Macrographer

macrographer (photo: Anton Kopisiti, Sambas, 2009)
Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas 2009
Sambas. BoP. Kabupaten Sambas di kenal kaya akan sumberdaya alam berupa potensi keaanekaragaman hayati yang masih alami. Potensi ini tidak ada maknanya mana kala tidak didukung oleh sumberdaya manusia yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Sumberdaya manusia tersebut bisa diperoleh dari kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan selektif.
foto bersama para peserta duta lingkungan hidup dan panitia (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Sebagai wujud kepedulian akan hal tersebut maka Badan Lingkungan Hidup Kab. Sambas menyelenggarakan ”Pemilihan Duta Lingkungan Hidup 2009 Kabupaten Sambas” yang merupakan kalender event tahunan, seleksi peserta di laksanakan pada tanggal 15-20 juni 2009. Melalui Pemilihan Duta Lingkungan Hidup 2009 ini diharapkan dapat menjadi wahana menggali kepedulian masyarakat yang ada di Kabupaten Sambas terhadap potensi wilayahnya dan komitmen untuk menjaga kualitas lingkungannya.
Seperti kita ketahui selama ini masalah Ilegal Logging, Ilegal Fishing, Pencemaran Air, Tanah dan Udara akan memberikan dampak kepada aspek sosial ekonomi, lingkungan hidup. Untuk mengatasinya sangat diperlukan keterlibatan peran serta dari seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda.
Peserta duta lingkungan mengunjungi TPA Sorat untuk mengetahui lebih jauh makna sampah (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Kepedulian terhadap lingkungan penerapannya tidak perlu yang muluk-muluk, cukup dimulai dari lingkungan sendiri seperti memilah sampah dari yang ramah lingkungan dan sampah yang tidak ramah lingkungan, aktifitas seperti ini sudah memberikan andil yang sangat besar terhadap kepedulian lingkungan.
peserta bersama pejabat LH foto bersama di tumpukan sampah TPA Sorat (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Sambas 2009 secara umum bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kualitas serta kuantitas para peserta dalam memahami lingkungan hidup. Selanjutnya melalui penyelenggaraan ini diharapkan akan muncul Duta-Duta lingkungan hidup yang dapat menciptakan suatu upaya kelestarian lingkungan hidup yang kita dambakan bersama. (Fakhrozi/17/06/09)
Lulus, Pelajar Coret dan Konvoi

para pelajar berkonvoi di jalan ayani (photo: Apryandani, Pontianak, 2009)

Seorang pelajar tampak mencoret-coret bajunya dengan cat semprot untuk merayakan kelulusannya (photo: Apryandani, Pontianak, 2009)
Pontianak, BoP. Pengumuman kelulusan jatuh pada hari ini, tanggal 17 juni 2009. Para pelajar yang dinyatakan lulus langsung melakukan konvoi di sepanjang jalan Achmad Yani. Spontan konvoi ini membuat jalanan menjadi macet.Namun konvoi dihentikan oleh petugas kepolisian yang saat itu juga mengarahkan para pelajar masuk ke dalam halaman Museum Kalbar. Padahal sehari sebelumnya sudah diberitakan di surat kabar bahwa pelajar dilarang melakukan konvoi setelah mendapat pengumuman kelulusan. Tetapi peringatan tersebut masih tidak dipatuhi oleh pelajar. Pelajar-pelajar yang berkonvoi tersebut, akhirnya diberikan pengarahan oleh petugas.(Apryandani/17/06/09)

jalan menjadi macet akibat konvoi para pelajar (photo: Apyandani, Pontianak, 2009)

para pelajar yang konvoi diberikan pengarahan oleh petugas polisi patroli di halaman museum Kalbar (photo: Apryandani, Pontianak, 2009)
Pedalaman

pedalaman (photo: eko suryanto daulay, sambas, 2009)
Mencari Minyak

mencari minyak (photo: andre, pontianak, 2008)
SMA Negeri 2 Sambas Mewakili Kalimantan di Ajang Nasional Sekolah Adiwiyata

