di bawakan oleh Pramuka Sambas.
Acara di malam Jamuan Mesra (photo: d_lami,Sarawak,Malaysia,2009)
Dalam sambutan perpisahan kembali H. Imtihan menyampaikan, jika pintu perbatasan Aruk-Biawak telah resmi di buka tentunya akan memperlancar berbagai kegiatan dan keakraban antara Pramuka dan Pengakap di masa depan, Khususnya dalam melaksanakan Program Kemah Perbatasan. Sementara Encik Bujang bin Helmi, Wakil YB. Datuk Amar Haji Awang Tengah bin Ali Hasan, Menteri Perancangan dan Pengurusan Sumber Kedua dan Menteri Kemudahan Awam menuturkan banyak terima kasih kepada Delegasi Pramuka Sambas yang telah memilih Sarawak sebagai tempat tujuan Lawatan, karena antara Sarawak dan Sambas sudah tidak ada sempadan hal ini sudah lebih seratus tahun lalu telah mempunyai hubungan keluarga. Saya mengeluh-eluhkan kehadiran Tuan-Tuan dan Puan-Puan agar menceritakan yang baik-baik selama disini kepada saudara-saudara yang lain di Indonesia sehingga bisa melakukan kunjungan kembali ke Serawak tutur Encik Bujang bin Helmi. (d_lami,08/07/09)
Love

love (photo: ande anjang, pontianak, 2009)
The Asters

the aster (photo: felliandre_m, pontianak, 2009)
hujan deras bukan halangan demi mencari nafkah
hujan deras bukan halangan demi mencari nafkah (photo: fakhrozi daeriza, sambas, 2009)
Lawatan Muhibbah Pramuka Sambas Ke Sarawak, Malaysia
Sambas. BoP. Berdasarkan program kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sambas Tahun 2005-2010. Dalam rangka untuk menjalin kerjasama dan persaudaraan antara Anggota Pramuka dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia dengan Pengakap dari Persekutuan Pengakap Malaysia Cawangan Sarawak,Kuching. Kamis 2 Juli 2009 dilepas Wakil Bupati Sambas dr.Hj. Juliarti Djuhardi Alwi,MPh, selaku Ketua I Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sambas dari Kantor Bupati Sambas menggunakan Bis menuju Kuching, Sarawak, Malaysia.
kendaraan yang membawa peserta menuju entikong (photo: Fakhrozi, Sambas, 2009)
Peserta menyiapkan barisan sebelum pelepasan dimulai (photo: fakhrozi daeriza, Sambas, 2009)
Rombongan Pramuka Sambas yang mengikuti Lawatan Muhibbah tahun 2009 ini sebanyak 60 orang yang terdiri dari Perwakilan Kwartir Gerakan Pramuka Kalimantan Barat, Anggota Mabicab Gerakan Pramuka Sambas, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sambas, BPK Kwartir Cabang Sambas, Pimpinan Saka Kencana, Pimpinan Saka Bahari, Pembina Pramuka, Pembina Pendamping, Pramuka Pendega, Dewan Kerja Cabang Sambas, Pramuka Andalan, Pramuka Penegak, Pramuka Siaga dan Calon Pramuka Siaga yang dipimpin langsung oleh Drs.Bakhtiar selaku Pimpinan Rombangan.
Lawatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti Pertemuan/Ramah Tamah dengan Pengakap dari Persekutuan Pengakap Malaysia Cawangan Sarawak, Penyerahan Cinderamata, Kunjungan ke objek-objek Wisata; Musium Kuching, Astana Negeri Kuching, Kegiatan Malam Kebersamaan, penampilan Seni Budaya seperti Pembacaan Puisi, Tarian Daerah Sambas dan lain sebagainya.
Sambutan sekaligus pelepasan oleh Wakil Bupati Sambas (Photo: fakhrozi daeriza,sambas,2009)
Selaku Ketua I Mabicab Gerakan Pramuka Sambas, dr.Hj. Juliarti Djuhardi Alwi,MPh, dalam sambutan pelepasan mengharapkan semoga kegiatan Lawatan Muhibbah ini dapat semakin membulatkan tekad kita untuk lebih memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta melaksanakan dan mengambangkannya. Dalam rangka pelaksanaan program Revitalisasi Gerakan Pramuka, mari kita bersama-sama menjalankan seruan Presiden Republik Indonesia yang bertekad mewujudkan ”Satu Bumi Pertiwi,Satu Bangsa,Satu Janji,Stu Komitmen dan Satu Aksi” hanya dengan tekad ini dapat lahir masyarakat yang sehat, cerdas, maju, dan sejahtera.
Selain itu Ketua I Mabicab Gerakan Pramuka Sambas mengajak para peserta Lawatan Muhibbah untuk terus menjalankan Visi dan Misi TERPIKAT TERIGAS dalam Pramuka yang berisikan,
T : Tingkatkan kerjasama diantara Mabicab, Pengurus Kwarcab, Pelatih, Pembina, dengan Pengurus Pengakap
E : Eratkan tali persaudaraan sesama anggota Gerakan Pramuka dan Pengakap
R : Rapatkan Barisan Pelatih, Andalan dan Pembina
P : Perkuat Gerakan Pramuka sebagai pembentuk Karakter Bangsa
I : Ikhlas, Cerdas dan Kerja Keras untuk meraih keberhasilan
K : Kokohkan kemitraan dan dukungan sumber daya dari seluruh komponen bangsa
A : Ajak selalu kaum muda untuk meningkatkan semangat bela Negara
T : Tertibkan Administrasi Gerakan Pramuka di jajarak Kwartir
T : Tidak Putus Asa dalam membina Generasi Muda
E : Emban dan laksanakan tugas dengan penuh rasa Tanggungjawab
R : Raih Keberhasilan melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas
I : Implementasikan kegiatan-kegiatan Pramuka dalam Kehidupan Masyarakat
G : Galang kebersamaan melalui musyawarah dan mufakat
A : Aktifkan Perindukan, Pasukan, Ambalan dan Rancana di setiap Gugusdepan
S : Selalu Amalkan Satya dan Dharma Pramuka

Wakil Bupati Sambas Sekaligus Ketua I Mabicab foto bersama dengan seluruh peserta Lawatan Muhibbah Pramuka Sambas-Sarawak,Malaysia (photo: fakhrozi daeriza, Sambas, 2009)
(Fakhrozi,02/07/09)


