Keheningan Di Pinggiran Pantai
.jpg)
kehenigan di pinggiran pantai (photo: Fakhrozi Daeriza, Singkawang, 2009)
Berlabuh Di Bibir Pantai
.jpg)
berlabuh di bibir pantai (photo: Fakhrozi Daeriza, Singkawang, 2009)
Ada Kesempatan

Ada Kesempatan (photo: felliandre, Pontianak, 2009)
Mantap Ndak Tu
Wawancara Bersama
H. Mulyono Maruki Matsum, SE
Pontianak, BoP. Sepeda! Itulah yang dijanjikan oleh Ibu jika saya berhenti untuk tidak mencoret-coret dinding rumah lagi. Sambil menyiapkan sarapan, Ibu juga bercerita tentang atlet-atlet yang sepeda yang dia tahu pernah mengharumkan nama negara. Tentu saja saya tidak memperhatikan cerita Ibu, karena saya lebih tertarik membaca komik smbil menghabiskan sarapan.
Tidak menyangka juga jika akhirnya cerita di meja makan belasan tahun lalu membawa saya bertemu dan mewawancarai beberapa tokoh balap sepeda Kalimantan Barat seperti, Kalimanto Tulus Widodo, Johnny Van Aert,SE, MM dan H. Mulyono Maruki Matsum, SE. Asing dengan nama terakhir yang saya tuliskan? Jika iya, tentu saja tulisan ini akan membuat anda bisa mengenal sosok lebih dalam.

Maruki adalah salah satu pembalap sepeda terbaik yang pernah di miliki Kalimantan Barat (photo: Qnoy, Pontianak, 2009)
BERAWAL DARI SEPEDA MINI CROSS
Lahir dari keluarga yang sederhana tidak menghalangi Maruki kecil berteman dengan siapapun. Pergaulan serta pengaruh lingkungan yang positif, membentuk pribadi Maruki yang berkemauan besar dan tinggi akan semangat. Dari dua hal inilah kelak Maruki dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat dan Indonesia.
Tahun 1978, saat masih bergabung di klab sepeda Funky, Maruki berhasil keluar menjadi juara di kejuaraan sepeda mini cross (Sekarang kita kenal dengan BMX atau MTB) yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Pemda Kal-Bar. Berangkat dari prestasi ini pula, pria kelahiran Pontianak 5 September 1965 silam ini perlahan membuka pintu awal karirnya sebagai atlet balap sepeda.
Karena suka main sepeda di SMP Negeri 3 Pontianak, akhirnya Maruki diajak bergabung di Perkumpulan Balap Sepeda Garuda, yang memang menjadikan sekolah tersebut sebagai centre latihan mereka. Di klab sepeda yang diasuh oleh Bapak Taufik Sabri ini, Maruki berhasil menjuarai kompetisi sepeda junior pada tahun 1980.
Johnny Van Aert yang lebih dulu bersinar lewat balap sepeda, membuat Maruki termotivasi dan bergabung di klab sepeda Panther, yang saat itu dicap sebagai pabrik pencetak atlet balap sepeda berprestasi. Tahun 1983 Maruki resmi diasuh oleh Bapak Erwin Anwar.

Maruki bersama sepedanya (photo: Qnoy, Pontianak, 2009)
PRESTASI
1978 : Juara sepeda mini cross HUT Pemda Kal-Bar
1983 : -Tour Jawa (Surabaya-Jakarta), ranking 3 besar junior di Indonesia.
-Dipanggil Pelatnas dan masuk daftar tim inti Kejuaraan Asia di Filipina.
-Juara 1 Kejuaraan Alpen Trophy, Tangkuban Perahu.
-Juara Sepeda Bunga Tulip, Bandung.
1984 : -Turun di kelas velodrom, point race 30 km.
-Tour de ISSI Sulawesi Selatan, 2 medali emas
1985 : Juara 2 di Sea Games Bangkok.
1986 : Juara di Kejuaraan Balap Sepeda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jakarta.
1987 : -Menjalani pembinaan dan mengikuti kompetisi sepeda di Alkmar, Belanda.
-Kejuaraan Asia di Jakarta dan mendapat medali perunggu.
-Sea Games di Jakarta, menghasilkan 2 medali emas, dan 1 medali perak.
1988 : Tour de ISSI. Juara 1 di kelasemen umum dan 1 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu di per-orangan.
1989 : -Tour de Indonesia (Jakarta-Surabaya-Solo) Juara umum di kelas beregu, dan 3 medali emas, 5 medali perak, serta 3 medali perunggu per-etape.
-PON di Jakarta, meraih 1 medali perak dan 2 perunggu.
-Sea Games Kuala Lumpur mendulang 1 medali perunggu.
1990 : Tour de ISSI (Jakarta-Medan) Juara 4 di kelasemen perorangan, juara 2 beregu, dan 7 medali emas, 5 medali perak, juga 5 medali perunggu.
1991 : Tour de Indonesia (Jakarta-Bali) di kelas beregu mendapat 3 medali perak dan 2 medali perunggu.
1992 : PON XIII Jakarta, 1 medali perunggu.
Setelah mengikuti PON XIII di Jakarta, Maruki memutuskan untuk berhenti. Tidak hanya dunia balap sepeda yang dia geluti. Lari marathon dan balap motor juga pernah dijajal oleh oleh pemilik zodiak Virgo ini. Tahun 1982 dia berhasil menjuarai Kejuaraan Marathon Kal-Bar. Juara 2 marathon Kejurnas pra PON, Jakarta. Sedangkan di balap motor beberapa prestasi juga pernah ditorehkannya seperti, juara 3 kelas bebek Motor Grass Track 1982, Singkawang. Menjuarai kelas Sport Tune Up dan mewakili Kal-Bar di Sentul pada tahun 1994.