Halaman depan SMAN 2 Sambas tertata rapi (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Sambas. BoP. Penerapan kebersihan dan lingkungan harus sejalan dan seirama, keduanya berjalan sinergis, saling mendukung. Upaya penerapannya tidak cukup hanya dengan himbauan, pengumuman, penyebaran dan penempelan brosur,leplet di berbagai sudut, karena masalah kebersihan dan lingkungan menyangkut sikap dan prilaku, sehingga perlu pembelajaran sejak dini.
Pembelajaran tersebut telah di terapkan oleh SMA Negeri 2 Sambas pada peserta didik nya yaitu dengan memasukkan pelajaran lingkungan hidup sebagai muatan lokal. Pembelajarannya tidak sebatas teori akan tetapi secara praktek diterapkan setiap hari pada anak didik bersama dewan guru di lingkungan sekolah.
_1.jpg)
Keasrian Komplek SMAN 2 Sambas (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Dengan melalui berbagai tahapan dan proses akhirnya SMA Negeri 2 Sambas dibawah Pimpinan Edi Kiswar,S.Pd selaku Plt.Kepala Sekolah, berhasil dinobatkan sebagai contoh Sekolah berwawasan lingkungan terbaik di tingkat Kabupaten Sambas maupun ditingkat Propinsi Kalimantan Barat dalam ajang Sekolah Adiwiyata. Bahkan sekolah ini beberapa waktu lalu dikunjungi 183 Kepala Desa se Kabupaten Sambas guna melihat dan mempelajari model lingkungan yang ada dan saat upacara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2009 Tingkat Kabupaten Sambas beberapa waktu lalu dipusatkan dihalaman sekolah tersebut.
Atas keberhasilan yang telah dicapai ini SMA Negeri 2 Sambas dipercaya mewakili Regional Kalimantan untuk berkompetisi ditingkat Nasional dalam lomba Sekolah Adiwiyata, hasilnya terbukti SMA Negeri 2 Sambas memperoleh Penghargaan Adiwiyata 2009 dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.(Fakhrozi/16/06/09)
Kerjasama BoP dan Saka Bahari Sambas Terwujud
Dialog dan silaturahmi di bidang Visual Edukasi yang di laksanakan atas kerjasama Borneo Photography dengan Satuan Karya Pramuka (SAKA) Bahari Sambas pada tanggal 14/05 bertempat di Ruang Rapat Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Sambas,mendapat apresisasi yang luar biasa dari peserta yang hadir, hal ini terbukti saat berdialog dan tanya jawab antara Koordinator BoP selaku narasumber yang di wakili oleh Indra Ae’ dan Ian Imaru dengan Peserta menyangkut sarana dan tehnik photography.
Sambutan dari Ketua Saka Bahari Sambas, Drs.Dailami,Msi (photo: Fakhorzi Daeriza, Sambas, 2009)
Acara yang di pandu oleh Suriawan,SSt,MT diawali dengan sambutan Drs.Dailami,Msi selaku Ketua Umum Saka Bahari Sambas menyampaikan ucapan terima kasih pada menajemen Borneo Photography yang telah bersedia bekerjasama dengan Saka Bahari Sambas, karena kegiatan ini sangat mendukung Krida Wisata Bahari bahkan menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta khususnya di Dunia Photography.
suasana saat dialog berlangsung (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Peserta yang mengikuti dialog dan silaturahmi tersebut berjumlah 31 orang, terdiri dari para pelajar SMA, SMK, MA, Pengurus dan Anggota Pramuka Bahari, Karyawan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Fotografer di kota Sambas, Kecamatan Galing dan Kecamatan Paloh. Yuspiardi Pembina paramuka Saka Bahari kecamatan Galing begitu semangat. “Saya merasa sangat senang mendengar dan melihat foto-foto dari teman-teman Borneo Photography.Di kecamatan Galing sendiri juga ada potensi wisata yang belum di kelola baik oleh pihak-pihak yang terkait.Setiap kegiatan selalu kami dokumentasikan. Pertanyaanya, kemana kami harus menyampaikan hasil dokumentasi tersebut, hingga pemerintah tergerak untuk mengelolanya. Saya berharap ada Borneo Photography Cabang Sambas sehingga informasi-informasi yang ada disini bisa kami sampaikan ke Pontianak”,ujar Yuspiardi. Hal ini tentu saja pertanyaan tersebut di sambut dengan senang hati oleh Borneo Photography, terbukti telah dengan telah di deklarasikan Borneo Photography Cabang Sambas oleh Ketua Umum Saka Bahari Sambas.

