Ikan Paus Terdampar
Ikan Paus yang terdampar (Photo: Fakhrozi, Sambas,17/04/09)
Seekor Ikan Paus terdampar di pantai Natuna Indah, Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas tepatnya tidak jauh dari lokasi TPI (Tempat Pendaratan Ikan) yang berjarak 2 Km dari jalan raya. Ikan Paus ini diperkirakan telah mati di laut sekitar 4-5 hari, namun baru satu hari yang lalu (16/4) ditemukan masyarakat sekitar 3 meter dari bibir pantai, ukuran Ikan Paus sepanjang 11 Meter, dengan berat di perkirakan 4 Ton.
Penyebab kematian menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar lokasi di perkirakan karena Blooming Plankton karena tidak ditemukan tanda-tanda luka pada tubuh Ikan Paus tersebut.
Keadaan Ikan Paus saat dikunjungi (17/4) sudah berubah warna dan telah menimbulkan aroma yang tidak sedap. Jasad dari Ikan Paus ini menurut masyarakat yang berada di lokasi akan diambil dagingnya, sedangkan kerangka tulangnya akan di awetkan.
Dalam suasana yang seperti ini, sebagian masyarakat memanfaatkan minyak yang keluar dari tubuh Ikan Paus untuk dijadikan obat kulit. (Fakhrozi, Sambas,17/04/09)
Masyarakat mengambil minyak dari tubuh Ikan Paus (photo: Fakhrozi, Sambas, 17/04/09)
So close and so far
"So close and so far" (photo: Mumu, Arang Limbung Kab. Kubu Raya, 2009)
Mengejar Impian

"Mengejar Impian" (photo: Trie, Kubu Raya, 2009)
Kapal Rumah Walet
Kapal rumah walet ini baru satu bulan selesai dari pengerjaannya, dahulu dulu kapal ini merupakan kapal barang yang bermesin Puso 8 silinder dan terletak di dusun Sunsung, Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas. Burung walet sudah mulai keluar masuk ke kapal ini. Alasan dibuatnya kapal walet ini karena murahnya harga jual kapal ini, sehingga pemilik berinisiatif secara iseng-iseng saja untuk menjadikan kapal ini menjadi rumah walet. Namun sang pemilik kapal, Aceng, enggan menyebutkan biaya pembuatan kapal rumah walet ini namun bisa di taksir mencapai puluhan juta rupiah, inisiatif ini jika berhasil tentu akan menjadikan pemiliknya jutawan.(fakhrozi/14/04/09)
"Kapal Walet" (photo: Fakhrozi, Sambas, 2009)
What we have done
"What we have done" (photo: Mumu, Arang Limbung Kab. Kubu Raya, 2009)
Under The Bridge
"Under The Bridge" (photo: Mumu, Kampong Beting, 2009)
Gak Golput
"Gak Golput" (Photo: Mumu, Pontianak, 2009)
Anggrek Douglas
Anggrek Douglas (photo: ian, Jln. Budi Utomo, 2009)
Anggrek jenis ini tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis anggrek yang lain. Seperti yang dikatakan oleh pemilik Pondok Bunga di jalan Budi Utomo, no. A3, keistimewaan anggrek douglas ini dinilainya relatif. “Keistimewaan anggrek douglas justru terletak pada penikmat bunga itu sendiri,” ujarnya.
Perawatan anggrek douglas terhitung tidak terlalu rumit. Pagi dan sore cukup disiram. Bahkan air sisa dari pencucian beras juga bisa dipakai untuk menyiram. Di saat-saat tertentu anggrek douglas diberi asupan pupuk dan disemprot dengan anti hama.
Karena sifatnya yang universal, anggrek ini sering dipakai untuk keperluan dalam berbagai acara. Dari korsase pengantin, penghias kartu ucapan, hingga karangan bunga belasungkawa. Selain melayani pesanan dari dalam kota, usaha yang berawal dari sekedar hobi ini juga melayani pesanan dari Kota Singkawang, Sui. Pinyuh, dan juga Sintang. Tapi beberapa kendala juga bisa ditemui seperti faktor cuaca yang tak menentu ditambah lagi dengan krisis ekonomi global yang dirasakan sangat mengganggu kondisi kondusif usaha bunga hias. (mumu poket monster/12/04/09).
Anggrek Douglas yang telah disortir dan akan dirangkai (photo: ian, jln Budi Utomo, 2009)
Gila
"Gila" (photo: Meggi, Pontianak, 2008)
Harapan

"Harapan" (photo: Indra Ae', Arang Limbung Kab. Kubu Raya, 2009)
Masih Ada

"Masih Ada" (photo: Indra Ae', Arang Limbung Kab. Kubu Raya, 2009)