Maruki (tengah) berfoto bersama BoPhians (ki-ka, mumu dan eko) sesudah wawancara (photo: Qnoy, Pontianak, 2009)
PENTINGNYA PEMBINAAN DAN KOMPETISI
Menurunnya prestasi balap sepeda Kal-Bar menurut Maruki dikarenakan minimnya pembinaan dan kompetisi. Kepengurusan ISSI Kal-bar yang belum solid juga dinilai sebagai faktor utama menurunnya prestasi balap sepeda di Bumi Khatulistiwa. “Atlet-atlet muda akan banyak bermunculan jika banyak diadakan kompetisi. Bila ada atlet yang dinilai baik, tentunya akan dilakukan pembinaan lanjutan guna mengikuti kompetisi di daerah, nasional, dan bahkan internasional,” terangnya. Sebagai contoh, Maruki menyebutkan beberapa nama balap sepeda Kal-bar yang muncul dari penyelenggaraan kompetisi. Dimana nama-nama besar tersebut adalah para seniornya. (Ismail Marzuki, Jamaludin, Ahmad Gapuri, Edi Prawoto, Johnny Van Aert, dan Kalimanto.)
Salah satu cara untuk menggali potensi baru balap sepeda, Maruki kerap melakukan kejuaraan balap sepeda tahunan bersama Bank Kal-Bar. “Diperlukan waktu dan proses selain kemauan besar dari atlet itu sendiri. Pembinaan dan kompetisi itu wajib. Dari pembinaan, atlet ditempa untuk memiliki fisik, mental, dan semangat yang baik. Lewat kompetisi, atlet dapat mengevaluasi hasil latihan dan dirinya, juga menambah jam terbang. Jika sudah seperti itu, saya yakin Johnny Van aert-Johnny Van Aert baru, Kalimanto-Kalimanto baru, atau Maruki-Maruki baru akan kembali memantapkan prestasi balap sepeda Kal-Bar. Saya juga mengharapkan kepada semua orang tua agar jangan salah mendidik anak. Arahkanlah ke olah raga sepeda. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat! Mantap ndak tu!? Hahaha,” ujar Maruki dengan gaya bercanda menyampaikan fakta.
Ayah dari Dimas Jordy Fadli (15), Faris Fathur Rifqi (11), Muhammad Marciano Ramadhani (6), dan Siti Cahaya Umairah (12 bulan) ini juga punya keinginan yang besar untuk membangun Pontianak yang sehat. “Biasakanlah bersepeda jika tidak terlalu buru-buru. Dengan begitu keringat akan keluar. Keringat yang keluar tersebut dapat membuang racun yang kita dapatkan dari gas kendaraan, asap pabrik dan bahkan dari makanan dan minuman yang mengandung zat-zat yang tidak baik untuk tubuh. Jika kita rajin berolah raga, tentunya tubuh akan menjadi sehat. Karena kualitas tidur akan baik (nyenyak) dan pada saat bangun pagi, tubuh juga terasa ringan,” terang Maruki.
MARUKI’S FACT
1. Kepala Biro Roda Empat, Ikatan Motor Indonesia Kalimantan Barat.
2. 1 Mei 1999, mendirikan MOTORHEAD
3. Mendapat Penghargaan Bintang Kelas 3 Presiden Soeharto dari Menpora Akbar Tanjung.
4. Pimpinan Bank Kalimantan Barat, Sui. Pinyuh.
(mumu pocketmonster/29/05/09)
Pantai Sinam
Pantai Sinam (photo: Fakhrozi Daeriza, Pemangkat, 2009)
Rumah Walet

Rumah Walet (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)
Pulang

Pulang (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)
Sinyal

Sinyal (photo: Indra Ae, Pontianak, 2009)
Klotok

Klotok (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)
Photographer Pemberani

Photographer Pemberani (photo: Tommy, Pontianak, 2009)
Jelang Malam

Jelang Malam (photo: Syarif Afdal, Ketapang, 2009)