Saka Bahari dan Borneo Photography saling bertukar cinderamata (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Pramuka Saka Bahari Sambas dan Borneo Photography berfoto bersama (photo: Fakhrozi Daeriza, Sambas, 2009)
Acara dialog silaturahmi yang berjalan lancar dan tepat waktu ini di akhiri dengan tukar-menukar kenang-kenangan berupa cenderamata dari Ketua Saka Bahari Bapak Drs.Dailami,Msi kepada koordinator Borneo Photography yang di wakili oleh Indra Ae’, serta di tutup dengan foto bersama. (fakhrozi,mumu/15/06/09)
Memancing

memancing (photo: andre, sejangkung, sambas, 2009)
Jalur Sungai Memanjang
Jalur Sungai Memanjang (photo: Fakhrozi Daeriza, Jirak, Sambas, 2009)
Tenun Sambas Produk Tradisional Yang Masih Bertahan
Sambas. BoP. Di sebuah rumah di Desa Jirak, kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Sebuah kain Tenun Sambas, sedang dikerjakan oleh Kak Ijah. Keterampilan menenun ini yang didapatnya secara turun temurun dan tidak hanya kak Ijah sendiri saja, beberapa tetangganya yang lain juga turut berprofesi sebagai penenun.

Kak Ijah sedang menenun (photo: mumu, Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Sambas, 2009)
Sehelai kain tenun dapat diselesaikan selama 3 sampai 4 hari, dimana kain yang sudah diproses biasanya langsung diambil oleh pemilik modal ataupun kadang mereka sendiri yang mengirim.
Untuk sehelai kain tenun, kak Ijah dan saudarinya Lia hanya mendapatkan upah sebesar 70 ribu hingga kisaran 80 ribu dan yang paling tinggi mendapat 100 ribu sampai 120 ribu. Upah sebesar itu dinilai oleh kak Ijah telah cukup memenuhi kebutuhan mereka yang mengakui kegiatan menenun ini hanya sebagai kegiatan sambilan saja.

Lia menenun selendang pesanan konsumen (photo: mumu, Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Sambas, 2009)
Bisakah anda bayangkan jika hasil tenun masyarakat desa Jirak ada di pasaran dunia. Desa Jirak tentu saja bukan satu-satunya desa penghasil kain tenun yang ada di Sambas ini, masih banyak desa lain di Sambas melakukan hal yang sama dengan masyarakat penenun di Desa Jirak.(mumupocketmonster/13/06/09)

Alat pemintal benang (photo: mumu, Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Sambas, 2009)
SRC Cinta Lingkungan

Rider SRC sedang menanam pohon (photo: mumu, sambas, 2009)
Sambas. BoP. Di area Istana Alwatzkhoebillah dan Masjid Agung Jami, Sultan Muhammad Tsafiuddin, para anggota Sambas Rider Community berkumpul. Mereka tidak hanya sekedar berkumpul, mereka sedang bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan menanam pohon di SD Negeri 4 Nagur, SD Negeri 21 Tumuk, dan SD Negeri 1 Mentawa untuk memperingati hari lingkungan hidup. “sengaja memilih lokasi di beberapa SD yang tidak lain bertujuan untuk ikut mendidik generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai lingkungan”, jelas Heri Anton selaku ketua SRC. Sekretaris SRC, Iwan Kusnadi S.Hut juga menjelaskan bahwa komunitas motor ini juga merupakan pembinaan dari Kapolres dan Kasatlantas Sambas. “Selain mensosialisasikan safety riding kepada masyarakat, kami juga siap membantu kegiatan sosial pemerintah seperti ini” ujarnya. (mumupocketmonster/13/06/09)

Rider SRC berpose bersama (photo: mumu, sambas, 2009)


